Beberapa hari lalu Jongin bertemu dengan Kris. Kris akhir-akhir ini memang terlihat sedkit kurus dan berantakan. Dan itu bukan Kris sekali.
Bolehkah seorang Kim Jongin berharap,bahwa penyebab pria kanada itu berantakan adalah dirinya?
"kau bodoh Kim...mana mungkin manusia es sepertinya hancur hanya karna seorang nerd."
sementara dilain sisi Kris terus saja menatap mantan kekasihnya itu. Ia sadar bahwa ia sudah terlalu bodoh karna sudah mempermainkannya. Tak lama sosok baekhyun muncul dan segera merangkul Kai yang tengah menghabiskan makan siangnya di sana.
"kau bahagia? apa hanya aku yang berharap agar kita bisa kembali seperti dulu?"
Sesaat setelah itu handphone di saku Kris bergetar. Sebuah sms.
'bukan kah aku sudah pernah bilang Wu, jika kau menyakiti nya...maka jangan harap kau bisa kembali padanya''Sepupu sialan !'
skip
hari ini adalah pelajaran olah raga. dan Kris kembali bertemu dengan Jongin,oh jangan lupakan makhluk imut yang selalu mengekori Jongin.
Dan entah keberuntungan dari mana... Kris dan Jongin mendapatkan kesempatan untuk melawan team satu sama lain. Ini seperti ajang lomba antar kelas X dan XII.
permainan itu berjalan dengan sangat sengit. Walau pun dapat di perkirakan bahwa team kelas XII lah yang akan menang.
Kris beberapa kali sempat bertemu pandang dengan Jongin,tapi dengan secapat kilat Jongin menghindarinya. Hingga akhirnya mereka kembali bertemu, Kris memanfaatkan keadaan. Ia segera mendekati Jongin,tapi Jongin segerq berbalik membelakangi Kris. Kris tetap menjaga tubuh Jongin agar tidak bisa mengoper bola pada temannya.
Jika di lihat dari jauh ,merka terlihat seperti pasangan kekasih. dimana sang lelaki memeluk kekasihnya dari belakang.
" jangan menghindari ku Jongin! Temui aku setelah jam sekolah selesai di taman belakang sekolah."
setelah itu Kris segera merebut bola dari Jongin dan kembali mencetak skor.
pulang sekolah.
Kris menunggu Jongin lebih dari setengah jam yang lalu. namun beruang manis iti belum datang juga. Kris hampir saja menyerah jika saja ia tak melihat sepasang sepatu butut di hadapannya.
"kau sudah datang?!"
Kris terlampau bersemangat saat melihan mantan kekasihnya datang. Ia menyuruh lelaki itu untuk duduk di sampingnya.
"bagaimana..."
"jangan bertele tele... kata kan apa mau mu!"
"kembali lah padaku Kim Jongin..."
"kali ini apa,huh? apa lagi dare yang kau lakukan?! berhenti bermain-main karna aku tak ingin kau permalukan lagi Kris Wu."
"ini bukan sebuah dare atau suruhan dari siapapun... aku menginginkannya karna aku mencintai mu Kim Jongin."
"aku pulang." Jongin segera beranjak dan pergi dari taman. Namun suara Kris menahannya.
"jadi apa maksud kata-kata mu saat ini Kim Jongin? kukira kau tulus mencintai ku tapi apa, ini terlihat seperti hanya aku yang mencintamu."
" bukan kah aku hanyalah seorang nerd bagimu? lagi pula kau normal,dan tak mungkin mencintai gay seperti ku!" dan Jongin kembali melanjutkan langkahnya sebelum dia mendengar,
"aku bahkan sudah menjadi gay karna mu,"
Hari-hari selanjutnya Kris selalu menghubungi Jongin. Di beberapa kesempatan ia juga terlihat menyapa Jongin dan yang akan di balas dengan senyuman manis dari Jongin. Jongin seperti nya juga sedikit meluluhkan hatinya , ia tak bisa marah pada Kris. Karna itu bukan salah Kris. dan tentang masalah perasaan Kris, ia hanya tak yakin jika laki-laki itu benar-benar mencintainya.
Jongin pulang sendirian hari ini karna ia harus mengumpulkan tugas dari anak-anak kelasnya. Ia juga sedikit tidak enak badan karna kegiatan club dance nya. Ia pun berjalan gontai saat menuju halte bis.
Drrt...drrt
Jongin meraih telponnya saat di pinggir jalan sambil menunggu lampu hijau bagi pejalan kaki agar dapat menyebrang. Ia mengangkat telpon tersebut tanpa melihat nama dari si penelpon.
"Hallo?"
"Jongin,ini aku!" Jongin sedikit menjauhkan telponnya untuk melihat nama dari si penelpon.
Kris.
"Ada apa?"
Ting. Lampu berubah menjadi hijau untuk pejalan kaki. Jongin pun menyebrang sambil tetap mendengarkan Kris.
"Aku merindukanmu." Jongin memelankan langkah nya karna perkataan Kris,hati nya nyeri saat bayangan kebersamaan nya dengan Kris kembali teringat. tak lama pening di kepalanya kembali lagi dan Jongin sedikit limbung saat berjalan namun ia malah memaksakan untuk berjalan.
"Maaf Kris,aku sedang tidak mood untuk bercanda ,Kris. Jika kau ingin-"
Tinnnn...
"AWAS!!!"
BRUKK DUAK...
"JONGIN!? JONGIN KAU KENAPA?"
Tutt
Kris bingung dia benar-benar khawatir demgan Jongin saat ini. Lalu beberapa menit kemudian Jongin menelponnya ia langsung mengangkatnya dengan segera.
"Hallo Jongin?"
"Hallo tuan,pemilik telpon ini baru saja tertabrak. Bisa kah kau datang ke rumah sakit J hospital."
Kris langsung memutuskan sambungannya dan segera ke rumah sakit.
"Pasien mengalami geger otak ringan namun hal itu tidak perlu di khawatir kan,efeknya hanyalah pusing saja. Tapi kita harus menunggu hasil CT Scan dari pasien agak kita dapat mengetahui kondisi pasien."
Setelah itu seorang suster memberikan Kris handphone milik Jongin. Kris memasuki ruang rawat tersebut setelah menyelesaikan administrasi sebelum nya agar Jongin dapat di pindahkan ke ruang rawat. Kris duduk di bangku yang berada di sebelah ranjang Jongin. Ia menggenggam tangan laki-laki yang di cintainnya itu.
Yah... Kris mencintai Kim Jongin. Dan ia terlambat menyadari itu. Ia menyesali perbuatannya,seandainya dia bisa lebih jujur pada Jongin,mereka pasti bisa bersama saat ini.
"Maafkan aku Jongin!" Kris mengenggam tangan pemuda yang di cintanya itu sambil mengecup punggung tangan Jongin.
"Bangunlah sayang...aku ingin kita memperbaiki semua nya." Kris itu seorang lelaki yang kuat,ia bahkan tak menangis saat ibunya meninggal. Tapi karna Jongin ia berubah menjadi pria yang sensitive dan berperasaan. Hanya satu bulan ia bersama Jongin tapi Jongin dapat merubah tingkah buruknya menjadi lebih baik. Mungkin selama ini semua orang melihat nya sebagai sosok yang sempurna. Namun ia juga manusia yang memiliki sifat buruk dan Jongin dapat merubahnya menjadi orang yang lebih baik.
"Apa yang kau lakukan disini Kris Wu! Bukankah sudah ku bilang untuk menjauhi Jongin dan kau menyetujuinya kemarin!" Baekhyun tak terima,kris sudah menyakiti Jongin dan dia tak pantas berada di dekat Jongin.
"Aku mohon... biarkan aku bersama dengan Jongin baek...kau tahu bukan tentang karma. Aku rasa ini karma ku. Aku benar-benar mencintai nya baek,ku mohon berikan aku kesempatan."Kris tak perduli lagi dengan harga dirinya saat ini. Ia bahkan rela mengemia dan berlutut pada Baekhyun untuk mengizinkannya mendekati Jongin lagi.
"Kau tahu... aku sudah menyukainya sejak 7 bulan lalu. Ku kira aku akan berhasil membuat nya jatuh cinta padaku,tapi...tapi kau datang bajingan,kau menjadikan nya pacarmu dalam kurun waktu sejam. Kau pikir aku tak sakit hah?"
"Kalau begitu biarkan Jongin yang memilihnya sendiri. Bersamamu atau Bersamaku!?"
Baekhyun tahu ia tak boleh egois,ia akan mengikuti keputusan Jongin. Walaupun ia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi nanti nya,siapa yang akan di pilih Jongin.
"Su-sunbae...akhh.."
"Jongin kau sudah bangun sayang. Aku akan panggil kan dokter dulu." Kris sangat bahagia saat ini. Dia menjadi orang pertama yang Jongin sebut saat sadar. Ia segera memanggil dokter melalui tombol kecil yang berada di dekat nakas.
(Tombol ini yang biasa di pake buat manggil dokter kalo pasien tiba-tiba drop atau butuh penanganan)
Tak lama dokter pun datang dan memeriksa Jongin. Syukurlah Jongin hanya merasakan sedikit pusing di kepalanya akibat benturan saat kecelakaan tadi. Dokter pun meninggalkan tiga orang tersebut dalam suasan hening.
"Istirahatlah Jongin." Ujar Kris sambil mengelus pipi Jongin.
"Tidak! Jongin aku butuh jawabanmu. Kau pilih aku atau Kris?"
"Kau tahu jawabanku Baek." Setelah itu Baekhyun tersenyum pedih namun ada sedikit kelegaan dalam dirinya. Baekhyun pun pergi meninggalkan Kris dan Jongin.
"Jongin-"
Flashback on
"Baek..." Jongin memanggil Baekhyun yang sedang membaca novelnya. Pria tampan itupun menoleh ke arah Jongin.
"Ada apa?"
"Bagaimana soal pertanyaanku semalam,apa kau sudah punya jawabannya?" Baekhyun segera menghadap Jongin.
"Jika aku berada di posisimu,aku akan meninggalkan orang itu dan mencari orang yang benar-benar mencintai ku!"ujar Baekhyun mantap.
'karna aku menunggu mu...'
"Kalau jawabanku...aku akan menunggu nya. Menunggu hingga ia juga mencintaiku. aku juga akan memaafkan nya. karna aku mencintai nya."
Flashback off
"Aku sudah pernah bilang bahwa aku mencintaimu Kris sunbae,dan itu belum berubah. Karna perasaan ku tak akan pernah berubah kecuali rasa cintaku yang selalu bertambah untukmu"
End
