"Kau tak harus memfokuskan dirimu pada cinta pertama mu Jongin..."
"Lupakan dia Jongin...dia hanya cinta pertama mu , dia bukan pusat bumi yang harus kau perhatikan."
"Dia tak akan melihatmu lagi bodoh!"
"Kau tak ingat ia memacarimu karna taruhan?!"
"Dasar bodoh!"
Jongin sudah mendengar cibiran seperti itu semenjak tiga tahun yang lalu. Saat itu ia hanyalah seorang anak baru di SMA Ilsan Gruop. Ia masih kelas satu dan terlalu naif.
Ia mencintai seorang senior di SMA nya. Seorang pria tampan namun bad boy di seantero sekolah. Seorang siswa dari jelas 3 ,yang di gandrungi oleh banyak orang disekolah ini.
Hingga suatu waktu pria yang di cintanya itu memintanya untuk menjadi kan Jongin sebagai pacarnya. Semua orang terkejut begitu pula dengan Jongin. Tanpa pikir panjang ia pun menerimanya. Tapi sialnya...sebulan kemudian pria itu memutuskan nya dan mempermalukan Jongin di hadapan semua siswa dengan mengatakan bahwa Jongin hanyalah bahan taruhan nya. Semua orang memandang Jongin iba. Namun tidak dengan Jongin ,ia bertekad untuk membuat pria itu jatuh cinta sungguhan padanya.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku! Oh. Se. Hun."
Kembali kemasa sekarang, setelah 3 tahun berlalu Jongin belum juga bisa mendekati pria itu. Pria yang lebih tua dua tahub darinya itu terlalu populer sekarang. Jongin bahkan harus merelakan beasiswa nya di KAIST hanya untuk mengejar pria ini yang berkuliah di Universtas Ilsan yang merupakan milik ayah Sehun.
"Sudah lah Jongin menyerah saja."
Itu suara Baekho sahabat Jongin dari SMA. Baekho khawatir pada sahabat nya itu karna terlalj berambisi untuk mendapatkan si Bad boy itu. Baekho ingat saat itu Jongin sangat culun hingga sangat mudah untuk di bully oleh orang-orang . Tapi sekarang Jongin sudah berubah menjadi pria manis dan seksi ,banyak senior di Universtas nya yang mengajak nya kencan namun Jongin selali menolaknya karna menunggu si Bad boy yang ia cintai sejak SMA itu.
"Untuk apa menyerah..."
"Ini sudah tiga tahun bodoh!"
"Tak apa... mungkin beberapa hati lagi aku akan berhasil."
"Bermimpi saja bodoh!"
Mereka sedang ada di sebuah kafe di seberang kampusnya. Ini kebiasaan mereka tidak ,lebih tepatnya Jongin ,ia sengaja duduk di sini untuk mengamati Sehun dengan teman-temannya .
"Mata mu Nini!"
"Biarkan...kau memang tidak setia kawan!"
Jongin masih saja menatap Sehun dari kejauhan hingga tatapan mata Sehun menangkap nya. Jongin segera mengedarkan matanya ke arah lain ,dan ia berharap jika Sehun tak sempat melihat wajahnya.
"Membuatnya jatuh cinta ,pantat ku! Di tatap saja kau takut. Bodoh!"
Baekho mengecak rambut Jongin sehingga pria yang katanya seksi itu menggerutu kesal.
Skip
Hari ini ada perlombaan basket. Dan Jongin pasti akan menontonnya ,apa lagi jika bukan karna adanya Sehun yang notaben nya ketua basket. Jongin sebenarnya sadar bahwa dia tak akan mungkin bisa mendekati Sehun,seperti kata Baekho...dia terlalu berambisi namun terlalu takut akan penolakan Sehun. Ia memang bukan culun lagi ,namun statusnya sebagai mantan orang paling di bully membuat nya selalu takut untuk memulai segala hal. Ia tidak trauma ,namun tidak biasa-biasa juga. Ia hanya akan selalu gugup saat melihat Sehun. Bagaimana pun juga Sehun lah yang membuat Jongin menjadi objek bullyan di sekolah nya.
Bisa di bilang dia takut pada Sehun.
Takut tapi cinta , mungkin?
Tak lama kemudian Sehun beserta team nya dan team lawan memasuki lapangan basket indoor itu. Selain Sehun Jongin juga bisa melihat beberapa teman Sehun sekaligus orang yang membully nya. Ia hanya memfokuskan matanya pada Sehun tanpa memperhatikan pria yang tengah menatapnya serius.
' Aku akan mendapatkan mu Jongin! '
Tbc
next??
