Exo-kris-luhan lover proudly present

Love in you krisyeol

.

.

.

.

Chapter 5

Impas! Sama-Sama Salah Paham.

Makan malam yang menegangkan dengan Tuan Park membuat Kris berharap agar bumi menelannya saja. Kenapa dua wanita ini terus saja bicara tanpa henti? Apa mereka tidak dapat merasakan aura yang tidak enak dari sang kepala keluarga?

Dan yang terpenting kenapa Chanyeol mesti pamer kemesraan? Kris tentu senang dilayani dengan baik oleh sang kekasih. Tapi bukan saat ini, bukan ditempat ini, bukan dihadapan Tuan Park yang sedang menatapnya berapi-api.

Jadi ketika makan malam selesai dia tanpa basa-basi lagi langsung izin undur diri.

"terima kasih atas makan malam yang lezat ini. Aku lebih baik pulang saja sudah malam"

"aigoo, Kris… kenapa buru-buru sekali? Kau belum mencicipi puding buatanku. Tadi sore juga aku baru beli semangka" ucap wanita berumur tersebut tidak rela.

"biar saja kalau bocah ini mau pulang, dia itu teman Chanyeol. Kenapa kau yang heboh sih?." Sudah pasti ini ucapan tuan Park.

"yak! Teman anakku berarti anakku juga!"

"kalau Jongin yang datang kemari kau biasa saja!"

Tiga anak muda tersebut hanya bisa menonton pertengkaran tersebut tanpa berani menyela. Tapi menyenangkan juga melihat pertengkaran antara dua orang berumur ini.

Kris memperlebar senyumnya agar ia bisa menahan tawanya. Pantas saja chanyeol mendapat predikat drama king, pantas saja dia overreaction dan hiper aktif, pantas saja Chanyeol adalah Chanyeol yang sekarang ia kenal. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

"abaikan saja orangtuaku, ayo kita pergi…" Chanyeol berdiri dari kursi dan menarik pergelangan tangan Kris, membuat Kris membeku untuk sementara waktu sebelum dia menariknya untuk pura-pura garuk-garuk. Bisa bahaya kalau Chanyeol salah sangka lagi. Dan lebih bahaya lagi kalau sampai tuan Park sadar.

"noona, aku mengantar Kris yah sekalian ada yang ingin aku beli diluar. Sampaikan pada eomma dan appa"

"ne," jawab Yoora singkat tanpa mengalihkan matanya dari 'teman' dongsaengnya.

"terima kasih noona, sampai jumpa" ucap Kris dengan senyum merekah sempurna membuat yang melihat melayang.

"sering-sering main kesini ya Kris" jawabnya dengan nada lembut yang membuat Chanyeol mual.

"iya Kris, jika kau sering datang kesini kemungkinan besar kau akan bertemu pacar noona-ku. Dia juga lumayan sering datang kesini" ujar Chanyeol sok polos yang yang langsung mendapat pukulan cinta dari noonanya.

Rasakan kau noona! Sudah punya pacar berani-beraninya merayu pacarku, ehh tapikan noona tidak tahu kalau Kris pacarku yah.

"wah, beruntung sekali pria yang bisa menjadi pacar noona" ucap Kris dengan senyum kikuk.

"aniyo! Jangan dengarkan si Yoda!" teriak Yoora dengan muka memerah.

"jaa Kris, kita pergi!" dengan puas Chanyeol menjulurkan lidah pada Yoora karena berhasil mengerjainya.

.

.

.

Kini pasangan tiang itu terlihat sedang saling bersandar di kepala masing-masing di sebuah toko es krim yang lumayan sepi. Chanyeol sedang menikmati es krimnya sambil sesekali menyuapinya untuk Kris, meski yang disuapi terus menolak.

"komunikasi keluargamu sangat baik yah?"

"ahh? Maksudnya?"

"kalian bisa dengan mudahnya mengobrol dengan santai"

"maksudmu keluargaku berisik dan cerewet?"

"astaga! tidak begitu!" Kris memekik putus asa, entah dimana Kris yang katanya dingin dan berwibawa itu.

"lalu?" chanyeol memajukan bibirnya dengan mata menyipit. Dan menggeser tubuhnya membuat jarak antara mereka.

"ahh sudahlah kita bahas yang lain saja. Appa-mu sepertinya tidak suka padaku"

Kris kembali merapatkan dirinya ke lelaki disampingnya dengan memeluk pinggang itu.

"ishh, jangan dipikirkan yang penting eomma dan noona suka padamu. Appa pasti mengalah"

"kau sadar jika appa-mu tidak suka padaku?"

"mmhhh" yang ditanya hanya menggangukkan kepalanya karena mulutnya penuh es krim.

"lalu kenapa kau sengaja bersikap manis dan sangat perhatian padaku dihadapannya? Itu memancing emosi appa-mu. Aku sampai merinding dipandangi seperti itu olehnya"

"tsk! Bodoh! Kau pikir saja sendiri! Aku tidak akan memberitahumu" ucapnya merajuk kesal.

Jika kau serius denganku kau harus berani menghadapi appa-ku. Aku memang sengaja memberi sinyal pada appa.

"Aiishh, my darling jadi semakin yeoppo jika sedang kesal. Ngomong-ngomong…"

Ucapan Kris terhenti disusul dengan senyum mesumnya dan membuat Chanyeol memerah salah tingkah.

"… kau tidak bosan menyuapkan es krim itu ke mulut dengan sendok?"

"apa maksudmu? Jangan macam-macam di tempat umum, bodoh!" jawab Chanyeol gelagapan.

"meskipun umum tapi sepi kok, di pojokkan pula.."

Lelaki dengan alis angry bird itu merampas sendok yang ada dalam cup es krim dan melempar keluar jendela tanpa Chanyeol bisa mencegahnya.

"kriiissss!"

"tenang sayang, aku tanggung jawab kok.. " kris terkikik sendiri dengan idenya.

Dengan jari telunjuknya kris mencolek es krim dari cup tersebut dan menyodorkannya di hadapan bibir Chanyeol.

"ihh Kris jorok! Memang tanganmu bersih?"

"sejak kapan kau peduli kebersihan tubuhku? Biasanya juga kau main masukkan saja ke mulutmu" goda Kris yang membuat kekasihnya makin memerah tidak tahu harus apa.

"oke oke, biar aku duluan saja agar kau yakin ini bersih"

Lelaki pirang tersebut memakan sendiri es krim di jarinya lalu menghisapnya kuat dengan se-sensual mungkin agar lelaki di hadapannya terpengaruh.

Dan benar saja, lelaki tersebut langsung memalingkan wajahnya ke arah manapun kecuali padanya.

Kris mencolek lagi es krim tersebut dan kembali menyodorkannya pada Chanyeol.

"buka mulutmu, sekarangkan giliranmu~"

Chanyeol langsung mencaplok es dari jari itu dengan kecepatan kilat membuat Kris mendesah kecewa.

"es krim itu harus dinikmati dengan perlahan yeol agar terasa makin nikmat"

"aku takut es krimnya mencair" jawabnya ketus.

"jika es krimnya mencair, ada cara lain memakannya. Namun kusarankan kau sudah menghabiskannya sebelum mencair" Kris mengancam dengan seringaian lebarnya, dan merasa sangat puas ketika korbannya mendelik gelisah.

Kris mengambil colekkan ke tiga dan menyodorkan jarinya lagi pada Chanyeol.

Dengan ragu ia membuka mulutnya dan menikmatinya perlahan, terus menghisap jari Kris sampai tidak ada rasa manis lagi. Kris benar-benar puas sekarang.

"emm darling, mulutmu hangat yah. Tapi kau tahukan aku pernah merasakan tempat yang paling panas di tubuhmu?"

"yaaakkk!" dengan emosi penuh Chanyeol menonjok perut berotot Kris dan sukses membuatnya meringis perih namun langsung mengabaikannya.

"hisapan mulutmu juga lumayan, tapi kau pernah menghisap dan menjepitku sekaligus… dan itu wooowww, wonderful"

"ahh! Hentikan! Hentikan! Tutup mulut kotormu ituuuuu~" Chanyeol memukul-mukul dada Kris agar kekasih mesumnya berhenti bicara yang aneh-aneh.

"hanya bisa ditutup dengan bibirmu.."

Dan terbengkalai lah es krim tersebut karena Kris yang terus menciumi bibir Chanyeol.

.

.

.

Sementara di kamar tidur utama kediaman Park, sepasang suami istri itu sedang dilanda kesunyian. Karena tuan Park baru saja mengatakan hipotesanya atas hubungan Krisyeol kepada nyonya Park.

"kenapa kau diam saja? Bagaimana menurutmu?"

"aku… semua terserah Chanyeol. Apa pun agar anakku bahagia" ucap sang eomma lemah dengan meneteskan air mata.

"tapi aku tidak akan membiarkan mereka, aku ingin yang terbaik untuk anakku. Kebahagiaan itu subjektif. Bahagia itu tidak berarti terbaik."

"mereka berdua masih muda, bahkan kartu identitas saja mereka belum punya. Mungkin ini hanya hormon puber saja. Rasa ingin tahu, rasa coba-coba"

"justru dari itu kita harus mendidik Chanyeol dengan tegas selagi dia masih dalam penbentukkan jati diri. Kita sudah kecolongan"

"sudah, aku mohon jangan membahasnya lagi. Belum tentu prasangkamu itu benarkan? Lihat saja dulu ke depannya bagaimana, baru kita pikirkan"

"aku hanya tidak mau terlambat, harusnya dari kecil kita tanamkan moral padanya"

"YAK! APA MAKSUDMU? ANAKKU BERMORAL!"

"tenang yeobo, bukan begitu… tentu saja chanyeol bermoral. Anakmu kan anakku juga. Kita berikan arahan yang benar sesuai norma dan kebiasaan yang berlaku"

"aku bilang hentikan pembicaraan ini, aku mohon. Kau tahu sendiri Chanyeol-Ku itu polos. Dia pasti akan cerita apa pun padaku, dia tidak pernah bercerita tentang hal berbau pacaran denganku. Jadi aku percaya anakku. Aku yakin, dia berpegangan tangan dengan yeoja atau pun namja lain pun tidak pernah. Apalagi jika berpacaran dengan namja berwajah pangeran itu. Punya modal apa Chanyeol menarik hatinya? Aku yakin banyak wanita diluar sana memperebutkannya, kenapa dia memilih uri Chanyeol?"

Tuan Park tertegun mendengar ucapan istrinya.

"maksudmu uri Chanyeol tidak pantas mendapatkan Kris?"

" bukan begitu. Maksudku mereka tidak punya alasan untuk saling menyukai. Selera uri Chanyeol itu Sandara 2ne1. Dan aku yakin selera Kris jauh dari uri Chanyeol. Mereka hanya teman, aku yakin."

Tuan Park benar-benar kesal sekarang, gemas sekali dengan cara pikir istrinya. Dia sudah malas untuk berargumen lebih banyak lagi. Persetan dengan selera, wanita yang disebut istrinya barusan itu idol yang hanya bisa dilihat di layar.

Sedangkan manusia tinggi beralis tebal itu nyata. Dan darimana istrinya yakin kalau Chanyeol itu polos? Ayolah, mereka sama-sama lelaki berdarah Park. Tuan Park juga pernah muda, dia masih ingat betul masa mudanya saat seusia Chanyeol.

.

.

.

"uwwaahhhhhhh"

Jongin merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena dua jam pelajaran tadi dia hanya meringkuk setelah mendengar bel istirahat.

"Jong…"

"hemm?"

"libur musim dingin ini kau ada rencana tidak?"

"aku akan berlatih dance penuh Yeol, belum lagi jadwal kencan dengan beberapa gadis. Kau harus sudah mengambil nomor antrian dua bulan yang lalu jika ingin pergi denganku" ucap Kai santai masih dengan mata yang belum terbuka sempurna.

"aku serius, Kkamjong! Aku ingin mengajakmu bermalam di pantai. Laut musim dingin pasti menyenangkan sekali. Kita lihat matahari terbit juga."

"aku juga serius, bahkan aku sudah mengatur jadwal di kalender ponsel-ku. Kau mau lihat?"

"tidak usah! Dasar Playboy!"

"kau juga sama saja sebelum kenal Kris hyung. Oh iya, ajak saja dia"

"aku pasti akan mengajaknya, tapi masa iya Cuma berdua saja. Lagipula setahuku, dia tidak suka. Dia bilang, laut musim dingin tidak akrab dengannya"

"hhahahaha, Kris hyung konyol sekali "

"yak! Beraninya kau mengatainya konyol!"

"iya maaf, ngomong-ngomong kalian tidak istirahat bersama?"

"tidak, aku mau menghabiskan waktu bersamamu saja Kai-yaa~~"

"aku merinding mendengarnya. Wae? Kalian belum putuskan? Ku dengar mantan Kris yang namanya Yixing itu sudah putus dengan Suho hyung. Gosssipnya sih Kris muncul sebagai orang ketiga"

"APAA?! Tapi tunggu, sejak kapan kau ber-gosip? Dan yang terpenting, memang kau punya waktu untuk bergosip? Waktumu kan habis untuk tidur kalau di sekolah"

"aku sedang kencan bersama Sulli dan Krystal, lalu mereka bergosip. Ya sudah mau tidak mau aku mendengarkan"

"tapi kau tidak bilang aku pacaran dengan Kris kan?"

"tentu saja tidak."

"apalagi yang mereka bilang?"

" Mereka bilang beruntung sekali Yixing, karena Kris hyung cinta mati padanya. Padahal ia sudah dicampakkan, tapi tetap saja memperjuangkan cintanya. Menurut mereka, itu sangat romantis"

"itu tidak benar! Kris tidak pernah dicampakkan, mereka putus baik-baik. Dan Kris tidak cinta mati padanya! jika Sulay putus ya putus saja, jangan seret Kris dalam masalah mereka"

" katakan langsung saja pada mereka jangan padaku."

Jongin hanya memperhatikan saja ketika teman sejawatnya dengan wajah khawatir mengambil ponselnya bermaksud untuk menelepon Kris.

"halo, Kris"

"kau dimana?"

"sedang apa?"

"kau tidak bohongkan?"

"aku sedang di kelas juga"

"ne... ne... arra arra..."

"ppai ppai"

Tut. Chanyeol memutuskan sambungan telepon tersebut.

"Kris ada dikelasnya sedang mencatat tugas"

"yak! Kenapa kau tidak langsung to the point saja?"

"masa iya membicarakan hal itu di telepon?"

"jadi kau mau bagaimana sekarang?"

"mau tidak mau, tunggu sampai pulang sekolah"

.

.

.

Kris sedang mencatat tugas bersama teman-teman kelasnya ketika ponselnya berdering.

"halo, darling" terdengar suara cie-cie dari teman-teman yang mendengarnya. Membuat Kris mesem-mesem tidak jelas.

"aku di kelas"

"sedang mencatat tugas dari guru"

"datangi saja kelasku"

"kau dimana?"

"jangan lupa makan siang. Oke kita pulang bersama yah, tunggu aku. Love you so much my darling"

"ppai ppai"

Kris meletakkan kembali ponselnya ke dalam saku kemejanya.

"itu tadi Yixing?" Salah satu teman perempuannya bertanya dengan nada menggoda.

"itu tadi kekasihku, tentu saja bukan Yixing" ucap Kris sambil tetap mencatat.

"bukan Yixing? Bukannya kau sudah balikkan dengannya?" tanya gadis lain

"Aku dan dia sudah putus hampir setahun lalu jika kalian lupa"

"lalu sekarang siapa pacarmu?"

"ra-ha-sia." Ucap Kris dengan bangga karena berhasil backstreet hampir sembilan bulan.

"bukannya kau yang membuat hubungan Suho dan Lay berakhir?" membuat Kris menghentikan gerakkan pulpennya.

"tidak. Untuk apa juga? Bahkan aku baru tahu dari kalian jika mereka putus" ucap Kris dingin, mulai terganggu dengan obrolan yang menuduh dirinya sebagai perusak hubungan.

"yaampun, kalian para wanita. Tidak bisa sehari saja berhenti bergosip. Sekarang sudah jelas Kris punya kekasih dan tidak ada hubungannya dengan keretakkan Sulay. Cari sana bahan gossip-an lain, hush hush" telinga Jungkook yang sudah memanas akhirnya mencapai batasnya.

Tapi ucapan itu diabaikan oleh para siswi, mereka malah makin mngerubungi Kris dan menghujaninya dengan berbagai macam pertanyaan.

Tapi memang dasar Kris lemah dalam berbuat tega, meskipun sikapnya cool dan wajahnya datar tetap saja dia kalah jika dikeroyok. Asal dia tidak menyebut nama Chanyeol, semuanya aman.

Tidak lama ada sms masuk di ponselnya.

From: Yixing

Kris, ada yang ingin aku bicarakan. Sebelum pulang kita bertemu sebentar yah di perpustakaan. URGENT

Kris mengerutkan alisnya, panjang umur sekali gadis ini pikirnya, muncul ketika orang-orang sedang membicarakannya. Sudah lama Yixing tidak menghubunginya, dan dari ucapan para siswi tadi sepertinya Yixing sedang dalam masalah. Apa salahnya jika ia bisa membantu.

To: Chan Sweety Darling Yeol

Darling, pulang nanti aku ada urusan penting sebentar. Kau tunggu sebentar di parkiran. Numpang duduk saja di pos satpam hhehehe, love you darling ;)

From: Chan Sweety Darling Yeol

Oke. Jangan lama-lama.. love you too :*

Setelah mendapat izin, Kris langsung mengetik pesan lain.

To: Yixing

Ok!

.

.

.

Di jam pelajaran terakhir , Chanyeol dan Jongin dipercaya -disuruh- guru bahasa Inggrisnya untuk mengembalikan kamus ke perpustakaan. Karena menurut guru tersebut Chanyeol siswa paling tinggi, sedangkan Jongin siswa paling malas.

"ahh tiap hari selalu kita yang membawa buku-buku, ke ruang guru lah, ke perpus lah. Melelahkan sekali" ucapnya dengan merajuk kesal.

"berhenti mengeluh, Kkamjong! Sedikit beramal tidak masalah. Lagipula kita jadi dikenal guru kan?"

"uhh dasar carmuk! Cari muka itu jangan ke guru, tapi ke yeoja cantik dan seksi" tiba-tiba mukanya berubah cerah dengan seringaian mesum membayangkan ia akan berkencan malam ini dengan Fey dan Jia.

Berkencan dengan satu gadis terlalu mainstream untuk Jongin. Sekaligus untuk mengurangi panjang daftar antrian ajakan kencan juga. Jongin kan jenius.

Chanyeol mencibirkan bibirnya mendengar ucapan Jongin, sudah tidak lagi berminat adu pendapat dengannya. Kapan sih otak Jongin bebas dari hal berbau mesum? Sama saja sih seperti Kris -_-

Tapi semesum apa pun Kris, seniornya itu sangat setia. Lagipula apa salahnya mesum pada kekasihnya sendiri. Beruntungnya Chanyeol memiliki Kris.

Chanyeol membuka pintu perpustakaan hati-hati, jangan sampai kamus-kamus tebal dan berat yang menumpuk di gendongannya jatuh.

"terima kasih pelayan Park" Sedangkan Jongin malah dengan kurang ajarnya menyerobot masuk ketika pintu tersebut dibuka.

"ya! Kkamjong sialan!" dengan hati-hati pula Chanyeol menutup kembali pintu tersebut.

Dan ketika ia hendak menyusul Jongin, lelaki berkulit seksi itu malah kembali berjalan ke arahnya dengan wajah gusar.

"Chanyeollie, sahabatku yang paling baik. Simpan saja kamus-kamus itu disitu, nanti aku saja yang membereskan"

"wae? Guru menyuruh kita berdua. Sekarang kau yang mau carmuk kepada guru? "

Jongin terlihat mengusap peluh imajinernya, wajahnya yang sehitam arang itu perlahan menjadi putih pucat. Dia meletakkan asal kamus-kamus yang ia pegang di meja terdekat.

Membiarkan Chanyeol berjalan makin dalam, tapi sesegera mungkin ia menyamai langkahnya lalu menarik lengannya dan merebut kamus-kamus tersebut.

"sudah kubilang aku saja! Sana kau kembali ke kelas dan bereskan barang-barang kita" ucap Jongin frustasi.

"wae? Ada yang kau coba sembunyikan dari ku kan? Arraso Jongin-ah, apa salah satu pacarmu sedang naked diantara rak-rak buku? kkkkkk" Chanyeol mengeluarkan kikikan bodohnya membuat Jongin ingin memukulnya.

"iya ada seorang yeoja perayu disana, jadi kau tidak usah kesana!" Jongin memilih berbohong demi menghentikan langkah sahabatnya.

"aku sudah lama tidak melihat yeoja naked semenjak pacaran dengan Kris, aku lihat aahhh~~" dengan mudah Chanyeol melepaskan tangannya dan berlari untuk memburu pemandangan nista tersebut. Jadi tanpa sadar sebenarnya Chanyeol pun mesum -_-

Jongin memutar otak dengan cepat, sahabatnya itu tidak boleh melihat pemandangan yang tersaji disana!

"CHANYEOL AAAAARRRGGHH " seperti orang gila, Jongin berteriak untuk menghentikan langkah sahabatnya juga memperingatkan seseorang akan keberadaan Chanyeol...

... namun terlambat...

"KRRIIIISSSS" teriakan yang lebih berat dan lantang milik Chanyeol terdengar selang seperdetik teriakan Jongin.

.

.

.

Few minutes ago/ beberapa saat lalu.

"ada apa?"

Kris mencari posisi duduk senyaman mungkin sebelum mendengar Yixing bercerita.

"kau harus menolongku, Kris"

Yixing berujar lemah dengan penampilan kusut. Yixing terlalu kalut sampai tidak ada keingingan duduk. Jadi dia hanya berdiri dihadapan Kris yang sedang duduk.

"duduklah dulu baru kau boleh bercerita"

"aku harus buru-buru, aku harus mengejar Suho"

"kekasihku juga sedang menungguku, ceritakan dulu sedetail mungkin baru kita cari solusi dan menemui si boncel itu"

"aku tidak tahu harus bercerita dari mana" jelas sekali jika gadis ini menahan isakannya.

Kris menepuk dahinya, "berurusan denganmu selalu makan waktu, kekasihku sedang menungguku. Aku suruh dia kesini sajalah"

"iya, semoga dia bisa membantuku juga" Yixing mengangguk dengan lemah pula.

Ketika mengeluarkan ponselnya, ternyata mati karena tidak ada baterai.

"ini jam berapa?" tanya Kris kepada Yixing masih setia berdiri disampingnya. Yixing yang linglung dan blank.

Karena tidak sabar menunggu jawaban gadis itu, Kris menyambar sendiri jam tangan yang melingkar di tangan gadis tersebut.

Di saat itu lah Kkamjong melihat Kris menarik lengan Yixing dan salah paham.

Tidak lama terdengar teriakkan tampan Jongin.

"CHANYEOL AAAAARRRGGHH "

"mereka selalu saja membuat keributan" ujar Kris santai, membayangkan kekasihnya dan Jongin selalu bercanda tidak mengenal waktu dan tempat. Tapi Kris juga bersyukur karena Chanyeol tidak sedang menunggunya di parkiran.

Tapi tidak sama dengan Kris, teriakan itu membuat Yixing kaget dan agak sedikit lunglai. Ditambah lagi Yixing menginjak tali sepatunya sendiri, kini dia benar-benar kehilangan keseimbangan.

Yixing jatuh ke pangkuan Kris dan secara reflek Kris pasti menangkap tubuh yang rubuh tersebut. Dan secara reflek pula Yixing memeluk erat leher Kris untuk mendapat topangan yang kuat.

Insiden tersebut berlangsung terlalu cepat, membuat nafas Yixing terengah-engah karena terlalu shock.

Bisa dibayangkan posisi mereka yang intim saat ini. Si gadis memeluk dan dipeluk erat si pria yang memangkunya. Dengan nafas terengah-engah dan penampilan yang kusut.

Dan entah kenapa, firasat buruk hinggap di dalam benak Kris.

"KRRIIIISSSS" Chanyeol berteriak marah melihat sepasang manusia yang sedang bercummu panas.

Firasat burukku tepat.

Dan semua kesalahan pahaman yang Kris buat pada Sulay kini telah impas, karena Yixing dengan segala kecerobohannya telah membuat salah paham yang sama untuk Krisyeol.

Berhasilkah Kray meyakinkan Chanho?

.

.

.

TBC

.

.

.

Seee you next chap :*

SAENGGIL CHUKKAE HAMNIDA, KRIS GE & CHANYEOL OPPA. LOVE YOU BOTH :*

Plis jangan berantem gara-gara aku T^T

Love love love.

THANK YOU AND PLEASE YOUR SUPPORT, READER!