BABY SCANDAL

Chanyeol/Baekhyun

Genderswitch

.

"Baekhyun hamil. Dan seolah takdir berkomplot, mereka bertemu dalam Home Sweet Home."

.

CHAPTER 4


DIGOSIPKAN HAMIL, BYUN BAEKHYUN TETAP JALANI SYUTING BERSAMA FSGARDEN DAN SIXEY?

[10/02/2019] Meskipun tengah diterpa isu tidak menyenangkan mengenai dirinya yang dikabarkan tengah berbadan dua, yang bahkan hingga saat ini belum mendapat konfirmasi dari pihak agensi, Byun Baekhyun, vocalist dari grup wanita populer Four Season Garden terlihat sedang menjalani syuting sebuah program reality show terbaru bersama Sixey, yang dijadwalkan akan tayang minggu depan.

Mengenai kasus kehamilan itu sendiri, publik masih bertanya-tanya namun Byun Baekhyun enggan ditemui oleh wartawan. Sementara pihak agensi seolah berpura-pura tidak tahu menahu mengenai kabar tersebut.

Apakah benar gosip tersebut? Bagaimana program realiti terbaru yang diikuti kedua grup populer ini? Nantikan berita berikutnya.

[+1291, -29] DASAR MEDIA JULID!
LET BYUNBAEK ALOOONE!
Jangan bikin program Home Sweet Home gagal tayang gara2 gosip kehamilan Baekhyun deh -_-"
Aku fans beratnya Sixey dan FSgarden! Bias ku Sehun, Luhan dan Kris..
Ak HunHan shipper kelas berat! Aku menanti momen2 mereka pas syuting. Aku yakin banget Kris diem2 suka Luhan...
Wohooo.. Aku iri sama Luhan bs diperebutkan 2 pria tampan!
Dan ByunBaek fighting yaa! Klo bener hamil jangan sampai kelelahan.. aku selalu mendukung mu apapun yang terjadi! :)

[+924, -321] wahai antifans,lihat itu! uri cheonsa tetep beraktifitas,itu artinya dia tidak hamil! mengapa kalian begitu bersemangat membuat namanya jadi buruk? dasar para manusia penuh iri dengki!

[+811, -27] Kalau Baekhyun-ssi masih menjalankan syuting berati berita hamil nya dia bohong dong?
Baekhyun-ssi fighting!

[+797, -18]syutingnya Baekkie secara tidak langsung telah mematahkan kemungkinan hamil itu, itu adalah persepsiki meski aku fans SIXEY

[+92, -21] Sixey Oppa aku tidak sabar meliat kaliaan, Chanyeol oppa aku Merindukanmu

'ㅅ'

"Camera... Rolling... Action!" PD acara itu berteriak melalui toa, dan secara bersamaan, kamera serta audio menyala sementara para kru mengambil posisi masing-masing demi menyorot para pemain di depan layar.

"Selamat sore para pemirsa yang sudah menantikan acara ini. Selamat datang dalam episode pertama variety show yang sudah ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Korea dan mungkin dunia—"

"Dunia? Kau yakin, hyung?" seorang rekan—yang jauh lebih muda dengan senyum di pipinya yang agak chubbymenyela. Kamera menyorot wajahnya penuh dan niscaya, penonton yang akan menyaksikan acara mereka nantinya, terutama kaum ibu-ibu akan tahu siapa dia tanpa perlu diberitahu.

"Tentu saja! Kita ini 'kan terkenal—"

"Menurutku itu karena kedua grup yang bergabung bersama kita, hyung-nim," tandasnya, telak. Membuat ekspresi terserang di wajah Jaesuk. PD-nim segera berbisik pada asistennya untuk menambahkan efek agar terlihat lucu nantinya di dalam video.

"Kau ini tidak bisa melihatku bahagia sedikit saja, ya?! Apa kau dendam padaku?! Mau berkelahi?!" Jaesuk menyingsingkan lengan baju, menampakkan lengan yang minus otot, membuat rekannya segera tergelak dan menurunkan kembali lengan baju Jaesuk.

"Hyung! Hahahah berhentilah mempermalukan diri sendiri hahaha."

Lee Seunggi, aktor yang populer berkat beberapa judul drama komedi romantis yang pernah ia mainkan, dan semuanya menuai sukses besar yang melambungkan namanya.

"Yah berhentilah mengolokku!"

Dan, setelah beberapa guyonan dan lempar-melempar kata-kata pedas kemudian, yang sepertinya harus dipotong karena durasi, mereka pun memulai kembali perkenalan mereka.

"Selamat sore para pemirsa yang sudah menantikan acara ini. Selamat datang dalam episode pertama variety show yang sudah ditunggu-tunggu pemirsa dan penggemar. Bersama saya, Yoo Jaesuk sebagai pemandu acara, dan rekan saya—"

"Lee Seunggi," Seunggi berpose tampan.

"Kami berdua, dan ber—" Yoo Jaesuk mengedarkan pandang sebentar, menghitung jumah orang di belakangnya, "—bersepuluh orang ini,akan menemani dan mewarnai hari-hari kalian dengan keceriaan. Dalam variety show—" Ia memberi kode pada Seunggi sehingga mereka mengucapkan acaranya bersama-sama dengan bersemangat. "HOME SWEET HOME! Sebuah variety show dimana keenam member dari Sixey akan bergabung bersama keempat member FSGarden untuk mengurus sebuah rumah bersama-sama.

"Di belakang kita, kita menyaksikan ruang apartemen yang besar ini, yang akan digunakan selama proses syuting. Inilah rumah baru mereka. Nah, di episode pertama ini, Seunggi, pertama-tama mereka harus bekerja sama membereskannya."

Seunggi mengangguk. "Eoh. Seperti yang kita lihat, rumahnya berantakan sekali ya, hyung? Seperti habis kena bom!"

"Ya, mereka sudah bekerja keras untuk sengaja menghancurkannya, lihat, bahkan siapa yang menaruh celana dalam PD-nim di atas meja?" seloroh Yoo Jaesuk, membuat seisi ruangan tertawa sejenak.

"Tapi itu pink, hyung! Kukira itu celana dalammu!" Lay menyela.

"Oh tidak," Jaesuk menyahut dengan percaya diri. "Aku yakin itu bukan punyaku. Punyaku yang berenda!"

Sekali lagi, seruangan riuh dengan tawa.

"Nah, nah," setelah berhasil mengatasi tawanya, ia membaca kartu di tangannya kemudian dengan tersenyum Seunggi melanjutkan. "Hyung, dan para pemirsa, mereka akan diberi waktu empat puluh lima menit untuk membersihkan, merapikan dan mengaturnya sehingga layak terlihat sebagai sebuah rumah."

"Karena kalian ada sepuluh orang, dan kita akan membagi menjadi tiga kelompok... maka akan ada satu kelompok yang terdiri dari empat orang. Dan karena kelompok ini akan bertahan selama beberapa minggu sampai kalian sendiri nanti yang menggantinya, maka supaya adil, kita akan mengundinya, iya, kan hyung?"

Yoo Jaesuk menggangguk pada Seunggi. "Benar. Dan ini akan menjadi kompetisi untuk masing-masing kelompok nantinya. Kelompok yang pertama menyelesaikan tugasnya dan dalam waktu yang ditentukan, akan mendapatkan hadiah."

"Apa hadiahnya, hyung?" Seunggi menggoda.

"Hadiahnya menarik sekali, Seunggi-ya. Seandainya aku tidak dibayar sebagai MC, aku pasti sudah ikut berkompetisi. Hadiah yang disediakan adalah voucher menginap dua hari satu malam di Hotel berbintang lima di tambah hadiah emas!"

"Woaaaa!" Semua orang bertepuk tangan antusias. Beberapa telinga bahkan berdiri, tergiur dengan hadiah yang ditawarkan.

"Untuk yang kalah, atau yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan benar dalam waktu yang ditentukan tadi, mereka akan mendapat hukuman! Apa itu? kita lihat saja. Haha. Yang jelas kalian akan merasa kapok karena kalah."

"Sekarang, mari kita membagi kelompok!"

Seunggi lalu mengambil dan menaruh di atas meja sebuah kotak menyerupai akuarium, hanya satu bagian yang dibuat transparan sehingga kamera dapat menangkap isinya sedangkan para peserta tidak karena tiga bagian lainnya tertutup alas hitam.

Setelah semua orang sepakat tentang ladies first, atau para gadis akan mengambil bolanya lebih dulu, para member FSGarden pun mulai berbaris, dengan Kim Junmyeon yang mengambil kesempatan pertama.

"Aku gugup sekali," ujarnya, memasukkan tangannya ke dalam kotak namun segera menariknya kembali tanpa hasil.

"Junmyeon-ah~ tidak ada yang perlu kau takutkan. Kau bukannya sedang memilh jenis hukuman mati." Seunggi tampak kesal dibuat-buat, sehingga semua orang terbahak.

"Baiklah. Baiklah," jawab gadis itu, masih kesulitan meredakan senyumannya. Ia akhirnya dengan mantap mengambil salah satu bola dan mengepalnya erat, lalu dengan dramatis membukanya hingga menunjukkan bahwa dia mendapatkan bola berwarna biru.

"Woaaah. Jadi bola biru, ya. Berarti Junmyeon akan menjadi group biru. Tinggal menunggu anggotamu, ya," ujar Jaesuk. "Nah, sekarang giliran member yang cantik ini, yang kemarin sempat menghebohkan media karena—ugh!"

Yoo Jaesuk tersedak dan meringis sekaligus, pasalnya, Seunggi menginjak kakinya. Jaesuk sudah akan melancarkan protes, namun segera sadar bahwa memang ada yang salah dengan ucapannya. Seharusnya ia tidak membawa-bawa gosip itu, kan? Melihat wajah tidak nyaman Baekhyun sekarang, ia jadi tidak tega.

"Baiklah, silahkan Byun Baekhyun. Giliranmu."

Baekhyun maju selangkah menghampiri kotak. Tangannya dimasukkan dan tampak mengaduk-aduk bola di dalam sana sebelum beberapa detik kemudian dengan cepat ia mengambil satu bola dan memperlihatkannya pada semua orang.

"Merah! Aku suka merah," komentar Seunggi.

"Kami tidak bertanya," balas Kyungsoo yang berdiri di sisinya, membuat semua orang tertawa lagi. Semua anggota dan penggemar tahu bahwa si maknae bisa kejam kadang dengan ucapannya, candaan yang ia ucapkan dengan wajah super tenang dan imut miliknya. Namun Seunggi tidak tahu dan itu membuatnya mencengkeram dada dengan erat karena kaget. Senyuman sabit Sehun berikutnya membuat pria itu akhirnya mampu bernapas lega.

"Astaga D.O-sshi, kau kejam juga."

"Itu masih belum seberapa, Oppa," Junmyeon terkekeh. Kami terutama Baekhyun setiap hari menjadi korban D.O. Seseorang tolong panggil 911?"

Ucapan yang dikatakan Junmyeon dengan tawa itu membuat suasana hening sejenak, lalu Seunggi tertawa canggung sementara anggota yang lain harus mengernyit malu. Junmyeon seharusnya terlarang dari percobaan membuat guyonan apapun.

"Baiklah kita lanjutkan agar tidak membuang waktu!" Jaesuk segera mencairkan suasana. "Lalu Xi Luhan, si mungil kita. Ayo sini jangan malu-malu."

"Xi Luhan dan Oh Sehun," Seunggi berkomentar. Ia melirik Sehun yang berdiri di samping Luhan, hanya terpisah jarak satu meter. "Ayo berdiri lebih dekat! Kemarin aku melihat thread, hyung. Ternyata mereka adalah pasangan yang sangat populer di kalangan penggemar. Mereka menyebutnya HunHan. HunHan ship!"

Luhan menoleh, melepaskan bola merah yang tadi dipegangnya di dalam kotak. Sekarang wajahnya yang memerah, yang ia harap tidak disadari siapapun. "S-ship apa Oppa?"

"Memangnya kau tidak tahu? Para penggemar sangat menginginkan kalian bersama. Sehun... dan Luhan... HunHan. Aku tidak tahu kenapa, tapi menurutku kalian sangat cocok!"

Sehun tersedak. Sementara Luhan... matanya mencari sekitar, berusaha menemukan pintu kemana saja dan menghilang ke kutub utara sekarang juga.

"Kau itu sedang bicara apa, sih, Seunggi-ya? Threaad thread apa?" Jaesuk menimbrung.

"Hyung, kau itu sangat tidak anak muda sekali. Pokoknya, aku sering melihat foto edit dan fanfiction tentang mereka!"

Plak! Sebuah geplakan mendarat di kepala aktor muda itu, terimakasih banyak untuk Yoo Jaesuk. "Itu kan hanya pemikiran penggemar saja! Kau tidak lihat memangnya wajah Sehun dan Luhan jadi merah begitu?"

"Tidak!" kedua orang yang dibicarakan secara bersamaan menjawab, menimbulkan decakan dan cengiran dari orang sekitar.

"Eii kalian yakin tidak ada ssesuatu di antara kalian?" giliran Jaesuk yang menggoda, tidak tahan melihat ekspresi malu-malu kedua idola muda tersebut. Seandainya ini tayang nantinya, pasti akan dibuatkan garis-garis merah muda di kedua pipi HunHan yang akan membuat para penggemar ship mereka melonjak kegirangan.

"Aku jadi mengambil bolanya tidak, nih?"

Luhan menyela kesal dan salah tingkah, kemudian memasukkan kembali tangannya ke kotak. Kali ini ia tidak memilih bola yang sama. Bola yang ia keluarkan kemudian adalah kuning.

Kyungsoo tidak menyita banyak waktu untuk mengambil bola, tahu-tahu, ia sudah memegang bola biru di tangannya.

"Berarti kelompok biru akan terdiri dari dua orang gadis, ya." Seunggi berkomentar "Wah, berarti akan ada satu pria di sana nanti. Beruntung sekali, ya."

Para annggota grup pria yang mendengar soal berada di antara dua gadis cantik seketika berbinar. Untuk berada di antara gadis gadis secantik Junmyeon dan D.O, mereka sampai berebut dan saling sikut untuk bisa mengambil bola duluan.

"Aku duluan! Aku duluan!" seru Yixing sambil berusaha menyingkirkan Jongin yang seolah sengaja menghalangi jalannya. Terlambat, karena Kris sudah lebih dulu berdiri di depan kotak dengan tangan di dalam sana.

"Kris hyung. Kau kan sudah tampan, dan kau lebih tua dariku. Jadi kau harus mengalah, huh? Aku duluan!" Jongin merengek.

"Tidak bisa. Aku tidak mengenal kata saudara jika menyangkut hal seperti ini."

"Yah! Yah! Kalian tentukan dengan gunting batu kertas saja!" Jaesuk menyeka peluh, setelah berhasil mencegah pertumpahan darah di ruangan itu.

Maka setelah beberapa ronde pertempuran gunting-batu-kertas yang sengit, Zhang Yizing keluar sebagai pemenang. Pria tampan asal China itu memasukkan tangannya ke kotak berharap ia mendapatkan kelompok yang sama dengan Junmyeon. Ia menggenggam setiap bola dan memejamkan mata rapat-rapat, seolah ia memiliki kekuatan supranatural untuk mendeteksi warna benda hanya dengan memegang dan tanpa melihatnya. Ia tahu itu tidak akan berhasil saat ia tampak membuka mata dengan putus asa.

"Jaesuk hyung, bolehkah aku mendapat dispensasi? Biarkan aku melongok ke dalam untuk mencari bola biru!"

"Mana boleh begitu," Jaesuk menyahut dan seolah bisa membaca pikiran Yixing, ia melanjutkan. "Kalau Junmyeon memang takdirmu, kau pasti akan mendapatkan bola birunya, Lay-ya,"

Lay meringis, namun ia kembali memasukkan tangannya dan komat-kamit berdoa. Tangannya gemetar saat ia mengeluarkan kepalan tangannya. Lalu membukanya pelan. Di sana adalah bola merah. Merah! Yup, MERAH! Lay baru disadarkan bahwa dia gagal.

"Tunggu! Tunggu! Ini hanya percobaan. Aku akan memasukkan ini kembali dan mengambil—"

"Minggir, Hyung!" Jongin mencegatnya. Kemudian dengan tampang diganteng-gantengkan dan dicool-coolkan, Jongin mengambil bolanya. Ia mendapat bola kuning. Seharusnya bagus karena kelompok kuning akan terdiri dari empat orang. Tapi di situ ada Luhan... dan Sehun. Dan ia tidak tahu apakah ia akan menjadi obat nyamuk dalam hubungan ini atau justru SeKai ship lah yang menang,

Selanjutnya adalah Kris. Cukup menegangkan saat Kris mengeluarkan bola, karena ia berusaha membuat penonton tegang dengan gerak slow motionnya. Lalu, telapak tangannya terbuka, memampangkan bola... biru. Lay tersedak seketika. Sama seperti Junmyeon.

"Itu... yak! Kris hyung! Ayo bertukar!" Lay berseru.

"Mana boleh begitu, Hyung?" Jongin yang protes.

"Boleh saja. Ayo bertukar Kris hyung. Kau kan sudah tampan—"

"Aku tidak mau bertukar. Maaf, Yixing." Kris tersenyum (sok) sopan yang tetap saja bagi Lay menyebalkan. Tampang Kris bagaimanapun ekspresinya sudah menyebalkan, dan hal itu hanya akan berubah jika saja ia mau bertukar bola.

"Dengan terpilihnya Kris berarti kelompok biru sudah lengkap, ya?" kata Seunggi, dan disetujui dalam bentuk anggukan oleh Jaesuk.

"Dan Lay-ssi, kau terima kenyataan saja, huh?" Mereka tertawa.

"Kau tidak senang satu kelompok denganku, Oppa?" Lay menengok ke samping, pada Byun Baekhyun yang sedang menatapnya dengan mata kecilnya yang seperti anak anjing. Baekhyun manis sekali, kalau bukan karena ingin sekali bersama Junmyeon, ia pasti tidak akan keberatan sama sekali satu kelompok dengan gadis ini.

"Bukan begitu! Aku senang sekali bekerja sama denganmu, Baekhyun-ssi."

"Aku minta maaf kau jadi tidak bersama Junmyeon Eonni. Tapi aku akan bekerja keras, Oppa!"

"Sekarang giliran Chanyeol," kata Seunggi lagi, mengalihkan perhatian semua orang dari drama patah hati Lay. Mendengar namanya disebut, ini mengagetkan Chanyeol, ia lagi-lagi menghilangkah jiwnya entah kemana sehingga kembali tidak menyadari saat sudah tiba gilirannya.

Ia berjalan ke kotak dan berusaha terlihat senatural mungkin.

"Jadi tersisa hanya doa bola, ya, Seunggi-ssi?" Jaesuk berbicara.

"Iya, Hyung. Jika dia mendapatkan bola kuning maka dia akan menjadi bagian kelompok kuning bersama Luhan, Jongin dan Sehun. Jika dia mendapat bola merah, maka ia akan bergabung bersama Lay dan Baekhyun. Sementara Tao, sabar menunggu sisanya, ya."

Seketika, Chanyeol merasa tertohok. Jika ia mendapatkan bola merah... berarti selama syuting ia akan terus berdekatan dengan gadis itu, dengan resiko semua ingatan akan mengganggunya, atau gadis itu akan menyadari lalu mendadak menuduhnya di depan semua orang. Tidak, jantungnya akan menjadi tidak sehat jika berada dekat-dekat gadis itu. Kalau begitu ia harus mendapatkan bola kuning, kan? Persetanlah kalau ia harus bergabung dengan Duo Aneh Menyebalkan. Ia harus mendapat bola kuning, bagaimana pun caranya.

Chanyeol memilih salah satu bola dengan penuh doa dalam hatinya. Ia mengeluarkan tangannya, dan mendadak merasa tidak sanggup melihat isinya.

"Ayo buka, Chanyeol-ah."

Chanyeol tidak bisa. Sampai akhirnya Seunggi maju dan memaksa Chanyeol membuka kepalan tangannya. Adegan ini membuat semua orang tertawa, terkecuali Chanyeol. Ia terjatuh dengan terengah-engah setelah bergulat dan dikalahkan Seunggi. Sekarang tangannya yang berada di tangan Seunggi terpaksa terbuka. Hasilnya? Siapkah kau melihatnya, Chanyeol? Chanyeol memejamkan mata, namun tak mungkin selamanya. Ketika ia membukanya lagi, ia melihat bola... merah.

Astaga! Merah?! Tidak! Tidak! Berarti... ia akan bersama gadis itu. Chanyeol melirik ke arah Baekhyun, gadis itu tampak sedang sibuk melihat ke arah Seunggi. Dan mendadak ia merasakan perasaan yang sama saat pertama melihat gadis itu meski hanya punggungnya. Ia tampak seperti tanpa dosa dengan tawanya yang tidak dipaksakan. Bagaimana mungkin gadis sebaik itu bisa membuat skandal kehamilan? Dan bagaimana mungkin aku? Pikir Chanyeol. Bagaimana mungkin AKU yang melakukannya?

"Sudah ditentukan. Berarti Chanyeol menjadi anggota ketiga dari kelompok merah. Kelompok biru juga sudah lengkap. Berarti," Jaesuk memasukkan tangannya ke dalam kotak, mengambil satu-satunya bola yang tersisa di sana. "Zitao-ssi, ini bola kuningmu," ujarnya seraya melemparnya pada Zitao yang sudah berdiri di ujung.

"Jadi kelompok merah terdiri dari Lay, Baekhyun dan Chanyeol. Kelompok biru ada Kris, Junmyeon, dan Kyungsoo. Sedangkan kelompok kuning ada Luhan, Jongin, Zitao dan Sehun."

Sebagian besar orang tampak puas dengan hasil tersebut. Hanya Lay yang terang-terangan masih memasang tampang sebal, matanya seperti laser yang menyorot Kris penuh ketidaksukaan, yang sayangnya diabaikan saja oleh pria jangkung itu. Dan Chanyeol yang diam seolah udara di ruangan itu bersuhu minus seratus derajat celcius sehingga membekukannya seketika. Baekhyun berdiri di sisinya, mungkin itu alasannya. Ketika Chanyeol mencoba melihat apa yang sedang gadis itu lakukan, ia juga sedang melihat ke arah Chanyeol. Gadis itu memerangkap Chanyeol dalam tatapannya yang tidak bisa Chanyeol artikan.

Buruk. Buruk sekali. Apa yang sudah ia lakukan pada gadis ini, sebenarnya?

'ㅅ'

A/N: Maaf lama ;; Itu komentar Knetznya dari review kalian ya, moga suka hehe. Reviewnya please?