Hehehehe, mungkin terlambat untuk nulis ini:

Disclaimer: ALL cast belong to his/her owner. God, Parents, Agencies, and his/herself.

I just own the story. NO PLAG. Cerita ini hanya fiksi.

di chap ini typo merajalela :D really really sorry

Maaf yah yang ngira bakal ada NC di chapter 2, di otak juga udah kebayang tapi pas ngeliat jumlah pembaca yang ternyata teramat sangat membludak jadi malu sendiri. Mesum amat kesannya bikin yang begituan huuu merinding sendiri ngebayanginnya.

Terima kasih yang udah foll & fav + rev ff krisyeol. Dan yang selalu rajin review di tiap chapter. Banget banget banget mengharukan. Berasa dapet temen baru, kan yang bisa menghubungkan reader ama writer cuma review.

Untuk yang ngga foll & fav + rev gak masalah, aku gak akan maksa. Gak akan ada ancem-ancemam bakal ngeberhentiin ff ini. Karena jujur nulis ff ini sangat sangat sangat nyenengin! Apalagi tinggal baca doang kan? hhihihihi. Aku mah dukung2 aja yang namanya silent reader. Yang penting mah pas liat grafik pembaca ternyata udah mencapai angka ribuan. PUAS!

oke, kita next chapter yah. Ada sekilas kisah awal krisyeol disini. NC WARNING.

Berani nulis nc, finally...

Happy writing for me

Happy reading for you

Love in you krisyeol chapter 3

Di parkiran sekolah yang sepi terlihat dua lelaki super tinggi sudah duduk manis berboncengan diatas motor besar warna hitam kelam.

"apa yang akan kita lakukan dirumahmu kris?" tanya chanyeol sambil meniupi tengkuk pris yang sedang memboncengnya.

Kris menyeringai, lalu dia mengarahkan tangannya untuk menggerayangi paha dan memijat dengkul lelaki yang ada di belakangnya. Membuat darah chanyeol berdesir hebat. Sentuhan kris yang sensual benar-benar mematikan.

"kalau kau sangat penasaran tidak usah menunggu sampai rumah. Aku lakukan saja di sekolah sekarang. Ada banyak kelas kosong. Kalau tidak mau punggungmu sakit lagi, di uks kan ada ranjang"kata kris dingin tapi jelas dia sedang menggoda chanyeol.

Mendengar ucapan kris yang selama ini jarang bercanda membuat chanyeol memilih membungkam mulutnya, setelah dua orang itu memakai helm yang menutupi sempurna wajah tampan mereka, chanyeol baru berani memeluk mesra erat pinggang kris dan bersandar pada punggungnya.

Helm yang mereka pakai adalah helm berteknologi canggih, cara kerja helm itu seperti talky walky. Ada mic dan speaker dalam helm, jadi mereka dapat bebas mengobrol tanpa harus berteriak melawan angin.

"kris, saranghaeee" ucap chanyeol manja sambil mengeratkan pelukannya.

"nado saranghae sweety. Kau ingat saat awal-awal kita menyadari perasaan masing-masing?"

"ihh kau sunbae gay menjijikan yang selalu merayuku"

"siapa yang membuatku menjadi gay menjijikan? Aku merasakan konflik batin yang sangat menyiksa darling."

"hanya konflik batin dengan dirimu sendirikan? apa yang kau lakukan padaku? Kekerasan fisik, psikis, dan seksual"

"kekerasan fisik apa? Justru kau yang melakukan itu padaku. Tinjuan, tamparan, jambakkan, jangan lupakan tendanganmu juga"

"itu untuk melindungi diri sendiri tahu! tapi kau tidak menyangkal kekerasan psikis dan seksual yang kau lakukan bukan? Kau benar-benar membuat batinku tertekan saat itu tahu?"

"tapi kau juga tidak menolak saat aku melakukan kekerasan seksual kan? Kau malah menikmatinya haha aku masih ingat benar wajahmu memerah. Pertama kalinya aku mendengarmu mendesah dan mengerang hhahahaha"

"hemmm, itu karena kau tidak biarkan aku memberontak"

"darling, kau sendiri yang pasrah dalam rengkuhanku"

"tapi setelah melecehkanku kau dengan brengseknya kencan dengan gadis-gadis lain"

"hisshh, itu karena aku sadar telah menyakitimu. Aku putuskan untuk meluruskan hidupku lagi, karena kau menolakku. Kata-katamu saat itu sangat-sangat menyakitkan. Eehhh siapa yang mengira kau malah cemburu dan menciumku"

"aku tidak punya pilihan lain, kau terlalu memenuhi tiap lembar memori hidupku. Kau menjadi senior yang baik, lalu sahabat baik, tiba-tiba kau mejauh dan menghindar, lalu kembali dengan godaan dan rayuan tapi disaat bersamaan juga menyakitiku. Kau berusaha meyakinkanku bahkan melecehkanku. Saat aku terluka dan mencoba mempercayaimu kau malah... yah begitu lah"

"hhahaha benar-benar pecemburu berat"

"ahh aku merindukan kris hyungku, kenapa sih sejak kita pacaran kau menolak kupanggil hyung?"

"mengalihkan pembicaraan yah? hhahaha"

Ucapan dan tawa Kris membuat Chanyeol menggeram dan memukul helm yang sedang kekasihnya pakai.

"risih sekali mendengar namaku ditambah embel-embel tidak penting seperti itu" kris berhenti menggoda chanyeol karena pukulan tersebut.

"tapikan itu tanda aku menghormatimu karena kau lebih tua"

"apa selama ini sikapmu menunjukkan hormat padaku?"

Chanyeol terkekeh malu mendengar pertanyaan kris. Tentu saja dia sadar sering melakukan hal yang tidak sopan bahkan tidak menyenangkan pada kris. Hormat dari mananya? Tapi bukan chanyeol namanya jika mengakui kesalahan semudah itu.

"kapan aku tidak menghormatimu?"

"ter-se-rah! Terus saja bela dirimu yang jelas bersalah itu. Tapi jujur aku tidak butuh hormatmu, aku butuh cinta dan perhatianmu" kris mencoba beraegyo.

"ihh mengerikan sekali mendengar ucapan manis dari bibirmu…" chanyeol mencibir, jujur saja aegyo kris sangat menggelikan.

.

.

.

Sesampainya di rumah keluarga Wu, Kris menggandeng Chanyeol untuk langsung menuju kamarnya di lantai dua.

Ketika pintu kamar terbuka, Chanyeol selalu merasa sangat senang karena langsung disambut oleh sebuah potret besar dirinya berukuran 4x3 meter yang sedang tersenyum manis. Itu adalah foto yang diambil Kris saat kencan pertama mereka setelah resmi berpacaran. Di pojok bawah kanan terdapat tanggal dan tulisan nama mereka yang terpisahkan dengan tanda hati. Dan kris sendiri yang menulisnya dengan menggunakan cat dan kuas. Meski terkesan berlebihan tapi tentu saja sangat berarti untuk chanyeol. Dengan kata lain, foto itu telah terpajang disana hampir 9 bulan yang lalu. Dan dapat dipastikan semua orang yang pernah ke kamar ini sudah tahu mengenai hubungan spesial krisyeol.

"yeol…" tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu kris langsung menerjang chanyeol yang masih mengagumi potret itu. Membuat chanyeol benar-benar shock.

Chanyeol sesegera mungkin menutup matanya dan mulai menikmati ketika lidah kekasihnya itu bergerak lincah dan menantang lidahnya. Tapi chanyeol tidak berniat bertanding, dia biarkan saja kris mendominasi. Benar-benar liar dan kasar.

Pemilik telinga peri itu lebih memilih untuk membuka ikatan sabuk lawan bercintanya, dan sedikit meremas sesuatu dibalik resleting celana itu. Membuat kris kaget dan…

"aahhh" secara otomatis chanyeol mendorong kris sekuat-kuatnya karena pria itu menggigit bibirnya. Chanyeol meringis merasakan perih di bibir bawahnya.

"sorry honey, itu tadi mengagetkan. Aku siap sekarang" kris meraih tangan chanyeol dan mengarahkan untuk kembali lagi membuka resleting celana seragamnya. Dia sendiri duduk diatas sofa sedangkan chanyeol bersimpuh di lantai dengan tangan dan mulut yang siap memuaskan dirinya.

Kris bersandar nyaman di sofa dan merentangkan tangannya yang panjang ke sandaran sofa. Kris benar-benar suka jika kekasihnya memanjakannya dengan memberikan layanan handjob dan blowjob. Apalagi kalau dihiasi dirty talk, privasi milik mereka berdua saja.

Dengan hati-hati chanyeol menurunkan resleting celana kris, dia sudah merasakan sesuatu yang menegang. Lalu dengan nakal dia menyusupkan tangannya ke underwear kris dan menarik sesuatu dari sana. Memijatinya perlahan dan mengelus bulu yang sudah tumbuh sempurna disekitar daerah privasi kris.

" sweety… ahhh… " kris berucap dengan wajah merah malu tapi mau. Ekspressi yang dia keluarkan hanya jika sedang digoda chanyeol.

Chanyeol menciumi tiap senti barang pribadi milik kris dengan telaten. Dan mulai menjilatinya dengan seduktif lalu mengulum juga menghisap salah satu bagian tubuh yang paling disukainya dari kris tersebut.

Kris mengerjap-ngerjapkan matanya menahan kenikmatan yang diberikan oleh chanyeol, membuatnya hilang akal sementara waktu. Tubuhnya panas dan nafasnya tercekat. Setelah beberapa menit merasakan surga dunia, hasratnya sudah tidak dapat dibendung lagi.

Tanpa aba-aba, kris menyemburkan cairan putih itu di mulut, tangan, dan wajah chanyeol. Pria dengan wajah angry bird itu merasa lega dan tubuhnya terasa ringan. Meski sedang terengah untuk menormalkan nafas, tercetak seringai puas atas hasil kerja sang kekasih.

Chanyeol yang sedari tadi memperhatikan wajah kris tidak dapat menahan tawanya.

" hhahahahaha! Wajahmu mesum sekali kris" chanyeol tertawa keras sambil berguling-guling di lantai, mengabaikan ceceran-ceceran lengket di tubuhnya.

Kris memutar mata jengah dan mengambil beberapa lembar tisu. Melihat malas pada tingkah konyol chanyeol. Setelah menghela nafas, kris mendekat ke chanyeol yang masih tertawa liar di lantai.

"hentikan itu, darling" wajah kris sudah kembali pada mode kerennya. "bersihkan wajahmu" tapi kris diabaikan begitu saja.

Karena chanyeol yang susah sekali diberitahu, membuatnya cukup kesal juga. Kris memutuskan untuk menindih tubuh yang masih tergeletak di lantai itu. Lalu mulai menggelitikinya tanpa ampun.

Chanyeol meronta dan tertawa, bahkan sampai mengeluarkan air mata. Suara tawa menggema di kamar itu. Sang korban terus memukul-mukul dan menjambak rambut kris. Bahkan menggigiti apapun yang dapat diraih giginya. Tapi tenaga itu tidak cukup untuk menyingkirkan kris. Kris benar-benar melilit seperti ular pada tubuh chanyeol.

"ah.. ha.. kr.. hahahha.. ris.. hen.. ahh.. haa.. haa.. ahh"

Tapi suara tawa itu sedikit demi sedikit berubah menjadi desahan.

Karena tangan kris yang awalnya menggelitiki pinggang itu sudah beralih tempat. Kini mereka bergerak bebas diantara selangkangan chanyeol. Saat terasa sang korban sudah mulai menikmati permainannya, kris malah menarik tangannya. Lalu memperhatikan dengan seksama wajah manis yang kini sayu dengan mulut setengah terbuka dan nafas terengah.

"lebih mesum siapa sekarang?" kris menyeringai bangga karena dapat membalas.

Pertanyaan itu sontak membuat chanyeol memerah seketika. Benar-benar memalukan pikirnya. Tapi saat ini nafsunya lebih besar dari rasa malu.

Chanyeol menampilkan senyum nakalnya dan menjilat bibir bawahnya untuk menggoda kris. Membuka kancing kris satu per satu. Dan memberikan sentuhan seduktif pada dada telanjang kris. Karena kris hanya melongo, chanyeol memeluk dan menarik leher jenjang kris. Dan mulai melumat bibir kris. Di mulai lah ciuman panjang dan panas.

Kris merespon serangan yang diterimanya dari chanyeol dengan melepas semua pakaian chanyeol beringas tanpa melepas lilitan lidah mereka.

Chanyeol semakin mengerang saat merasa ada jari asing yang mondar-mandir di sekitar holenya, lalu menutup matanya saat dua jari itu mulai keluar masuk. Chanyeol menyerah sekarang, biar kris yang melanjutkan semua ini.

Tubuhnya sudah pasrah dalam buaian sentuhan itu, dia hanya dapat memeluk punggung kris dan mendesah tepat di telinga kekasih pirangnya itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"aduuh, uuuuhhhh"

Chanyeol bangun dengan tubuh yang sakit jika digerakkan. Ada juga rasa linu dan perih di bagian bawahnya.

"minggir!"

dengan kasar chanyeol menyingkirkan tubuh tinggi tengah tertidur pulas yang sedang memeluknya.

"eughh, menyebalkan. Setelah melakukannya dia bisa tidur pulas, sedangkan aku harus menahan sakit."

Mulut Chanyeol terus saja menggerutu tapi tangannya bekerja membereskan kekacauan yang mereka buat sebelum tidur.

"ahh sudah jam 6, mandi dan langsung pulang"

Chanyeol menyambar handuk kris dan masuk kamar mandi yang ada di kamar itu.

Cklek

Setelah memastikan pintu itu terkunci, ia menyalakan keran shower air dingin. Ketika air dingin itu menyentuh mukanya rasanya segar sekali. Tapi ketika menyentuh tubuhnya yang habis digigiti kris rasanya seperti dihujani jarum. Belum lagi bagian tubuhnya yang menjuntai ke bawah, selain digigiti benda itu juga disentuh kasar.

Segera saja chanyeol memutar kerannya dan merubahnya menjadi air hangat. Ini lebih baik, rasanya nyaman sekali.

Cukup lama chanyeol menikmati guyuran air tersebut. Lalu dengan malas menoleh ke tempat peralatan mandi.

Ada dua merk sabun di kotak itu, ada dua jenis shampoo yang berbeda, ada dua sikat gigi dengan warna berbeda, ada dua pasta gigi dengan rasa yang berbeda.

Salah satu dari dua benda yang ada di kamar mandi kris tersebut adalah miliknya. Sejak delapan bulan lalu, chanyeol sudah mengklaim bahwa kamar kris adalah kamar miliknya juga.

Setelah merasa dirinya cukup bersih untuk pulang ke rumah, chanyeol meninggalkan kamar mandi itu hanya dengan handuk yang terlampir di pinggangnya.

Dilihatnya kris masih tertidur dengan posisi yang sama saat ia meninggalkannya. Ia hanya tersenyum kecil melihat kris yang tidur seperti itu.

Lalu berjalan untuk mengambil kembali seragamnya, saat ingin memakainya ia sadar seragam itu sudah tidak layak pakai. Lecak, bau, dan kotor. Sedangkan tubuhnya sudah bersih, segar, dan wangi.

"pakai baju yang bersih saja lah"

Ingatkan kalau chanyeol sudah mengklaim kepemilikkan kamar ini? Itu artinya, dia juga memiliki sebuah lemari baju berukuran sedang di samping lemari baju kris yang sangat besar.

Chanyeol bersenandung kecil sambil memilih baju mana yang akan ia pakai.

Dan senandung kecil itu mampu membangunkan seseorang yang tertidur pulas.

Kris mengucek mata dan merenggangkan otot-otot tubuhnya. Saat matanya terbuka sempurna, punggung orang yang sangat dicintainya lah yang ia lihat.

Kris mendudukkan dirinya di kasur dan menopang dagunya, andai setiap hari seperti ini pikirnya. Dan akhirnya ia tersenyum geli sendiri membayangkan jika marga Park yang ada dihadapannya berubah menjadi Wu. Dan itu membuat kris ingat pada anak-anaknya. Benar-benar keluarga bahagia pikirnya.

"hey, senyummu itu aneh kris" suara chanyeol menyadarkannya dari lamunan indahnya. Akhirnya dia berjalan mendekati chanyeol yang masih memakai bajunya.

"aku tersenyum karena membayangkan masa depan kita" ucap kris lalu mengambil sebuah sisir dan mulai menyisiri rambut chanyeol yang masih belum kering benar.

"cepat sana mandi lalu antar aku pulang" chanyeol merampas sisir itu dan menyampirkan handuknya pada kris.

"hey, kau memakai handukku lagi? Kita sudah punya masing-masing"

"ihh pelit sekali sih. Tadi aku cari tidak ada"

"kau pasti tidak mencarinya, kau hanya memakai yang ada saja"

"Cuma masalah handuk saja ribut sekali. Sudah sana cepat mandi. Jika terlalu malam bisa-bisa orangtuaku duluan yang sampai rumah. Nanti mereka bertanya macam-macam. Kau mau menjawabnya?"

Dengan hati yang masih tidak ikhlas kris melangkah ke kamar mandi. Dan diambang pintu kamar mandi dia ingat sesuatu lagi .

"yeolli, mampirlah ke kamar ace. Jangan lupa beri nama anak kita" lalu tanpa menunggu jawaban chanyeol kris menutup pintu kamar mandi.

Sialan! Chanyeol memajukan bibirnya semaksimal mungkin. Ia pikir kris sudah melupakan tentang boneka-boneka itu. Tapi dibanding mendengar ocehan kris, lebih baik dia menuruti kemauan abstraknya.

Dengan langkah malas chanyeol meninggalkan kamar kris dan membuka pintu disampingnya. Itu adalah ruangan penuh mainan-mainan milik kris.

Sebelum pacaran dengan kris, itu hanya kamar kosong biasa. Dan mainan-mainan itu juga masih tersimpan rapi dikamar kris. Robot, boneka, mobil-mobilan, pistol mainan, bola-bola dan lain-lain.

Tapi dua minggu setelah pacaran, chanyeol mengultimatum kris. Putus dengannya atau membuang mainan-mainan tersebut. Dan setelah peperangan urat syaraf, dicapailah keputusan bersama yaitu kris boleh tidak membuang mainan itu tapi hanya mengungsikan ke tempat lain asal kris menggantung foto chanyeol di kamarnya.

Setelah tiga hari bertengkar, kris membawa paksa chanyeol ke kamarnya dan betapa terkejutnya chanyeol melihat poster besar dirinya sudah terpampang dikamar ini. Poster yang sangat besar, hampir menutupi salah satu sisi dinding ruangan itu. Dia pikir kekasihnya hanya akan menaruh pigura kecil di meja atau bingkai di dinding. Dan sejak itu pula lah chanyeol menulis nama kris di phonebook handsome romantic galaxy

"okey, ace.. yang mana adikmu?"

.

.

Duagghh

Brukk

Zrasshhh

Braaangg

"apa yang kau lakukan?" Kris memekik tajam saat masuk kamar anak-anaknya dan melihat chanyeol yang melempar-lempar juga menendang-nendang mainannya ke sembarang arah.

Kris langsung memeluk bahu chanyeol mencoba menghentikan pergerakkannya.

Namun kris diabaikan, kekasihnya tetap diluar kendali. Kris mengeratkan pelukannya agar chanyeol berhenti.

"hentikan chanyeol, kumohon~~" kris tidak berteriak lagi, suaranya sangat pilu sekarang.

Mendengar suara kris yang memohon, chanyeol jadi tersentuh tapi sekaligus juga sebal. Dia pun menghentikan aksinya dan kris juga melepaskan pelukannya.

Hanya demi mainan-mainan ini seorang Kris Wu memohon! Aku ini kekasihnya! Kekasihnya! Haaahhhh yah baiklah, aku tidak boleh egois.

Lalu chanyeol menampilkan cengiran bodohnya sambil bersikap innocent dan imut. Tapi sebenarnya Lelaki bermata bulat ini sedang berpikir bagaimana cara menyingkirkan mainan-mainan ini.

"aku hanya bermain-main, tidak apa-apakan? Kan mereka memang mainan" chanyeol memeluk manja lengan kris dan menatap mata kris dalam-dalam.

" jangan sakiti mereka" mata kris menatap teduh mata chanyeol seperti memohon belas kasihan

"aku tidak menyakiti mereka, bodoh. Dan aku memang tidak bisa menyakiti mereka…"

Karena mereka memang benda mati lanjut chanyeol dalam hati.

Kris tersenyum lega mendengar perkataan chanyeol yang mengatakan bahwa dia tidak bisa menyakiti tanpa tahu alasan chanyeol mengatakannya.

"kau sudah memberi nama anak kita?"

Mendengar pertanyaan itu chanyeol menahan nafas, tentu saja dia belum memberi nama. Tapi bukan itu masalahnya, masalahnya sekarang dimana boneka itu? Bahkan chanyeol tidak tahu boneka mana yang dinobatkan sebagai adik Ace. Maka dari itu tadi dia melempar asal semua boneka dan mainan diruangan itu.

"aku bahkan tidak tahu yang mana bonekanya" jawab chaanyeol dengan nada menyesal dibuat-buat.

"hey, tidakkah kau memiliki ikatan batin dengan anakmu sendiri?" chanyeol mencibir mendengar pertanyaan bodoh kris, dan kris terkekeh saat melihat ekspresi yang dikeluarkan chanyeol tersebut.

Lalu kris berjalan menuju sebuah lemari kayu dan mengambil sesuatu dari sana.

"tadaaaa… bayi kita disini"

Kris menunjukkan sebuah paperbag bermotif boneka dengan merk Rilakkuma. Lalu kembali menghampiri chanyeol dan memberikan paperbag tersebut.

"buka lah" perintah kris.

Chanyeol membukanya dengan kasar, hingga paperbag itu robek. Kris agak ngeri melihat sikap chanyeol yang galak itu. Apalagi chanyeol langsung melempar paperbag itu sembarangan ketika sudah mendapatkan apa yang dia cari.

"ini?" chanyeol menun jukkan boneka rilakkuma dengan motif sapi yang hanya dia pegang ujung telinganya.

"yeeooolll! Perlakukan dia dengan baik" ucap kris histeris.

"…" chanyeol tidak menjawab, malah memperhatikan boneka itu dari atas sampai bawah dengan pandangan meremehkan. Langsung saja kris rampas boneka itu darinya.

"dia masih bayi, kau harus memberinya susu" kris berucap malu-malu dan itu sangat menggelikan.

"kau berikan saja sendiri. Sudah ah aku mau pulang, kalau tidak mau mengantarku aku akan pulang sendiri" ucap chanyeol santai sambil melenggang pergi.

Namun, baru saja hendak berbalik tangannya sudah dicekal kris.

"aku akan mengantarmu pulang setelah kau memberinya susu"

"tidak mau"

"kau tidak akan pergi kemana-mana sebelum memberikannya susu!" ucap kris final

Chanyeol menghela nafas panjang. Sungguh kris itu pemaksa, egois, dan pastinya bodoh.

"ayolah kris, dia tidak minum susu"

"dia minum, chanyeol"

"minum susu apa? Dia itu boneka"

"karena dia boneka, hanya kau yang dapat memberikannya susu"

"kris, kau itu makin lama makin aneh tahu!"

"aku tidak aneh kau saja yang bodoh"

Chanyeol mendelik tajam pada kris, saat mengatakan kalau dia bodoh.

"baiklah kris yang tampan dan cerdas, beritahu aku"

"setelah aku memberitahumu kau harus malakukannya yah" chanyeol mengangguk tanpa niat dengan ancaman bodoh kris.

"dia minum ASI. Kau tahu kan? Air susu ibu. Dan kau adalah ibunya" kris tersenyum miring dan dengan kurang ajarnya meremas-remas dada chanyeol yang rata.

Chanyeol shock dan tanpa sadar mulutnya menganga.

Melihat chanyeol yang diam saja kris sengaja memelintir puting yang tercetak samar di kaos kekasihnya.

Dan pelintiran itu membuat chanyeol sadar, wajahnya memerah padam.

Duakkhh. Chanyeol menonjok rahang kris sekeras yang ia bisa.

"Like the hell aku akan menyusuinya!" chanyeol berjalan cepat meninggalkan kamar hina itu. Sedangkan kris tertawa lebar tanpa mempedulikan sakit di rahangnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

sekian dulu ceritanya... see you next chap bye bye