BABY SCANDAL

Chanyeol/Baekhyun

Genderswitch

.

"Baekhyun hamil. Dan seperti takdir, mereka bertemu. Lagi."

.

CHAPTER 3


Pria itu menjatuhkan diri di sofa sambil mengusak rambutnya dengan handuk yang bertengger di pundaknya. Tatapannya lurus ke depan, tapi tidak kepada televisi yang sedang ditonton Sehun di sisinya. Ingatan yang sama yang ia dapatkan hampir setiap ia usai bekerja dan menikmati shower air dingin, apalagi ketika berendam, akan menyiksanya. Membuatnya frustasi jika ia mencoba berpikir menggunakan logika. Menghubungkan bahwa malam itu ia menemukan gadis itu dalam keadaan mabuk parah—dan ia memanggil pelayan hotel yang membantunya membawa gadis itu ke sebuah kamar, entah dimana, ia tidak ingat karena Chanyeol sendiri sudah hampir kehilangan keseimbangan tubuh, ia hanya berpikir untuk tidur saat itu—dengan rumor tentang kehamilan gadis itu yang sudah berjalan hamper tiga bulan. Mungkinkah... itu berhubungan dengannya? Rasanya... akan sangat kebetulan sekali. Dan ia ketakutan setengah mati setiap sampai pada kesimpulan bahwa kebetulan itu masuk akal.

"Chanyeol-ah... Yah! Park Chanyeol! Aku sedang bicara padamu, kau dengar tidak?"

Chanyeol baru berhasil mengakhiri masa transnya begitu Sehun mengguncang-guncang pundaknya, tampak keheranan dengan satu alis terangkat menatap Chanyeol.

"Huh? Kau bicara apa memangnya?" tanya Chanyeol. Ia bahkan lupa mempermasalahkan kurangnya kata 'hyung' pada kalimat si maknae tidak sopan barusan.

Sehun, dan Jongin—duo-tak-terpisahkan-yang duduk di sisinya beriringan mengeluarkan desah dibuat-buat. Padahal mengulang bicara satu atau dua menit tidaklah sesusah yang diperkirakan.

Jongin mempermainkan ponselnya lagi.

"Kami bicara soal Baekhyun. Kita kan tidak mungkin mengabaikan berita itu, semua orang membahasnya, dan kita cukup mengenalnya, kan? Terutama Yixing hyung karena mereka pernah menjadi trainee bersama-sama, aku bertaruh media pasti sedang mengincar Yixing hyung untuk dijadikan sumber bahan berita," papar pria berkulit eksotis berjuluk dance machine itu, lebih ringkas dari sebelumnya.

"Aku tidak bisa menebak apa yang akan Yixing hyung katakan, kau tahu kan dia bicara suka seenak perutnya saja?" Sehun menimpali. "Menurutmu dia akan mengatakan apa?... Hei, Chanyeol-ah, aku masih bicara denganmu, kenapa kau melamun lagi?!"

Tersadar lagi, Chanyeol buru-buru menggeleng. "Tidak, aku tidak melamun."

"Tapi wajahmu jelas-jelas menunjukkannya," Jongin menyeringai. "Sedang melamunkan hal jorok, ya?"

"Itu sih kau," cibir Sehun. Begitu-begitu, meskipun Chanyeol punya wajah paling mesum dan tinggi yang mubazir, ia tahu siapa yang lebih mesum di antara si tiang listrik itu dan Jongin, pria yang suka ia pergoki sedang menonton adegan kimochi dengan tangan di bawah selimut.

"Aku bilang aku tidak melamun!" rapper bersuara dalam itu menangkis lagi. Lebih keras dari yang diperlukan.

"Baiklah. Baiklah. Kenapa sampai berteriak sih," Jongin cemberut.

"Tidak usah bertengkar," Kris yang entah kapan duduk di hadapan mereka menengahi, sementara matanya masih terpaku pada layar ponselnya. "Barusaja Manager hyung mengirimi pesan, katanya syuting bersama FSGarden jadi dilaksanakan lusa!"

"HAH?! Yang benar?!"

Sesaat perhatian Jongin dan Sehun segera teralih dari Chanyeol, kepada sang ketua dan berita yang ia bawa. Wajah mereka secara drastis berubah menjadi campuran antusiasme dan penasaran. Dalam otaknya sudah terpatri berbagai pertanyaan yang bisa ia ajukan pada si Byun Baekhyun itu. Sementara, tiba-tiba saja dari arah dapur, terdengar tepuk gembira dan sorak sorai.

"Woohoo! Akhirnya aku bisa bertemu mereka!"

Lay, siapa lagi memangnya orang yang akan seheboh itu jika berhadapan dengan FSgarden tampak muncul dari ruang makan, menenteng setoples kacang yang ia hambur-hamburkan dengan gembira. Untung saja ia tidak berguling-guling dilantai untuk mengekspresikan kebahagiaannya.

"Yang kau maksud bertemu dia, kan hyung?" sindir Jongin.

Tidak perlu diberitahu dia itu siapa, semua orang sudah mengerti dan hanya bisa berdecak oleh sikap Lay. Dia itu... benar-benar tidak peduli dengan berita, ya? Bahkan pada teman dekatnya waktu masih menjadi trainee. Ia hanya bisa peduli pada hal-hal yang berhubungan dengan Kim Junmyeon itu. Benar-benar.

Hanya Chanyeol sendirian yang merasakan ketidaknyamanan dalam ruangan itu, dengan segera ia bangkit dan melangkahkan kaki menuju kamarnya. Tiba-tiba saja... ia ingin sekali tidur sehingga tidak usah memikirkan apa-apa.

'ㅅ'

"Makanan...baju ganti... Hm... handuk... Hei, hyung! Apalagi yang harus kubawa?" Zitao tampak mengemasi barang-barang milik anggota yang lain sementara para pemilik koper hanya bersantai di depan televisi setelah menabung sarapan di perut mereka.

"Kenapa membawa semua itu? Kau pikir kita akan piknik?" tegur Kris sambil tangannya menepis tangan Sehun yang mau merebut remote televisi adalah Kris Territory, daerah kekuasaan Kris, mereka terutama si maknae bangsat harus tahu itu.

"Boneka beruangku! Kau sudah memasukkannya? Aku tidak bisa hidup tanpanya," jawab Jongin. Ia selalu berkoar-koar bahwa apapun yang berbau beruang (kecuali beruang asli) adalah bagian dari dirinya, belahan jiwanya.

"Aku cemburu, kau bahkan bisa hidup baik tanpaku," Sehun mencibir, membuat yang lain hanya geleng-geleng kepala. Duo-TakTerpisahkan sekaligus Duo-Tukang-Flirting-Di-Atas-Panggung yang sering dijadikan fans sebagai subjek dari fanfiction yaoi yang sering mereka buat dan edarkan di situs online itu memang hobi sekali bermain drama pasangan, di manapun.

Jongin meringis dan mengembalikan bungkus snack keripik kentang yang baru ia pungut kembali ke atas meja. Alih-alih makan snack seperti rencananya, ia mendekat pada Sehun untuk menyenggolnya pelan. "Kau bicara seolah-olah aku benar-benar bisa hidup tanpamu."

Sehun baru akan membuka mulut saat Lay lebih dulu menyelanya. "Kalian berdua, hentikan. Aku tidak mau kembali ke toilet mendengar kalian." Yang hanya ditanggapi dengan cibiran oleh Sehun dan Jongin.

Kris, sang leader, hanya tertawa melihat kelakuan para member sembari diam-diam memasukkan ayam goreng entah milik siapa ke mulutnya,. Dengan tangan berminyak, ia menepuk perut Lay yang setengah bersandar setengah berbaring pada sofa. "Sudahlah. Ayo kita berangkat, aku tidak sabar ingin bertemu FSGarden. Pasti akan menyenangkan. Apalagi... cuaca hari ini sedang cerah! Iya, kan, Chanyeol?"

Chanyeol tersedak. Ia sudah berusaha tidak mendengarkan dan pura-pura sibuk meminum air mineral di depan kulkas, tapi kenapa sekarang si antifan ayam palsu itu membawa-bawa namanya?

"Eh? Ya... Hari ini cerah," jawabnya seadanya sambil tersenyum canggung.

Jongin memutar bolamatanya. "Chanyeol-ah! Kau salah minum obat?!"

Semua orang bertanya hal yang sama. Respon dari Chanyeol tadi... asal tahu saja, itu aneh sekali. Jika itu Kris Wu, maka it adalah sebuah kewajaran, pria itu entah terlalu sarkastik atau hanya sedang berusaha membangkitkan semangat (tentu saja tidak pernah berhasil) dan setiap hari mengatakan tentang hari yang cerah. Atau jika itu Lay, yang seringnya hidup di negri dongeng. Tapi ini Chanyeol, dan Chanyeol rasanya hampir tidak pernah seaneh itu. Ia hanya akan mematahkan ucapan Kris atau yang lain dengan mudah. Ia adalah ahli mengolok-olok orang secara pedas dan keras kepala. Jika satu orang mengatainya soal satu hal, ia akan mengatai orang itu sepuluh hal, sepuluh kali lebih menyakitkan. Dan Chanyeol yang ini... benar-benar aneh.

Dia tidak pernah se-blank ini. Dan semua orang penasaran kenapa.

'ㅅ'

"FSGarden... FSGarden... aku benar-benar tidak sabar bertemu mereka!"

"Yak! Lay hyung. Bisa kau hentikan itu? Kau mengatakannya sudah ratusan kali! Telingaku sampai berasap mendengarkannya," Jongin menggerutu. Ia memperbaiki posisinya yang saat itu tengah bersandar dengan kepala ia rebahkan ke pundak Sehun. Hari itu hari pertama Sixey syuting bersama FSGarden dan semua orang tahu mereka semua bersemangat.

"Diamlah. Kau itu tidak sopan sekali pada Hyung!" Lay berseru lebih galak. Ia bangkit dari duduknya di jok paling belakang demi menggeplak kepala Jongin yang duduk lebih depan. "Kau mau telingamu benar-benar berasap, ya?!"

"Hyung! Appo!"

"Hyung! Kepalanya sakit," Sehun membela, mengelus kepala Jongin yang mendapat pukulan manis tadi. Smeentara Lay mendengus. Dua orang ini, mereka pikir mereka kembar yang terpisah, semacamnya? Atau parahnya, suami-istri?

"Astaga. Kalian berisik sekali!" Kris menyela galak dari barisan kursi tengah, membuat suasana mendadak hening.

"Hei, kalian. Dengarkan aku." Kim Minseok, manager Sixey berwajah super imut seperti idol yang tengah menyetir menyela. Di sebelahnya, seorang VJ sudah menyalakan kameranya menyorot Sixey di bangku belakang. "VJ akan meliput kalian dalam perjalanan sebentar. Satu persatu dari kalian, sampaikan perasaan kalian saat akan bertemu FSGarden dan syuting Home Sweet Home bersama mereka."

"Aku duluan?" Lay mengacungkan tangan.

"Hyung, kau terus yang duluan!" Jongin mendebat.

Dan sebelum mereka memasuki pertengkaran babak berikutnya, Manager Kim, yang tampangnya tidak ada galak-galaknya terutama dengan perawakan mungil dan wajah balita itu, menyela dengan nada tegas dan memerintah. "Ya, kalian. Pokoknya secara bergantian. Semua orang mendapat bagian."

"Ne!" Semua orang menjawab serempak.

"Baiklah, mulai dari yang duduk di depan saja," ujar sang VJ. "Siap? Camera... rolling... action!"

Dimulai dari Zitao yang duduk paling kanan, lalu Sehun dan Jongin, kemudian Lay. Secara bergantian mereka memberikan kesan-kesan singkat bagaimana perasaan mereka saat akan syuting bersama girlband satu itu. Hanya Lay yang mengambil sedikit lebih banyak waktu bercerita tentang kamarnya yang dipenuhi poster Kim Junmyeon.

"Perasaanku... sejujurnya sedikit gugup," Pria itu memulai gilirannya. Ia tersenyum tampak malu-malu ke arah kamera dengan lesung pipinya yang seluruh-dunia-juga-tahu-betapa memikat-nya itu. Wajahnya selalu tampak sangat tampan jika dihadapkan dengan kamera, "FSGarden adalah kelompok wanita yang sangat populer di Korea, bahkan di seluruh dunia. Mereka kesemuanya cantik dan berbakat. Dan jujur saja, ini membuatku... sedikit gugup. Aku lupa untuk berlatih bagaimana berbicara di hadapan gadis-gadis itu." Ia tertawa kecil. Dan semua orang tertawa. Semua orang kecuali Jongin, yang menatapnya dengan pandangan... jika itu digambarkan dalam sebuah manga, maka akan terlihat mata yang datar dengan garis-garis suram dan peluh di dahinya. Bagaimana bisa dia bersikap manis sekarang? Dan parahnya, survei penggemar terakhir yang membandingkan antara dirinya dengan Lay aka Zhang Yixing, dimenangkan mutlak oleh sang Pangeran China.

Kemudian tiba giliran Chanyeol yang duduk di pojok belakang. Selama giliran yang lain, sang rapper multitalenta itu tidak mengatakan apa-apa, bahkan tidak memfokuskan matanya pada kamera. Ia tampak... melamun? Lagi-lagi. Kris menyenggolnya, yang akhirnya membuatnya tersadar dan menampakkan sedikit kepanikan.

"Apa sudah giliranku?"

"Ya. Tentu saja. Kemana saja pikiranmu?" Jongin sewot. "Sekarang bagaimana perasaanmu akan bertemu empat wanita secantik dan seimut FSGarden?"

"Aku... aku tidak tahu. Aku gugup sekali sampai tidak bisa mengatakan apa-apa."

Kalimat yang singkat. Siapa yang tahu Chanyeol sedang bersungguh-sungguh saat membicarakannya? Semua orang memberinya applause dan sorakan, seorang Park Chanyeol telah berhasil membuat suatu kalimat yang manis dan terdengar tulus. Yah, memang tulus, sih. Ia benar-benar gugup, namun ini bukan dalam arti yang bagus. Ketika ia meraba dadanya, jantungnya terasa seperti hampir meledak. Bahkan semua ini terasa seperti bom waktu yang sedang memasuki detik-detik akhir.

"Bagus sekali Chanyeol. Bagus sekali kalian semua," puji manager mereka, Kim Minseok. Ia bertepuk tangan dengan sangat kencang sebelum ingat untuk kembali menyetir. "Nah, kita sudah hampir sampai. Selanjutnya mari lanjutkan syuting di dalam."

"Sudah sampai? Woaah!" Lay bersorak. Begitupula semua orang.

Terkecuali Chanyeol. Karena sebentar lagi... rasanya sebentar lagi ia seperti akan meledak.

Chanyeol tidak tahu bagaimana otaknya dapat bekerja dalam situasi seperti sekarang.

'ㅅ'

Sambutan yang diberikan para kru dan para anggota FSGarden sangatlah meriah. Selama beberapa saat, semua orang larut dalam hiruk-pikuk, saling memperkenalkan diri satu sama lain. Chanyeol menemukan dirinya tidak ingin bicara dengan siapapun, dan memilih berdiri di sudut sebelum Yixing tahu-tahu menariknya. Diseret Yixing untuk bicara dengan sekian banyak orang asing rasanya tidak terlalu menyenangkan, tapi Yixing bahkan menyeretnya ke tempat yang paling buruk, paling ingin ia hindari.

"Chanyeol-ah, ini adik yang ingin sekali kutukar tambah denganmu, Bee," ujar Yixing, tidak ada waktu untuk tersinggung bagi Chanyeol. "Ayo sapa mereka!"

Chanyeol tersentak. Melihat gadis ini untuk pertama kali ketika ia baru masuk rasanya sudah berhasil merontokkan sistem pernapasannya, membawakan rasa gugup dan bersalah luar biasa yang tidak ia mengerti dari mana asalnya. Kemudian tahu-tahu gadis itu di depannya, Chanyeol tidak tahu apa ada yang lebih buruk lagi. Setelah membersihkan tenggorokannya yang terasa seakan disumbat kapas, Chanyeol membungkuk pelan dan mengulurkan tangan. "H-halo. Ch-Chanyeol imnida."

Ada perasaan semacam dinilai yang menyerang Chanyeol beberapa detik setelah ia memberikan salam pada gadis itu. Ia merasa lututnya gemetar dan peluh sebesar gigi Jongin membasahi tubuhnya dibalik kemejanya yang dilapis jaket. Mungkinkah gadis itu... mengenalinya? Jika ya, apa yang kira-kira dilakukannya? Mencekik Chanyeol? Tidak, itu agak tidak masuk akal. Lebih mungkin jika ia berteriak mengadu pada Yixing dan saat itu juga Yixing akan melempar Chanyeol ke penggorengan. Ya, itu sangat mungkin terjadi.

Satu detik. Dua detik. Tiga... rasanya lebih dari seabad hanya untuk Chanyeol menunggu respon dari gadis itu yang tidak kunjung muncul. Perlu keberanian ekstra untuk coba balas menilai mimik gadis itu lebih dulu. Polos. Wajahnya tidak menampilkan kerut atau ekspresi apapun. Lalu, saat Chanyeol berkesimpulan bahwa ia bisa kencing di celana dengan situasi ini, gadis itu—Byun Baekhyun—tersenyum dan mengulurkan tangan. Senyumnya... manis. Dan ah, sial! Masih sama seperti pertama kali ia melihatnya di atas panggung.

"Aku Byun Baekhyun. Senang bertemu denganmu, Chanyeol-ssi!"

Senyum itu berkelebat buram. Sekeping ingatan yang terbuka. Tentang malam terkutuk itu. Astaga! Ini tidak benar, kan? Bukan aku, kan? Chanyeol berusaha meyakinkan diri. Namun kenyataannya, ingatan itu justru semakin jelas. Gadis yang sama, dengan senyum yang sama, namun dalam suasana berbeda. Ruangan kala itu terasa remang. Dan tidak ada suara berisik, tidak ada suara apa-apa selain igauan yang ia keluarkan sendiri. Gadis itu juga mengigau, yeah, sambil sesekali tersenyum dan tertawa meski Chanyeol tidak ingat lagi alasannya. Yang kemudian bisa ia ingat hanya... bulu mata lentik membingkai matanya redup, kadang terpejam. Bibirnya yang basah dan bengkak. Lehernya yang dihias bercak ungu kemerahan. Dan gaunnya... tunggu! Ia memakai gaun apa? Ia... tidak memakai gaun saat itu. Tidak gaun, tidak kaus, tidak piyama. Ia... tidak memakai sehelai kain apapun...

"Otak mesum! Jangan menatapnya seperti kau akan memakannya!" Kris tahu-tahu muncul dan menggeplak kepala Chanyeol, secara tidak sengaja menarik kembali kesadaran Chanyeol. Dan sebelum rohnya Chanyeol terkumpul semua, Lay sudah mendorong dan menggeser posisi Chanyeol sebelum ia juga mengulurkan tangan. "Giliranku. Hei, Baekhyun-ssi. Kita belum bersalaman!"

Mulai detik itu, semua yang didoakan Chanyeol dalam hati hanyalah semoga ini hanya khayalannya semata, dan semoga ingatan yang sama tidak datang pada gadis itu, Baekhyun.

'ㅅ'

DIGOSIPKAN HAMIL, BYUN BAEKHYUN TETAP JALANI SYUTING BERSAMA FSGARDEN DAN SIXEY?

[10/02/2019] Meskipun tengah diterpa isu tidak menyenangkan mengenai dirinya yang dikabarkan tengah berbadan dua, yang bahkan hingga saat ini belum mendapat konfirmasi dari pihak agensi, Byun Baekhyun, vocalist dari grup wanita populer Four Season Garden terlihat sedang menjalani syuting sebuah program reality show terbaru bersama Sixey, yang dijadwalkan akan tayang minggu depan.

Mengenai kasus kehamilan itu sendiri, publik masih bertanya-tanya namun Byun Baekhyun enggan ditemui oleh wartawan. Sementara pihak agensi seolah berpura-pura tidak tahu menahu mengenai kabar tersebut.

Apakah benar gosip tersebut? Bagaimana program realiti terbaru yang diikuti kedua grup populer ini? Nantikan berita berikutnya.

.

'ㅅ'

.


A/N: Seperti biasa, komen sebagai netizen ya hehehe. Entah sebagai fans, antis, atau apapun itu. Review mengenai storynya juga ditunggu loh, kritiklah dengan bahasa yang bersahabat.

Dan kalau mau ikutin info tentang cerita saya, mungkin bisa follow Instagram specialnay. Thank you :D