" ah Jongin... lebih cepathh..." Seorang wanita mendesah tak karuan saat sang pria menambah kecepatan pinggulnya.
Drrt drrt drrt
"Sial. Siapa yang berani mengganggu ku eoh!?" Jongin menghentikan gerakannya dan mengangkat telponnya.
"Kau dimana? "
"Tak perlu tahu. Kau sudah mengganggu ku bajingan!"
"Pulang sekarang juga, jika tidak aku akan membuang Monggu ke jalan raya."
Sang wanita segera bangkit dan duduk di pangkuan Jongin dalam keadaan kejantanan Jongin yang masih berada di dalamnya.
"Hngg... Hentikan Krys!". Namun sang wanita malah semakin mengerakkan pinggulnya sehingga Jongin harus menahan geramannya agar tak di dengar oleh sang penelpon.
"Kau sedang bercinta ?!"
"Aku tid- hmmm..." Krystal mencium Jongin dalam. Sedangkan sang penelpon sudah menahan amarahnya di ujung sana.
Pip
Telpon di matikan sepihak. Jongin sedikit bingung namun tidak dengan sang wanita yang kini tengah mengambil alih permainan mereka.
Skip
Jongin semakin mempercepat gerakannya saat ia merasa akan segera sampai.
Brakkk
"Pulang Kim Jongin!" Sosok yang tadi menelponnya kini sudah berhasil menarik nya dari tubuh sang wanita.
"Yak Oh Sehun. Kau benar-benar gila, eoh? Setidaknya biarkan aku menyelesaikan nya. Aku sudah hampir sampai tadi." Sedangkan sang wanita hanya menatap kagum lelaki yang menarik partner nya itu. Gagah, tampan dan juga macho. Tidak seperti Jongin yang terlihat, kurus,manis dan sedikit lembut. Mungkin dia bisa mengajak laki-laki itu untuk bercinta lain kali.
Sehun segera memakai kan Jongin jaket yang di kenakannya. Tidak perlu khawatir karna jakrt Sehun sudah dapat menutupi sebagian tubuh Jongin yang memang lebih mungil dari nya.
"Kau bajingan Sehun. Penis ku sakit!" Sehun segera menarik Jongin menuju parkiran tanpa menghiraukan si jalang yang masih menatapnya penuh nafsu.
"Aku akan mengadukanmu pada ibu nanti." Ibu yang di maksud Jongin di sini adalah ibu Sehun. Kedua orang tua mereka memang lah sangat dekat mengingat bahwa Jongin dan Sehun adalah mantan sepasang kekasih. Mereka putus 1 tahun lalu.
"Kau hanya tinggal meremasnya Jongin!"
"Aku tak mau."
"Lagi pula aku heran apa kau bisa memuaskan wanita dengan penismu yang kecil itu?! Kau kan pihak yang selalu di masuki." Jongin merajuk dan memajukan bibirnya kesal.
"Mereka puas dengan service ku. Asal kau tahu penisku tidak kecil Sehun!"
"Penis kecil ini memang nya bisa apa?" Sehun menyentuh ujung penis Jongin hingga sang punya melengguh keras.
"Sehun ahhh..."
"Lakukanlah sendiri Jongin."
Baiklah Jongin akan menggoda Sehun dengan caranya sendiri. Ia akan membuat Sehun turn on dan merasakan sakit seperti penis nya. Jongin meremas penis nya pelan dan mendesah sedikit keras untuk menarik perhatian Sehun.
"Ahhh... Sehunhh..."
' bajingan kau Jongin! '
Jongin memasukan jari telunjuknya ke dalam mulutnya dan menghisapnya sambil memberikan wajah jalang nya. Meski sedikit jijik Jongin tetap melakukan nya agar dapat menggoda Sehun. Setelah itu ia memasukan jari nya ke dalam lubang nya dan hal itu harus membuat Sehun kehilangan fokus nya pada jalanan.
"Bajingan kau Jongin!"
Jongin memaju mundurkan jari nya sambil mendesah kan nama Sehun.
"Jongin hentikan!"
"Ahhh..." Jongin malah menatap Sehun sensual.
Sehun segera menggendong Jongin setelah tiba di parkiran apartment mereka. Mereka memang tinggal dalam satu apartment yang sama semenjak mereka masih berpacaran 3 tahun lalu. Alasan tak ada satupun yang pergi dari sana adalah karna mereka masing-masing memiliki setengah dari apartment itu. Atau mungkin karna mereka tidak rela menjauhi satu sama lain.
Setelah memasuki kamar Sehun segera mencium Jongin dan menindihnya di atas ranjang. Tangan Sehun terus menerus meremas bagian sensitive Jongin, mulai dari bokong hingga penis Jongin. Tak lama kemudian Jongin sampai dengan sperma yang memenuhi jari-jari Sehun serta perutnya sendiri.
BRUKK
Jongin segera mendorong Sehun hingga terjatuh ke samping tempat tidur.
"Apa yang kau lakukan Jongin?!"
"Aku mengantuk Sehun. Aku lelah." Jongin melepaskan jacket Sehun yang ia kenakan hingga ia naked total dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Kau bermain-main padaku Jong?"
"Kau tinggal meremasnya Sehuniee..."
Jika kalian pikir ini adalah yang pertama kali kalian salah...karna kejadian ini sudah sangat sering terjadi, seperti...
Beberapa bulan lalu...
Sehun sedang duduk di meja kantornya sambil membaca beberapa berkas penting. Tak lama Irene ,sekertaris nya masuk kedalam ruangannya. Sekertaris seksi itu masuk lalu memberikan berkas pada Sehun.
" Ini tuan."
"Dimana aku harus menandatangani nya sekertaris Bae?"
"Di sini tuan..." Irene menundukan tubuhnya hingga dada sintalnya menyentuh lengan kekar Sehun.
"Bagaimana jika kecan setelah jam kerja nanti tuan?"
Kriettt
"Wah... Lihatlah apa yang di lakukan oleh CEO kita?! Bermesraan di jam kerja eoh?"
"Manager Kim seharusnya anda lebih sopan saat memasukin ruangan pimpinan anda." Irene berseru bijak.
"Yah sekertaris Bae, bahkan jika kau bertelanjang di hadapan orang ini. Dia tak akan nafsu padamu!"
" Apa maksud anda manager Kim?" Irene kesal saat Sehun hanya menatap Jongin tanpa ada niatan untuk membela nya.
"Karna dia hanya tertarik dengan bokong ku!" Dan Irene segera keluar dari ruangan tersebut. Dan Sehun yakin bahwa dalan beberapa hari sekertaris nya itu akan re-sign.
8 bulan yang lalu...
"Aku akan menjemputmu nanti sore."
"Baiklah..." Lalu setelahnya Jongin bangkit dan meninggalkan wanita bersurai hitam itu.
Sementara Sehun sedari tadi memperhatikan bawahan sekaligus mantannya yang habis makan siang di kafe yang sama dengannya.
' jadi dia ingin keluar sore ini? Baiklah ini akan menarik! '
Skip
"Sulli kau cantik sekali hari ini!" Jongin segera mencuri ciuman dari bibir gadis itu.
"Kau bisa saja."
"Kita langsung ke dalam saja oke?" Setelahnya Jongin dan sulli masuki salah satu kamar hotel dan betapa terkejutnya Jongin saat melihat seseorang yang ada di dalamnya. Sementara Sulli di buat terkagum-kagum oleh sosok lelaki itu. Kenapa Jongin tak bilang jika mereka akan threesome.
"Mau apa kau?"
"Sayang...kau tak ingin memeluk kekasih mu ini?" Sehun mendekati Jongin dan melepaskan genggaman tangan Jongin dan Sulli.
"Maaf nona, pria ini milik ku!" Sehun berucap final.
"Kau gila Sehun!"
"Ada apa ini Jongin?"
"Kau masih marah padaku sayang?" Sehun meraih pinggul Jongin untuk menempel padanya.
"Kau siapa jalang?" Sehun bertanya dingin.
"Aku teman kencan nya." Sulli sedikit kesal aaat Sehun menyebutnya jalang.
"Benarkah? Bukannya kau hanya bisa di tusuk Jongin...kau juga bisa menusuk?"
' bajingan si Sehun ini! '
"Pulang lah... Jongin tak membutuhkan payudara atau lubang mu itu. Yang ia butuhkan hanyalah Penis super besar milik ku!"
3 bulan yang lalu...
Di sebuah club malam di daerah Gangnam, Sehun sedang menikmati malam nya dengan di dampingi oleh wanita-wanita jalang. Awalnya ia tak tertarik sebelum seorang wanita bernama Nayeon berhasil menggoda nya. Mereka berciuman dengan dalam dan basah. Dan Sehun memutuskan untuk meniduri wanita itu malam ini.
Namun dalam perjalanannya menuju salah satu kamar di sana, seorang pria manis telah terlebih dahulu menahan langkahnya.
" Daddy kau mau kemana,eoh?" Pria itu membuat wajah memelas namun menggoda khas miliknya.
"Apa mau mu Jongin?"
"Daddy kau jahat sekali! Kau meninggalkan ku setelah menyerangku seharian. Apa kau tak puas dengan tubuh ku Daddy?"
Jongin dapat melihat wajah merah padam si jalang yang masih saja memeluk lengan Sehun erat. Sebenarnya Jongin hanya ingin membalas perbuatan Sehun yang waktu itu.
"Pulanglah Jongin!"
"Daddy kau benar-benar tega pada ku. Setelah membuatku menjadi maniak seperti ini, kau meninggalkan ku." Jongin memulai acting menangis nya dengan menambah kan adegan berlutut di depan Sehun.
"Hiks..."
"Kau urus dulu lelaki ini Sehun!" Setelah itu Nayeon pergi dengan amarah.
"Aku akan membalasmu nanti Jongin!"
"Lakukan lah... Karna aku tak akan tinggak diam."
Kembali ke waktu sekarang...
Sebenarnya di balik itu semua, mereka berdua hanya saling cemburu satu sama lain. Jongin tak rela jika Sehun bersama dengan orang lain begitu pula dengan Sehun.
Mereka putus karna salah paham. Sehun yang terlampau sibuk dan Jongin yang terlalu manja. Saat itu...
Satu tahun yang lalu...
"Kau dimana Sehun?"
"Maaf Jongin, aku lembur malam ini. Aku tak bisa datang!"
"Baiklah aku akan pergi bersama Kris hyung saja."
Pip
Jongin memutuskan telponnya sepihak. Ia kesal karna Sehun selalu mengingkari janjinya. Hari ini adalah hari jadi mereka. Namun seperti nya Sehun lupa.
Skip
Sehun sebenarnya kesal saat Jongin bilang jika ia akan keluar dengan Kris. Ayolah siapa yang tidak tahu Kris? Ia adalah mantan pacar Jongin, sekaligus cinta pertama pria manis itu. Sehun sangam cemburu sekarang hingga ia rela meninggalkan semua pekerjaannya dan pergi menyusul Jongin.
Akhirnya Sehun sampai di fastival yang di tuju oleh Jongin. Namun ia belum bisa menemukan sang kekasih di mana pun.
Langkahnya terhenti saat melihat Jongin dan Kris yang twngah duduk di sebuah bangku di ujung jalan. Mata Sehun membola saat melihat tangan Kris meraih wajah Jongin. Sehun segera menarik Kris dan memukulnya.
"Apa yang kau lakukan Sehun?!"
"Lalu apa yanh di lakukan oleh bajingan ini padamu Jongin?! Kalian berselingkuh?!"
"Kris hanya menenangkan ku Sehun. Aku sangat kecewa padamu, dan ia bermaksud menghiburku."
"Hiks... Sehun, kurasa aku sudah cukup bersabar. Aku tak bisa menahannya lagi Sehun."
"Apa maksudmu Jongin!?"
"Kita putus Sehun."
"Baiklah, aku juga tak bisa menahan semua perilaku manjamu itu Jongin!"
Kembali ke masa kini...
Setelah aksi dorong yang di lakukan Jongin terhadap Sehun, Sehun hanya duduk di pinggiran ranjang dan menatap kosong lantai kamarnya. Sehun kira ini sudah cukup, ia harus minta maaf pada Jongin. Ia juga sudah lelah untuk berkelahi dengan Jongin. Jongin pun begitu. Ia tak benar-benar tidur ,pikirannya melayang pada saat dimana ia memutuskan Sehun dengan tingkah kekanakannya.
"Jongin/Sehun"
Setelah itu suasana kembali hening hingga Sehun memecah keheningan tersebut.
"Aku minta maaf Jongin. Atas semua tingkah ku pada mu."
"Aku juga Sehun. Maaf jika aku terlalu kekanakan."
"Jongin... Maafkan aku. Tapi mau kah kau kembali padaku?"
"Sehun..."
"Aku ingin menebus kesalahanku Jongin. Dan aku, sebenarnya sangat rindu dengan sifat manjamu."
"Sehun kau sedang balas dendam lagi pada ku?"
"Tidak. Aku tahu kau juga masih mencintai ku Jongin." Sehun segera mencium Jongin yang masih berbaring di ranjangnya.
Ia masih terus mencium Jongin sambil mengusap pipi tirus Jongin yang telah basah karna air matanya.
"Kau mau bukan?" Jongin mengangguk dan memeluk Sehun erat.
"Aku janji tak akan manja lagu Sehun!"
"Tak apa...aku suka jika kau manja seperi ini."
"Sehun... haruskah kita lanjutkan yang tadi?" Matanya mengedip polos dan Sehun tidak bisa menolaknya.
"Besok kita harus cuti dari kantor. Karna aku tak akan berhenti Jongin." Sehun tersenyum nakal dan setelah itu hanya suara desahan dan geramanlah yang terdengar dari kamar apartment itu.
The end.
note: ini yang minta Hunkai, maaf klo jelek wkekek...see you next chap
