Anyyeeooonggg reader semuaaa, miss youuu :*

Apa kabar kalian? Hhahaha semoga masih ada pembaca setia ff ini yah. Udah lama banget ngga nyentuh ff, selain sibuk emg udh agak ngga semangat nulis. Semangat baca ff juga nurun. Mungkin karena udh gede kali yaa, udh berusaha ntuk dewasa wkwkwk. Semua exo-l apa author doang sih yang udh berubah?

Exo-nya juga udah berubah, iya kan? Satu per satu exo-m ilang, kris luhan tao, dan akhirnya lay juga. Meski lay Cuma ninggalin exo bukan sm. Lagu-lagu sama imej exo juga berubah. Sekarang lagu ama dance mereka seksi seksi gimana gitu. Dulu author selalu ngajak ibu author nonton mv exo, tapi kalo sekarang author ngga berani lagi ngajak ibu author nonton bareng. Sekarang pinggul mereka yang gerak, haduhhh.

Belom lagi isu-isu gosip yang menerpa, sakit lho jadi fans itu. Apalagi fans setia yang ngasih semua hatinya untuk idola. Makanya salah satu hal yang bikin author udah gak bisa berimajinasi yang akhirnya bikin males nulis nulis itu adalah rasa kecewa. Rasa kecewa yang sangat besar karena ternyata kehidupan idola jauh beda dari bayangan author. Jadi ketika author patah hati, author harus inget. Exo itu lagi kerja, emang profesi mereka itu boyband. Bukan dewa yang mesti kita puja.

Kerjaan mereka emang menghibur, itu pun Cuma menghibur ketika mereka didepan kamera atau diatas panggung. Selain dari dua tempat itu, mereka orang biasa. Jadi ketika mereka ninggalin exo yaa maklum. Keluar masuk perusahaan itu udah biasa di dunia kerja. Tapi keluar dari boyband tabu, kenapa? Karena mereka punya fans. Fans itu sumber uang idola. Idola berusaha nyenengin fans2 mereka, yaa karena mereka hidup dari fans.

Tau kasus siwon terbaru? Bukan lagi rahasia kalo siwon salah satu orang yang menjalankan agama dengan taat. Jadi kalo dia ngeretweet tweetan anti gay apa itu salah? Ada dua pandangan memang. Salah dan benar, karena ilmu sosial emg ngga punya patokan yang pasti. Tapi ujung2nya siwon minta maaf, kenapa? Karena fans siwon suka baca/bikin ff gay, jadi siwon harus ngikutin arus. Siwon butuh fansnya.

Wu yifan kan sekarang botak tuh. Kira-kira luhan ama tao berani ngga yah ngebotakin pala juga?

Ahh udah lah yah curhatnya, kita balik lagi ke cerita. Aduh author bingung mau lanjut cerita yang mana hhahahaha, author punya empat ff yang masih harus berlanjut soalnya nih. Okeee KRISYEOL aja. Bang Kris lagi perang nih ama SM di pengadilan. Huft. Semoga yang terbaik deh buat dua belah pihak.

Sebagai fans, author pasti mihak yifan. Tapi kalo sebagai orang netral, di kasus ini emang yifan kan yang mutusin kontrak sepihak. Huft. Tau gak? Sebenernya dalam dunia nyata non fiksi, auhtor itu Krissica believer. Bukan shipper yah tapi believer. Orang yang percaya kalo krissica itu real, bukan berharap.

Ngomong-ngomong jessica, ada banyak isu yang merebak. Gak tau deh mana yang bener mana yang bohong. Tapi yang pasti jessica emang di kick dari GG karena kesepakatan 8 orang anggota GG yang lain. Buset, satu lawan delapan. Iya lah jessica kalah. Tapi apa masalahnya yah? F(x) aja masih utuh, kerena empat membernya setia ama sulli. Gimana yah perasaannya jadi krystal kalo ketemu member GG?

Ahh nan molla.

Xxx

Xxx

Xxx

Exo-kris-luhan-tao lover proudly present…

LOVE IN YOU KRISYEOL chapter 6.

.

.

.

Chanyeol memainkan gitarnya dengan muram, hanya nada suram yang terdengar. Matanya menerawang jauh ke balik jendela kamarnya ketika jarinya tidak berhenti memetik senar-senar gitar.

Tidak ia pedulikan kamarnya yang gelap tanpa lampu atau seragam sekolahnya yang belum ia ganti. Chanyeol hanya duduk di lantai, bersandar di kaki ranjang, dan bermain gitar sejak pulang sekolah.

Bayangan Kris dan Yixing selalu muncul, membuat kepalanya pusing dan perut mual. Ia ingin menangis tapi airmatanya tidak juga keluar, membuat dadanya sesak dan sulit bernafas.

"aku kira perasaan kita sama Kris, jadi ini cuma sepihak?" ucap Chanyeol pada udara di kamarnya yang sepi.

Chanyeol tersenyum. Kris tidak mengejarnya, tidak menghubunginya, tidak berusaha menjelaskan apa pun padanya. Kenapa selama ini ia begitu bodoh? Selama ini Kris sudah dengan jelas menunjukkan ciri-ciri jika dia tidak menyukainya. Kris yang mati-matian menutupi hubungan mereka, sikap Kris yang dingin dan tidak peduli pada apapun. Kenapa Chanyeol bisa begitu buta.

Senyum Chanyeol pudar, dan kini mukanya penuh akan kebencian. Bahkan sejak awal Kris memang hanya menginginkan tubuhnya. Kini mereka sudah pacaran hampir setahun, pasti Kris sudah bosan dan jenuh. Karena entah sudah berapa kali ia membuka pahanya untuk lelaki brengsek itu.

Chanyeol berhenti memainkan gitarnya, kini ia merasa muak. Muak dengan dirinya sendiri yang dengan mudah dimanfaatkan Kris. Hanya sebagai pemuas nafsu, dan kini ia dicampakkan begitu saja. Ia merasa sedikit beruntung karena melihat dengan mata kepalanya sendiri seberapa brengsek seorang Kris. Sudah berapa lama Kris mengkhianatinya?

Mengkhianati? Mungkin kata-kata itu tidak tepat. Mungkin hubungan mereka selama ini memang tidak ada artinya untuk Kris. Bisa jadi Kris punya banyak kekasih di luar sana, Chanyeol hanya salah satu kekasih gelapnya. Maka dari itu Kris selalu menyembunyikan hubungan mereka. Bukan malu karena mereka gay, tapi memang karena Chanyeol hanya simpanan.

-x-x-x-

Di tempat lain, Kris sedang duduk dengan elegan di sebuah sofa rumah mewah di kawasan perumahan elit Gangnam.

Di seberang nya ada Yixing yang sedang berusaha menjelaskan pada Suho. Iya, saat ini Kris sedang bertamu di rumah Suho, ia terpaksa membawa Ace ke rumah si boncel agar si boncel mengerti apa yang dijelaskan Yixing.

"kumohon percayalah Suho, untuk kesekian kalinya aku katakan, aku dan Kris tidak memiliki hubungan apa pun. Aku bersumpah aku masih suci. Ace adalah nama sebuah boneka alpaca yang aku berikan padanya ketika kami berpacaran dulu. Itu pun dulu sekali, hanya pacaran remaja ingusan. " jelas Yixing mencoba meyakinkan Suho.

Wajah Suho masih percaya tidak percaya pada penjelasan Yixing, tapi jelas wajahnya sudah kembali cerah.

"apa itu benar Kris? Kau benar-benar bermain boneka?" tanya Suho dengan nada mencemooh.

"tsk! Aku ini anak tunggal di rumah. Aku punya banyak mainan, bukan hanya boneka. Kau bisa melihat sendiri di rumahku. Dan yang pasti aku ini gay. Aku punya kekasih paling tampan di dunia." Jelas Kris dengan ciri khas angkuhya yang membuat Suho mengernyit.

"kalau diperhatikan, kau cukup manis juga yah. Aku belum pernah punya kekasih yang imut dan lucu sepertimu" goda Kris yang sukses membuat wajah Suho memerah.

"jangan macam-macam dengan kekasihku, Kris" pekik Yixing langsung duduk di pangkuan Suho dan memeluknya.

Kris memutar matanya jengah. "aku menyukai yang tampan dan tinggi. Makanya aku tidak pernah punya kekasih yang boncel." Ketus Kris sambil berdiri dan menggendong Ace.

Kini Suho yang memutar matanya malas. "kau tahu pintu keluarkan? Aku ada urusan dengan Yixing" ucap Suho cepat karena tidak sabar untuk mencium gadisnya.

Dengan wajah dingin tanpa ekspresi, Kris dan Ace meninggalkan rumah Suho.

-x-x-x-

Setelah sampai di rumah, Kris buru-buru mandi dan memakai bajunya yang paling bagus. Menyisir rambutnya serapi mungkin dan memakai parfum yang Kris tahu Chanyeol suka.

Setelah memastikan penampilannya sempurna, Kris langsung meluncur menggunakan mobil sport mewahnya yang jarang ia gunakan.

Jika yeoja ngambek diberi bunga atau cokelat, Chanyeol cukup dibelikan topi atau sepatu untuk menambah koleksinya yang sebenarnya sudah menumpuk di rak.

Kris memarkirkan mobilnya di depan toko pakaian. Ia belanja dengan cepat. Sepatu dan topi, lalu ia juga melihat sebuah kacamata yang cukup bagus. Akhir-akhir ini Chanyeol mulai pakai kacamata lagi, jadi apa salahnya memberikannya satu kacamata.

Dari toko Kris bergegas lagi menuju rumah Chanyeol.

Sesampainya di depan rumah Chanyeol, mendadak Kris ragu. Ini kan jam makan malam, pasti keluarga Chanyeol sedang berkumpul. Karena Kris belum siap bertemu lagi dengan appa kekasihnya itu.

Tapi mengetahui bagaimana sifat kekasihnya, Kris tahu ia tidak bisa menunggu sampai besok. Dengan melemaskan seluruh otot di tubuhnya, Kris berlatih tersenyum. Menghadapi orang dewasa itu harus dengan sikap dewasa juga pikirnya.

Tapi ia sadar tangannya gemetaran dan tidak mampu menekan bel rumah Chanyeol. Tangannya terulur untuk meraih bel tersebut, tapi selalu gagal menekannya.

Hopeless.

Kris mengusap wajahnya sambari membuang nafas lelah.

Sebelum rasa takut menghampirinya dengan secepat kilat Kris menekan bel.

.

.

.

.

to be continue.

udah lama gak nongol, sekali nya updet sedikit banget hhhahahaaha.