Chanyeol/Baekhyun
Genderswitch
.
"Baekhyun hamil. Dan Chanyeol berharap, semuanya akan baik-baik saja. Segera."
Chapter 13
.
Acara barusaja selesai. Chanyeol sedang mengeringkan wajahnya dengan handuk setelah tadi kepanasan dan mencucinya segera saat melihat beberapa anggota Sixey yang datang ke acaranya. Jongin, Sehun, dan Zitao datang ke tempat kerjanya yang tidak ada hubungannya dengan mereka? Cukup aneh, mengingat Lay yang berulang-ulang menyuruh mereka untuk datang namun selalu mendapat seribu satu alasan tidak logis. Namun tiba-tiba saja mereka muncul, lebih aneh terutama jika meneliti lagi makna dibalik sikap mereka yang mendadak cengengesan begitu bertemu Chanyeol.
"Apa? Apa... ada yang salah dengan wajahku?" tanya Chanyeol keheranan.
Zitao tersenyum, sangat-sangat lebar, beberapa saat sebelum ia berlari pada Chanyeol untuk memeluknya erat. Jongin dan Sehun tak mau ketinggalan. Mereka berempat sekarang berpelukan selayaknya Teletubbies, dengan Chanyeol yang masih tidak mengerti kenapa mereka harus melakukannya.
"Chukkahae, Chanyeol hyung! Kenapa kau tidak bilang-bilang kalau kau sudah punya pacar?!"
Chanyeol, tadinya ikut tersenyum dengan kebahagiaan maknae line yang masih belum jelas. Namun dengan segera senyum itu memudar, digantikan wajah bingung setengah panik.
"A-apa?! Kau bilang apa?!"
Jongin menonjok bahunya ringan. "Masih berpura-pura! Kalau Dispatch tidak membongkarnya, kami bahkan tidak tahu. Kalian terlihat biasa sekali di Home Sweet Home."
"APA?!"
"Kurasa kalian cocok? Selamat!" Sehun menimpali
Chanyeol memucat, paniknya menjadi-jadi.
"Kau belum membaca beritanya?" Melihat raut tegang di wajah Chanyeol, Zitao bertanya, memperlihatkan sebuah berita di ponselnya. "Bagaimanapun, selamat, Chanyeol hyung!"
Sang rapper meraih ponsel Zitao cepat. Namun, tetap perlu waktu bagi Chanyeol untuk menenangkan diri dan menyiapkan jantung. Ia sudah ketahuan. Ia sudah ketahuan. IA BENAR-BENAR SUDAH KETAHUAN. Tidak ada celah lagi untuk sembunyi atau lari. Satu-satunya jalan hanya... menghadapinya. Apapun itu.
Dan sekarang ia tiba-tiba merasa siap. Untuk mengakui pada dunia bahwa ialah pria berengsek itu, yang kebetulan... akan segera menjadi ayah.
Chanyeol membuka mata dan mulai mengintip. Berita itu rilis sekitar setengah jam yang lalu, saat Chanyeol masih membawakan acara. Namun kemudian, kepala berita yang tercetak dengan huruf besar dan tebal di sana membuatnya terperangah, berikut foto-foto bukti yang tertera. Pening menyergap Chanyeol seketika. Pandangannya mengabur.
A-apaan ini?
Berita itu berjudul "Sixey's CHANYEOL dan FSGarden KYUNGSOO BERKENCAN" dan dibawahnya memuat foto-foto waktu itu, sore waktu Chanyeol bicara berdua bersama Kyungsoo, dalam pose yang... yah, itu memang terlalu dekat. Terutama di foto kedua, sudut pandang pengambilan foto begitu pas hingga terlihat seolah Chanyeol sedang mencium gadis itu.
Tidak. Ini... rasanya mustahil.
Kenapa beritanya seperti ini?
"Tadinya aku sempat curiga kau dekat dengan Baekhyun, ternyata dengan Kyungsoo," komentar Jongin lagi.
Lagi, Chanyeol merasa seakan dipukul tepat di kepalanya oleh godam besar tak kasat mata. Baekhyun. Bagaimana dengan Baekhyun?!
Chanyeol segera menyerahkan ponsel entah pada siapa (bahkan ia tak sadar apakah ia benar-benar menyerahkan atau justru melemparnya). Kakinya sendiri, tanpa mempedulikan apapun lagi, dengan cepat berlari menuju pintu keluar. Ia harus cepat menemui Baekhyun! Byun Baekhyun. Tidak. Bagaimana dengan Baekhyun sekarang? Ini sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ia perkirakan. Ini.. melenceng jauh dari keinginannya. Dengan janji Chanyeol pada gadis itu.
Namun, begitu Chanyeol keluar dari gedung, ada banyak—terlalu banyak wartawan menunggunya, menghalangi setiap pergerakannya.
"Chanyeol-ah, benarkah kau selama ini berkencan dengan Kyungsoo?"
"Chanyeol-ah, berikan kami konfirmasi!"
"Chanyeol-ah, sudah berapa lama kalian berkencan?!"
Ia hanya ingin kabur. Ia hanya ingin bertemu Baekhyun. Hanya gadis itu. Dan tanpa berkata apa-apa, dengan susah payah Chanyeol menembus kerumunan, masuk ke mobilnya, dan hanya memikirkan satu orang saat mulai menjalankan mobil. Byun Baekhyun.
'ㅅ'
"Berengsek!"
Chanyeol menatap nanar kumpulan wartawan di belakangnya melalui kaca spion. Sangat sulit baginya untuk melepaskan diri dari mereka. Untunglah ia berhasil kabur dengan mobil van milik sang manager meskipun dengan susah payah. Semua yang memenuhi pikirannya sekarang hanya Baekhyun dan kemungkinan gadis itu sudah melihat beritanya. Sial! Kenapa ia bahkan tadi menyuruh gadis itu menonton tivi?
Ia memarkirkan mobil di seberang apartemen gadis itu setelah mengemudi gila-gilaan, merutukinya beberapa saat kemudian tatkala melihat beberapa van terparkir di depan apartemen yang merupakan asrama FSGarden. Banyak wartawan mengerubungi apartemen itu. Yeah, apartemen itu memang hampir tidak pernah sepi semenjak skandal yang melibatkan Baekhyun, sekarang anggota lainnya terlibat skandal lain, para wartawan itu tentu tidak akan menyia-nyiakannya, siapa yang bisa menebak misalnya mereka mendapat dua nyamuk dalam sekali tepuk?
Ini tidak memungkinkannya untuk masuk. Jelas, skandal itu akan semakin besar jika tiba-tiba saja ia menampakkan diri di sini, seolah mengajak orang-orang berpikir benar tentang kesalah pahaman itu.
Chanyeol meraih ponselnya, mencoba menghubungi kembali nomor yang sudah puluhan kali coba ia panggil selama perjalanan kemari. Mati. Sambungan itu sekarang mati, setelah sebelumnya Baekhyun membiarkan ponselnya terus berdering tanpa dijawab. Sekarang dmatikan. Artinya... gadis itu memang tidak ingin bicara dengannya.
Chanyeol mendesah. Sembilan puluh sembilan persen ia yakin gadis itu sudah melihatnya, dan sisa satu persennya, bahwa gadis itu benar-benar melihatnya. Chanyeol membuka menu pesan pada ponselnya, memutuskan untuk mengirim pesan singkat.
"Apa kau melihat berita?"
Tidak ada balasan hingga menit-menit berlalu. Dan itu tidak biasa. Gadis itu biasanya tidak membutuhkan waktu lebih dari lima menit untuk membalas.
"Kau pasti melihatnya. Itu tidak benar." Chanyeol mengetik lagi. Ia mengusap wajahnya dengan telapak tangan, merasa panas dingin dalam kecemasan menunggu balasan.
Dan satu pesan singkat pun dari gadis itu masih belum mampir di ponselnya. Membuat pikiran Chanyeol semakin kacau. Rasanya akan jauh lebih baik jika gadis itu memakinya ketimbang mengabaikannya seperti ini.
"Baekhyun.."
"Kau marah?"
"Aku minta maaf."
Dan... Chanyeol tidak pernah mendapat balasan meski hanya salah satu di antaranya
'ㅅ'
A/N: Iyaaa selamat yang tebakannya benar! Sekarang silahkan pukulin authornya rame-rame. Wkwk.
Huhu ini singkat, tapi update selanjutnya bakal agak panjang dan...ini warning yah, ini nggak akan berjalan seperti yang kalian harapkan. Kalian mungkin akan membenci Chanyeol dan authornya... Pokoknya, siapin hati. And have a faith in me TT
PS: Makasih banyak komen-komennya. Pengen balesin satu-satu tapi belum ada waktu. Ini aja update sambil ngawas ulangan di kelas *digampar*
