NARUTO © Masashi Kishimoto

Hampir © Hafure654

Genre : Supernatural, Crime, Friendship, Hurt/Comfort

Rating : T

Pairing : GaaHina, SasuSaku, NejiTen, Etc.

Umur tokoh utama :

0 Ratusan tahun = Gaara

0 16 tahun = Hinata Hyuuga, Sakura Haruno, Ino Yamanaka

0 17 tahun = Sasuke Uchiha

0 20 tahun = Tenten

0 22 tahun = Neji Hyuuga

Warning! : AU, OOC, gaje, typo(s), terdapat kata-kata kasar, update tidak menentu, dan kekurangan lainnya.

Don't like? Don't read!

Read and Riview, Semoga suka!


Tiga


o

"Gaara ya, aku akan memberimu nama Gaara. Nah Gaara, sudah selesai. Ayo keluar dari Bathtub. Hahaa, dan sepertinya aku mulai gila karena berbicara dengan hewan." Hinata mulai menertawakan dirinya sendiri akan kekonyolannya berbicara dengan seekor rakun.

"Baka, dari tadi aku berbicara denganmu."

o

"Brum... Brum... Brum..."

Suara bising motor di tengah kesunyian malam saling beradu. Bersahut-sahutan, memberi tahu pendengar bahwa kendaraan mereka adalah yang terbaik.

Dengan sekelompok muda-mudi yang berkumpul di distrik Konoha, terlihat bahwa mereka saat ini tengah bersiap memulai balapan liar. Dan sebagian dari mereka hanya bersorak mendukung teman maupun idolanya saja.

Hinata saat ini bersiap mengikuti balap liar dan melihat Sakura memeriksa motor kesayangannya.

"Yosh, selesai. Semuanya baik-baik saja Hinata."

"Remnya?" Hinata mendekati kendaraan tersayang dan mencoba memeriksa remnya kembali.

"Tentu saja sudah, kau tak perlu khawatir."

Hinata mengangguk membenarkan perkataan Sakura, sahabat setianya bersama Ino. "Baiklah, terimakasih Sakura."

"Yosh! Dimana Ino? Dari tadi tak terlihat batang hidungnya." Sakura melihat sekitar, mencoba mencari keberadaan Ino. Tak biasanya ia tidak ada di sekitar Hinata.

"Mengumpulkan uang taruhan."

"Ah dasar gadis licik, selalu saja berusaha memonopoli uang taruhan anak-anak." Sakura terlalu maklum mengetahui kegiatan kawannya saat ini. Sudah terlalu sering ia melihat Ino berbuat seperti itu. Dan dari belakang datanglah sesosok laki-laki bertubuh jangkun, memeluk Sakura dari belakang, dan mencium tengkuk lehernya. Membuat Sakura bergidik senang dengan kelakuan pacarnya.

"Ah, Sasuke. Kupikir kau tidak akan datang."

"Hm, aku hanya rindu gadis manisku saja."

Hinata yang mendengar jawaban Sasuke membuatnya memandang hina kegiatan mereka berdua. "Cih, sungguh menjijikkan."

"Ada masalah Hyuuga?"

"Tentu," balas Hinata menatap tajam Sasuke, "karena kau, kawanku menjadi terlihat jalang."

"Hinata, shut up!" Sakura marah mendengar Hinata menjelekkan mereka berdua. Yah, memang dari awal hubungan Hinata dan Sasuke tidak pernah akrab. Ditambah lagi ucapan Hinata sering membuat lawan bicaranya sakit hati, terutama untuk dirinya.

"Wuoo, kawan-kawan ada apa ini?" Kedatangan Ino berhasil menengahi keributan diantara mereka bertiga.

"Hyuuga dengan segala kebusukan pada mulutnya."

"Wah Sasuke, kupikir mulutmu pun tak lebih baik dari Hinata kawan."

Siinggg...

Seketika Ino merasa merinding setelah mengucapkan itu. Karena dari arah samping terasa jelas bahwa teman pinky-nya sedang menatap tajam dirinya saat ini. Padahal apa yang diucapkannya juga tak sepenuhnya salah. "Ah, well Hinata pertandingan akan segera dimulai. Semua sudah bersiap di arena. And ini rakun mau kau bawa atau kubawa?"

Seketika tiga pasang mata baru menyadari bahwa ada seekor rakun di gendongan Ino.

"Kau bawa saja Ino."

"Hm, okey."

Mendengar jawaban Ino, Hinata mengangguk dan mulai menunggangi motornya menuju arena.

"Yosh, gabatte Hinata! Aku memasang banyak untukmu, jangan buat dirimu dan diriku kalah," teriak Ino menyemangati dengan nada mengancam.

"Sejak kapan kau memiliki rakun Ino?" tanya sakura mengambil fokus Ino.

"Eh, ini rakun Hinata."

"Sejak kapan anak itu suka memelihara hewan?" tanya bingung Sakura.

"Sejak tadi sore, yeah ini rakun dipungut dijalan oleh Hinata," ucap Ino memberitahu Sakura sambil mengelus-elus bulu Gaara.

Mendengar jawaban Ino, menimbulkan efek munculnya perempatan di sudut dahi Gaara. "Apa-apaan gadis satu ini?! Aku ini pangeran, tak akan ada yang bisa memungutku baka. Huh, untung elusannya enak."

"Kok bisa?"

"Yeah, saat Hinata pulang dari mengantarkan kue. Rakun ini hampir jadi korban, hewan yang akan ditabraknya. Alhasil, kusuruh ia untuk pelihara saja rakun ini. Dan ajaibnya Hinata mau-mau saja."

"Yokatta, mungkin rakun ini bisa membuat Hinata berubah lebih baik, Ino."

"Kuharap juga begitu."

"Hn, rasanya ada yang aneh dengan rakun ini. Aku merasa, dia bukan rakun biasa," batin Sasuke yang sedang menatap Gaara dengan intens saat ini.

Gaara yang dapat mendengar suara batin Sasuke pun membuatnya waspada. Ia juga balas menatap Sasuke dengan tajam. "Apa itu maksud perkataannya? Pemuda ini kelihatannya berbahaya."

"Ino, dimana Hinata menemukan rakun itu?"

Ino yang tadi asik berbincang dengan Sakura, segera mengalihkan lagi fokusnya menuju Sasuke. "Di jalan pinggiran kota Hoshi."

"Di dekat hutan Tsuki maksudmu?"

"Ha'i, memangnya kenapa Sasuke?" tanya Ino penasaran.

"Hn, bukan apa-apa." Sasuke mengecup pipi Sakura, "Aku ke tempat Naruto dulu, bersenang-senanglah dengan Ino."

"Iya," jawab Sakura bahagia. Tak ada yang lebih membahagiakan bagi dirinya selain memiliki pacar yang begitu pengertian dan romantis seperti Sasuke. Dan dibalik kebahagiaan Sakura, Ino hanya memandang malas dua sejoli itu.

o

Setelah dirasa telah cukup jauh dari pacarnya tadi. Sasuke mulai mengamati rakun tadi dari kejauhan.

"Hutan Tsuki ya, gerbang keluar masuk para siluman. Rakun itu akan menjadi milikku bagaimanapun caranya," desis Sasuke menyeringai.

Bagaimana Sasuke bisa tahu, sebab dirinya berasal dari klan Uchiha. Klan yang cukup tua di kotanya ini. Dan keistimewaan dari klan Uchiha adalah pada matanya. Mata seorang Uchiha dapat melihat aura negatif dan positif pada objek penglihatannya. Walau kadang terasa samar-samar. Inilah mengapa Sasuke tertarik untuk memiliki Gaara, yang merupakan siluman rakun.

Di tengah-tengah pengawasannya terhadap rakun milik Hinata. Terdengar sorak-sorak bahagia, didekatnya.

"Wuoo, Hyuuga kembali memenangkan balap liar seperti biasanya."

"Haha bahkan lawannya dibuat tak berkutik lagi dengan kemampuan si Hyuuga itu."

"Haha dan pastinya taruhan kita menang, mari berpesta!"

Dan dari percakapan dua orang yang melewatinya tadi, Sasuke menyimpulkan bahwa Hinata kembali memenangkan balap liar sepertinya.

- TBC -

Sasuke : Sejak kapan aku romantis?

Ane : Sejak berpacaran dengan Sakura pastinya

Ino: Huaa, pacarku lantas dimana Hafu?!

Ane : Pergi selingkuh paling. Kabuurrr...

Hinata : Dasar bodoh dan kekanakan sekali mereka. Oya, tinggalkan review kalau kalian suka, Hafu terlalu baperan berharap ada yang RnR -_-"

Terimakasih telah membaca!

...

Balasan reviews,

tinker (guest) : haha masih perlu waktu sepertinya^^

TRS (guest) : sankyuu^^

Aj Abraham : huhu sankyuu, Hafu semangat kalo ada yang nyemangatin T_T

...

Publis :

1. 06 Mei 2019 (Jawa Tengah)