Kriskai

Jongin bahagia karna beberapa hari ini Kris tak lagi dingin padanya. Laki-laki itu sudah mulai memperlakukannya seperti seorang kekasih. Terlebih setiap jam istirahat Kris selalu mengajaknya ke kantin dan makan bersama. Begitu pula saat pulang,kris akan mengantar Jongin pulang dengan mobil mewahnya. Namun berbeda dengan Baekhyun,pria itu merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh sikap Kris. Terlebih saat tak ada Jongin,ia sering melihat pemuda kanada itu tengan bergandengan dengan seorang gadis cantik. Gadis populer sekaligus teman sekelas Kris,gadis itu adalah Jessica. Mereka terlihat sangat akrab dibanding Kris saat bersama dengam Jongin.

Akhirnya Baekhyun memberanikan dirinya untuk menghampiri Kris. Ia menghampiri pemuda itu di dalam ruang osisnya.

"Kris ,ada yang ingin kutanyakan padamu." Baekhyun bukanlah orang yang suka bertele-tele ia akan mengatakan apa yang ada di kepalanya secara langsung.

"Apa yang ingin kau katakan?" Kris membalas dengan intonasi datar khasnya.

"Apa hubunganmu dengan Jessica sunbae? dan apa hubunganmu dengan Jongin ada sangkut pautnya dengan sikap teman-teman mu itu?"

"Kenapa kau sangat penasaran dengan urusanku?" Baekhyun menatap seniornya sengit.Sementara sang senior hanya memijat keningnya pelan,ia sedikit merasa pusing dan tak enak badan hari ini.

"Karna aku tidak akan segan-segan menghancurkan mu jika kau berani menyakiti Jongin!" Baekhyun itu kecil bahkan lebih pendek dari Kris,tapi jangan berani-berani dengannya,karnabia adalah seorang master hapkido. Orang dengan tubuh dua kali lipat dari ukuran bandannya pasti akan dengan mudah di kalahkannya.

"Dan kau- aku tak akan memberimu kesempatan untuk berhubungan dengan Jongin lagi!" Sambungnya.

"Kalau begitu mari kita lihat,aku atau Kim Jongin itu yang akan lebih hancur nantinya. Dan kau tak perlu repot-repot, aku juga tidak ingin berhubungan dengan laki-laki lemah dan jelek sepertinya."

Buaghh

"Itu adalah salam pembukannya Kris !" Setelah meninju rahang Kris, Baekhyun langsung pergi dan membanting pintu ruang osis tersebut.

"Kau menantangku Byun!?"

"Sunbae mengapa rahangmu memar?" Tanya Jongin khawatir. Kini mereka berdua berada di perjalanan menuju apartment Kris. tidak jangan berfikiran negatif dulu, Jongin hanya ingin mampir ke apartment Kris karna rencananya hari ini mereka akan pergi ke sebuah mall untuk kencan pertama mereka.

"Tak apa Jongin." Kris merasa sedikit pusing saat ini. Bukan karna pukulan Baekhyun,tapi karna sedari tadi ia tak enak badan karna terlalu banyak kegiatan dan begadang akhir-akhir ini. Akhirnya merekapun sampai di apartment Kris. Apartment Kris itu berada di kawasan elit jadi wajar saja jika sedari tadi Jongin berdecak kagum saat melihat interior dari apartment Kris.

"Aku akan ganti baju dulu. Kau tunggulah di sini. "Ujar Kris. Sesaat setelah itu Kris langsung mengganti baju seragamnya,namun saat ia akan membuka kacing terakhir kemejanya,ia langsung terjatuh.

Brukk

Jongin langsung berlari dan menghampiri Kris yang kini tengah jatuh pingsan. Ia langsung membawa Kris naik ke ranjang dan memakaikan Kris baju kaos berwarna hitam yang ia ambil dari lemari pakaian. Lala ia keluar dan mengambil wadah yang cukup besar dan mengisinya dengan air. Tak lupa ia mengambil handuk kecil yang berada di kamar mandiri. Ia segera menghampiri Kris dan mengompres kening pemuda itu.

Ia sudah tau Kris sedang demam ketika tangannya menyentuh rahang tegas milik sang kekasih. Ia mengompres dengan telaten. Ia juga sudah menghubungi ibunya dan bilang bahwa ia akan pulang larut malam ini karna harus mengerjakan tugas kelompok,dan untunglah ibunya tidak curiga sama sekali.

"Hyung tunggu lah...aku akan membelikanmu obat di apotek." Dan Jongin pun segera keluar dari apartment Kris dan tidak lupa ia membawa kunci apartment Kris.

Jongin sudah kembali sari apotek dan juga telah selesai memasak bubur untuk Kris. Ia pun membawa bubur dan obat itu kekamar Kris. Jongin mengecek suhu badan Kris yang sudah agak menurun. Ia pun memutuskan untuk membanfunkan pemuda itu.

"Sunbae bangunlah...makan dan minumlah obatmu." Kris pun terbangun dan Jongin dengan sigap membantunya untuk duduk.

"Aku tidak mau makan Jongin!" Seru Kris. Untuk informasi saja,kris itu tipe orang yang sangat rewel dan manja kala dia sakit. Bahkan orang tua. Dan suster yang merawatnya akan sangat sulit untuk membujuknya makan dan minum obat.

"Makanlah...dan minum obatmu sunbae!" Ulang Jongin lagi.

"Aku tak mau..."

"Makanlah..." Jongin mulai menyuapi Kris namun...

Prankk

Kris menepis mangkuk dan sendok yang sodorkan Jongin dengan keras. Namun bukannya marah Jongin malah berdiri dan membersihkan tumpahan dan pecahan dari mangkuk tersebut.

"Akan ku buatkan lagi..." , Jongin pun kembali ke dapur dan memasak satu porsi bubur lagi. Ia masuk kedalam kamar itu lagi namum Kris kembali menumpahkan bubur tersebut,ia kira Jongin akan marah padanya dan berhenti memaksanya untul makan. Namun nihil,hingga percobaan ke empat pun Jongin masih belum jera untuk membuatkan bubur untuk Kris. Di saat tumpahan ke lima Kris segera menarik tangan Jongin agar laki-laki itu melihat wajahnya.

"Apa kau tak lelah karna selalu ku tolak,huh?"

"Apa kau tak lelah menolak makananku?" Bukanya menjawab Jongin malah membalas pertanyaan Kris dengan pertanyaan lainnya.

"Berhentilah membuatku kesal Jongin!"

"Berhentilah membuatku khawatir Kris!? Apakah kau tak tahu betapa aku khawatir pada mu? Melihat mu pingsan bahkan badanmu demam. Aku bahkan berbohong pada ibu ku agar bisa merawatmu. Ini bahkan sudah jam 2 malam,aku sudah memasak lima mangkuk bubur dalam semalam . Aku lelah Kris,tapi aku lebih takut lagi jika kau sakit. Bagaimana jika aku tak bersamamu tadi. Kau- hikss..." Pecah lah tangisan Jongin. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang mungil itu.

Grep

Kris langsung menarik Jongin kepelukannya. Hatinya berdesir dan terasa nyeri bersaan saat Jongin menangis ia merasa gagal menjadi kekas Jongin.

"Maaf kan aku Jongin!" Tulus Kris.

"Kalau begitu makan lah dan minum obatmu,aku tak ingin kau bertambah sakit,hikss..."

Kria menganggukkan kepalanya,dan setelah itu Jongin segera kembali mrmbersih kan tumpahan bubur sebelumnya dan memasakan Kris bubur yang baru.

Kris makan dengan baik dan juga meminum obatnya. Setelah itu Jongin menyuruhnya untuk kembali tidur karna ini sudah pukul 3 malam.

"Tidur lah...kalau ada sesuatu telpon aku. Aku pulang dulu." Kris segera menarik tangan Jongin agak pemuda manis itu dapat menatapnya.

"Tidurlah disini...ini sudah malam. Bagaimana ada sesuatu yang terjadi nanti.?" Kris khawatir,bagaimana tidak sekarang itu sudah sangat larut dan sangat berbahaya jika laki-laki seperti Jongin pulang sendiri.

"Tidak,jika aku tidak pulang orang tuaku akan khawatir. Lagi pula rumah ku tidak jauh dari sini,aku akan melewati jalan pintas agar cepat sampai." Jongin tersenyum untuk meyakinkan Kris. Namun ia tahu Kris masih sangat khawatir pada nya.

"Sunbae sebelum aku pulang bolehkah aku minta sesuatu?" Tanya Jongin sambil menunjukan aegyo nya.

"Apa?" Tanya Kris singkat,pikirannya masih diliputi kekhawatiran tentang Jongin.

"Aku ingin... mencium mu. Apakah boleh?" Kris hanya terdiam namun tanpa sadar menganggukan kepalanya.

Chu~

Jongin mengecup kening Kris lama hingga tanpa sadar Kris memejamkan matanya menikmati ciuman dari Jongin.

"Baiklah aku pulang dulu sunbae!"

'aku menyukainya'

Jongin mungkin telah berhasil meyakin kan Kris jika ia akan baik-baik saja namun ia malah tak yakin dengan dirinya sendiri. Ia merutuki kebodohannya karna tak mendengar kan kata-kata Kris tadi.

Grep

"Yakk..."

Seseorang dari belakang merangkul bahu sempit Jongin. Awalanya Jongin kira itu adalah seorang preman,tapi ia salah.

"Dari mana kau beruang nakal? Mengapa baru pulang jam segini?"

"Ah... kau Baek kukira siapa! Aku dari apartment Kris,dia sakit maka sebagai kekasihnya aku harus merawatnya."

"Lalu bagaimana keadaannya?"tanya Baekhyun basa basi. Sebenarnya ia malas membahas tentang Kris apa lagi Jongin yang membahas nya karna sudah di pastikan Jongin akan tersipu setiap kali menyerukan nama pacarnya itu.

"Dia sudah membaik. Setelah makan bubur dan minum obat tadi ia juga langsung tidur." Baekhyun sedikit terkejut mendengar penuturan dari Jongin. 'Kris mau melakukan hal itu?'

Sisanya hanya mereka lalui dengan candaan yang sebagian besar Baekhyun lontarkan hingga kini mereka telah sampai di depan rumah Jongin.

"Jongin aku ingin beratanya padamu... bagaimana jika selama ini Kris tidak benar-benar menyukaimu?" Baekhyun bertanya dengan serius.

"Lalu,jika kau berada di posisiku apa yang akan kau lakukan?"

"Huh?"Baekhyun bingung dengan perkataan Jongin.

"Cari lah jawaban nya maka aku akan menjawab pertanyaanmu juga!" Jongin itu pandai menghindar dan menutupi segalanya. Ia berbicara seolah-olah ia tak tahu apapun,padahal di balik itu ia sudah tau segalanya.

Dan dengan itu pula Jongin masuk kedalam rumahnya. Baekhyun yang sempat terdiam pun akhirnya meninggalkan rumah tuan Kim tersebut.

'bagaimana aku bisa menolak pesonamu?'

'itulah yang ku pikirkan'

Tbc

wah...kesel ada yang udah nebak jalan ceritanya,cerita ini emang udah mainstream banget yak tapi aku bakal buat versiku sendiri

makasih yang udah follow dan rewiew.