Ada sebuah pertanyaan yang mungkin sering dilontarkan oleh mereka yang melogikakan semua kejadian. Mengapa film menyeramkan selalu memakai latar malam dipenuhi kegelapan?
Apa yang yang membuat malam begitu menakutkan? Mengapa sebuah kematian sering disangkut pautkan dengan malam? Hantu? Pembunuhan?
Sebuah kepercayaan para mortal genggam bahwanya Malam itu berbahaya. Atau lebih kepada; kegelapan itu berbahaya.
Sehun setuju mengenai kegelapan, Erebus bukan jenis yang mudah didekati. Tetapi Nyx? Nah.
Ibunya itu salah satu Dewi paling anggun dan kuat dan sayangnya tak pernah membuat masalah hingga Zeus sendiri segan padanya. Malam itu indah dan tak memiliki sisi menakutkan. Anak-anak serta keponakannya yang memberikan sisi itu.
Jadi jika ditanya kembali, mengapa kematian selalu disangkut pautkan dengan malam? Jawaban bagi Sehun sih mudah, hanya ia menghargai keberadaan sang Ibu untuk menemaninya saat bekerja. Nyx sendiri yang berkata senang melihatnya dan Hypnos berkelana dalam kegelapan malam. Kekanakan? Well, tipikal keluarga Nyx. 'Kami itu dimanja oleh Ibu'.
Tentu kematian tak selalu datang malam, terutama kematian yang tenang. Namun mortals memiliki sesuatu mengenai bunuh diri dan malam. Entahlah, mungkin mereka sungkan pada Helios jika menyayat tangan mereka di siang hari.
"Hai tampan."
Sebesar keinginannya membuat para mortal berhenti berpikir bahwa malam itu mengerikan. Sebesar itu pula kesulitannya karena memang sebagian besar kesalahan atau kenakalan atau keisengan atau kebodohan yang tak sedikit berujung malapetaka ya terjadi di bawah sinar rembulan. Ini salah satu penanggung jawabnya. Sehun mendongak untuk mendapati seorang gadis duduk santai di batang pohon. Kakinya terayun kekanakan.
"Sedang bekerja malam ini?" Tanya si puan dengan kedua alis naik turun penuh jenaka. Dewi itu tidak pernah serius.
"Aku bekerja setiap saat." Jawab Sehun datar. Membuat lawan bicaranya mengedikkan bahu singkat dan turun dari pohon. Ia mendarat tepat di samping si pria.
"Aku juga. Kau jangan salah. Aku ini dewi yang sibuk." Sehun memutar bola matanya malas.
"Apa yang kau lakukan di sini, Até?"
Baekhyun mengerucutkan bibir tak jelas, "tak perlu sesinis itu, Kematian!" Cemprengnya namun kemudian menunjuk sebuah mobil dengan semangat, di dalam lahan kosong dengan layar raksasa di depannya. Tempat yang biasa para mortal gunakan untuk menonton film dari dalam mobil mereka. Apa mereka menyebutnya ... Drive-in theater? Dan Sehun mendengus setelah mendengar penjelasan lebih lanjut dari Até.
"Kau lihat mobil itu? Aku ingin sedikit bermain-main dengan mereka."
Apasih yang diharapkan dari Dewi kenakalan?
"Jadi aku tak sengaja melihat Aphrodite mendatangi mereka tadi—ah benar! Kalau saja kau datang lebih awal, mungkin akan beruntung bisa bertemu dengannya. Ia cantik bukan main tadi!"
"Dan mobilnya?" Jengah Sehun.
"Ah, benar-tentu saja kau dapat menebak yang akan terjadi." Dengan mobil itu mulai berguncang dengan sedikit brutal. Baekhyun tersenyum jahil. Ia sedikit menyikut Sehun, "mau melihat peranku?"
Jentikan pada jari Baekhyun mengantarkan sebuah sirine yang mendekat. Tak butuh waktu lama untuk mobil putih berstiker biru serta lampu merah-biru di atasnya menampakan diri. Memasuki kawasan lapangan dan mendekati satu-satunya mobil yang berada di sana.
Singkatnya, seorang aparat mengetuk kaca mobil mereka. Skenario penggebrekan mendadak nan tidak masuk akal milik Até berjalan dengan lancar mungkin di saat kedua anak manusia di dalam mobil itu sedang berusaha mencapai puncak kenikmatan mereka. Aphrodite tidak akan senang dengan ini namun Baekhyun tertawa puas.
Dapat terlihat betapa pucatnya wajah kedua pria yang keluar dari mobil. Sehun menghela nafas, ia mengangkat tangannya untuk diarahkan kepada salah satu pemuda.
"Apa yang kau lakukan?" Pertanyaan retoris dari Baekhyun. Netranya tergerak memperhatikan korban Sehun yang mulai meremas dadanya dan jatuh pada kedua lutut. Pria yang lain—entahlah, kekasih?—menunjukan raut kekhawatiran. Ia berusaha membantunya untuk tetap berdiri walau berakhir percuma dengan tubuh sebuah mayat tergeletak menjadi penutup pekerjaan Sehun malam itu.
"Mereka pengguna narkoba." Seru sang dewa pelan, Baekhyun menutup mulutnya dengan kedua tangan, menunjukkan raut terkejut berlebihan karena;
"Ya, aku tahu. Menurutmu dari mana ide bodoh itu datang?"
Sehun meliriknya malas. Sudah ia bilang 'kan? Dewi ini salah satu dari sekian banyak penanggung jawab mengapa malam disebut mengerikan.
"Pria itu memiliki riwayat penyakit jantung. Ia terserang panik akibat kedatangan para aparat." Dan penanggung jawab alasan mengapa Sehun memiliki pekerjaan.
"Well, aku tidak tahu untuk yang itu." Kembali, Sehun mendengus mendengarnya.
"Aku sempat bertanya-tanya mengapa pria itu terkena serangan jantung setelah kau bilang Aphrodite mengunjungi mereka. Ternyata." Ia melirik Baekhyun yang sadar akan tatapannya. Puan itu mengedik singkat.
"Semesta memang bekerja untuk kita bekerja sama." Baekhyun meregangkan sedikit tubuhnya. "Kau akan mengurus kematian lainnya? Karena tiba-tiba saja aku dalam mood membuat kekacauan di lingkungan sekolah."
"Sudah kubilang aku itu mengurus kematian setiap saat walau hanya berdiri di satu tempat!" Dengus Sehun sebal. Ia sedang sensitif akhir-akhir ini.
"Iya-iya, kau pikir mortals tidak melakukan kebodohan setiap saat apa? Sudah kubilang juga bukan hanya kau yang sibuk." Baekhyun membalas tak kalah sebalnya. Ia menepuk punggung Sehun, "semangat mengurus kematian. Kau tahu kau mengurangi pekerjaanku, bukan?" Dewi itu melangkah menjauh. Sehun memperhatikan punggungnya.
"Ya. Dan kau terus menambah pekerjaanku." Baekhyun tertawa kencang dan Sehun mengalihkan pandangan pada peristiwa di depannya. Seorang pria menangisi mayat pria lain yang terbaring pucat di atas brankar, berharap dengan memasukkannya ke dalam ambulance akan mengembalikan kesadarannya.
Tepatnya mana yang lebih kejam? Kematian yang memisahkanmu dengan orang yang kau cinta, atau cinta itu sendiri yang sejak awal membuatmu jatuh pada orang yang sebelumnya bukan siapa-siapamu?
Yang mana?
1) Erebus / Erebos: Dewa kegelapan (well ... he is the darkness).
2) Nyx / Niks: Dewi malam. (The mother of both Keres and Thanatos.)
3) Hypnos / Hipnos: Dewa tidur. (Thanatos's twins brother).
4) Helios: Dewa matahari. Personifikasi matahari.
5) Até / Atë / Aite: Dewi kenakalan (kejailan/keisengan), khayalan, kekacauan, kebodohan. (gambaran kaum mortal secara garis besar. HAHA. canda).
6) Aphrodite: Dewi cinta, kecantikan, seksualitas, kenikmatan, dan prokreasi.
Baekhyun as Até. Hoho.
Kalo kalian lagi ngerasa kayak abis buat keputusan bodoh atau punya pemikiran jail, inget-inget coba, kali aja ada Baekhyun di sekitar kalian? Hehe.
Oiya, maaf ya Luhan ga muncul wkwk. Dapet idenya kayak gitu, terpaksa Luhan ga dimunculin dan ga ada perbebatan tentang kematian hoho (walau chap kemarin juga ga ada yang bisa disebut 'perdebatan' lol, maafkan aku). Mungkin di next chap!
Baik. Sekian!
Ppay!
