Chanyeol/Baekhyun
Genderswitch
.
"Snowdrop adalah satu-satunya bunga yang bertahan di musim dingin. Dia mungkin menghilang, tapi dia akan kembali musing dingin berikutnya. Pasti."
Chapter 20
Ending
.
"Dan Pemenang Song of the Year tahun ini, diberikan kepada..."
Ada jeda, ribuan napas tertahan menanti ucapan selanjutnya. Jo Insuk, yang tengah memanen popularitas besar berkat akting piawainya dalam drama Gangnam Lady, aktor yang telah menikah dan beberapa bulan lalu dikarunia seorang bayi perempuan tersebut bertukar pandang dengan rekannya sebelum sama-sama dengan mantap mengumumkan. "SIXEY, LOVE SHOT!"
Na~ na na nanana. Na~ na na nanana. Oooh~ it's the love shot.
Lagu terbaru Sixey yang rilis awal musim panas lalu dan berhasil menyedot perhatian banyak orang segera berkumandang di antara riuh sorakan para diberi pelukan dan ucapan selamat di sana sini, para member berdiri, dan dengan Kris yang memimpin, naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Semua member terharu, mereka saling memeluk dan bahkan Jongin kedapatan menyeka airmata di pundak Sehun.
Setelah beberapa tahun yang berat bagi Sixey; skandal besar, persaingan di dunia hiburan, dan kehilangan seorang anggota. Akhirnya... akhirnya mereka diterima kembali. Akhirnya mereka dicintai kembali.
"Terimakasih untuk semua Sexypie yang telah setia dan tidak pernah meninggalkan kami meskipun dalam masa-masa sulit," Kris memulai pidatonya, yang riuh disambut sorak sorai penggemar. "Penghargaan ini," sambungnya, mengangkat piala tinggi-tinggi. "untuk kalian semua! Dan untuk seseorang yang paling berjasa bagi kami. Dia adalah seseorang yang telah dengan brilian menciptakan Love Shot, dia juga adalah seorang yang sangat berharga bagi kami, kita semua... Park Chanyeol. Ini untukmu."
Penggemar bersorak dan bertepuk tangan lagi. Sebagian menangis. Ada satu tempat di sana, yang kosong, yang seharusnya diisi oleh satu orang lainnya. Karena Sixey seharusnya bukan lima orang, tapi enam. Tapi, Park Chanyeol tidak di sana. Ia telah pergi.
Setelah skandal Byun Baekhyun lebih dari dua tahun yang lalu, dan Chanyeol yang mengakui sebagai ayah dari bayinya. Kedua sama-sama mengundurkan diri dari grup masing-masing. Tahun itu merupakan pukulan berat bagi para fans. Namun, masa sulit itu telah berakhir, dan baik Sixey maupun FS Garden perlahan mulai bangkit, menunjukkan pada dunia bahwa mereka masih yang terkuat.
'ㅅ'
"Dia berlebihan sekali," Chanyeol menyeringai pada layar ponsel yang sedang ia amati.
Well, dia bangga, sebenarnya. Tersanjung, sekaligus terharu. Tapi tetap saja, Kris tidak perlu menyebut-nyebutnya seperti itu kan? Seperti membuka luka lama. Ia melihat wajah para member lain dan kesedihan yang kental di sana. Ia melihat para penggemar yang berpelukan dan menangis.
Ia memejamkan mata. Betapa ia juga merindukan mereka. Betapa ia merindukan berada di atas panggung yang sama dengan Kris, Lay, Jongin, Sehun dan Tao. Betapa ia merindukan berinteraksi dengan semua orang dan memanggil mereka Sexypie-nya.
"Sudah menontonnya? Kau menangis tuh."
Komentar itu serta merta membuat Chanyeol membuka mata dan mendelik pada pemilik suara. Minseok mengambil posisi duduk di sampingnya, masih sambil terkekeh.
"Sudahlah, Yeol. Kau 'kan juga mendapat penghargaan di sana sebagai soloist, kau saja yang tidak bisa datang karena kita sudah ada kontrak dengan Tommy."
"Aku bukannya menangis karena tidak bisa memegang piala award, Hyung," Chanyeol berseru galak, dan Minseok terkekeh lagi.
Benar, seharusnya ia berada di Seoul sekarang, menghadiri acara penghargaan musik tahunan seperti member Sixey lainnya. Tapi, kontraknya pada Tommy Hilfinger mengharuskannya menghadiri pagelaran fashion di Paris malam ini. Pidato penerimaannya diwakilkan pada salah seorang ssenior yang bernaung di agensi yang sama.
Ya, ia tidak lagi berada dalam agensi yang sama dengan Sixey. Ia bukan lagi menjadi bagian kelompok itu, bagaimana pahit kedengarannya.
Setelah mengundurkan diri, dan berita-berita yang meliput skandal tentangnya meredup, tidak mudah bagi Chanyeol untuk merangkak dari nol. Tapi ia melakukannya. Menandatangani kontrak dengan sebuah agensi kecil, Chanyeol terus berkarya. Ia menciptakan musik. Sebagian ia berikan pada Sixey, atau sejumlah musisi lainnya, dan yang paling emosional ia simpan untuk diri sendiri. Satu tahun setelah kebungkamannya, Chanyeol menggebrak kembali dengan album solo yang melejit seketika.
Snowdrop, albummnya berjudul Snowdrop. Dan ada sebuah lagu di dalamnya, dengan judul yang sama, yang para penggemar tahu ditujukan untuk siapa.
"Terimakasih, Hyung," Chanyeol kembali bicara setelah sesaat keheningan. Minseok menoleh. "Terimakasih karena tinggal di sisiku waktu itu. Walaupun karirmu akan lebih terjamin seandainya kau tinggal bersama Sixey."
Pria yang lebih tua, namun berbadan jauh lebih pendek menepuk pundak Chanyeol. "Aku senang aku mengambil keputusan yang tepat. Kau tahu, Sixey bisa bertahan tanpa aku, manajemen pasti bisa mencarikan mereka manager pengganti yang lebih baik. Tapi kau, kau sendirian. Kau tidak hanya butuh manager, tapi juga teman, Chanyeol."
"Aku tahu, terimakasih..."
"Omong-omong, aku ke sini untuk menyampaikan kabar baik."
"Hmm. Apa?"
"World tour solo pertamamu sudah diatur. Desember sampai Februari. Akan ada 13 negara di Asia, Eropa dan Amerika. Terakhir, si Seoul. Dan aku punya kejutan untukmu."
Wajah Chanyeol berbinar. Konser ini menjadi impiannya. Awalnya, ia pikir ia akan hancur setelah tidak lagi menjadi bagian dari agensi yang membesarkannya. Tapi ia salah. Ada kepuasan, dan kebebasan yang selama ini tidak pernah ia cecap sebelumnya. Menulis lagu-lagu yang ia suka, memilih style-nya sendiri, menjadi diri sendiri. Seolah untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasa hidup. Namun kalimat terakhir Minseok mau tidak mau membuat alisnya sedikit berkerut.
"Kejutan apa?"
"Namanya juga kejutan. Lihat saja nanti."
Sang soloist mendengus. "Baiklah terserah kau saja. Sekali lagi, terimakasih, hyung."
"Yeah... Haruskah sekarang aku bilang aku mencintaimu? Terdengar gay sekali."
Seketika, Chanyeol terbahak. "Tidak terimakasih. Kau bukan tipeku."
"Tsk. Memangnya bagaimana tipemu? Si Snowdrop itu?"
Ada jeda. Chanyeol tertegun dan Minseok segera menyesali ucapannya. Tidak seharusnya ia mengungkit-ungkit hal itu lagi.
"Musim dingin kali ini akan jadi musim dingin ketiga..."
"Chanyeol... kau tahu kapan saatnya untuk melepaskan, kan? Dia tidak kembali. Mungkin tidak akan pernah."
"Sebentar lagi, hyung. Dia berjanji akan kembali. Maka dia pasti akan kembali."
'ㅅ'
Kejutan yang dimaksudkan Minseok datang pada satu Februari. Chanyeol ingat, hari itu adalah tanggal yang sama dengan saat skandal tentangnya pertama kali muncul di media. Sebuah skandal yang memutar hidupnya seratus delapan puluh derajat.
Hari ini, ditanggal yang sama, kejutan hadir dalam bentuk berbeda.
"SURPRISE!"
Chanyeol tergagap ketika ia membuka pintu studionya dan menemukan seluruh anggota Sixey di depan pintu. Ia tidak ulang tahun hari ini. Dan meskipun ia tetap berkomunikasi dengan baik dengan setiap anggota, hal dimana mereka semua bersama-sama datang ke tempatnya adalah hal yang sangat langka, mengingat sibuknya jadwal masing-masing.
"H-hei. Aku tidak ulang tahun hari ini."
"Memang tidak," Sehun menyahut. "Memangnya siapa yang mau repot-repot merayakannya," yang segera mendapat sentilan dari sang leader.
"Kami kesini untuk menjemputmu," Kris mengklarifikasi.
"Menjemput?"
Mengambil satu langkah mundur, Chanyeol akhirnya menyadari keberadaan manager baru Sixey dan seorang asisten di sana. Dan bahkan, Minseok managernya sendiri. "Mau kemana?"
Ia sibuk, belakangan, sangat. Bahkan sulit untuk mengingat jadwal sendiri karena terlalu banyak. Yang ia tahu hanya ia akan menggelar konser terakhir besar-besaran dalam rangkain world tournya malam ini di Gucheok Sky Dome, satu-satunya Dome di Korea.
"Kemana lagi. Tentu saja rehearsal."
"Apa?!"
Ia tidak tahu. Ia tidak diberitahu sebelumnya. Hanya bahwa ia akan mengundang dan berduet bersama beberapa grup idola lain. Ia tidak menyangka itu akan menjadi Sixey.
"Jangan menangis dulu, Park. Kita harus cepat latihan."
'ㅅ'
Snowdrop berumur pendek. Tapi..., ia akan kembali di musim dingin berikutnya. Di saat semua bunga lain mati dan tidak bisa hidup dalam cuaca sangat dingin, snowdrop... adalah satu-satunya yang bertahan dan akan mekar dengan cantik.
Chanyeol membaca artikel itu berulang-ulang seperti orang gila. Lalu akan berhenti dalam waktu lama hanya untuk menatap foto bunga putih mungil yang tumbuh di tengah tumpukan salju tersebut. Tersenyum. Seolah itu adalah seseorang yang ia kenal. Seseorang yang ia rindukan...
"Sudah cukup main gamenya," tiba-tiba ponsel yang sedang Chanyeol pelototi direbut darinya. Chanyeol mendongak, menemukan Kris memberikan tatap memperingatkan padanya. "Kau harus bersiap-siap, sebentar lagi kita tampil."
"Hm."
Hari-hari Chanyeol terus berjalan dengan aktifitas yang sama: menyanyi, menari, latihan, menjadi MC, dan kadang penyiar radio. Selepas skandal, syuthing Home Sweet Home masih rutin dilakukan, meskipun ia tidak ikut, namun setelah mereka menyelasaikan season pertama, sekarang mereka menyiapkan season kedua, dan yeah, Chanyeol kembali diundang. Acara itu semakin meriah dengan kedatangan para idola populer setiap minggunya, namun Chanyeol tahu bahwa ia selalu merasa kosong di sana, di tempat yang digantikan oleh grup wanita baru yang lain. Sedikit demi sedikit, hidupnya mulai menjadi lebih normal. Masyarakat mungkin sudah lama melupakan masalah skandal yang pernah ia buat. Segalanya mulai menjadi lebih baik. Hampir. Chanyeol tidak bisa membohongi diri bahwa ia merasa selalu saja ada yang kurang. Gadis itu. Gadis itu adalah lubang besar yang tidak bisa ia tutupi dengan apapun.
Ia merindukannya. Sangat.
Malam itu Chanyeol mendapati dirinya bernyanyi lagi bersama Sixey dan berhasil membuat para penggemar bercucuran airmata dengan reuni mereka yang membawakan lagu-lagu lama Sixey. Disamping itu, ia juga mendapat tamu tak terduga. Di pertengahan akhir konsernya, ia menemukan dirinya berduet bersama FSGarden untuk yang kedua kali setelah Baekhyun pergi dan meninggalkan kelompok itu dalam formasi hanya tiga orang. Kim Junmyeon, sebagai lead vocalist menggantikan Baekhyun telah selesai dengan baitnya. Sekarang giliran Chanyeol.
Dan ia gamang.
"Kau baik-baik saja, Chanyeol-ssi?" Luhan bertanya di akhir lagu, setelah gemuruh tepuk tangan penonton mulai mereda. Tadi, ialah yang mengambil alih bagian Chanyeol yang sepertinya pria itu lupa.
"Ya, aku baik-baik saja."
Tapi semua orang tahu ia tengah membohongi diri sendiri. Para member FSGarden pun satu-persatu menghilang di balik panggung dan Chanyeol menemukan dirinya kembali sendirian di tengah panggung yang luas, bermandi keringat dan segalanya.
"Sudah malam, apa kalian ingin pulang?!" Tanyanya, mengacungkan mic ke tengah-tengah penggemar.
Dan semuanya kompak menjawab. "TIDAAAAKKK!"
"Mau mendengar sebuah lagu lagi?"
"YAAAAAAA."
"Baiklah. Ini adalah lagu penutup dalam konser kali ini. Saya sangat berterimakasih untuk kalian semua. Dan lagu ini, kupersembahkan untuk kalian yang sedang jatuh cinta, yang mencintai, atau sakit karena terlalu merindukan seseorang. Lagu ini... untuk seseorang yang kurindukan setengah mati..."
Musik lembut mulai mengalih dan Chanyeol menghela napas.
"Two People."
Pria itu menutup mata. Two People. Lagu ini justru semakin mengingatkannya dengan gadis itu. Lagu yang mereka nyanyikan saat pertama kali satu panggung. Lagu yang menjadi pengiring saat ia menatap gadis itu untuk pertama kali dan detik itu juga menyukainya. Lagu yang mungkin menjadi salah satu alasan kenapa ia jatuh cinta pada gadis itu.
Kita hanyalah dua orang berbeda... yang bertemu dan saling jatuh cinta
Kita bertemu pada waktu yang salah, tempat yang salah...
Tapi apakah cinta itu salah?
Kita hanyalah dua orang berbeda... yang saling merindu...
Ia ingat bagaimana gadis itu saat pertama kali melihatnya. Memakai dress putih selutut, dengan gerai rambut yang seperti berembun. Dengan suaranya yang seperti malaikat. Dan dengan aromanya yang manis seperti vanilla. Di bagian ini, Chanyeol merasa ingin tertawa untuk dirinya sendiri. Ia bahkan bisa mencium aroma vanilla yang sama dengan kuat seolah itu nyata.
Lalu, sebuah suara mengambil alih bait lagu Chanyeol berikutnya, membuat Chanyeol membeku di tempat.
Ia takut untuk membuka mata dan menoleh. Tapi ia harus melakukannya. Dan... rasanya aneh ketika melihat gadis itu berdiri di sisinya, bernyanyi dengan begitu nyata, bukan lagi khayalannyannya. Dibuktikan dengan riuh penonton yang sama terkejutnya dengan penampilan tiba-tiba Byun Baekhyun setelah tidak ada kabar sama sekali selama hampir tiga tahun. Rasnaya ada sesuatu yang bergejolak di perutnya. Bukan kupu-kupu. Mungkin... gajah? Sesuatu itu terlalu besar hingga membuat dada Chanyeol sesak. Hingga rasanya ia dapat meledak.
Gadis itu bernyanyi dengan indah, menyelipkan jemarinya di antara jemari-jemari Chanyeol, dan tersenyum, untuk Chanyeol. Mata berbintangnya menatap Chanyeol seolah menjawab semua pertanyaan pria itu, mengatakan 'apa kabar' dan 'aku juga merindukanmu' tanpa suara verbal.
Dan sampai akhir lagu, Chanyeol rasanya seperti bermimpi.
Musim dingin... gadis itu kembali. Snowdropnya kembali.
End
A/N: Aku sudah mencoba menambahkan banyak di ending kali ini tapi aku masih enggak yakin sebenarnya apa ini terlalu terburu-buru. Omong-omong masih akan ada epilog dan mungkin bonus chapter! Jadi jangan buru-buru tinggalin FF ini ya! Stay tune! Juga, aku mau post FF baru so kalau penasaran, bisa subscribe dan tungguin ya guys!
Appreciation Post: Dan karena ini ending, aku mau ngucapin banyak-banyak makasih untuk semua yang udah berkenan baca, review, vote, comments maupun yang DM-DM ngasih dukungan ataupun sekedar nanya-nanya. Semuanya sangat berarti buat aku. Aku bahkan nggak nyangka bisa sampai titik ini. Maafin aku yang nggak bisa balesin komen satu-satu karena apalah aku ini jadi budak kerjaan. Tapi terimakasih kalian semua! Saranghae!
PS: Lagunya ngarang.
PSS: Mau post tadi sore padahal sama di wattpad, tapi laptopnya keburu mati wkwk.
