BARU SADAR ff ini bahasanya chap. 1 ama setelahya beda! GELI SENDIRI pas baca ulang L
Generasi micin uwu masih pada kenal kopel tiang ini gk sih? Ff aku yg ini kan gk ada alur masalahnya, beneran cuma have fun untuk ngisi waktu senggang aja makanya jadi bingung jg mau endingnya kayak gimana. Soalnya pasti happy wkwkwkwk.
Maap reader semua, aku baru muncul :3 makasih yaa yg udah kirim PM :")) terharuuuu. Maap balesnya bertahun-tahun kemudian.
Aku nulis lagi murni untuk kepuasan batin aja. Batin kita pastinya hahahaha. Jadi bodo amat kalo chapter ini bahasanya santai lagi kayak di chapt. 1.
Chap. 9
Mamih, Lucas & Papih
Chanyeol memperhatikan seorang anak laki-laki yang saat ini sedang merapikan seragamnya di depan cermin, pikiran Chanyeol kembali lagi ke masa-masa saat ia masih memakai seragam SMA juga. Bertahun-tahun lalu.
Anak laki-laki yang dulunya dijuluki drama king itu tersenyum saat otaknya memutar kembali memori-memori lama. Kenangan-kenangan berwarna-warni yang ia jalani, bersama sahabat dan kekasihnya.
"udah Lucas ngacanya, kamu tuh perfect genetik. Buru sana sarapan" ucap Chanyeol.
"iya mamih, tapi kan Lucas mesti ganteng paripurna" jawab anak laki-laki bernama Lucas tersebut sambil merapikan kerah bajunya.
"yah terserah sih soalnya mamih Cuma sedikit masak ayamnya, takut aja diabisin sama papih trus nanti kamu ngambek" jelas Chanyeol enteng sambil berjalan menjauhi pintu kamar anaknya lalu menuruni tangga dan menuju meja makan.
"mana Lucas?" tanya Kris sambil makan paha ayam goreng. Belum sempat Chanyeol menjawab pertanyaan Kris, anak yang ditanyakan keberadaannya oleh papihnya itu sudah duduk di meja makan.
"turun tangganya jangan lari-lari dong Lucas, bahaya. Kalau jatoh gimana?" protes Chanyeol kepada anaknya.
"Lucas ngga lari mih, tadi tuh serodotan di pegangan tangga hehe" jawab Lucas diakhiri dengan tawa riang sembari menyendok makanan ke dalam piringnya.
"itu malah lebih bahaya dong, jangan diulangin lagi" marah mamihnya.
"apaan sih mih? Papih juga setiap turun tangga kayak gitu" ucap Lucas membela diri.
"iya pih!?" bentak Chanyeol pada Kris yang sejak tadi hanya diam dan menikmati sarapan ayamnya.
Kris yang kena bentak menaruh ayamnya dan mengelap tangannya dengan tisu sebelum menjawab Chanyeol. "ngga, kan bahaya" sahut Kris halus sambil memegangi pipi Chanyeol. Chanyeol sudah merona saja dan siap bermanja-manja dengan suaminya kalau saja anaknya tidak komentar.
"ih mamih, masih pagi mau aja digombalin papih" celetuk Lucas. Chanyeol yang awalnya pasang muka manis manja langsung berubah menjadi datar.
"mending mamih ada yang ngegombalin. Waktu mamih seumur kamu, setiap hari udah dianter jemput papih kemana-mana, ngga pernah khawatir uang jajan. Kamu mah bentar-bentar, mih minta uang, mih beli ini, mih beli itu. Tiru mamih dong punya pacar kayak papih. Iya kan pih?" cerocos Chanyeol ke anak dan suaminya.
"iya" jawab Kris singkat.
"papih ngomong iya iya dari tadi tuh karena ngga mau panjang aja urusannya, bukan karena setuju sama mamih tau!" jawab Lucas balik.
Kris tersenyum mendengar sepasang anak dan mamih tersebut, bagi Kris setiap pagi dapat menonton drama king senior dan drama king junior adu pendapat merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai harganya. Kris sayang sekali dengan keluarga kecilnya.
.=.=.=.=.=
Setiap pagi Lucas akan berangkat ke sekolah bersama Kris. Meninggalkan Chanyeol yang nantinya juga akan berangkat kerja di studio musik. Sekarang Chanyeol berprofesi sebagai produser dan pencipta lagu. Awalnya Chanyeol adalah penyanyi namun setelah memiliki Lucas, perlahan jadwalnya di atas panggung berkurang hingga akhirnya berhenti total.
Lucas meninggalkan Kris untuk lebih dulu masuk ke dalam mobil. Dari dalam mobil, anak laki-laki bertubuh tinggi itu dapat melihat orangtuanya bertukar cium di wajah masing-masing. Pemandangan biasa untuk seorang Lucas.
"nanti makan siang bareng, makannya di kantin kantor mamih aja" perintah Chanyeol sambil memainkan kerah baju Kris. Mereka bicara bertatapan dengan kening, hidung dan bibir saling bersentuhan.
"darling, istirahat papih kan Cuma satu jam. Ngga bakal keburu kalau harus bolak-balik sekolah sama tempat kerja mamih" jelas Kris lalu mencium bibir Chanyeol.
"mamih lupa terus kalau papih sekarang kerjanya ngajar, suami mamih jadi guru" ucap Chanyeol bangga, "yaudah mamih aja yang nyamperin papih ke sekolah".
"tanya Lucas"
"kenapa sih dia? Kita yang mau makan bareng, dia yang ribet. Biarin Lucas pacaran dong biar kita lebih bebas"
"ngga. Papih sengaja jadi guru di sekolah Lucas supaya bisa jaga dia" ucap Kris tegas yang sukses bikin Chanyeol merajuk.
Kris kembali mencium bibir tersebut. Tapi tidak lama Chanyeol memisahkan bibir mereka dan balik menghujani ciuman pada seluruh wajah Kris. "udah udah, nanti yang di dalem mobil ngambek tuh".
Kris setuju dan memberikan Chanyeol ciuman terakhir pagi itu sebelum menyusul putranya.
-.-.-..-.-.-
Sesampainya di parkiran sekolah, Lucas langsung membuka sabuk pengamannya dan mengucapkan selamat tinggal pada ayahnya. "bye, papih."
"cium papih dulu" sambil memajukan pipinya ke arah Lucas. Sayangnya si anak mendorong pipi sang ayah untuk menjauh darinya.
"ngga mau, bekas bibir mamih. Ew." Jawab Lucas bergidik dan turun dari mobil.
"nih papih lap pake tisu basah" ucap Kris pada anaknya, tapi sayang si anak sudah keluar dari mobil.
Demi menjaga Lucas si anak tersayang dan satu-satunya, Kris memutuskan menjadi guru bahasa Inggris di sekolah tempat Lucas belajar. Lucas adalah murid tahun pertama di SMA tersebut sedangkan Kris adalah guru baru.
.=.==.=.=.=.
Gile tetiba aja krisyeol punya anak wkwkwkwkwk, dipilih Lucas karena badannya tinggi trus namanya keren. Trus Lucas juga kan dari dari China, trus dia juga rada alay bin lucu kaya Chanyeol dulu, trus dia suka bikin ketawa gegara konyol kaya kris dulu. Selain itu ngikutin tren juga sih, soalnya kalo baca ff jaman now, exo-sunbaenim kebanyakan udah jadi emak bapak wkwkwk.
