A/N: Haahahha maaf prank April mop-nya! Iya Baby Scandal belum tamat dan akhirnya nggak gitu kok. Tadinya aku mau post ini nanti-nanti, soalnya aku nggak mau tamat cepet-cepet :(
2 chap lagi guys!
But... okay. Enjoy reading!
Chanyeol/Baekhyun
Genderswitch
.
"Dan skandal itu, adalah satu-satunya benang merah di antara kita."
Chapter 17
.
Chanyeol mengosongkan jadwalnya tanpa ijin dan mengunci dirinya di kamarnya, bukan kamar di asramanya (karena ia tidak bisa berhadapan dengan member lain yang sudah ia bohongi), melainkan kamarnya yang dahulu selagi ia masih tinggal di rumah ibunya. Ya, sekarang ia melarikan diri ke rumahnya, seperti kebiasaannya ketika sedang ada masalah dengan kariernya, manajemen, atau dengan anggota yang lain. Ia juga mematikan ponselnya dan menolak panggilan apapun yang ditujukan ke telpon rumah untuk mencarinya. Beralasan pada keluarganya bahwa ia sedang sakit dan sedang tidak ingin bicara dengan siapapun. Ia memang sakit, atau setidaknya memang tampak seperti itu dengan wajah pucatnya sebagai akibat dari ketidakberminatannya sama sekali untuk makan. Kenyataannya, ia tahu ia hanya sedang mencoba mengasingkan diri dari dunia sekitar. Mencoba... lari. Pengecut! Ia memaki dirinya sendiri ribuan kali.
Jika bukan karena pengecut seperti dirinya... Jika bukan karena kepengecutannya... Bayi itu... mungkin masih ada. Ia masih bisa membayangkan satu hari nanti bayi itu lahir, cantik, mungil. Chanyeol bisa menebak-nebak bagian apa pada dirinya yang ada pada anak itu. Chanyeol mungkin bisa menggendongnya. Memberikannya nama. Bernyanyi untuknya. Bermain dengannya. Melihatnya tumbuh...
Sial! Ia mengacak kepalanya lagi dan melempar bantal di pangkuannya ke pintu. Mungkin sebaiknya ia meneruskan saja sikap pengecut itu. Diam. Dia tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Baekhyun, dan bayi yang sudah tidak ada itu. Ia bisa kembali hidup normal. Ia harusnya tertawa.
Tapi kenyataannya ia merasakan sakit di sebagian besar dirinya.
"Chanyeol-ah, kau kenapa? Bunyi berisik apa itu?"
Pintu terbuka, menampakkan seorang wanita setengah baya yang sangat Chanyeol kenali. Wanita berwajah ramah itu melihat bantal yang robek di dekat kakinya, mengambilnya dan bergerak ke arah Chanyeol. Ia meletakkan bantal itu di atas kasur sementara dirinya duduk di pinggiran kasur, menghadap Chanyeol. Ia meletakkan punggung tangannya di kening Chanyeol. Hangat, tapi bukan demam, dan ia sudah tahu sejak awal.
Hana, Ibu Chanyeol, menghela napas. "Kau bertingkah aneh belakangan, Chanyeol-ah. Managermu bahkan terus menelpon ke sini karena kau bolos dari jadwalmu. Ada masalah apa sebenarnya?"
Chanyeol tidak segera menjawab. Tidak punya ide untuk dikatakan meski banyak yang ingin ia ceritakan. Menanggung beban itu sendiri... tidaklah mudah. Tanpa seseorang yang bisa memberitahunya tentang apa yang harus ia lakukan. "Eomma, apa kau sangat menyukai Kyungsoo?" Dari segala pertanyaan, kalimat itu yang berhasil meluncur dari ujung lidahnya.
"Suka," Ibunya mengangguk seraya mengamati Chanyeol, keheranan kenapa Chanyeol tiba-tiba bertanya demikian. Jelas-jelas, di depannya Chanyeol selalu bertingkah seolah ia tidak menyukai gadis itu, dan sorot matanya saat menatap Kyungsoo membenarkan itu. Hana hanya berpura-pura tidak melihatnya, dan tidak ingin berusaha membahas, kenapa media mengabarkan bahwa mereka berkencan. "Sebenarnya," tambahnya kemudian, sambil memamerkan senyum keibuannya, "siapapun gadis yang kau bawa kemari dan kau perkenalkan, Eomma akan menyukainya. Kau tahu kenapa?"
Ada jeda. Chanyeol tidak tahu jawabannya.
"Bukan tentang gadisnya. Asal kau bahagia, Ibu juga akan ikut bahagia. Tapi poin pentingnya adalah, dengan kau membawa seorang gadis ke sini untuk kau nikahi, artinya... anak ibu sudah belajar dan tahu tentang arti tanggung jawab. Itu yang paling penting, Chanyeol-ah."
"Tanggung jawab?" Chanyeol tersedak.
Hana mengangguk, tangannya sekarang beristirahat di pundak Chanyeol, menepuk-nepuknya pelan. "Hanya pria sejati yang tahu apa itu tanggung jawab."
Itu seperti hantaman telak. Sengatan menyakitkan. Chanyeol tidak tahu kenapa, tapi ia merasa seakan Ibunya telah berhasil menembus dinding yang tidak bisa ditembus siapapun. Menerawangnya. Mengungkap rahasia-rahasia buruknya namun masih tersenyum. Membuatnya merasa seperti anak kecil yang tertangkap basah berbuat salah.
"Eomma. Bagaimana... bagaimana jika aku tidak sebaik yang Eomma perkirakan? Bagaimana jika aku... membuat kesalahan? Kesalahan besar."
"Kau bicara apa?" Hana merapikan rambut Chanyeol yang berantakan. "Jika kau melakukan suatu kesalahan, akan selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya. Mamfaatkan kesempatan itu."
Chanyeol tidak mengatakannya secara langsung, soal bayi itu, mungkin belum. Tapi pembicaraan singkat mereka berarti lebih banyak. Ada jawaban-jawaban yang selama ini pria itu cari dan ia temukan sekarang.
Ia mengulurkan lengannya untuk memeluk sang ibu. Erat. Menenggelamkan wajahnya di pundak wanita itu. "Mianhae, Eomma."
Dan usapan lembut Kim Hana di punggungnya menjadi semacam penghibur bagi pria itu.
Ia telah berbuat kesalahan besar, itu benar. Dan terlambat atau tidak, sekarang ia harus memperbaikinya.
'ㅅ'
Gosip tidak berhenti sampai berita keguguran Baekhyun saja. Sebuah fansite merilis artikel yang menarik perhatian banyak orang. Artikel itu diawali dengan foto-foto di sebuah kawasan bermain ski. Foto Baekhyun FSGarden, dengan—secara mengejutkan—Sixey Chanyeol.
Fansite itu menyatakan tidak benar berita tentang kencan Chanyeol dan Kyungsoo. Chanyeol tidak mengencani Kyungsoo melainkan Baekhyun. Terbukti dengan terungkapnya foto-foto dating rahasia mereka.
"Baekhyun tampak cemas. Dan Chanyeol meminta kami untuk tidak menyebarkan foto-foto ini," kata narasumber di artikel tersebut."Namun kupikir ini sudah keterlaluan. Aku melihat mereka berpegangan tangan dengan mesra bahkan sempat berciuman dari kejauhan. Tidak mungkin mereka tidak memiliki hubungan apa-apa. Aku memiliki dugaan kuat bahwa Chanyeol terlibat dalam skandal kehamilan Baekhyun, hanya saja mereka berusaha menutupinya. Dan tiba-tiba saja Chanyeol digosipkan dengan anggota FSGarden yang lain, aku tidak tahu mereka benar-benar berkencan atau hanya kesalahpahaman. Tapi sebagai wanita, aku mengerti perasaan Baekhyun dan aku tidak terima. Apalagi sekarang Baekhyun keguguran. Jadi aku mengungkapkan kebenarannya."
Beberapa foto lain seperti satu pasangan yang terlihat bersama di malam hari di kawasan dekat apartemen letak asrama FSGarden, yang terlihat seperti mereka turut mendukung dugaan bahwa ada hubungan antara Baekhyun dan Chanyeol.
Banyak tanggapan dari netizen dan juga media lainnya mengenai berita tersebut. Ada yang menanggapi dengan positif dengan menyatakan bahwa kemungkinan itu mungkin saja dan masuk akal, ada juga yang menyangkalnya mati-matian. Penggemar Chanyeol, terutama, tentu saja tidak terima atas penyataan tersebut.
"Aku tidak menyangka Chanyeol orang yang seperti itu. Maksudku, apa dia benar laki-laki? Jika benar dia yang melakukannya, kenapa ia tidak bertanggung jawab? Ia bahkan tidak pernah terlihat mengunjungi Baekhyun yang terbaring di Rumah Sakit."
"Jika berita itu benar, dia pasti segera tamat. Aku benci sekali!"
"Dia tidak pantas menjadi seorang idol."
"Chanyeol Oppa tidak mungkin berbuat seperti itu! Dia pria yang baik dan bertanggung jawab. Tidak mungkin dia sampai menghamili gadis itu apalagi sampai tidak mengakuinya. Kalian yang menulis berita ini dan mengatakan hal tidak benar tentangnya, pergi saja ke neraka!"
Tersebut merupakan beberapa komentar netizen. Komentar itu tak pernah bisa dihitung, terus bermunculan di berbagai jejaring sosial, media, bahkan dari mulut ke mulut.
Dan Chanyeol bahkan tidak bisa bermimpi untuk hidup tenang. Para wartawan itu menyerbu ke rumahnya seperti kawanan lebah yang sedang mengamuk. Namun ketika wartawan itu berdatangan, ia sudah tak lagi di sana. Ia terperangkap di sini, di ruang wakil CEO agensinya, bersama sang manager, Kim Minseok dan Kris, leader dari kelompoknya yang duduk di samping Chanyeol.
Ia memilih tidak menatap Kris, sebisa mungkin menghindarinya. Chanyeol tahu pasti bahwa pemimpin di kelompoknya itu adalah salah satu orang yang paling kecewa padanya, dan pada dirinya sendiri. Meskipun yang dilakukan Kris hanya menepuk-nepuk pelan pundaknya seolah mengatakan ia mendukung apapun yang akan Chanyeol lakukan, itu justru lebih memberatkan bagi Chanyeol.
"Well, Park Chanyeol. kau barusaja memulai debut solomu sebagai rapper dan sekarang kau membuat skandal besar," Sang wakil CEO berbicara, lebih kepada diri sendiri dalam nada sarkastik. Ia tidak bisa lebih kasar lagi, ia sudah berteriak-teriak beberapa menit lalu.
Chanyeol tidak mengatakan apa-apa. Kesalahan bulat-bulat dilakukan olehnya dan ia tidak punya alasan untuk membela diri.
"Dan apa yang kau lakukan Minseok-ssi, Kris-ssi? Anggotamu berbuat hal seperti itu dan kau bilang kau tidak tahu-menahu?! Bukankah kalian sebagai manager dan ketua serta yang lebih dewasa lebih mengontrol mereka?!"
Minseok membeku dengan mata hanya menatap ubin, sementara Kris terlihat lebih berani dengan berdiri dan segera membungkuk dalam. "Maafkan saya. Ini benar-benar kesalahan saya. Mohon maafkan Chanyeol, ini semua kesalahan saya."
Mengepalkan tinjunya di atas lengan kursi, Chanyeol menahan diri untuk tidak bangkit dan memukul dirinya sendiri. Lihat, berapa banyak kesalahan yang sudah ia buat? Berapa banyak sudah orang yang ia sakiti?
Tapi tetap saja, semua yang bisa ia lakukan hanya diam.
Mengusap wajahnya, sang wakil CEO menatap Kris cukup lama dengan tatapan menimbang, sebelum akhirnya kembali beralih menatap Chanyeol. Dengan dagu terangkat dan suara berat penuh perintah, ia melanjutkan bicara. "Baik. Berterimakasihlah karena aku akan mengatur ini."
"Apa?" Chanyeol dan Kris bertanya nyaris bersamaan. Keduanya menduga akan mendapat kecaman demi kecaman lagi, atau kemungkinan terburuknya, sesuatu yang berhubungan dengan berkurangnya personil Sixey. Tapi pria itu mengatakan hal yang sepertinya berbeda.
"Bersyukurlah karena kau baru debut solo, albummu laku keras, kau memiliki penggemar terbanyak, kau emas di perusahaan ini dan ayahmu orang yang cukup berpengaruh, Park Chanyeol. Jika tidak begitu, aku menjamin aku sudah mendampratmu sekarang juga. Tapi karena semua alasan itu, kita bisa mengaturnya. Bahkan jika... gosip itu benar, dan mereka memperkarakanmu, kita akan mengaturnya agar kau bebas dan bersih. Ide tentang berkencan dengan Kyungsoo dan bukan Baekhyun itu cukup bagus. Aku punya koneksi yang baik dengan Kyungsoo dan Manager mereka. Biar aku yang akan melobi gadis itu."
"T-tapi sajang-nim, i-itu kan i-il—" Minseok terbata-bata dan memuncratkan air ke sana kemari dari mulutnya saat ia mencoba bicara, yang tidak bisa ia selesaikan. Keberaniannya kembali menguap.
Tidak ada tanggapan yang keluar dari bibir Chanyeol. Bukan karena ia setuju. Tapi karena ia... tidak dapat mencerna kalimat itu di otaknya. Terlalu kompleks. Terlalu tidak dapat diterima akal sehatnya. Ini... tidak... adil, kan?
Lalu kesimpulan yang diberikan sang wakil CEO membuat Chanyeol membeku di tempatnya.
"Nah, sekarang kau hanya perlu menemui wartawan di luar dan mengatakan bahwa semua berita itu tidak benar. Kau tidak mengenal gadis bernama Byun Baekhyun itu sama sekali."
'ㅅ'
Eaaaa makin nyebelin ceritanya.
PS: Yang mau ninggalin komen sebagai Knetz, dipersilahkan!
PSS: Aku ada wawancara kerja besok. Do'ain ya biar lancar dan keterima. Amiiiinnn.
