chan adalah hal terindah yang bisa terjadi padaku.

semua hal; dari rambut pirangnya yang sedikit ikal di akhir namun terasa sangat halus setiap kusentuh, bentuk hidungnya yang selalu memerah ketika kucubit maupun tempat lain di telinga kanannya yang juga menyeruakkan warna jambu bila aku hanya membisikkan satu dua kata saja. kulitnya seperti porselen, tubuhnya sempurna, tidak terlalu kecil maupun besar-kaki jenjangnya yang indah, bahunya yang lebar, pinggangnya yang terasa mungil di rangkulanku, figurnya yang lebih pendek membuatku sangat-sangat nyaman berada di dekatnya.

panjang sekali, namun sungguh, seluruh bagian dari chan bisa kudeskripsikan masing-masing dengan adjektif positif lainnya yang dimata kalian akan menjadi terlalu menjijikkan dan terlalu manis. maaf, aku tidak bisa apa-apa namun melakukan hal itu.

namun aku merasa harus mengajarkannya beberapa hal akhir-akhir ini.

maksudku, aku tidak ingin chan lepas dari pelukanku, aku hanya ketakutan: bukankah itu berarti aku sangat mencintainya? aku tidak salah, aku hanya menjaganya dari segala keburukan dunia, aku adalah pahlawannya, itu juga mengapa ia selalu berterimakasih padakuーtentu, rumahnya hanya diriku, dan ia memang tidak boleh menjadikan orang lain sebagai tempat ia berlabuh.

ini membuatku pening. aku sedang berada di jalan pulang. aku akan mengetik jurnal ini lagi lain kali. pagi ini aku sudah meminta maaf padanya, kupikir kalimatku kemarin terlalu kasar.

tapi itu bukan salahku. benar, hanya menjaga dan mengajarkannya betapa jahatnya dunia ini; dan itu termasuk pada terlalu sering bepergian dengan anak bernama lee minho dari fakultas sebelah itu, ya, itu.

itu.

aku akan melanjutkan ini lain kali.

[05.05.2019ーhyunjin's journal: 1.]