Janji Kita

"Aku adalah orang yg sama dari masa lalu dan masa depan. Aku ingin mengubahnya semuanya dari masa kini karena aku tak ingin memulai dari masa lalu karena suatu alasan"

- Park Chanyeol

.

.

.

"Baekhyun" panggil mama Chanyeol.

"iya tante" ucap Baekhyun lalu masuk ke dalam rumah, menghampiri ibu Chanyeol tersebut.

"Baek tolong jaga Soyul dan Sungyeol ya. Mama akan ke sekolah mu sebentar meminta izin" ucap mama Chanyeol.

"baik tante. Terima kasih banyak ya tante atas bantuannya. Aku tak tau jika tak ada tante" ucap Baekhyun tulus.

"iya sama sama. Gak usah sungkan. Mama tidak akan lama. Dan berhentilah memanggil tante. Panggil aku mama" ucap Mama Chanyeol dan Baekhyun hanya mengangguk canggung.

"ah sebentar, tadi malam, kau tidur di kamar Chanyeol?" tanya mama Chanyeol.

"i..iya tante. Chanyeol membawa ku ke sana" ucap Baekhyun.

"aduh anak itu. Dia tidak berbuat macam macam kan? di samping kamar Chanyeol ada kamar kosong. Mungkin karena jarang di bersihkan makanya Chanyeol langsung menarikmu ke kamarnya" ucap mama Chanyeol.

"ah mungkin saja ma" ucap Baekhyun sedikit canggung saat mengucapkan kata 'ma'.

"memang sih aku merestui kalian tapi ingat, jangan kelewatan batas ya. Aku tak ingin menimang cucu sebelum sekolah kalian selesai. Sekolah utamakan. Pendidikan okey?" ucap mama Chanyeol dan Baekhyun hanya menggangguk canggung.

"ya sudah mama pergi ya ke sekolah mu. Hati hati di rumah" ucap mama Chanyeol lalu tubuhnya menghilang di balik pintu keluar.

Baekhyun pun memilih untuk pergi ke arah tempat ke dua adik kembar Chanyeol sedang makan.

"astaga berantakan nya. Tapi yah kalian lumayan licah dan aktif ya" ucap Baekhyun kaget melihat bubur bayi berserakan di baju si bayi dan ada yg berceceran ke meja bahkan lantai.

"sudah siap makannya?" tanya Baekhyun lembut.

"siap" ucap Sungyeol membuat Baekhyun gemas lulu mencubit pelan pipi Sungyeol dengan lembut sambil terkikik geli.

"pertama tama ganti baju kalian. Kakak tidak bisa menggendong sekaligus jadi kakak gendong si cantik ini lalu si ganteng ini ke kamar ya?" ucap Baekhyun meminta ijin kepada Sungyeol agar tidak marah kepadanya.

"uhm. Cepat cepat" ucap Sungyeol dengan aksen cadel nya.

"iya iya" ucap Baekhyun sambil tersenyum manis.

Setelah membaringkan Soyul di tempat tidur mama nya Chanyeol, di kamar mama Chanyeol, ia berkata "jangan kemana mana. Tetap seperti ini. Kakak tidak akan lama okey?" ucap Baekhyun dan bayi perempuan itu hanya menggangguk.

Baekhyun pun segera berjalan ke arah tempat si Sungyeol berada lalu menggendong Sungyeol ke kamar.

"Sungyeol kan paling besar jadi mengalah ya sama adik nya tak apa2 kan?" tanya Baekhyun dan Sungyeol hanya menggangguk.

Baekhyun pun mengganti baju Soyul lalu mengganti baju Sungyeol.

"nah setelah ini, kalian bermain lah di sini sebentar. Kakak harus membersihkan kekacauan yg kalian buat" ucap Baekhyun lalu ia menggendong Soyul ke box bayi di susul menggendong Sungyeol ke box bayi juga.

"jangan kemana mana okey? kakak tidak akan lama. Jika perlu sesuatu, berteriak lah memanggil kakak" ucap Baekhyun lalu ia mengusak rambut Sungyeol.

Setelah itu ia segera ke ruang makan dan membersihkan bekas bubur Soyul dan Sungyeol.

Setelah semua pekerjaan Baekhyun selesai, Baekhyun pun kembali ke kamar mama Chanyeol lalu bermain dengan adik kembar Chanyeol sampai ibu Chanyeol pun pulang.

Dari pagi hingga siang, Baekhyun hanya membantu ibu Chanyeol meringankan pekerjaannya. Setelah makan siang, Chanyeol belum juga pulang hingga Baekhyun pun memberanikan diri bertanya pada ibu Chanyeol.

"ma, Chanyeol ke mana ya?" tanya Baekhyun canggung.

"katanya dia ada kerja kelompok" ucap mama Chanyeol.

"hm begitu ya. Ya sudah, aku permisi ke kamar Chanyeol saja ya ma" ucap Baekhyun dan di balas anggukan dari mama Chanyeol.

Awalnya Baekhyun hanya merebahkan diri nya di ranjang tapi saat ia melihat sesuatu di langit langit kamar Chanyeol membuat ia penasaran.

Ia pun bangkit dari tidurnya untuk berdiri. Di atas sana seperti ada ruangan untuk menyimpan sesuatu membuat Baekhyun penasaran.

Saat Baekhyun sedang berusaha membuka tutup laci yg ada di langit langit kamar dengan melompat, Chanyeol masuk ke kamarnya dengan mengendap - endap lalu matanya langsung terfokus ke Baekhyun yg sedang mencoba membuka tempat ia menyimpan rahasianya.

Chanyeol pun langsung lari lalu memeluk Baekhyun hingga Baekhyun jatuh ke tempat tidur bersamaan tubuh Chanyeol memeluknya.

"yak kau ini" ucap Baekhyun kesal sekaligus kaget.

"kau mau apa hah?" tanya Chanyeol penasaran sambil menindih Baekhyun, sedikit banyak membuat Baekhyun gugup.

"itu apa?" tanya Baekhyun sambil menunjukan ke atas untuk mengalihkan kegugupan nya.

"kau mau tau?" tanya Chanyeol dan Baekhyun menggangguk.

"nanti ya. Aku ganti baju dulu" ucap Chanyeol dan Baekhyun menggangguk setuju.

Chanyeol pun bangkit lalu segera berjalan ke lemari nya setelah itu ke kamar mandi untuk bertukar pakaian.

Baekhyun pun bernafas legah karena ia pastikan wajahnya mulai merona. Baekhyun menggelengkan kepalanya dan memilih menatap ke luar jendela untuk menghilangkan rasa gugupnya itu.

"menunggu lama?" tanya Chanyeol saat ia keluar dari kamar mandi.

"tidak" ucap Baekhyun sambil tetap memandang ke langit yg ada di luar jendela.

Chanyeol pun menepati janjinya.

Ia segera berdiri di atas tempat tidur lalu membuka laci itu dan membuat Baekhyun ikut memperhatikan apa yg di lakukan Chanyeol.

Setelah itu Chanyeol memegang erat tempat persembunyiannya sebelum jatuh menimpa Baekhyun.

"itu apa?" tanya Baekhyun penasaran.

Chanyeol pun duduk di ranjangnya dan Baekhyun pun bergeser sedikit untuk duduk di samping Chanyeol.

"masa lalu kita yg tersisa" ucap Chanyeol membuat Baekhyun bingung.

"maksudnya?" tanyanya kebingungan.

Seingatnya dia baru kenal dengan Chanyeol beberapa hari lalu jadi, kenapa Chanyeol berkata masa lalu kita yg tersisa?

Chanyeol yg mengerti air muka Baekhyun pun mulai menjelaskan maksudnya.

"aku yg menggambar ini. Ini tentang kita yg dulu. 200 tahun yg lalu. Lalu yg ini, ini masa depan kita. 150 tahun yg akan datang" ucap Chanyeol membuat Baekhyun semakin bingung.

"hah begini Baek. Dulu, 200 tahun yg lalu, kau terlahir sebagai carrier. Kita dulu adalah anggota kerajaan. Kita sama sama pangeran. Tapi waktu itu, aku sedang berperang dan pasukan ku melemah. Aku melarikan diri dan sial nya malah masuk ke kamar mu. Waktu itu kakak tiri mu, anak silir ayah mu yg yg ke 3. Dia sangat membenci mu. Karena dia, kita menikah lalu kita punya anak. Tapi belum sempat kita beri nama, kerajaan kita berdua di serang musuh dan ternyata itu ulah kakak tirimu yg dahulu menyerang kerajaan itu. Kita pun mati. Tapi sebelum kejadian itu, saat kau tengah hamil, kita mengucapkan sebuah janji. Saat itu tengah hujan meteor. Katanya itu terjadi setiap 50 tahun sekali. Kita mengucapkan hal itu dan itu terwujud" ucap Chanyeol menjelaskan.

"kau aneh Chan. Jangan membohongiku. Kita tidak ada hubungan apa sebelumnya" ucap Baekhyun sedikit takut pada Chanyeol.

"kau tak percaya?" tanya Chanyeol dan Baekhyun menggangguk.

"aku akan menceritakannya secara rinci. Tapi aku mohon, kau percaya lah pada ku. Jangan pergi dari ku. Karena aku mencintaimu Baek" ucap Chanyeol dan Baekhyun hanya diam. Ia sedang menimang ucapan Chanyeol.

"kalau tentang masa depan kita yg 150 tahun, kau juga terlahir Carrier karena permintaanmu. Kau menyesal terlahir wanita. Pasti kau tambah tidak mengerti ya?" tanya Chanyeol dan Baekhyun menggangguk.

"ya sudah aku akan ceritakan semuanya. Kau lihat lah hasil gambar ku. Sejak dulu, aku pandai menggambar. Kapan2 kita ke museum ya biar kau semakin percaya" ucap Chanyeol.

"tidak bisa kah sekarang?" tanya Baekhyun.

"kau yakin mau sekarang?" tanya Chanyeol ragu.

"iya" jawab Baekhyun pelan. Sebenarnya ada perasaan ragu menggerogoti hatinya tapi ia benar benar penasaran dan rasa penasaran nya tidak bisa tidak harus segera terjawab.

"hah baik lah. Ayo kita ke museum" ucap Chanyeol.

"yey" pekik Baekhyun senang.

"tapi baju ku?" ucap Baekhyun teringat.

"kita ke rumah mu dulu. Gimana?" ucap Chanyeol memberikan usul.

"tapi museum tutup pukul 5 soreh sementara ini sudah pukul 4" ucap Baekhyun dengan air wajah sedih.

"besok aja ya?" tanya Chanyeol lembut. Mencoba membujuk Baekhyun.

"cerita kan sekarang saja Chan~" rengek Baekhyun lalu ia berbaring di kasur Chanyeol.

"hah baik lah. Tapi kau jangan tertidur karena ini bakal seperti dongeng" ucap Chanyeol lalu ia ikut merebahkan diri di kasur, di samping Baekhyun setelah meletakan kembali lemari dan gambar itu ketempat semula.

"iya. Ceritakan lah. Aku suka dengan hal hal berbau seperti itu" ucap Baekhyun lalu ia merubah posisi tidurnya menyamping agar bisa menatap Chanyeol sementara Chanyeol tetap pada posisinya, menatap ke langit langit kamar.

"aku tak tau mulai dari mana" ucap Chanyeol bingung.

"masa lalu saja. Aku suka pelajaran sejarah" ucap Baekhyun sambil tersenyum.

"tapi kau ipa. Kenapa tidak ambil ips?" tanya Chanyeol.

"kau seperti tidak tau saja mama ku" ucap Baekhyun merengut.

"iya aku mengerti. Hmm dari mana ya, aku bingung" ucap Chanyeol sambil berpikir.

"bingung di bagian mana nya?" tanya Baekhyun.

"dulu, nama kita bukan Baekhyun dan Chanyeol. Aku lupa nama masa lalu kita" ucap Chanyeol lalu ia menatap ke arah Baekhyun.

"ya sudah pakai nama kita sekarang saja. Toh orang nya juga kita yg dulu kan?" ucap Baekhyun sambil tersenyum.

Tanpa ia sadari, Chanyeol semakin berdebar oleh senyum yg tulus itu.

"boleh aku mencium mu" dan ucapan itu lolos tanpa di sadari Chanyeol.

Baekhyun hanya berkedip polos ke arah Chanyeol dan Chanyeol pun tersadar oleh ucapan nya.

Ia membalikan badan menyamping lalu menyatukan kedua bibir mereka. Baekhyun awalnya hanya diam saja, tapi saat Chanyeol menarik tubuhnya ke dalam pelukan dan ciuman lebih dalam, ia pun menutup mata dan menikmati ciuman Chanyeol.

Chanyeol ingat betul semua kejadian yg terjadi. Ia sangat menyayangkan kelakuan bodohnya yg masa lalu sempat membuat kekasih nya menangis.

Chanyeol menyirit bingung lalu membuka matanya saat Baekhyun menjulurkan lidahnya untuk berciuman lebih intim.

Awalnya Chanyeol ragu, ia takut kelepasan. Ia yakin jika ia melakukan nya sekarang, itu akan membuat kedua orang tua mereka kecewa.

Jadi, selama bertarung lidah, Chanyeol tetap membuka mata, tidak mau terlalu terbawa suasana.

Baekhyun menyadari keanehan ciuman Chanyeol.

Ia pun membuka matanya dan menatap Chanyeol dengan bingung.

"aku tak mau kelepasan Baek" ucap Chanyeol seolah mengerti apa yg di pikirkan Baekhyun.

"kau benar benar pria baik Chan" ucap Baekhyun lalu memeluk Chanyeol.

"itu karena aku sungguh mencintai mu. Bukan nafsu semata sayang" bisik Chanyeol sambil mengeratkan pelukan nya.

"jadi, kau benar benar ingin menikah dengan ku?" tanya Baekhyun ragu.

"apakah kau mulai mencintai ku?" tanya Chanyeol membuat rona merah di pipi Baekhyun muncul.

Baekhyun hanya menyembunyikan wajahnya di pelukan Chanyeol tanpa membalas perkataan Chanyeol dan hal itu membuat Chanyeol bingung.

"hei kenapa diam saja? jawab dong" ucap Chanyeol sambil mencoba melepaskan pelukan Baekhyun tapi Baekhyun semakin erat memeluk nya.

"hahaha. Tak apa apa. Terus lah memeluk ku sampai besok pun aku tidak keberatan" ucap Chanyeol membuat Baekhyun mencubit perut Chanyeol sehingga sang empunya meringis sakit.

"jangan menggoda ku" rajuk Baekhyun.

"iya iya" ucap Chanyeol. Chanyeol pun kemudian mencium kening Baekhyun dengan sayang.

"ya sudah, yuk ke rumah mu. Aku takut kau kena amukan marah dari mama mu yg galak itu" ucap Chanyeol di balas kekehan Baekhyun.

"kau tau mama ku cerewet, dan anak nya juga. Kau mau menikah dengan wanita cerewet?" tanya Baekhyun lalu ia bangun untuk duduk di kasur di ikutin Chanyeol.

"wanita cerewet itu tanda sayang. Mereka perhatian sampai hal terkecuali dan terkecil. Makanya aku mau menikah dengan mu dan akan tahan dengan segala kecerewetan mu" ucap Chanyeol main main tapi malah membuat Baekhyun kembali merajuk.

"aku tak suka kata kata mu" ucap Baekhyun. Dan ini lah salah satu kesukaan Chanyeol.

Baekhyun itu polos dan selalu mengatakan kata hatinya tanpa malu malu. Itu adalah point plus karena Baekhyun itu jujur walau pastinya Chanyeol bakal sedikit kewalahan menghadapi tingkah merajuk Baekhyun.

"baik lah. Maaf kan aku ya?" tanya Chanyeol sambil mengangkat dagu Baekhyun dengan tangan kanan nya.

"jangan mengulanginya lagi" ucap Baekhyun sambil menghela nafas.

"iya manis" ucap Chanyeol lalu ia bangkit dari duduk dan jongko membelakangi Baekhyun membuat Baekhyun bingung.

"sini ku gendong" ucap Chanyeol.

"untuk apa? aku tidak sakit kok" ucap Baekhyun pada hal hati nya sudah berdebar.

"kaki mu naik betis karena membantu mama membersihkan rumah. Nanti sepulang dari sana, kita ke tukang pijit ya?" ucap Chanyeol membuat Baekhyun kaget.

"darimana kau tau?" tanya Baekhyun bingung.

"cctv" ucap Chanyeol santai masih pada posisinya.

"kau tidak mengintip ku kan?" tanya Baekhyun curiga.

"untuk apa aku taruh cctv di kamar mandi? kau juga tidak ada ganti baju kok selama satu harian ini" ucap Chanyeol sementara Baekhyun hanya mendengus kesal.

"baik lah. Terima kasih atas pengertian nya" ucap Baekhyun lalu ia naik ke punggung Baekhyun.

"sst jangan brisik ya. Mama sedang tidur bersama adik. Nanti aku kabarin mama lewat ponsel" ucap Chanyeol saat mereka berjalan di tangga dengan hati hati.

"uhm" jawab Baekhyun sambil menggangguk.

Dan entah gimana, nafas Baekhyun menyentuh leher belakang nya membuat Chanyeol harus berusaha lebih fokus.

Dan saat menjauhi kamar mama, ia berkata "nafasmu tolong Baek. Jangan sampai kau malah menyulut nafsuku karena nafasmu menerpa tengkuk ku" ucap Chanyeol dengan suara rendah nya.

"maaf" cicit Baekhyun.

Chanyeol hanya menghela nafas.

Sesampai di teras, ia menurunkan Baekhyun untuk mengunci pintu lalu berjalan ke mobil dan mereka pun berangkat ke rumah Baekhyun.

Tbc