Chanyeol/Baekhyun

Genderswitch

.

"Aku mencintaimu, Byun Baekhyun


Chapter 21


Epilogue

Sehun terus tersenyum pada ponselnya yang mengakibatkan Jongin mengerutkan kening

"Melihat foto bugil ya?" Tebaknya seraya menjatuhkan diri di sofa dekat Sehun dan mencoba mengintip, yang tentu saja tidak berhasil karena Sehun segera menyembunyikan ponselnya.

"Enak saja. Memangnya aku mesum sepertimu?!"

"Hei, yang kemarin membagi link video porno siapa? Dasar!" Sesaat, kedua pria itu adu jotos, sampai akhirnya Jongin berinisiatif untuk merebut ponsel yang Sehun mati-matian coba pertahankan. "Memangnya apa sih yang sedang kau tonton!"

"Bukan apa-apa! Pergi sana!"

"Lihat dulu!"

"Tidak boleh. Nanti mata mesummu terbakar. Pergi! Hush hush!"

Dengan beberapa tendangan, Sehun berhasil menggelongsorkan Jongin dari atas sofa, membuat teman yang sering dijodohkan dengannya tersebut dalam dunia fanfiction terjatuh ke lantai. Jongin mendengus.

"Lihat saja nanti, menu makan malammu malam ini adalah Vivi Bakar."

"Jika kau berani, kupotong Jongin juniormu , kubikin sate, kubakar, dan kukasih saus kacang!"

Namun Jongin hanya tertawa seraya memeletkan lidahnya dan menggoyangkan pantat. Ketika bantalan sofa mendarat persis di bokong seksi yang sama, pria itu berlalu pergi sambil terbahak.

Sehun menghela napas, menggerutu, lalu menatap ponselnya lagi. Hal yang... serta merta membuatnya kembali mengulum senyum.

Di sana, di kolom chat kakaotalknya, foto selfie seorang gadis terpampang, tersenyum manis padanya.

Pagi, Oppa. 08.37 am.

Pagi... Baru bangun? 08.38 am.

Ah, apa kelihatan?

Tidak. Hanya saja, aku bertanya-tanya kenapa pagi tadi mendung.
Ternyata mataharinya baru bangun, hehe.

Oppa /

Menyembunyikan ponsel di balik bantal, Sehun memberi jeda pada obrolan mereka. Hanya mencuri waktu untuk tersenyum-senyum kegirangan seperti orang gila sambil menanam wajahnya sendiri pada guling yang sedang ia peluk. Astaga! Apa tadi cringey sekali? Tapi Luhan menyukainya, kan?

Ketika ia membuka chat itu kembali, sebuah pesan baru masuk.

Sudah makan?

Belum. Maunya disuapi Luhannie :c

Ah datang kemari nanti kusuapi, ㅋㅋㅋ

Aaah inginnya , tapi hari ini sibuk sekali. Dan manager bilang aku harus
hati-hati kalau tidak kita harus menyogok Catch-U lagi agar tutup mulut
seperti waktu itu TT

Aku tahu. Maaf itu salahku kita sempat ketahuan :c

Aku tidak mau dibully fansmu TT mereka semua sangat kejam!

Memangnya aku juga tidak tahut dengan fanboysmu?
Di saat seperti ini, aku tidak bisa membayangkan berada di posisi
Chanyeol hyung waktu itu. Soal pengakuannya, ingat?

Tentu saja! Semua orang juga pasti ingat!

Kapan kau bisa go publik seperti itu juga?

Sebentar ya, sayang, aku sedang mengumpulkan uang untuk pernikahan kita TT
Tidak ingin karirku diamuk massa dulu

Hahahah aku mengerti. Hanya bercanda, hehe :v

Datang sini, biar kucubit sayang 3

Oppa yang ke sini.

Lagipula, kita akan ketemu lagi di konsernya Chanyeol Oppa, kan?

Yeah, benar. Jadi tidak sabar.

Omong-omong, Baekhyun jadi datang, ya?

Hm. Ini akan jadi kejutan besar bagi Chanyeol. Iya, kan?

Haha, tentu saja. Anak itu sudah dua tahun lebih uring-uringan.
Aku senang Baekhyun hubungan mereka bi
sa kembali baik.

Sehunnie-ku bijak sekali jadi makin cinta 3

Mumumu 3 3 3

''

Ada seorang pria, yang aku menjatuhkan hati padanya. Jika garis kami bergerak lurus seperti hari-hari normal lainnya, maka kami hanya akan menjadi orang asing bagi satu sama lain. Tapi sesuatu terjadi, sebuah kesalahan yang tidak pernah kusesali.

Ada bayi.

Tapi sekarang, bayi itu pergi, dan perasaanku tertinggal bersamanya, bersama pria itu.

Baekhyun nyaris tersaruk begitu membawa kakinya menaiki panggung. Jika mengatakan bahwa ia gugup, itu terlalu menyepelekan. Dia sangat gugup! Nyaris limbung karenanya. Dua tahun, nyaris tiga, ia tidak pernah menginjakkan kaki di atas panggung lagi. Apalagi, untuk ditonton manusia dalam jumlah ribuan seperti sekarang. Ada banyak yang berseliweran di pikirannya; apakah ia masih bisa diterima? Apa bahkan publik masih mengingatnya? Apa ia pantas berdiri di sana, seperti yang lain?

Junmyeon, Kyungsoo dan Luhan menyemangatinya dari backstage. Tapi rasa gugup membuat Baekhyun kesulitan berpikir. Ia bahkan tidak tahu apa ide ini masuk akal sejak awal.

Namun kemudian ia melihat punggung itu, lalu hanya punggung itu yang ia pedulikan. Tidak ada lagi bising teriakan penonton. Tidak ada ratusan lampu panggung dan ribuan lightsticks. Tidak ada opini publik, tidak ada ketakutan. Yang ada hanya Park Chanyeol, dan kerinduannya pada pria itu.

Two people. Lagu yang ia hafal di luar kepala. Lagu yang membuatnya berdebar sejak pertama ia mendengarnya. Ia tahu, itu lagu tentang mereka.

Berjalan mendekat dalam langkah yang teredam, Baekhyun memejamkan mata dan membiarkan aroma pria itu memenuhinya kembali, bersama kenangan-kenangan mereka yang tidak pernah ia lepaskan. Baekhyun mulai bernyanyi

Satu... Dua...

Chanyeol menoleh dan tatap mereka bersirobok. Sejenak, seluruh nada dan suara rasanya menghilang. Baekhyun terpaku, merasakan dadanya sesak karena rindu yang membuncah yang sekarang tidak mampu ia bendung. Dan Chanyeol, terlihat nyaris sama buruknya.

Dan tidak ada di antara keduanya yang tahu bagaimana mereka dapat bertahan hingga akhir lagu. Di antara bising sorak penonton. Di antara airmata yang mengalir mulus di wajah Baekhyun tanpa bisa ia tahan-tahan.

''

Ada begitu banyak, terlalu banyak kata yang ingin keduanya tukar. Pertanyaan-pertanyaan yang mnecari jawaban. Alasan-alasan yang meminta pembenaran. Kisah-kisah yang mereka lewatkan. Namun saat itu, di panggung itu, mereka hanya mampu saling menatap, seolah itu cukup.

Bahkan begitu pertunjukan usai, begitu tepuk tangan yang membahani meredup dan semua orang satu persatu pulang. Chanyeol menawari gadis itu untuk mengantarnya pulang, yang hanya disambut Baekhyun dengan anggukan.

"Selama ini... kau tinggal dimana?" Itu Chanyeol, yang akhirnya membuka suara setelah keheningan yang kental menjadi satu-satu sahabat bagi alunan pelan lagu-lagu sendu di radio.

"Di suatu tempat dimana tidak ada seorang pun yang akan mengenaliku, dan menyebutku pelacur atau apa."

Jawaban itu menohok Chanyeol, mau tidak mau.

"Dan mereka menyebutku penjahat sex."

"Kita cocok kalau begitu," Baekhyun terkekeh pelan. Jemarinya yang cantik meski tanpa riasan kuku bermain dengan tali tasnya. "Kita hanya dua orang bodoh, kan? Yang mempertaruhkan karir dan semuanya, demi bayi kita. Walaupun akhirnya kita tetap gagal melindunginya."

Hening, melepaskan satu tangan dari kemudi, Chanyeol menemukan tangan lembut Baekhyun dan meremasnya pelan.

"Aku kadang memikirkannya. Ralat, aku sering memikirkannya. Apakah ia laki-laki atau perempuan. Bagaimana wajahnya. Apa ia akan memiliki matamu? Atau mewarisi milikku? Apa ia akan menjadi anak yang pendiam atau justru hiperaktif? Apa kata pertamanya? Apa makanan kesukaannya? Apa mainan favoritnya? Apa-"

Sampai situ, Chanyeol menekan rem dengan mendadak seraya memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan. Menyesakkan. Perasaan kehilangan yang selalu menghantuinya. Tidak ada yang tahu bagaimana ia mengutuk diri setiap harinya. Mengutuk kebodohannya. Menangisi kekosongan yang seharusnya diisi oleh dua orang terpenting dalam hidupnya.

Lalu Chanyeol merasakannya. Usapan lembut pada sudut matanya, tempat dimana airmatanya mulai melesak keluar. Ia menoleh dan menemukan Baekhyun, airmata membanjiri wajahnya, namun gadis itu tersenyum. Dan dengan telaten menghapus jejak airmata Chanyeol.

"Seandainya..." Gadis itu tidak bisa menyembunyikan senggukannya. "Seandainya dia ada... nama apa yang akan kau berikan?"

"Miracle."

Baekhyun tersenyum. Terkekeh, bahkan. Kontras dengan wajahnya yang basah. Membuat Chanyeol sedikit tersipu. "Apa itu terdengar konyol?"

"Sedikit. Tapi... aku menyukainya. Dia memang sebuah keajaiban, untukku..."

"Dan untukku."

Dengan kedua ibujarinya yang besar, Chanyeol menghapus airmata di pipi berisi itu. Namun sentuhan itu, sentuhan yang ia rindukan setengah mati membuat tangis Baekhyun kian deras tanpa terbendung. Ia sesenggukan.

Dan Chanyeol menciumnya detik itu juga. Bibirnya menyapa bibir mungil itu lembut, menularkan kehangatan, menawarkan penenang. Ia mengisapnya hati-hati di antara belah bibirnya hingga Baekhyun berhenti sesenggukan dan mereka tidak lagi mengenal waktu.

Ciuman itu seolah menjadi penebus bagi hari-hari saat mereka tidak bisa menjangkau satu sama lain.

''

[BREAKING] BYUN BAEKHYUN MUNCUL KEMBALI DI ATAS PANGGUNG LOEY PARK

(Seoul, 02/02/2022) Setelah menghilang dari dunia hiburan selama nyaris tiga tahun, Byun Baekhyun berhasil sekali lagi mengejutkan publik dengan kemunculan perdananya di panggung konser solo yang dilakukan oleh soloist Loey Park.

Hal ini tentu membangkitkan kembali skandal besar tiga tahun silam, dimana mantan anggota dari grup wanita pendatang baru waktu itu, Four Season Garden yang digosipkan hamil, dan baru diketahui kemudian siapa ayah dari janin yang sayangnya tidak sempat lahir ke dunia tersebut. Siapa yang tidak ingat ketika Loey Park, atau yang saat itu masih berstatus sebagai anggota Sixey, Park Chanyeol, mengeluarkan pernyataan dramatisnya mengenai arti Byun Baekhyun dan bayi itu baginya. Sebuah pernyataan yang menyentuh bagi banyak orang, namun juga pernyataan yang mengakhiri karirnya dalam grup yang sudah bersama dengannya selama empat tahun.

Dan tadi malam, sejoli ini memberikan kejutan dengan mengatakan duet panggung di penghujung konser. Tidak hanya itu, mereka juga tampak berpegangan tangan dengan mesra, membuat publik bertanya-tanya, apakah keduanya masih menjalin hubungan? (source: )

(+1.228, -321) Omo... Omoooo... Kyaaaaaaaaaaa... Aku berfikir aku sedang bermimpi sampai saat rasa sakit karena cubitan temanku begitu terasa... Daebak... Jinja Daebak... Mereka bertemu kembali.. Apa artinya mereka akan bersama lagi? Aku begitu bahagia... Cepat menikahlah kalian dan buat aegideul yang lucu ^^

(+932, -21) Whooaa aku benar-benar terkejut dengan baekhyun eonni semalam.. Mereka sangat serasi, menikahlah.. Aku mendukungmu~

(+811, -13) Aku berharap hubungan mereka membaik terlepas dari skandal masa lalu mereka, dan aku akan menjadi shipper nomer satu mereka kyaaaaa.

''

"Kenapa orang-orang mendadak gila, belakangan?"

Itu Jongin, setelah mneyaksikan Chanyeol yang berpamitan pergi setelah mengunjungi asrama Sixey dengan senyum lebar diwajahnya yang tidak mau luntur. Entah apa yang pria itu makan tadi pagi.

"Aku pergi dulu, semuanya! Masih harus rekaman! Jangan lupa menonton video teaserku, ya?"

"Pfft dibayarpun aku tidak mau," Jongin mendengus.

"Jangan begitu, nanti kukasih tanda tangan, fanboy."

"Hahaha tidak usah hyung! Aku tahu dia sudah preorder selusin untuk albummu hahaha." Itu Zitao, yang tertawa tanpa henti dan tidak akan berhenti seandainya Jongin tidak segera menyumpal mulutnya dengan bantal.

Chanyeol tersenyum, sekali lagi berpamitan pada member yang lain sebelum panggilan beruntun dari managernya, Kim Minseok membuatnya harus terburu-buru pulang. Senyum itu tidak luntur dari bibirnya.

"Kau kemana saja, Chanyeol!" Minseok, meski dengan tubuh mungil dan wajah imut-imutnya, kadang dapat terlihat cukup garang, seperti saat itu.

"Iya hyung," jawab Chanyeol, setengah ngos-ngosan setelah berlari di sepanjang koridor. "Aku tadi mampir sebentar ke dorm!"

"Kau ini. Bahkan pasangan duetmu sudah datang dari tadi."

Deg. Informasi itu otomatis membuat jantung Chanyeol berdegup lebih keras. "Dimana dia?"

"Di ruang rekaman."

''

Sama seperti kali pertama, punggung sempit itu adalah yang pertama ia lihat. Sekarang berbalut sweater rajut berwarna putih yang kontras dengan warna cokelat gelap rambut sebahunya. Punggung itu, adalah magnet yang membuat Chanyeol ingin merengkuhnya, melindunginya, menghindarkan dirinya dari segala hal buruk seperti yang sudah-sudah.

Lalu, merasakan kehadiran Chanyeol, gadis itu menoleh, dan tersenyum.

Matanya... matanya tidak bulat seperti idola wanita kebanyakan. Mata itu kecil teruatama sekarang, saat ia tidak menggunakan riasan mata apapun. Tapi Baekhyun menyukainya, sangat. Ia terlihat jauh lebih imut, lebih manis dari yang diperbolehkan. Seperti anak anjing. Dan ketika tersenyum, sepasang iris itu membentuk bulan sabit. Dan Chanyeol harus mencengkeram gagang pintu dengan erat jika tidak ingin jatuh.

"Kau datang," sapanya. Suaranya... Chanyeol pernah lupa bagaimana rasanya mendengar suara merdu itu lagi secara langsung.

"Yeah. Kau sudah mau mulai?"

"Hm," Baekhyun meraih headphone di sampingnya dan menganjurkannya pada pria tinggi itu. "Ayo kita mulai!"

Musik mengalun lembut. Kertas-kertas nada dan lirik tersusun di hadapan mereka, namun Chanyeol tidak mampu mengalihkan tatapannya dari objek di sisinya.

"Spring, Summer, Fall, Winter..." gadis itu membisikkan judul lagu yang akan menjadi duet perdana mereka.

Lagu dengan nuansa lembut dan ringan itu bercerita tentang empat musim, bagaimana mereka jatuh cinta di musim semi, bersatu di musim panas, merindu di musim gugur, dan bertemu kembali di musim dingin. Tentang bagaimana cinta itu bertahan meski musim berubah. Paduan suara lembut Baekhyun dan bariton Chanyeol berpadu menjadi sebuah komposisi yang hangat dan mengaduk emosi hanya dalam sebuah lagu.

Dan hanya perlu satu kali take yang dibutuhkan untuk seluruh kru di sana bertepuk tangan heboh.

Namun, itu bukan akhirnya. Bersama-sama, mereka melantunkan nada panjang di akhir lirik. Chanyeol kemudian berhenti, gadis itu meneruskan. Lalu, dengan tatap masih terkunci pada Baekhyun, Chanyeol berbisik di perekam suaranya.

"Aku mencintaimu... Byun Baekhyun."

''

[BREAKING] Chanyeol dan Baekhyun kedapatan kembali berkencan!

U-catch merilis, Sabtu kemarin, tepat dua bulan setelah kembalinya Byun Baekhyun, former member dari grup idol FSGarden, yang kemudian semakin menghebohkan dengan single solo berjudul SSFW yang ia rilis dengan berkolaborasi bersama Loey Park dan secara otomatis menempati posisi-posisi teratas di berbagai tangga lagu, U-Catch akhirnya merilis foto keduanya yang sedang berkencan di Saporo, Jepang.

Dalam rangkaian foto yang dirilis, tampak mereka tidak malu-malu untuk berpegangan tangan di publik bahkan tanpa mengenakan penyamaran apapun. Keduanya juga tampak menikmati makan malam romantis di salah satu restoran bintang lima. Kebahagiaan terpancar dari ekspresi dan tawa keduanya yang tertangkap jelas tanpa adanya masker pelindung di wajah mereka.

Foto-foto inipun mendapat berbagai tanggapan beragam dari netizen, ada yang mengungkit-ungkit mengenai skandal mereka di masa lalu. Namun tak sedikit juga yang memberikan reaksi positif dan dukungan untuk pasangan ini.

"Cepatlah go public!" Tulis seorang netizen yang segera mendapat ribuan like.

Nah, bagaimana pendapatmu? ()


See Author's Note at the next chapter ya!