BABY SCANDAL

Chanyeol/Baekhyun

Genderswitch

.

"Baekhyun hamil. Dan Chanyeol, entah bagaimana, panas dingin."

.

CHAPTER 2


"Hyungdeul, apa kalian sudah mendengar ini?" Heboh, Zitao menghampiri orang-orang yang sedang duduk menunggu di ruangan depan tivi dengan mata masih fokus pada ponselnya sebelum ikut menghempaskan salah satu pantatnya di celah sempit di atas sofa. Ketika ia akhirnya mengangkat wajah, tatapan pertamanya ditujukan kepada sang leader, Kris, lalu Lay yang duduk di samping Kris dengan Baby—sebuah boneka domba berbulu hitam tebal, hasil negosiasi dengan para members setelah niat awalnya untuk membawa domba asli dari kampung halaman—di pangkuannya, lalu beralih kepada Jongin di sisinya, dan Sehun, si maknae yang tidak tampak peduli di sisi lain. Terakhir, Chanyeol, yang agak menyendiri di pojok dengan gitar di tangan. Semuanya balas menatap penasaran pada Zitao, bahkan Jongin yang sedang sibuk mengedit foto untuk dibagikan di laman Instagramnya menyimpan ponselnya demi lebih fokus mencoba mendengarkan kalimat yang akan keluar dari bibir si real maknae—dia berselisih umur sedikit dengan Sehun, beberapa bulan lebih tua, hanya saja sifatnya yang kekanakkan lebih cocok untuk menjadi maknae dibandingkan Sehun yang kelewat cuek dan kurang ajardi kelompoknya itu. Penyebabnya, suara Zitao serius sekali, dan ia tampak cemas.

"Manager baru saja menelponku. Kurasa syuting hari ini bersama FSGarden dibatalkan."

"Mwoya?!" Semua orang terkejut dan berseru di saat bersamaan.

"Kenapa bisa begitu?! Ini, kan hari pertama dan pengalaman pertama kita syuting variety show bersama mereka?!" Lay cepat sekali bertanya, menyuarakan pertanyaan semua orang. Ini adalah hari pertama mereka akan syuting bersama kelompok wanita itu, dan setidaknya sejak seminggu yang lalu Lay sudah memberitahu semua orang betapa ia senang akan syuting bersama mereka. Ia sudah secara terang-terangan, bahkan di wawancara publik, mengatakan bahwa tipe wanita idealnya adalah Kim Junmyeon, leader FSGarden. Semua orang tahu ia mengidolakan wanita itu setengah mati. Bukan hal mencengangkan jika ia tampak panik melebihi orang-orang mendengar bahwa syuting yang ia nanti-nantikan tiba-tiba dibatalkan.

"Kenapa Manager Lee menelponmu dan bukannya menelponku?!" Kris menimpali, ia tampak lebih tertekan atas fakta Manager menghubungi Zitao dan bukan dirinya sementara dia adalah leader di kelompok itu disamping fakta bahwa ia juga sangat menantikan untuk bisa menjalani syuting bersama FSGarden.

Beberapa bulan yang lalu, seluruh anggota Sixey, kelompoknya, yang terdari dirinya, Kris Wu, sebagai pemimpin sekaligus memegang vocal, Park Chanyeol sebagai rapper dan main vocal, Lay atau nama aslinya Zhang Yixing sebagai lead vocalist, Kim Jongin alias Kai sebagai lead dancer, Huang Zitao sebagai main vocalist dan Oh Sehun sebagai main dancer, rapper sekaligus maknae. Mereka berenam telah menandatangani kontrak untuk mengisi sebuah Variety Show dimana mereka akan mengurus urusan rumah tangga bersama keempat anggota FSGarden.

"Aku juga baru melihat beritanya. Sebaiknya kalian cek internet!" seru Zitao, melupakan pertanyaan terakhir. "Mereka sepertinya sedang dalam masalah."

"Kalian belum mendengar beritanya?!" Jongin yang sepertinya menjadi satu-satunya orang yang up to date di kelompoknya yang payah itu berdecak, ia kembali mengeluarkan iphone keluaran terbaru miliknya dan melakukan pencarian di Naver, memperlihatkan pada yang lain begitu ia mendapati artikel yang dicari. Sebuah berita panas segera membuat semua orang di ruangan itu kaget.

"Apa? Dia hamil? Byun Baekhyun yang itu kan? Yang manis itu?" Kris heboh.

"Nation Little Angel,"tambah Zitao.

"Uri Cheonsa ," Jongin merenungi.

"Siapa pria brengsek yang melakukan itu padanya?!"

Semua orang melongo menatap Yixing, pria itu menatap dengan mata melebar yang mengerikan dan tangan terkepal. Siapapun pria brengsek itu, jika ia sedang berdiri di hadapan Yixing saat ini, ia pasti sudah meleleh dengan sendirinya.

"Siapapun iblis yang melakukan itu pada adik kesayanganku yang polos, dia pasti akan berakhir di tanganku!"

Seluruh member Sixey hingga para Sexipie—penggemar Sixey—sudah tahu seperti apa hubungan Yixing dan Baekhyun, Yixing suka memperlakukan gadis itu sebagai adik kesayangannya. Ia kerap mengunggah foto mereka berdua di akun sosial miliknya, ia juga sangat protektif pada gadis itu hingga terkadang malah seperti ibu terhadap anaknya sendiri. Sebab itulah, sulit bagi para idola pria untuk mendekatinya, karena mereka harus mempertimbangkan ibu angkat Baekhyun yang lebih mengerikan daripada siluman buaya putih itu.

Dan semua orang di ruangan itu, yang notabene tidak merasa terlibat apa-apa sama sekali dengan skandal baru yang menimpa Baekhyun, bergidik ngeri cukup dengan mendengar ancaman tersebut. Bahkan Sehun yang suka berkomentar pedas dan kurang ajar dalam keadaan apapun, tidak mengatakan apa-apa. Tapi itu tidak aneh, dia memang irit bicara. Lain halnya dengan Chanyeol, si rapper bersuara dalam yang suka berisik saat main game itu anehnya semenjak tadi hanya diam mendengarkan, dan merasa... ada yang aneh dengan dirinya.

'ㅅ'

(3 months before...)

"Annyeonghaseyo, Four Season Garden imnida."

"Hello, we are Sixey. Kalian sudah mengenal kami satu-persatu, bukan?" Kris, si ketua geng dengan bahasa Inggris dan logat Amerikanya, sesopan sekaligus senarsis mungkin mengenalkan diri serta kelompoknya pada FSGarden, kelompok wanita yang malam itu sama-sama mengisi satu acara penghargaan musik dengan mereka. Bahkan, mereka di jadwalkan mengadakan duet di akhir acara.

Mereka sedang berada di backstage, Lay dengan seluruh tubuh gemetar dan lidah yang seperti dipelintir awalnya, memberanikan diri mengajak bicara sang leader, Kim Junmyeon yang semua orang tahu, ia idolakan setengah mati. Sementara anggota Sixey yang lain tampak bersiap-siap di ruang make up, mereka sebentar lagi akan tampil. Dari panggung, bisa terdengar riuh penonton yang histeris dan tepuk tangan membahana, salah satu kelompok terbesar dan legendaris di Korea rupanya sedang membawakan salah satu lagu mereka, Heaven.

"Tentu, aku adalah penggemar berat kalian, Oppa!" Junmyeon tertawa hingga lesung pipinya yang mungil terlihat meski ia selalu tertawa sambil menutup mulut. Cukup feminin. Tapi yang perlu disesalkan adalah cara dia tertawa, yang meski manis, namun jumlahnya terlalu sering dan terlalu nyaring. Bahkan ia tertawa untuk hal-hal yang tidak lucu.

"Benarkah? Kau salah satu fansku?" Lay menyambar, binar-binar kebahagian secara otomatis terpancar di matanya.

"Err... sebenarnya, aku fans Chanyeol," Junmyeon bergumam tidak nyaman, sementara Lay hanya bisa menjawab dengan anggukan, tidak bisa menahan wajahnya agar tidak merona malu.

Lay buru-buru pamit kembali ke ruang rias, pura-pura minta dibenarkan dandanannya. Meninggalkan Kris, melewati Zitao dan Jongin yang semuanya cekikikan setelah menguping obrolan barusan. Ia duduk dengan cemberut di samping Chanyeol, objek yang membuat Lay dipermalukan barusan. Salah satu yang tertinggi di Sixey itu tanpa mau tahu apa-apa, terus saja sibuk keranjingan bermain game di laptopnya.

Luhan, salah satu personil dengan jumlah penggemar paling banyak FSGarden, thanks to his deer eyes, melirik dari sudut matanya ketika ia berlalu melewati ruang rias Sixey untuk meminta sedikit di kantin. Diam-diam berharap, sedikit, sedikiiit saja bisa mendapat sekilas siluet sang maknae grup tersebut, Oh Sehun. Pria yang... sejujurnya, ia idolakan sejak awal debut, sebelum ia sendiri bahkan menjadi trainee. Tapi pintu itu tertutup rapat sekarang setelah Kris masuk, dan Sehun bahkan tidak pernah terlihat keluar dari ruang gantinya. Ah, sialan.

Bruk!

Gadis itu oleng, nyaris jatuh. Ia terlalu sibuk menatap pintu ruang ganti Sixey sampai lupa memperhatikan jalan dan malah tertabrak sesuatu, atau tepatnya seseorang. Ia pasti telah jatuh dengan pantat yang mencium lantai seandainya orang itu tidak memegang pinggangnya dengan refleks. Secara sopan, Luhan melepaskan diri dengan mundur satu langkah lalu membungkuk.

"Terimakasih," gumamnya tanpa melihat siapa orang itu. Begitu ia mendongak, hal yang seharusnya sudah ia lakukan sejak awal, mendadak, dunia seolah berhenti berputar.

Sehun berdiri di depannya, memiringkan kepalanya bingung. Pasalnya, Luhan tampak jauh dari kata wajar. Dengan wajahnya yang memucat, dan tatapannya kosong.

"Kau... baik-baik saja?" Ia bertanya.

Luhan berusaha menjawab. Ia sudah berusaha. Tapi ini Sehun di hadapannya dan seluruh sistemnya mendadak tidak bisa berfungsi seperti sewajarnya! Jadi, ia hanya mengangguk setelah jeda yang lumayan. Hal yang kemudian membuat Sehun semakin bingung hingga ia, karena penasaran, menempelkan punggung tangannya di kening gadis bermata rusa itu.

"Kau sakit?"

Refleks, Luhan mundur. Ada semacam sengatan listrik ketika Sehun menyentuhnya. Dan itu... tidak baik. Itu lebih dari yang dapat Luhan terima.

"A-aku baik-baik saja!" Ia menepis tangan pria itu yang masih berada telalu dekat dengan kepalanya demi mencegah dirinya yang menempelkan dahi kembali ke sana atau apa. Ia benar-benar tidak ingin mempermalukan diri di hadapan sang idola! Untuk itu, tanpa basa-basi, Luhan segera beranjak pergi dengan langkah-langkah yang lebar.

Sehun tertinggal di sana. Bersama satu pak minuman yakult dan kerutan di alisnya.

Kenapa gadis itu? Wajahnya aneh... Apa dia membenciku? Apa dia... salah satu antifansku?

Membatalkan niatnya semula—karena percuma, ia tidak akan lagi bisa memasukkan apapun ke perut, tidak setelah ia bertemu Oh Sehun—gadis itu kembali ke ruangan mereka, semua anggota sedang dirias. Luhan mendudukkan diri kembali ke tempat, menatap buku di meja riasnya dan meneruskan mencoba menulis lagu. Tidak berhasil, membuatnya harus mengerang frustasi.

Kenapa Oh Sehun tidak mau menyingkir dari kepalaku?!

Di kursi sebelahnya, adalah Do Kyungsoo, yang membiarkan penata rias melakukan apa saja padanya sementara ia tidur dengan cueknya, tidak peduli dengan betapa berisik keadaan sekitar. Dan di sisi lain, Byun Baekhyun sedang berbincang akrab dengan penata rambutnya sambil mengunyah berbagai makanan. Kebiasaan buruknya, suka sekali mengemil sebelum tampil untuk menekan rasa gugup, tapi yang ada malah akan membuatnya histeris sendiri karena bobot tubuhnya akan naik drastis.

Junmyeon masuk ke ruangan, dan panik segera setelah melihat kelakuan adik-adik kelompoknya itu. Mereka sebentar lagi akan tampil dan tidak ada yang sudah benar-benar siap satupun. Luhan memberinya gelar Nenek Sihir yang menjadi terkenal di kalangan fans—terimakasih untuk sifat cerewet dan mudah paniknya itu.

"Aigoo! D.O-ya! Kenapa kau malah tidur?! Astaga!"

Kan? Ia juga suka berteriak. Gadis itu sekarang sedang buru-buru mendekati Kyungsoo dan membangunkannya.

"Luhan! Kenapa kau pucat?! Unni, tolong rias wajahnya lagi! Dan astaga Byun Baekhyun! Sudah kubilang untuk berhenti makan, kan?! Kalau manager tahu, habislah!"

Junmyeon bolak-balik di ruangan, mengurut kepalanya yang sudah pusing duluan.

"Sekarang Sixey sedang tampil, sehabis ini giliran kita! Kita harus bersiap-siap!"

'ㅅ'

Chanyeol turun panggung paling akhir. Ia tidak begitu memperhatikan jalan di backstage ketika ia menabrak bahu seseorang. Pelan saja. Seharusnya ia bahkan terus saja berjalan tanpa memperhatikan. Tapi sesuatu menahannya. Sesuatu yang aneh. Mungkin aroma gadis itu. Aromanya yang manis seperti vanilla, sekaligus segar seperti embun. Aroma itu... tidak hanya menahannya, tapi memberinya desakan kuat untuk menoleh. Dan saat itulah ia tahu ia seharusnya menyesal telah menoleh. Karena sekarang matanya menatap punggung itu, punggung sempit yang dibalut dress putih selutut, ringan dan melambai anggun di setiap langkah yang gadis itu ambil. Rambutnya digelung namun menyisakan sedikit anak rambut di lehernya, rambut itu menari di udara. Ia menyesal, karena sekarang sulit sekali untuk mengabaikan sosok itu. Ia ingin sekali melihat wajahnya, namun punggung itu hanya menghilang di balik tirai.

"Dan sekarang kita sambut gadis-gadis cantik dan energik ini...," suara MC terdengar jauh, di sambut riuh penonton segera setelah ia mengumumkan, "Four Seasons Garden!"

Ada suara gitar, drum, piano, dan riuh penonton. Chanyeol masih terpaku di tempatnya, dan semakin tidak bisa berpindah di bait pertama lagu itu ia dengar. Suara yang jernih. Jenis suara yang langsung ia putuskan paling ia sukai. Konyol, tapi perasaannya mengatakan, suara ini adalah suara miliknya. Gadis yang sama dengan yang memiliki punggung yang ia perhatikan tadi.

Padahal ia belum melihat wajahnya.

"Di penampilan terakhir ini, kita akan berduet dengan FSGarden, menyanyikan lagu Dream-nya Suzy. Kurasa beberapa menit lagi MC akan segera memanggil nama kita. Nah, kalian sudah siap?"

Kris mengancingkan lengan jasnya dan menatap semua member bergantian. Zitao dan Jongin mengangguk bersemangat dan berteriak serta bertepuk tangan sementara yang lain menggumamkan 'hm' pelan. Di luar panggung masih riuh sekali meski acara saat itu sudah melewati klimaks dan hampir berakhir.

"Tapi... dimana mereka, Hyung?" tanya Zitao. "FSGarden?"

Semua orang mengedarkan pandang, mencari di antara banyak orang berlalu lalang, artis, kru, staf, dengan berbagai kesibukan masing-masing, namun keduanya tidak menemukan satupun dari anggota kelompok yang dimaksud. Padahal saat itu juga terdengar MC memanggil kelompok mereka dan FSGarden.

"Kurasa mereka akan sedikit terlambat. Ayo! Sebaiknya kita duluan saja."

Dan dengan itu keenam anggota Sixey berjalan lebih dulu ke panggung. Sementara Junmyeon dan ketiga member lain sibuk panik di ruang make-up, atau tepatnya Junmyeon saja yang panik sendirian, mondar-mandir ke sana kemari dan tidak bisa berpikir, karena D.O dan Luhan tidak tampak terganggu dengan fakta keterlambatan mereka itu.

"Baekhyun! Dimana Baekhyun?!"

"Eonni!" Orang yang dicari tampak menyembul dari bawah meja rias. "Senarku putus, bagaimana ini?!" Wajahnya yang menatap Junmyeon dari kolong meja, berkaca-kaca begitu begitu persis seperti anak anjing, membuat siapapun tidak akan tega.

Mereka, Four Seasons Garden, bukn hanya girl group yang mengandalkan vokal dan menari dengan centil atau seksi seperti grup-grup wanita lain yang bertebaran sekarang. Konsep yang diusung FSGarden, yaitu gadis-gadis cantik yang pandai menyanyi, menari dan juga memainkan alat musik nyatanya dinilai unik, dengan aksi panggung mereka yang sebagian besar melibatkan masing-masing anggota memainkan instrumennya. Hal inilah yang melambungkan nama mereka bahkan hingga Amerika.

"Aissh, tidak usah pakai gitar. Kau menyanyi saja bersama Oppadeul, okay? Dan Luhan ada apa dengan pakaianmu? Cepat rapikan! Kyungsoo, jangan mencoba tidur lagi, kita sudah terlambat! Aissh, ayo kita pergi sekarang! Sekarang mungkin Oppadeul sudah lebih dulu naik ke panggung! Aigoo, kalian membuatku darah tinggi!"

Junmyeon mengurut keningnya sambil berlari cepat ke arah panggung, diikuti Baekhyun, lalu. Luhan dan Kyungsoo yang saling berbisik di paling belakang rombongan mereka.

"Kau tahu, dia lebih cocok jadi manager kita ketimbang hanya seorang leader," bisik gadis yang berambut ikal berkuncir satu—Luhan.

"Setuju," angguk Kyungsoo.

'ㅅ'

"Yeppeune... oneuldo eojemankeum
Ani oneureun deo yeppeojyeonne
Ireon mareul hal ttaemada noneun
Mat deureun cheok neul ttan yaegireul hae."

(Kau cantik seperti kemarin
Tidak, kau lebih cantik dari kemarin
Ketika aku mengatakan hal seperti ini
Kau selalu mengubah topik, pura-pura tidak mendengar."

Chanyeol mendapat bagian menyanyikan bait pertama lagu tersebut. Ia menarik napas untuk melanjutkan ke bait berikutnya saat sebuah suara menyambung. Bukan suara Lay atau Zitao, tapi ia pernah mendengar suara ini sebelumnya. Suara yang mengingatkannya pada denting lonceng. Suara gadis yang tadi.

"Eojen neomu joheun kkumeul kkwasseo
Jigeun malhaejugin
Ganjireowaseo malhagi silheo
Geuriga ireon geon malhamyeon an daendae."

(Aku bermimpi indah kemarin
Aku tidak ingin memberitahumu
Karena aku terlalu malu
Dan katanya, tidak baik mengatkan pada orang lain hal seperti itu)

Chanyeol mundur selangkah dan menoleh ke sisi dimana suara tadi berasal. Ia menemukan gadis itu di sisinya. Lebih dekat dari yang ia perkirakan. Lebih mengerikan dari yang ia takutkan. Karena wajah itu manis, wajah paling manis yang pernah ia lihat, dengan mata kecil yang manis, dan bersinar, seperti ada bintang. Fatalnya, wajah itu sedang tersenyum, tipis saja, namun tak ayal menambah kecantikannya sepuluh kali lipat. Di bawah cahaya lampu sorot, rambutnya yang digelung seperti berembun, dress putihnya tampak lebih putih dan seolah memantulkan cahaya. Mungkin orang-orang benar, rumor itu benar, artikel yang pernah selewat ia baca, selentingan yang pernah sekilas ia dengar, itu semua benar. Gadis ini... seperti malaikat. Hanya saja ia tidak menampakkan sayap dan lingkaran halo-nya.

Dream dashin kkuji mothaneun
Neomu gibun joheun kkum
Naneun niga kkok geureon geo gateunde

(Mimpi yang tidak mungkin kudapatkan lagi
Ia begitu indah
Kupikir kau hanya seperti mimpi itu)

Beberapa saat Chanyeol tidak tahu apakah ia bernapas atau tidak, berpikir atau tidak. Apakah ia melongo di atas panggung seperti orang bodoh? Ia cukup tertolong karena bagian berikutnya dinyanyikan oleh semua orang sebelum bagian berikutnya menjadi milik Lay dan seorang anggota lain dari FSGarden yang diselingi oleh rap dari Sehun. Chanyeol bahkan baru menyadari keberadaan mereka, anggota FSGarden yang lain bahkan penonton setelah sekian lama. Ia seperti mengalami cacat mental parah cukup dengan menatap gadis itu.

Chanyeol bersyukur ia bisa melanjutkan menyanyi setelah reffrain. Ia kesulitan mengalihkan tatapannya dari gadis itu, dan menemukan, bibir gadis itu mengiringinya bernyanyi. Mereka... bernyanyi bersama. Kemudian saat gadis itu melanjutkan bait Chanyeol lagi, ia kembali membeku karena gadis itu menatapnya. Sepanjang lagu yang ia nyanyikan, gadis itu terus menatapnya. Dan tersenyum samar. Sampai akhir lagu, Chanyeol nyaris tidak bisa menyadari apa-apa lagi sampai gadis itu menghilang dari pandangannya di balik panggung.

Malaikat yang ia tidak tahu namanya.

'ㅅ'

"Cheers~"

Semua bersulang. Ada banyak orang di sana, para idol beserta seluruh staf. Sebuah jamuan minum digelar tepat usai acara yang berlangsung gemilang di bar salah satu hotel bintang lima. Di antara mereka, Sixey dan member FSGarden turut serta memeriahkan perayaan itu. Botol-botol soju berserakan hampir memenuhi meja dengan gelas-gelas kosong yang terus diisi di sekitarnya.

"Semuanya, Aku dan Changmin pulang duluan."

Itu YunHo dari kelompok duo TVXQ, legenda dari setiap legend, yang membungkuk hormat dan menyalami orang-orang. Dengan sopan, ia dan Changmin segera menghilang. Berikutnya, semakin banyak orang berpamitan, namun justru semakin ramai karena semakin banyak yang tertawa dan mabuk.

"Hyung, ayo pulang!"

Zitao berbisik dan menggamit lengan Kris yang duduk di sisinya, sementara Jongin bersandar di pundaknya, setengah sadar dan merengek pulang. Tetapi Lay yang sibuk bercerita tentang hewan-hewan peliharaannya yang tidak hanya meliputi kucing dan anjing tapi juga berupa domba, bebek, ular, bunglon, jangkrik dan berbagai serangga aneh pada siapa saja yang mau mendengar, terlalu banyak tertawa dan bicara hingga tidak menghiraukan bujukan adik-adik kelompoknya.

Chanyeol diam saja, hanya meminum gelas soju-nya sedikit demi sedikit. Ia yakin ia masih cukup sadar, hanya saja, fokusnya diambil oleh gadis yang duduk dua kursi di seberang sebelah kanannya itu. Gadis itu lagi.

Siapa namanya? Byun Baekhyun, kan? Benar itu, kalau tidak salah. Byun Baekhyun menerima itu dan mengucapkan terimakasih pada siapapun yang 'berbaik hati' menuangkan soju di gelasnya untuk kemudian menandaskannya dalam sekali teguk. Sesaat Chanyeol ingin berdecak. Gadis itu... bisakah ia meminumnya? Apakah ia akan mabuk seketika? Ia memperhatikan cara gadis itu minum. Tampak peminum yang baik. Dan Chanyeol cukup terkesiap menyadari gadis itu menghabiskan nyaris dua botol sendirian dalam waktu singkat. Ia bahkan terlihat senang sekali ketika gelasnya kembali diisi. Aneh. Tidak cocok.

Dalam satu kesempatan, gadis itu mungkin menyadari betapa intens tatapan Chanyeol sehingga ia menoleh, membuat Chanyeol salah tingkah dan buru-buru meminum soju-nya. Terus, dan terus. Nyaris tersedak.

Berikutnya, ia dapat menduga pasti ia sudah mabuk.

'ㅅ'

Ketika Chanyeol merasakan separuh dirinya masih cukup sadar untuk dapat bangkit ke kamar mandi dan muntah di sana, ia nyaris tidak memperhatikan orang-orang. Ia mendengar teriakan-teriakan ramai mulai berganti dengan ocehan ngawur yang mulai jarang, mungkin sebagian sudah pulang, dan sebagian lagi pasti sudah terlalu mabuk sehingga hanya tertidur di meja, seperti yang ia lakukan tadi.

Ia muntah dua kali di wastafel terdekat yang bisa ia temukan, membasuhnya benar-benar dan menatap dirinya di cermin dengan mata yang setengah terpejam. Ia teler sekali. Sampai-sampai tidak bisa berpikir di mana ia bisa menemukan Sober Up, obat mengatasi hangover itu. Ia baru akan keluar dari kamar mandi dan kembali ke hyungdeulnya ketika seseorang keluar dari dalam toilet. Hal pertama yang melintas di pikirannya, sebelum ia menyadari bahwa ia salah memasuki toilet wanita adalah, bahwa gadis ini tidaklah asing, gadis ini familiar, meski dalam keadaannya yang sudah tidak lagi bisa menghitung satu sampai sepuluh, ia kesulitan mengingat siapa gadis itu. Hanya terasa tidak asing. Hanya terasa... seperti ia menginginkan gadis itu.

Ia masih menatapnya, karena mengalihkan tatapan dari gadis itu entah bagaimana adalah hal yang tidak terpikir oleh otaknya, memperhatikan gadis itu dalam pandangan kabur, melihatnya berjalan sempoyongan sehingga harus menyangga diri dengan berpegangan di dinding. Ia masih menancapkan pandangannya pada gadis itu termasuk saat gadis itu tiba-tiba jatuh di depan pintu. Chanyeol bersyukur bahwa refleksnya masih cukup baik sehingga ia berhasil menangkapnya, gadis itu terjatuh dalam dekapannya.

'ㅅ'


A/N:
Me: This is going to be a short fic
Also me: *posts over 3k words*

Gimana? Gimana? Ini udah lumayan panjang, dan Sixey udah muncul! Jadi, tolong review ya, biar lebih semangat update!

Question: Kalo kalian harus jadi fans nih di ff ini, kalin mau jadi fans siapa?Sixey atau FSG? Terus, biasnya siapa? Hehehe