BABY SCANDAL

Chanyeol/Baekhyun

Genderswitch

.

"Chanyeol dan Baekhyun berada dalam garis yang berbeda. Tapi satu saat, garis itu bersinggungan, dan bayi itu hadir, menjadi skandal besar, dan awal segalanya."


Chapter 8


Rupanya, dalam satu jam terakhir, atap adalah menjadi arena perang karena menjadi lahan rebutan. Masalahnya, hanya tempat itu yang paling potensial agar mereka bisa menjemur selimut hingga kering.

Tim Zitao, tidak mau kalah. Setelah putus harapan menjemur di atas pohon-pohon di sekitar apartemen, mereka dengan liciknya memutuskan menjarah tempat yang sudah diklaim kelompok lainnya. Dengan cara sangat tidak elegan mereka memutuskan mengirim mata-mata bernama Kim Jongin dengan misi menerbangkan selimut-selimut lain agar jatuh, kotor, dan dianggap tidak sah. Jongin juga membawa satu selimut bersamanya untuk dikeringkan ditempat orang.

Ketika pria itu datang ke atap dengan tampang paling lugu yang ia punya, ia melihat kelompok Lay maupun kelompok Kris sibuk dengan mencoba berbagai cara mengeringkan efektif. Mereka memerasnya ujung-ujung dengan seluruh tenaga setiap waktu, mengipasinya, hingga menyalakan api di bawahnya. Chanyeol bahkan dengan (entah ini bisa dikatakan demikian) kreatifnya menyapu lantai atap dan berhasil menggelar empat selimut sekaligus di sana. Menurut hematnya, permukaan yang lebar seperti itu akan mempercepat proses penguapan sehingga jemuran bisa lebih cepat kering, Lay hanya mengangguk saja.

Namun, itu bukan berarti mereka bisa tenang dan menunggu hingga selimut kering. Karena kedatangan mara bahaya bernama Kim Jongin yang di susul kroni-kroninya, terjadiah perang besar itu. Baik kelompok merah maupun kelompok biru berusaha mati-matian mempertahankan daerah mereka dan mengusir kelompok kuning. Sempat beberapa kali terjadi semacam acara piknik, gelar dan gulung selimut secara bergantian, dengan keributan dan huru-hara. Yang berakhir pada... seluruh peserta nyaris bergelimpangan tanpa daya karena panas dan lelah berebut.

Tim kuning, dengan beruntungnya, berhasil merebut spot tim merah sehingga mereka harus kembali berkelahi (Luhan dan Kyungsoo yang notabene adalah teman sekamar yang melakukannya, saling tarik menarik kedua selimut) dengan hasil akhir... kedua selimut jatuh. Tepat di belakang gedung apartemen yang merupakan tanah berlumpur. Dan waktunya setengah jam lagi habis!

"Yak! Kau ini! Cepat ganti selimutnya!" omel Zitao sebelum dapat berpikir, saat semua orang masih terpana dengan apa yang terjadi.

Luhan, gadis berkuncir samping itu merengut dan mengusap kedua lengannya yang memerah gara-gara Kyungsoo. Ia sudah merasa akan menangis karena perjuangannya sia-sia sebelum akhirnya sesuatu melintas di otaknya yang sempat ia kira brilian.

"Tenang, Oppa! Aku punya ide!"

'ㅅ'

Jam telah menunjukkan pukul satu siang ketika semua orang telah berkumpul dan Jaesuk beserta Seunggi berada di tengah-tengah mereka. Semua orang sibuk bergumam lelah dan menyeka biji-biji keringat sebesar jagung di pelipis dan seluruh tubuh mereka.

"Waktu telah habis! Sekarang anak-anak ini harus di tidurkan. Dan selimut harus sudah kering. Bagaimana hasilnya?" Jaesuk mengedarkan pandangannya pada seluruh member, pada wajah-wajah penat mereka.

"Untuk mengetahuinya, kita akan menghitung selimut-selimut yang sudah kalian keringkan," jelas Seunggi.

Segera, di depan mereka, beberapa kru menyusun bak-bak berwarna merah, kuning, dan biru, berisi selimut-selimut berwarna merah, kuning, dan biru pula.

Penjurian di lakukan cukup cepat. Tim kuning menjadi putus harapan sejak hampir semua selimut mereka divonis belum kering, Luhan kembali dengan ajaib membawa selimut ataupun tidak bukan lagi masalah. Sementara tim merah dan biru bersaing ketat hanya dengan selisih satu angka. Seluruh selimut mereka kering, hanya saja... tim biru kehilangan satu selimut.

"Mianhae," gumam Kyungsoo. Bagaimanapun, ia yang harusnya mempertahankan selimut itu dari Luhan.

Seperti selayaknya Kim Junmyeon, sang leader FSGarden itu hanya tersenyum dan menepuk pundak maknae-nya "Anniyo,kau sudah berusaha keras!"

"Jadi sudah jelas," suara keras Jaesuk menyela segenap bisik-bisik yang ada. "Pemenangnya adalah..." Ia tidak perlu berhenti, seharusnya, karena semua orang sudah tahu. "TIM... MERAAAH!"

Tim merah bertepuk tangan gembira. Saking gembiranya, Baekhyun melompat dan memeluk Chanyeol sekilas. Hanya sekilas. Benar-benar sebentar. Begitu menyadari keadaan, mereka segera bersikap seolah tak ada yang terjadi dan berharap tidak ada yang memperhatikan. Semua orang lebih fokus tertawa pada celebration yang dilakukan Lay dengan menggoyang-goyangkan pantat ke kamera.

'ㅅ'

Setelah terjebak macet yang tidak ia perhitungkan sebelumnya, Luhan yang pada akhirnya sampai di asramanya langsung bergerak naik ke kamarnya, mengacak-acak lemarinya sendiri demi menemukan selimut. Tapi tidak ada.

Dia pikir idenya ini luar biasa, ia ingat FSGarden punya selimut kering yang persis sama seperti selimut yang digunakan di acara tadi. Ia mengambil selimutnya sendiri, dan bergerak ke tempat tidur Kyungsoo, menyeringai. Apa yang ia cari terlipat rapi di ujung kasur Kyungsoo, roommatenya.

"Kyungie, aku pinjam selimutmu, ya?" tanyanya pada bantal Kyungsoo.

"Ambil saja, Luhan unnie," jawabnya sendiri, mencoba menirukan suara gadis itu..

"Gomawo!"

Tanpa berpikir panjang Luhan segera menyambar selimut itu untuk membawanya. Namun sesuatu terjatuh dari balik lipatan selimut, menghentikan langkah Luhan. Selembar kertas foto dalam keadaan terbalik di lantai. Karena penasaran, dan karena orang yang bersangkutan sendiri tidak ada, tentu saja Luhan tidak akan bisa menahan rasa penasaran. Buru-buru ia mengambil benda itu.

Yang selanjutnya terjadi adalah... ia ternganga, melihat foto siapa yang sedang di pegangnya.

"Chanyeol? Untuk apa Kyungsoo menyimpan foto Park Chanyeol?"

'ㅅ'

"Jadi... apa kalian ingin menukar anggota?" tanya Jaesuk, setelah tadi dengan dramatisnya mengumumkan siapa pemenangnya.

"Huh?" Lay tersentak dari lamunannya.

Baekhyun menatap Chanyeol di sisinya, merasa perlu berdiskusi dengan pria itu dan Lay. Dia ingin menang, tentu saja, tapi ide untuk berpisah dengan timnya yang sekarang, dan berpisah dengan Chanyeol, rasanya... tidak menyenangkan. Meskipun hampir sepanjang acara ia tidak dan tidak ingin berbicara dengan Chanyeol, tapi... ada yang terasa tidak benar dengan ide berpisah itu. Sayangnya, sebelum ia bisa menyatakan penolakan, Lay lebih dulu bicara.

"Ya. Kami akan melakukannya."

"Aaah," Jaesuk dan Seunggi mengangguk, begitu juga beberapa orang lain. Sebagian sudah bisa menduga bahwa Lay ingin ke kelompok yang lain, tapi belakangan ia tampak baik-baik saja dengan kelompoknya.

"Karena aku ingin sekali satu kelompok dengan Junmyeon, jadi...,"

Sebenarnya ia sudah agak kehilangan minat untuk bertukar posisi, ia sudah nyaman dengan kelompoknya, dan bisa melihat Junmyeon setiap saat rasanya juga cukup, ia kan hanya fans. Lagipula, kalau pun harus bertukar, ia ingin sekali itu dengan Kris, menyingkirkan pria itu dari Junmyeon rasanya seperti sebuah keharusan. Namun apa boleh buat, ia sudah membuat perjanjian dengan Kyungsoo.

"Aku bisa membantumu dengan satu syarat," gumaman gadis itu masih menari-nari di kepala Lay.

"A..apa itu?"

Kyungsoo tersenyum miring. Kemudian dengan suara rendah, Lay meyakini ia mendengarnya dengan jelas."Aku ingin satu keompok dengan Chanyeol Oppa."

"Huh?B-baik."

Dan Kyungsoo memenuhi ucapannya. Ia sengaja kalah, ia sengaja membuat timnya kalah dengan menjemur selimutnya di tempat yang rawan, dan berusaha mencegah Junmyeon merebut selimut dari Luhan dengan melakukannya lebih. Dan... sebenarnya Kyungsoo sudah benar-benar memegangi kedua selimut itu setelah merebutnya dari Luhan. Tapi... ia hanya pura-pura menjatuhkannya.

"Aku akan bertukar dengan Kyungsoo!"

Ada kekagetan di mata semua orang, harusnya Lay menyingkirkan Kris, namun ia justru keluar dari kelompok untuk bertukar dengan Kyungsoo, sementara sepanjang sesi anak itu terlihat cukup berguna juga, kecuali saat ia lalai hingga selimut terbang.

"Baiklah, Kyungsoo-ssi, kau sekarang menjadi anggota kelompok merah, dan Lay-ssi sekarang resmi menjadi anggota kelompok biru!" Seunggi berseru bersemangat hingga memancing tepuk tangan semua orang.

"Benar sekali Seunggi-ya," timpal Jaesuk. "Nah, kalian berdua bisa bertukar tempat sekarang. Dan kita akan menjelaskan tugas berikutnya."

Tidak banyak suara yang dikeluarkan, Lay dan Kyungsoo bertukar posisi dengan canggung. Lay, seperti yang diharapkan, tersenyum lebar pada Junmyeon, dan mengurangi kelebaran itu saat matanya bertemu Kris. Sementara Kyungsoo hanya mengangguk dan bergumam singkat pada Chanyeol, "mohon bimbingannya," sebelum berdiri di sisi pria jangkung itu dan itu pun sudah lebih dari keajaiban.

"Sekarang kita perlu memberi tahu misi berikutnya, Seunggi-ya,"

"Ne, silahkan, hyung," Seunggi mengembalikannya pada Jaesuk yang tampak membersihkan tenggorokan.

"Baiklah, misi berikutnya adalah," ia melirik Seunggi untuk mengucapkannya bersama-sama, "menidurkan anak-anak!"

'ㅅ'

Acara menidurkan anak kedengarannya mudah, namun prakteknya sama sekali berbeda. Ini membuat siapapun yang tidak tahan mental akan menjadi frustasi menghadapi berbagai watak anak yang rata-rata bandel itu.

Kelompok kuning contohnya, meskipun Luhan sudah kembali, ia tidak membawa pengaruh apa-apa. Mereka hampir bisa dipastikan kalah dari awal karena sibuk bertengkar dan saling menyalahkan. Meskipun di akhir acara mereka membuat takjub semua orang dengan anak-anak yang tertidur pulas, yang ternyata semua itu hanya rekayasa. Anak-anak pura-pura tidur karena takut pada tatapan mengancam Sehun.

"Oppa, aku tidak bisa melakukan ini,"

Chanyeol menoleh ke sisinya, menemukan Kyungsoo di sana, duduk dalam posisi yang lebih dekat dari yang membuatnya nyaman. Terlebih karena ia dapat merasakannya, tatapan Baekhyun pada mereka.

"Kenapa, Kyungsoo?"

"Bayi ini," Kyungsoo menunjuk balita dua tahun di tangannya, tampak tidak nyaman, dan lebih tidak nyaman dengan balita itu yang meronta-ronta ingin kabur. "Bagaimana aku bisa menidurkannya?"

"Bukannya itu Jaekyung? Jaekyung-ah, kesini sama hyung."

Baekhyun yang mencuri tatap pada kedua orang itu terpaksa memalingkan wajah ketika Chanyeol mendekat pada Kyungsoo untuk mengambil Jaekyung. Wajah mereka dekat sekali, dan... mereka terlihat cocok. Tertawa bersama seperti itu ketika Chanyeol tidak sengaja menyundul Jaekyung dengan kepalanya dan menyebabkan si bocah merenggut kasar rambut pria itu. Orang-orang tertawa, namun Baekhyun entah bagaimana tidak bisa mengimbangi orang-orang. Tanpa sadar ia mengusap perutnya.

Perasaan tidak nyaman ini, apa sebenarnya?

"Nuna, kau kenapa?"

Salah satu anak paling hiperaktif, Heejun, melompat ke pangkuan Baekhyun, membuat gadis itu refleks menangkapnya.

"Tidak apa-apa, ayo tidur!"

"Tidak mau! Aku masih ingin bermain! Ayo nuna main denganku!"

"Kita main, tapi kau harus tidur dulu, bagaimana? Anak yang rajin tidur siang itu disayangi Santa, loh, dan nanti akan dapat banyak hadiah."

Ruangan terus gaduh selama setengah jam pertama.

Tidak ada yang bisa melakukannya dengan benar, kecuali Junmyeon yang setiap hari memang menjadi ibu bagi anggota FSGarden lainnya. Dan.. Baekhyun, si calon ibu. Mereka melakukannya dengan benar, menceritakan mereka dongeng, menyanyikan mereka lagu, menepuk-nepuk pantat mereka lembut... membuat para pria ternganga sekaligus terpesona.

Termasuk Chanyeol. Ia hanya menatap gadis itu, yang sibuk menidurkan anak terakhir dari kelompok mereka, Heejun si pembangkang. Ia benar-benar membuat Chanyeol maupun Kyungsoo gila. Tapi bersama Baekhyun, anak itu tenang, matanya mulai setengah mengatup. Gadis itu menghentikan nyanyiannya pelan-pelan serta tepukannya begitu merasa yakin Hee Jun sudah tertidur cukup pulas. Ia mulai berbaring di antara anak-anak itu. kelelahan. Kelopak matanya mengatup beberapa saat, kemudian terpaksa membuka lagi, menyadari bahwa ia diperhatikan. Oleh seorang pria yang berbaring di sebelah Hee Jun, dan pria itu bernama Park Chanyeol.

Chanyeol berbaring menyamping menghadap Baekhyun dengan kepala disangga oleh lengannya. Tersenyum tanpa henti. Formasi berbaring mereka saat itu adalah seorang anak, lalu Baekhyun, seorang anak bernama Hee Jun, Chanyeol, seorang anak lagi, kemudian Kyungsoo.

"Baek? Baekhyun?"

Baekhyun mengangkat kepalanya sedikit dan mengedarkan pandang ia mendapati Chanyeol melongokkan kepalanya juga, memanggil namanya dalam bisikan yang Baekhyun berani bersumpah, itu terdengar menyeramkan.

"Ada apa?" tanya gadis pelan, turut merendahkan suaranya karena saat ini mereka berada di antara anak-anak. Habislah jika satu saja terbangun, mereka akan kalah dalam misi.

Chanyeol hanya tersenyum. "Jallhaesso (kerja bagus)," bisiknya "Calon Eom—" Yeah, dan ia baru ingat akan keberadaan Kyungsoo. Ia segera menegok dan menemukan gadis itu berbaring dengan mata tertutup. Berpikir gadis itu sudah tidur.

"Benar-benar kerja bagus," bisiknya lagi, kembali menatap Baekhyun.

"Kau tahu ada kamera di atas sana?" liriknya pada pintu.

"Aku tahu," bisik Chanyeol lagi, sebelum dengan sengaja sedikit mengeraskan suaranya, "HARI INI MELELAHKAN YA, BAEKHYUN-SSI?"

Ia mengedip sekali pada gadis itu. "karena itu kita saling berbisik."

"Ada Kyungsoo."

"Dia tidur."

"Aku juga ingin tidur sebentar."

"Aissh, aku ingin bertanya sesuatu!" Chanyeol membekap mulutnya, sepertinya ia bicara makin keras saja.

Byun Baekhyun, gadis itu mengurungkan niat tidur sebentarnya dan memaksakan diri menatap Chanyeol dengan penuh tanda tanya. "Ada apa?"

Chanyeol menggaruk pundaknya. Setengah menyesali kenapa ia bertanya. Setengahnya lagi menyesali dirinya yang mendadak menderita cacat mental hanya dengan memikirkan pertanyaan yang ingin ia ajukan. "Malam ini... Malam ini..." ia tersedak. "Malam ini... kau ada jadwal tidak?"

Beberapa detik saat menunggu Baekhyun mencerna pertanyaannya dan memikirkan jawabannya menyebabkan rasa terbakar bagi Chanyeol sehingga ia nyaris bersorak saat gadis itu menggeleng.

"Kalau begitu...," tersedak lagi. "Kalau kita menang... aku ingin mentraktirmu makan malam. Hanya kau dan aku."

Baekhyun menipiskan bibir, tampak berpikir. "Terdengar seperti ajakan kencan."

Detik itu juga, Chanyeol berdeham dan mengalihkan pandangannya sementara Baekhyun memilih meneliti atap-atap, setengah berharap ada spiderman atau apapun yang mengalihkan perhatian mereka dari situasi konyol saat ini.

"Ya... itu jika... kita menang misi kali ini," kata Chanyeol lagi, dalam suara agak serak, dengan mata yang juga menatap langit-langit.

"Baiklah. Hanya jika kita menang hari ini."

Entah bagaimana, Chanyeol dapat merasakan gadis itu tersenyum, yang langsung terbukti ketika ia mencoba mengangkat kepala kembali sedikit, mencoba mendapatkan pemandangan gadis itu lagi. Sebagai tambahan, dengan satu lengan menyangga tubuh, gadis itu mengulurkan lengan satunya dan mengacungkan kelingkingnya pada Chanyeol. Menawarkannya pinky promise, yang disambut Chanyeol malu-malu.

"Channie?" Panngilan kecil itu menahan detak jantung Chanyeol. Dia suka. Sangat suka.

"Hm?"

"Sampai jumpa nanti malam."

Seketika, lengan Chanyeol yang menyangga tubuh Chanyeol goyah dan membuatnya terjatuh hingga berseru dan menyenggol Hee Jun. Hal yang segera membuat pria itu panik menidurkan bocah setan itu kembali dalam berbagai cara, menepuk-nepuk pantat, mengelus rambut, hingga bernyanyi.

Baekhyun mengulum senyum memandanginya.

Seperti... seorang calon ayah yang baik.


A/N: Thanks for all the support. Talk to me or follow any preview of my fics on my instagram ID: specialnay


Next Episode: [Pann] Apakah hanya aku? Tapi aku melihat Chanyeol Oppa dan Baekhyun Eonni terlihat semakin dekat belakangan ini?

[Coba kalian tanggapin pann ini ya!]