BABY SCANDAL
Chanyeol/Baekhyun
Genderswitch
.
"Chanyeol dan Baekhyun berada dalam garis yang berbeda. Tapi satu saat, garis itu bersinggungan, dan bayi itu hadir, menjadi skandal besar, dan awal segalanya."
Chapter 9
Jika biasanya suasana asrama FSGarden begitu berisik oleh Baekhyun yang ribut mencari barang-barang, Luhan yang menyetel musik terlalu kencang, atau Junmyeon yang berceramah—berteriak—panjang pendek di sana sini, maka hari ini, anehnya, asrama begitu hening. Dan keheningan tiba-tiba yang tidak terasa wajar itu justru lebih menakutkan. Hanya ada denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring tatkala setiap orang sibuk menyendok omurice masing-masing. Sesekali, ada mata yang saling lirik atau mencuri tatap ke sekeliling, namun tak ada yang mengeluarkan suara.
"Semalam... kau kemana?" Sampai akhirnya Junmyeon yang memecahkan bongkahan keheningan pagi itu. Suaranya sebenarnya pelan saja, namun berkat kesunyian yang kental, dan ketegangan tak kasat mata di udara, teguran itu terasa begitu keras sampai mengagetkan.
Baekhyun tahu-tahu tersedak. Mengetahui dengan pasti bahwa pertanyaan itu ditujukan untuknya, dengan mata Junmyeon yang menatapnya tajam meskipun ia tidak membalasnya dan malah pura-pura tidak melihat. Gadis itu terbatuk-batuk sebelum meraih segelas air mineral dan kemudian, pelan-pelan memberanikan diri menghadapi mata sang leader.
"Oh, aku... aku mencari jajjangmyeon. Dan... dan tidak ketemu. Makanya aku pulang larut."
Baekhyun membuat alasan, tentu saja. Ia bukannya amnesia, ia masih ingat kemana ia tadi malam, dan itu bukanlah kedai jajjangmyeon seperti yang ia katakan ketika Luhan mempertanyakan kemana ia mau pergi. Ia pergi untuk bertemu pria itu.
.
Sender: Park Chanyeol
Text: Aku akan berangkat sekarang. Kutunggu di Grand Park Gwangjin, ya? Dan hati-hati di jalan :)
Itu pesan yang sepertinya dikirimkan pria itu beberapa saat sebelum Baekhyun berangkat dari apartemennya. Ketika ia sampai di tempat perjanjian mereka, ia tidak segera dapat menemukan sosoknya dimanapun. Setengah jam. Setengah jam yang ia habiskan untuk berdiri menunggu dan celingak-celinguk seperti orang linglung sebelum memutuskan untuk mengetik cepat membalas pesan pria itu.
To: Park Chanyeol
Text: Sudah sampai di sini. Kau di ma—
Sebelum ia berhasil menyelesaikannya, seseorang membekapnya dari belakang. Dengan panik, Baekhyun meronta dan mencoba berteriak. Kemudian ingatan tentang beladiri yang ia pelajari membuatnya segera menyikut rusuk pria itu keras, membuat orang itu tersentak mundur.
Chanyeol memegangi perutnya dengan lemas. Hampir saja selangkangannya juga terancam bahaya besar seandainya saja Baekhyun tidak menoleh dan segera mengenali pria itu sebagai Chanyeol, atau terlambat mengenali dan malah menendang area vitalnya lebih dulu. Benar-benar. Chanyeol harus bersyukur.
"Chanyeol-ssi! A-aku benar-benar tidak sengaja."
Chanyeol tersenyum konyol, tatapannya masih nanar, tapi gadis itu tampak panik dan ia tidak boleh membiarkannya. Lagipula ia tidak ingin terihat selemah itu, disikut seorang gadis hingga jatuh begini saja sudah aib besar.
"Tidak apa, aku... baik-baik saja," ujarnya, sebisa mungkin menghilangkan ringis sakit dari suaranya.
"Benarkah? Kukira kau tadi orang jahat. Kau sangat mengejutkanku, tahu?!"
Lagi, gadis itu merengut sebentar. Chanyeol keheranan bagaimana ia bertingkah seimut itu segera setelah membuat seseorang hampir dilarikan ke rumah sakit karena tulang yang remuk?
"Aku hanya ingin memberimu kejutan."
Sedetik setelah mengatakannya, Chanyeol segera menyesalinya. Pasalnya, Baekhyun sekarang menatapnya nyaris tanpa kedip. Ada sesuatu di matanya yang membuatnya tampak malu-malu, namun menggemaskan. Membuat Chanyeol terpaksa mengacak rambut belakangnya, hanya mencari sebuah kegiatan untuk dilakukan tanpa sadar.
"Ah, aku juga membawakanmu apel."
Pria tinggi bertopi hitam yang hampir menutupi wajah namun tidak berhasil menutupi telinga lebarnya itu meraih sekantong apel dari dalam tas ransel yang ia bawa, menyerahkannya langsung pada gadis itu. Namun Baekhyun hanya melongo setelah menerimanya.
"Ada apa?"
"Hanya berpikir... ini luar biasa. Aku barusaja berpikir aku menginginkannya, dan kau memberikannya. Aku sangat senang!"
Mereka duduk di sebuah bangku panjang di bawah lampu taman bergaya vintage, paling jauh dari bangku-bangku lainnya. Baekhyun mengambil apel berwarna paling merah dengan kegirangan yang ia sendiri tidak mengerti dan tengah menggigitnya ketika Chanyeol menggigit bagian lainnya, dari apel yang sama. Membuat wajah mereka berdekatan, tatap berbenturan dan bibir mereka hanya berjarak sebuah apel kecil. Baekhyun mengerjap lambat dan menatap pria itu untuk detik yang panjang, masih tidak bisa menormalkan diri.
"Hanya ingin memastikan kau tidak memakan apel beracun," kata pria itu mencoba beralasan. Namun senyum miring di wajahnya mengkhianati itu.
.
Tanpa dapat dicegah, rona merah yang sama dengan malam itu kembali menghiasi pipi gembul Baekhyun pagi ini. Itu terlalu... memalukan. Meskipun anehnya, mengingatnya hanya membuat gadis itu ingin tersenyum sendiri.
"Baekhyunnie," Junmyeon menggeram, menyadarkan Baekhyun dari lamunannya. "Kau tahu itu sangat berbahaya, kan? Seharusnya kau minta temani Manager Kim atau aku atau siapa untuk menemanimu!"
Di bawah tatapan penuh perintah gadis tertua di kelompoknya itu, Baekhyun tidak bisa membantah, hanya memandangi makanannya dan menggumamkan maat yang hampir tidak bisa didengar siapapun, bahkan dirinya sendiri. Namun tak pelak, itu membuat Junmyeon melunak. Baekhyun tidak lagi merasakan tatapan tajam menghujamnya.
Karena, tatapan yang hampir serupa berpindah pada Kyungsoo sekarang.
"Dan kau, Kyungie. Kemana saja kau semalam?"
Gadis itu menghentikan gerakan tangannya yang sedang berusaha menyendok sosis di atas nasi gorengnya dengan tidak nyaman. Ia mengambil jeda untuk minum jusnya sebelum akhirnya balas menatap Junmyeon.
"Bertemu teman," jawabnya singkat.
"Sampai selarut itu?"
Kyungsoo mengangguk tak kentara. "Hm. Ada urusan yang cukup... penting, katanya."
"Urusan apa?" Junmyeon menaikkan satu alisnya.
Sementara Kyungsoo segera menurunkan kembali sendok dan garpunya dalam gerakan yang terlalu kentara, hingga menimbulkan denting keras di atas piring. Matanya menunjukkan ketidaksukaan. Yah, memang sih tidak akan ada yang menyukai Junmyeon saat dia berada dalam keadaan seperti ini. Cerewet dan suka bertanya serta mencoba melindungi adik-adiknya mungkin wajar. Tapi kadang ia juga sedikit... bossy. Atau setidaknya itulah yang Kyungsoo rasakan.
"Itu masalah pribadi, dan aku tidak ingin membahasnya."
Gadis itu, tanpa basa-basi lagi segera beranjak dari kursinya untuk berjalan cepat menuju kamarnya, tanpa menoleh-noleh lagi, membuat Junmyeon ikut-ikutan mendengus sebal bahkan ketika ia menenggak jus jeruknya. Hampir saja ia mati tersedak karena itu.
"Dia... kenapa?" Baekhyun bertanya dalam nada berusaha berbisik pada Luhan yang makan persis di seberangnya. Anak itu berlagak paling manis dengan diam saja sepagian ini.
Luhan menggaruk rambutnya dan mengendikkan bahu. "Semalam setelah kau pergi, tidak lama ia juga keluar, ada urusan dengan Manager Kim, katanya."
"Manager Kim?"
"Hm" Luhan mengangguk sebagai ganti kata 'ya' atau apapun sejak mulutnya begitu penuh untuk dapat bicara tanpa membuatnya menyemburkan nasi ke muka orang lain. Perlu waktu baginya untuk bisa menelan semua itu. "Yah, kau tahulah. Tapi aku sih, curiga. Jangan-jangan dia punya pacar! Kau tahu kan sudah berapa kali Kyungsoo mendapat nomor ponsel nyasar di sandwichnya setiap ada acara musik?" Luhan mencibir sebentar. "Dia selalu membuangnya, tapi siapa tahu, kan? Kalau aku sih pasti kucoba dulu, siapa tahu dia idol populer, tamp—Aww!"
Ada tiga hal yang Luhan lakukan sekaligus segera setelahnya: meringis, mengusap-usap kepalanya dan memelototi Junmyeon yang sudah dengan kejam memukulnya.
"Habiskan makanmu baru bicara!"
"Yah, eonnie! Kau sendiri makan sambil bicara!"
'ㅅ'
Huang Zitao, di dalam mobil bersama para anggota lainnya yang sebagian jatuh tertidur, kecuali dirinya, Jongin dan Chanyeol—Kris tertidur dengan mulut terbuka, Lay dengan damai dan tersenyum-senyum sendiri dalam tidurnya, dan Sehun dengan kepala menyandar di pundak Jongin. Zitao bukan Sehun yang sudah pasti akan mengambil foto leader mereka dalam wajah sejelek itu atau Jongin yang akan mencolek upil Yixing diam-diam. Ia tidak begitu peduli apa yang mereka lakukan, sebenarnya. Matanya hanya fokus pada layar ipadnya yang sedang menyiarkan sebuah acara televisi tentang rekomendasi salon-salon terbaik di dunia. Ia sedang berencana untuk pergi ke salon segera dan memperbaharui gaya rambutnya agar lebih anti-mainstream saat tahu-tahu, Jongin berteriak dan melompat padanya.
"Tao! Tao! Taaaaooo! Aku lupa!" Jongin merangsek maju,mengabaikan kepala Sehun yang jatuh ke punggungnya dan tanpa permisi merebut ponsel Zitao, membuat seketika pria itu berteriak dan melotot padanya.
"Yah Hyung!"
Tapi Jongin, tidak terlalu mengambil pusing. "Panda, kau lupa? Hari ini siaran acara Home Sweet Home kita di TV!"
Di detik yang sama setelah Jongin dengan sok pintar mengucapkannya, tangannya sudah menemukan channel yang ia cari, yang saat itu tepat menampilkan pembukaan variety show Home Sweet Home. Kehebohan itu, segera membangunkan anggota lain yang sedang tertidur. Juga, menarik minat Chanyeol yang dari tadi menatap kaca jendela seolah baru pertama melihatnya.
"Woaaa, itu aku!" komentar Jongin. "Aku terlihat tampan di sini."
"Tampan kepalamu!" Zitao mencibir.
Terjadi keributan yang sudah hampir membuat semua orang terbiasa saat semuanya berebut agar bisa memiliki akses pandang paling baik pada layar ponsel yang tidak cukup besar.
Hanya Chanyeol yang mengalihkan pandangannya. Melihat wajah gadis itu sekilas membuatnya teringat pada orang yang sama, dan seketika, ada rasa rindu yang asing yang menyelinap dalam benaknya. Ia mengambil ponselnya dan mulai mengetik pesan untuk gadis itu.
Kau... baik-baik saja?
Sent. Chanyeol menatap ponselnya dan tidak bergeming dari situ selama beberapa saat. Mempertanyakan kalimat aneh macam apa yang sudah ia kirim. Apakah terlalu jelas? Apakah akan menakuti gadis itu? Kenapa ia belum membalas juga? Kenapa ia belum membalas juga?!
Piiip. Satu menit—yang terasa seperti satu abad—kemudian, ponsel pria itu bergegas, menampilkan balasan yang ia tunggu-tunggu. Chanyeol nyaris melompat menerimanya, kaget, dan... oke, dia cukup senang karena Baekhyun segera membalas.
Hm. Aku baik-baik saja. Kau?
Chanyeol terdiam. Ia kembali bertanya-tanya. Kenapa ia menjadi bersemangat?
Aku juga. Bagaimana kandungan—
Tunggu! pertanyaan macam itu?! Chanyeol segera menghapus bagian 'bagaimana kandungan' dan mulai memikirkan yang lebih tidak kentara.
Aku juga. Kau... sehat-sehat saja, kan?
"Kau sedang apa, Yeol?" Kris melongok dari belakang, membuat Chanyeol cepat-cepat menyembunyikan ponselnya.
"Yak, Hyung! Jangan mengintip sembarangan."
"Memangnya kau sedang mengirim pesan pada siapa?" Lay ikut dalam pembicaraan. Ketika ia bicara lagi, matanya berkilat jahil. "Jangan-jangan kau punya pacar, ya?"
"Mwo? Pacar apa?!"
Semoga suaranya tidak terdengar gugup lagi. Semoga terdengar normal. Semoga Lay, Kris dan siapapun tidak curiga. Semoga mereka cepat berhenti mengajaknya bicara. Aissh.
Setelah kedua orang itu kembali mengalihkan pandang pada ipad yang sedang digandrungi semua orang dalam mobil (kecuali sopir) itu, Chanyeol kembali meraih ponselnya.
Aku juga. Jaga dirimu baik-baik, huh? Ketik Chanyeol, mengirimnya, lalu memasukkan kembali ponselnya dengan hati puas. Setidaknya, gadis itu sampai saat ini masih baik-baik saja.
Ia harus memikirkan solusi untuk skandal ini. Segera. Ia tidak mungkin memendamnya terlalu lama.
"Hyung! Hyung! Aku menemukan banyak komentar netizen soal acara kalian!" Sehun membuka ponselnya sendiri dan menunjukkan 'banyak komentar' yang ia maksud. Keberisikan bertambah, mengganggu Chanyeol. Ini menyebalkan karena ia tidak punya gagasan apapun, tapi ia tahu ia harus menemukannya segera. Solusi untuk masalah pelik ini.
"Apa mereka bilang aku sangat tampan di variety show itu?" Jongin mengangkat dagu dengan percaya diri, namun Lay menyikutnya.
"Kebohongan macam apa itu? Kalau ada komentar yang demikian," Lay menyipitkan mata, menunjuk Jongin dan Sehun bergantian, "pasti salah satu dari kalian pelakunya."
"Yang benar saja Hyung! Masyarakat Perancis sangat mengidolakanku. Katanya aku lebih indah dari menara Eiffel"
"Yasudah, pindah sana ke Perancis!"
"Ay, berisik sekali," untuk pertama kali dalam keributan itu, Kris bergumam, dan itu cukup ampuh membungkam banyak mulut. "Lihat, Yeol. Ada yang berkomentar soal kau dan Baekhyun!"
Chanyeol tersedak udara. Ia menoleh pada Kris dengan mata nyaris meloncat dari kantungnya. "Apa?!"
Dengan senyum lebar, Kris memberikan ponselnya—ponsel Sehun, maksudnya.
Dari sekian lumayan banyak komentar, Kris menunjuk pada sebuah komentar, yang memiliki sebuah kaitan pada forum diskusi di internet. Sebuah Pann.
[PANN] Apakah hanya aku? Tapi aku melihat Chanyeol Oppa dan Baekhyun Eonni terlihat semakin dekat belakangan ini.
Yang segera disambut oleh kucuran komentar-komentar balasan lainnya.
[+112, - 22] Aku juga melihatnya. Meskipun mereka tidak menunjukkannya dengan jelas, tapi aku melihat beberapa kali mereka bertatapan. Aku bisa mengambil capture gambarnya.
[+98, -13] Kau benar, interaksi mereka juga manis. Tapi aku menunggu sebaek jangan pasangkan oppa kami dengan eonni munafik kalian! Jangan coba-coba mengotori nama oppa kami!
Apa si Byun itu mencoba menggoda Chanyeol oppa? Enyahlah Byun Beakhyun kau sungguh menjijikan. Dan Chanyeol... dia terlihat seperti sedang melakukan pendekatan ke baekhyun. Apa chanyeol tidak mengetahui skandal kehamilan si Byun? bukankah beritanya mengemparkan negeri ini. Apa jangan-jangan chanyeol itu ...? Ah sudahlah aku tidak mau cari gara-gara sama fansnya
[+88, -12] Omooo apa ini ada kaitannya dengan skandal Byun Baekhyun yang hamil itu?
[+42, -9] Sepertinya chanyeol memang terlihat dekat dengan Baekhyun, apa mungkin Chanyeol ayah dari bayinya Baekhyun?
[+79, - 9] Tidak mungkin! Tidak mungkin Chanyeol Oppa yang menghamilinya. Tolong jaga mulutmu sebelum kurobek!
[+12, -1] Kau ini buta atau apa? Chanyeol oppa memang selalu ramah pada semua orang,tidak hanya pada si Baekhyun itu. Lagi pula Chanyeol oppa milik semua orang,dia tidak akan mudah berkencan dengan sembarangan perempuan.
Dan segenap komentar miring dan tegak lurus itu terus berlanjut hingga semakin memanas. Chanyeol mengembalikan ponsel itu pada Kris, tidak sanggup untuk melanjutkan. Kepalanya mendadak pening seolah ratusan lebah tiba-tiba memutuskan membuat sarang di sana.
"Komentarnya benar-benar tidak masuk akal," ujar Chanyeol, menekan dalam-dalam rasa gugupnya.
Kris tertawa singkat. "Netizen itu benar-benar selalu berlebihan, ya. Lucu sekali," komentarnya. "Tapi Yeol," ia menatap Chanyeol—yang sekarang memasang wajah aneh dan tidak bisa menjadi lebih santai—dengan satu alis terangkat, "apa benar kau dekat dengan Byun Baekhyun?"
"A-apa maksudmu, Hyung! Dia... dia teman satu kelompokku. Hanya sebatas itu."
"Benarkah?"
"Benar! Dan aku mau tidur!"
Ia tahu ia tidak akan pernah bisa tidur meskipun ia mencoba, namun Chanyeol tetap memalingkan wajah dan mengistirahatkan dahinya di kaca jendela mobil.
Gadis itu, ia ingin melihatnya. Ia ingin melihat gadis itu baik-baik saja. Ia berharap bisa tertidur, dan saat bangun kembali... skandal ini tidak pernah ada.
.
A/N: Aku sampai pada poin dimana aku nangis sebelum berangkat kerja saking nggak pengennya. Aku ngerasa nggak adil dan udah kayak budak. Saking sibuknya napas aja susah.
Dan duka mendalam untuk korban di New Zealand, mereka semua benar-benar awesome people. Contoh muslim yang sebenarnya.
PS: Maaf komentar untuk pann aku saring karena ada cukup banyak heuheu tapi makasih banyak atas dukungan dan reviewnya!
