Aku mencintai nya meskipun dia tak pernah mengetahui hadirnya aku. Ini sudah hampir 5 tahun aku mencintai nya. Dari masa sekolah menengah pertama ku hingga sekarang, masa SMA ku.
Dia kakak kelas sekaligus bintang di sekolah. Laki-laki yang selalu bersinar dan di lingkupi kepopuleran. Kalian mungkin membayangkan bahwa ia adalah oranh yang baik hati dan cerdas. Mungkin ia memang cerdas dan berprestasi, ia bahkan selalu menjadi ketua osis ,ketua tim basket ,ketua taekwondo ,dan seorang Prince sekolah untuk 3 tahun berturut-turut. Tapi jika bicara soal perilakunya ,ia bukanlah orang yang baik atau pun dermawan. Ayah nya seorang chaebol ,sudah pasti ia sangat sombong ,kasar ,bajingan dan playboy tingkat satu.
Bukan hanya itu ,dia juga preman nomor 1. Siapa pun yang berani padanya sudah di pastikan tidak dapat bertahan lebih dari 12 jam di sekolah. Dan itu pula lah yang membuatku hanya mampu menggigit jari ,menahan rasa cintaku selama 5 tahun ini. Laki-laki itu bernama-
Kris Wu.
Aku belajar sekali lagi , bahwa untuk mencintai seorang Kris butuh berjuta ton kesabaran. Bagaimana tidak jika pagi ini saja aku sudah melihatnya berciuman panas dengan salah satu senior sekolah yang berada satu tingkat dengan Kris. Memang posisi mereka kini tidak berada di tempat yang mudah di lihat atau di temukan oleh orang lain tapi... ayolah berciuman di sudut perpustakaan di pagi hari bukanlah hal yang masuk akal.
Aku berusaha untuk melewati pasangan itu tanpa membuat keributan sedikit pun. Aku sedikit menjinjitkan kaki ku.
"Erhmm... Kris hhh..."
Ku lihat tangan panjang Kris mulai memasuki rok yang di kenakan wanita itu. Pipi ku merona saat melihat semua itu. Aku ingin berteriak saja rasanya ,sungguh ini memang bukan pertama kali nya aku melihat orang berciuman... namun jika Kris yang melakukan nya, ini sungguh membuatku sakit hati. Rasanya seperti di remas dan di tusuk ribuan paku. Aku tak sanggup lagi...
"Bisakah kalian mencari tempat yang lebih tertutup?!"
Ingin rasanya ku jahit mulut sialan ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Ku lihat Kris menghentikan kuluman nya dan menatap ku tajam. Sedangkan wanita yang di ciumnya terlihat tak rela dan masih sesekali mengecup bibir Kris. Ugh...sebegitu nikmatkah bibir Kris hingga wanita itu tak rela melepaskan nya?
"Memangnya kenapa,huh?"
"Kau mengganggu ku!"
Terkutuklah aku ! Aku rasa ibu harus memindahkan aku ke sekolah baru besok. Kris bangkit dan mendorong bahu ku.
"Kau! Laki-laki lemah seperti mu berani pada ku?!"
Aku menundukkan wajah ku tak berani menatap matanya yang seakan membunuh ku. Dia menarik dagu ku agar aku dapat menatap nya.
Deg
Mata tajam nya sedikit terkejut saat bertatapan denganku. Wajah nya seakan luluh , namun sesaat setelah itu wajahnya terlihat sedikit kesal.
"Hyuna...keluar sekarang juga!"
Tanpa di perintah dua kali ,wanita itu pun pergi. Menyisakan aku dan Kris. Yah...aku dan Kris.
"Stop doing aegyo please!"
Aegyo? Aku bahkan menatap nya penuh ketakutan ,lalu bagaimana ini bisa di bilang aegyo? Aku hanya mengedip polos ,dan kembali menunduk. Namun Kris kembali menarik daguku.
"Maaf... Aku...aku akan mengurus surat pindah besok. Aku mohon maaf sunbae."
Aku membungkukkan badan ku secara otomatis dan hal itu malah membuat kepala ku terbentur dengan dada bidangnya. Dan itu membuat Kris terpekik pelan.
"Maaf sunbae...hiks..."
Bodoh. Kenapa aku cengeng sekali. Kenapa kau menangis Jongin?!
"Kenapa kau menangis?"
Dia mengusap air mataku. Dan aku malah bergetar ketakutan.
"Kau takut?"
Aku hanya menutup wajah ku dengan kedua telapak tangan ku. Aku pun segera pergi dari sana. Tak ku perdulikan Kris yang menyuruhku kembali.
Author pov
Esok nya Jongin datang bersama ibu nya untuk mengurus surat pindahnya. Namun Jongin dan ibunya terheran karna pihak sekolah malah melarang nya untuk pindah. Lalu apa yang di harap kan Kris? Bukan kah setiap pengganggu akan Kris keluarkan dari sekolah tapi mengapa ia malah di larang?!
' Ada yang tak beres?! '
"Baiklah terima kasih Park saem."
Jongin dan ibunya pun pamit dan meninggalkan ruangan administrasi sekolah. Ibu Jongin pun pamit untuk pulang lebih dulu pada Jongin. Sementara Jongin masih mampir di kantin sekolah. Ia duduk sendirian sambil memakan yoghurt rasa strawberry favorite nya.
"Kim Jongin. Bisa kau ikut kami?"
Seseorang secara tiba-tiba datang dan menghampiri nya.
"Aku tak mau!"
Jongin mendengus keras. Ia tak suka di perintah dan ia tak mau di perintah oleh siapa pun. Orang itu mengambil yoghurt milik Jongin dan membawanya pergi.
"Yak...punyaku!!"
Jongin dengan terpaksa mengikuti siswa siswa tersebut.
"Kembali kan dulu yoghurt ku!"
Tapi orang-orang itu tak mendengarkan nya. Hal itu membuat Jongin kesal. Ia pun kemudian berjongkok menolak untuk mengikuti orang-orang itu.
"Kenapa berhenti?!"
"Kau tak mengembalikan yoghurt ku."
Jongin memajukan bibir bawahnya dan menggembungkan pipinya. Siswa yang mengambil yoghurt nya itu sedikit emosi karna Jongin yang bertingkah manja. Dengan kesal ia pun menumpahkan isi dari yoghurt milik Jongin. Dan hal itu membuat Jongin yang sedikit sensitif itu sedikit berkaca-kaca dan menundukkan wajah nya.
"Hiks...jahat!"
Tak lama kemudian seorang pria tampan datang. Semua orang disana hanya bisa menahan nafas karna sang penguasa sudah tiba.
"Ada apa ini?!"
Suaranya dalam. Dan seketika membuat semua orang menghentikan semua pergerakannya.
"Aku hanya ingin melaksanakan tugas mu. Tapi dia terlalu lama. Jadi aku menumpahkan yoghurt milik nya. Namun reaksinya sangatlah berlebihan."
Brugh
Laki-laki itu- Kris ,memukul anak buah nya hingga tersungkur. Jongin mendongak kan kepalanya untuk melihat si pelaku alias pemukul laki-laki yang mengambil yoghurt nya.
"Sunbae..."
"Kau tak apa?"
Jongin hanya mengangguk kan kepalanya Dengan bibir yang masih di majukan.
"Kemarilah Jongin."
Ia memerintah Jongin untuk mendekat padanya. Sementara Jongin segera berdiri dan menghampiri nya ,namun Jongin memberi kan jarak yang cukup jauh antara nya dan Kris.
"Lebih dekat!"
"Tidak mau! Kau akan memukul ku nanti!"
Tap
Tap
Tap
Greb
Semua orang terpekik dan histeris saat melihat Kris memeluk Jongin. Seketika suasana menjadi riuh. Banyak wanita maupun pria berstatus uke mendesis protes tak terima karna Jongin dapat di peluk Kris.
"Sunbae... Kenapa?"
"Aku menyukai mu Kim Jongin."
Jongin segera mendongak kan kepalanya yang sebelum nya terkubur di dada bidang Kris. Ia berkedip polos sebagai balasan perkataan Kris. Kris sendiri jadi gemas saat melihat sisi polos Jongin itu.
Chup
"Eoh??"
Kris mengecup bibirnya singkat dan tersenyum. Sementara Jongin harus menenangkan jantungnya yang seakan mau keluar itu.
"Kau sedang bercanda?"
"Tidak."
"Kau sedang sakit?"
"Tidak."
"Kau sedang bermain-main?"
"Tidak."
"Kau sed- mphhh..."
Kris kembali mencium pria manis itu dengan sedikit lumatan pelan.
"I love you, Nini... Just it!"
"Tapi bagaimana bisa?"
"Aku hanya berpikir bagaimana jika aku dapat melihat wajah polos dan manis mu ini setiap saat. Merasakan bibir mu yang kenyal dan manis ini. Menatap matamu yang selalu berkedip polos. Aku menyukai semuanya Jongin. Maka dari itu , untuk merasakan semuanya aku harus menjadikan kau milikku."
"Jadi mau kah kau jadi kekasih ku Nini?"
"Sebenarnya...aku juga menyukaimu sunbae. Bahkan dari kelas satu SMP."
Kemudian pria tampan itu tersenyum sangat manis.
"Jadi kau menerima ku?"
"Tidak..."
Semua orang bisa merasakan aura sekita Kris yang berubah menghitam karna kata yang di keluar kan Jongin.
"Tidak...sebelum kau membelikan aku yoghurt untuk ku lagi."
Kris sedikit terkekeh dan mengacak rambut Jongin. Ia kemudian mengecup bibir Jongin kilat dan berkata...
"Jika aku membeli kan mu pabriknya, apakah kau mau menikah dengan ku setelah aku lulus nanti?"
"Tidak perlu. Tanpa itu pun aku juga ingin menikah dengan mu."
The end
Note: apaan ini?? Btw buat yg req baekai, sookai, hankai aku belum bisa buatin karna aku belum dapat jalan cerita yang cocok. Jdi mohon bersabar.
