Musim gugur mulai datang. Walau seperti itu semua hal akan tetap sama pada Kim Jongin. Tak akan ada yang berubah. Dengan segera ia berlari pada salah satu lift di kantornya. Dan pada saat itu ada seseorang di dalamnya. Kris Wu atau kau bisa memanggilnya Wu Yifan. Dia adalah atasan sekaligus pemilik perusahaan tempat dimana Jongin bekerja.
"Selamat pagi tuan Wu." Jongin menundukkan kepalanya . Lalu ia kembali mengangkat tatapannya menuju sudut atas lift ,dan ia dapat melihat kamera cctv berada di sana. Ia hanya bisa mendesah kasar.
Tingg
Tak lama pintu kembali terbuka di lantai 3. Seorang wanita cantik masuk dan mengambil posisi tepat di samping Kris.
"Selamat pagi tuan Kris..." ia menyapa dengan riangnya.
"Selamat pagi sekretaris Im."
Jongin sedikit tertohok, tapi kenyataannya memang begitu. Bos nya tak mungkin membalas sapaan seorang pegawai biasa sepertinya.
Tingg
Akhirnya lift sampai di lantai 7 ,tempat Jongin sekaligus tempat seluruh anak magang di perusahaan itu. Ia pun keluar dari lift ,pada saat di depan lift ia berbalik untuk kembali membungkuk hormat pada atasannya . Dan ia dapat melihat bos nya tengah di gandeng oleh sang sekretaris dan tatapan aneh yang di berikan sang atasan kepadanya.
' kenapa harus selalu seperti ini.'
.
.
.
.
.
Jongin berjalan menuju kafetaria setelah jam istirahat selesai. Begini lah anak magang, di perlakukan tak adil oleh pegawai lainnya. Jongin baru saja mengarsip kan puluhan dokumen dan menggandakan tiap lembarnya, makanya dia baru bisa makan sekarang.
Di dalam kafetaria hanya ada dirinya dan beberapa staff kafetaria yang menyiapkan makanan. Tak lama seorang bibi menghampiri nya.
"Hey anak magang, pergilah ke dapur belakang dan makan lah di sana."
"Memangnya kenapa bi?"
"Sebentar lagi tuan Wu akan makan di sini."
"Ah...seperti itu. Baiklah."
Jongin kesal? Tentu saja. Siapa yang tak kesal di saat seperti ini. Saat melewati koridor ia berpapasan dengan tuan Wu dan sekretaris nya itu. Sebenarnya Jongin sudah malas untuk bersikap sopan,tapi ia harus. Jika tidak ia bisa di pecat dari sini. Padahal ia baru sebulan di sini. Akhirnyaia membungkukkan badannya hormat dan segera pergi.
Skip
Jongin memutuskan untuk pergi ke kafe di dekat kantor saja. Tadi ia tak sempat makan karna pembimbingnya kembali menyuruhnya untuk mengarsipkan dokumen.
Drrt
From: Gege
'Tunggu aku.'
Jongin segera membalas pesan itu.
To : Gege
'Ya'
Jongin melirik jam di pergelangan tangan kirinya. Ia menghembuskan nafasnya setelah mengetahui jam masih menunjukan pukul 7 malam. Jika ia harus menunggu kekasih nya, ia mungkin baru akan pulang jam 9 . Lalu apa yang harus dia lakukan. Tak lama seorang pria tinggi menghampiri nya.
"Jongin... kau Kim Jongin kan?"
"Sehun sunbae?"
"Wah aku tak menyangka bertemu dengan mu di sini." Lelaki itu segera mengambil posisi duduk di depan Jongin.
"Kau tinggal di dekat sini sunbae?"
"Ia...aku baru pindah kemarin." Jongin hanya membulatkan mulutnya saat mendengar jawaban seniornya itu. Setahu Jongin, Sehun itu kuliah s2 di luar negeri setelah hari kelulusannya. Senior nya ini juga teman sekelas dari bos nya.
"Kau tinggal di dekat sini Jong?"
"Tidak. Aku bekerja di sana." Jongin menunjuk gedung bertingkat 18 itu.
"Wah hebat. Kurasa kita benar-benar jodoh. Karna besok aku juga akan bekerja di sana."
"Wah...benarkah? Sungguh kebetulan yang menyenangkan."
"Baiklah...untuk merayakan ini semua, aku akan mentraktir mu sepuasnya."
"Kau yang terbaik sunbae."
Jongin dan Sehun itu berada di satu universitas yang sama. Saat itu Jongin mahasiswa tingkat satu dan Sehun mahasiswa tingkat enam. Singkat cerita mereka menjadi akrab setelah wawancara yang di lakukan Jongin saat masa ospeknya waktu itu. Ia dan Sehun menjadi dekat satu sama lain. Dan mereka harus terpisah setelah Sehun mengambil S2 nya di Amerika.
"Jongin inu sudah jam 10, kau tak ingin ku antar pulang?"
"Oh benarkah...aku sebenarnya sedang menunggu seseorang. Sunbae kau pulanglah lebih dulu, besok kan hari pertamamu bekerja."
"Kau benar. Tapi aku masih mau menemani mu." Sehun memajukan bibir bawahnya.
"Hahaha... ayo lah. Besok kita masih bisa bertemu bukan. Pergilah sunbae. " tak lama Sehun berdiri dan meninggalkan Jongin sendiri.
Drrt
From : Gege
'Aku di luar.'
Jongin segera merapihkan barangnya dan segera beranjak keluar kafe. Ia segera masuk kedalam sebuah mobil sport berwarna hitam.
"Dengan siapa kau tadi." Tanya nya dingin.
"Oh itu, Sehun sunbae. Teman sekelas mu dulu saat di SNU."
"Oh..." tak lama mobil mulai di jalankan dan suasana kembali menjadi hening seketika.
Jongin mencoba mencari kegiatan dengan memainkan ponselnya. Sebenarnya ia masih merajuk pada kekasihnya karna membuat nya menunggu selama itu, beruntung ada Sehun tadi.
Sehun sunbae is calling.
"Ah iya. Kenapa sunbae?"
"Aku sudah pulang. Oh iya... baiklah..."
Tutt
"Dari siapa?"
"Dari Sehun sunbae." Sang kekasih lantas menghentikan mobilnya.
"Jangan berhubungan dengannya lagi mulai dari sekarang." Jongin mengerutkan kening.
"Kau tak boleh berdekatan dengan laki-laki lain selain aku!" Jongin ingin marah sebenarnya. Namun ia tahu jika kekasihnya cemburu pada Sehun. Lalu bagaimana dengan Jongin sendiri. Dia juga cemburu jika melihat kekasihnya dengan wanita lain.
"Baiklah."
"Kau tahu kan jika aku mencintai mu Nini?"
"Iya ge...aku tahu." Sang kekasih segera menarik Jongin kedalam pelukannya yang jujur saja di rindukan Jongin. Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun dan moment seperti ini sangatlah jarang mereka lakukan.
Chup
"Kita pulang sekarang oke?"
Dan mobil kembali di jalankan. Tak lama kemudian mereka pun sampai di kawasan apartemen mewah milik sang kekasih. Mereka berjalan beriringan tanpa takut ada orang lain yang mengetahui nya seperti saat di kantor.
Cklek
Saat sampai Jongin segera ke kamarnya yang terpisah dari kamar sang kekasih dan segera membersihkan diri. Sedangkan sang kekasih duduk di sofa ruang tamu sambil Mengeluarkan notebook nya.
"Kau bekerja lagi ge?" Jongin menatap jengah .
"Kau tahu. Aku sengaja pulang lebih awal tadi karna tak ingin kau menunggu ku. Tapi kau sedang bersama dengan bajingan itu."
"Ge~ jangan bicara seperti itu. Dia temanmu." Jongin mengelus pipi pria itu. "Berapa lama kau menungguku?" Sambungnya.
"2 jam ku kira." Jongin memeluk lengan kiri si pria. Dia merasa sedikit bersalah .
"Ge~ aku tak suka pada sekretaris mu." Jongin kembali mengingat kejadian di lift dan kafetaria tadi. Namun sang kekasih masih fokus dengan notebook nya.
"Kris ge~" namun si pria tinggi belum juga meresponnya. Jongin melepas paksa notebook yang di pegang Kris. Ia kemudian duduk di pangkuan sang kekasih dan segera menangkup kedua pipi nya dan mengecup bibir itu kilat.
Chup
Di saat Jongin ingin melepaskan tangannya ,Kris segera menahannya. Kris menatap Jongin dengan intens.
"Kau cemburu bear?" Jongin hanya menganggukan kepalanya dengan cepat dan di hadiahi oleh kekehan dari Kris.
"Nayeon itu hanya sekretaris ku sayang. Di kantor aku adalah Kris Wu,bos semua orang. Tapi di rumah aku adalah Kris, milik Kim Jongin."
"Janji?" Jongin menyodorkan kelingkingnya pada Kris.
"Janji." Jongin memeluk Yifan erat da menyebunyikan wajahnya di perpotongan leher Kris.
.
.
.
.
.
Kris adalah orang yang selalu menepati janjinya. Namun apa yang membuat Jongin kesal adalah sikapnya yang sangat dingin pada Jongin saat di kantor. Untung lah seminggu ini ada Sehun. Dan yang lebih menyenangkan nya lagi... mereka bekerja pada lantai yang sama. Sehun bekerja sebagai manajer departemen keuangan. Dan status Jongin yang kini sudah menjadi salah satu staff keuangan.
"Jonginiee ayo kita pergi makan." Sehun merangkul Jongin yang tengah sibuk merapihkan dokumen di meja kerja nya.
"Duluan saja sunbae. Aku masih harus membereskan ini."
"Tidak tidak...lupakan ini dulu. Kau harus makan. Bagaimana jika perutmu sakit lagi seperti kemarin."
"Tidak sunbae. Duluan saja." Jongin dengan kesal mengusir Sehun.
"Baiklah. Hubungi aku jika kau ingin ku antarkan makanan." Setelah itu Sehun pergi, dan tinggal lah Jongin sendirian disana.
"Akh... kenapa sakit sekali." Jongin memegangi perutnya yang terasa perih. Tapi ia tetap tidak mempedulikannya dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
Skip
Di keesokan paginya Jongin mendapati dirinya yang mual dan terus muntah muntah. Kris tidak ada di rumah karna ia sedang pergi ke luar negri selama 3 hari.
"Bagaimana ini? Apa aku harus meminta Sehun sunbae untuk menjemputku?"
Jongin segera mengirimi Sehun pesan untuk menjemputnya. Setelah itu Jongin bersiap dan pergi menuju halte terdekat karna ia tak ingin Sehun mengetahui di mana ia tinggal.
"Maaf merepotkanmu sunbae."
"Tak apa. Bukan kah aku sudah bilang jika kau butuh sesuatu kau dapat menghubungiku. Tapi mengapa kau ada di kawasan ini?"
"Oh aku habis menginap di apartment keluarga ku. Kebetulan ada di wilayah sekitar sini."
"Oke." Setelah itu Sehun melajukan mobilnya untuk menuju kantor. Namun tanpa di ketahui Sehun ,Jongin tengah mati matian menahan rasa sakit di perutnya.
"Ayo turun Jongin." Jongin segera turun dari mobil dengan sedikit tergopoh.
"Kau tak apa Jongin?" Sehun menyentuh lengan kiri Jongin.
"Tak apa sunbae." Mereka pun berjalan menuju pintu masuk utama perusahaan itu.
Namun seperti nya Jongin tak dapat menahan rasa sakitnya. Di depan sana ada Kris yang terlihat baru saja tiba dari bandara.
"selamat pagi tuan Wu."
Saat Jongin ingin membungkuk hormat ,badan nya malah limbung kedepan . Kris segera menangkap tubuh Jongin yang terjatuh itu . Namun Sehun segera meraih nya dan membawanya ke rumah sakit. Sedangkan Kris hanya bisa terdiam, ia khawatir namun ia tahu jika ini masih di area kantor. Ia hanya berharap jika sang kekasih Baik-baik saja.
"Dasar anak baru tak sopan. Setelah ini kau akan dapat balasannya. Karna sudah berani mengambil kesempatan dengan tuan Kris."-Nayeon.
.
.
.
.
.
Jongin sudah siuman dari dua jam lalu dan Sehun juga menceramahinya selama itu pula. Sebenarnya Jongin ingin pulang namun Sehun mencegahnya.
"Kalau begitu pulang lah sunbae,ini sudah malam."
"Tidak. Aku akan menungguimu di sini."
"Kalau begitu aku pulang saja."
"Baiklah. Tapi ingat jika ada apa apa hubungi aku, oke?"
"Oke."
Sehun segera pulang setelah itu. Sementara Jongin mulai kembali berbaring di ranjang nya. Jongin kembali mengingat kejadian tadi. Setahu nya ada Kris disana, tapi mengapa Sehun yang membawa nya kemari?
' apakah hingga saat ini kau masih mempertahan kan pendirianmu itu?'
Jongin mengusap air mata yang mulai turun di pipi nya. Ia menyayangi Kris tapi dia tak tahu harus bersabar selama apa lagi.
Kris mempunyai pendirian ,jika ia tak akan menyampuri urusan percintaan nya dengan urusan pekerjaannya. Maka dari itu dia tak pernah mengakui Jongin sebagai kekasihnya. Kris juga bukan orang yang romantis. Mereka tak pernah melakukan skinship jika saja Jongin tidak memulainya.
Jongin tidaklah jenuh dengan hubungannya, ia hanya sedikit merasa lelah mungkin? Karna selama ini hanya dia lah yang benar-benar mempertahankan hubungan ini. Ia selalu mengalah dengan sikap egois Kris,padahal lelaki itu lebih tua 3 tahun darinya.
"Lihat lah ge... bahkan disaat seperti ini kau tak datang menemui ku. Bukankah ini bukan jam kantor lagi?"
Jongin rasa itu bukanlah satu-satunya alasan mengapa Kris selalu menutupi hubungannya dengan Jongin,tapi karna Kris malu. Kris malu karna Jongin adalah seorang pria dan bukanlah seorang wanita yang selalu di kenalkan oleh ibu Kris pada anaknya itu.
"Seharusnya kau bisa lebih jujur dengan perasaanmu ge~ hiks..."
Drtt Drrt
From: Gege
'Maaf aku tak bisa datang Nini. Ada sebuah urusan mendadak yang harus ku kerjakan. Cepat sembuh.'
Setelah membaca pesan itu Jongin kembali menangis namun dengan suara yang sedikit lebih keras.
"Kau jahat ge~"
Sebenarnya Kris tak fokus sedari tadi. Pikirannya selalu melayang pada kekasihnya itu . Ia merasa bersalah,karna bahkan di saat seperti itu ia tetap kukuh pada pendirian gial nya itu. Ia ingin mengklai Jongin sebagai kekasihnya di depan semua orang. Namun ia masih merasa ini bukan saat yang tepat. Kris bahkan baru menjabat selama setahun ini. Ia masih harus mengrus berbagai hal untuk memajukan perusahaan. Bahkan ia telah berjanji pada diri nya sendiri untuk menikahi Jongin suatu saat nanti, namun ia harus sedikit bersabar karna kondisi perusahaan yang belum sepenuhnya stabil.
Ia membuka kunci ponselnya. Tangannya terulur untuk membuka sebuah file miliknya dan juga Jongin. Ia semakin merasa bersalah ketika melihat Jongin tersenyum di salah satu foto. Ia bahkan hanya mengirimi kekasihnya pesan singkat dan bukannya berada di samping pria tan itu.
"Tunggulah bear. Begitu semuanya stabil aku akan segera mengikatmu."
Omake
"Sekretaris Im. Bisakah kau cari tahu dimana pegawai Kim di rawat?"
"Oh baik tuan. Saya akan cari tahu." Setelah itu Nayeon keluar dan segera menghubungi Sehun yang tengah berada di rumah sakit dengan Jongin.
"Manager Oh...Bagaimana keadaan pegawai Kim?"
"Ia baru saja di pindahkan ke ruang rawat."
"Jadi ia di rawat?"
"Iya. Memangnya kenapa?"
"Oh...tak ada. Hanya bertanya saja. Terima kasih untuk informasinya tuan Oh."
Tutt
Tak lama kemudian Nayeon kembali ke ruangan Kris.
"Bagaimana sekretaris Im?"
"Keadaan pegawai Kim sudah membaik. Ia juga sudah di perbolehkan untuk pulang saat siang tadi."
"Oh syukurlah. Kalau begitu rapat malam ini tidak jadi di batalkan. Karna esok aku akan mengambil cuti selama beberapa hari."
"Baiklah tuan."
Tbc
Note: kemarin aku dapet masukan. Aku yang lain juga pasti bingung kenapa tiap bikin cerita pair Hunkai pasti jalan ceritanya sad banget sedangkan pair yang lainnya lebih ringan dan santai. Itu semua karna bawaan perasaan aku kalo liat hunkai... mereka lebih cocok buat cerita yang sad gitu. Terus ada lagi yang komen kalo cerita ku jelek. Dan bilang aku harus banyak belajar lagi. Makasih buat masukannya lagian aku baru nulis selama 3 bulan ini dan wajar kalo tulisanku jelek. Aku juga gak maksa kamu baca jadi plis abaikan ff buatanku.
