Mata sayu itu terlihat berkaca-kaca setelah pria yang ia cintai sejak 4 tahun lalu itu menyodorkan sebuah cincin kemudian berlutut di depannya.
"Kim Jongin, menikah lah dengan ku..."
Tanpa ragu, kepalanya mulai mengangguk pasti. Dengan sedikit senyum di sudut bibirnya, sang kekasih mulai memasangkan sebuah cincin ke jari manis pemuda bermata sayu itu.
Brakk
"Kris?! Apa yang kau lakukan, hah?! "
Tiba-tiba seorang wanita datang mengamuk, dan menghancurkan acara lamaran romantis itu. Jongin hanya dapat mematung tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Rasa malu dan marah tengah menguasainya. Malu karena kejadian ini di saksikan oleh puluhan pasang mata pengunjung restoran tersebut, dan marah karena fakta perselingkuhan yang baru ia ketahui hari ini.
"Nara aku bisa jelaskan-"
"Tidak perlu. Hubungan kita berakhir."
Wanita cantik itu pun pergi setelah melemparkan sebuah kalung berlian ke arah Kris. Dengan santai nya Kris berlari mengejar wanita itu, dan meninggalkan Jongin yang sudah menahan amarahnya.
Namun Kris terlambat, wanita itu sudah pergi setelah menaiki sebuah taksi yang kebetulan lewat di depan restoran. Kris tiba-tiba teringat dengan seorang pemuda yang baru saja ia lamar di dalam sana.
"Astaga!"
"Jongin. Aku bisa jelaskan."
"Besok. Jika kau ingin menjelaskannya besok saja. Aku masih terlalu shock untuk saat ini." Meski otak nya menjerit meminta penjelasan dari sang kekasih, namun hati Jongin masih terlalu sakit untuk mendengar nya.
.
.
.
Kris datang ke apartement Jongin tepat pukul 12 siang. Ia sudah menyiapkan segala macam alasan untuk berdalih saat Jongin memarahi nya nanti.
Jari nya dengan lincah menekan pin apartement tersebut. Dan tak lama pintu pun terbuka. Kris dapat melihat kekasih manisnya yang sedang menunggu nya di ruang tamu.
"Say-" Jongin menepis lengan Kris yang hendak memeluknya.
"Jelaskan lah..."
"Aku memang selingkuh dengan Nara."
"Sudah berapa lama?"
"Satu..."
"Satu bulan-"
"Tidak. Satu tahun..." Jongin menghembuskan nafasnya kasar. Bukan kah lebih baik jika Kris sedikit berbohong padanya, untuk mempertahankan hubungan mereka.
"Baiklah. Lalu sekarang kau ingin bagaimana?"
"Ada satu hal lagi. Aku juga memiliki 2 orang lainnya."
"Kau menyelingkuhi ku dengan 3 orang sekaligus?! Kau gila?!" Jongin hampir saja meninju wajah Kris yang masih saja mempertahankan wajah datar nya.
"Aku minta maaf."
"Sekarang aku serahkan semuanya padamu. Tinggalkan aku bila kau memilih mereka. Tapi jika kau memilihku, tinggalkan mereka."
"Aku memilih mu Jongin."
Cup
Kris mengecup punggung tangan milik Jongin kemudian memeluk pria itu.
"Kita mulai dari awal, oke?" Kris hanya mengangguki seruan dari Jongin. Dia sedikit menyesal karena sudah menyelingkuhi pemuda tan itu.
.
.
.
Nyatanya janji manis itu hanyalah sebuah isapan jempol belaka. Penyakit flirting Kris kembali kambuh. Dan Jongin menyaksikan nya dengan kedua mata kepalanya sendiri.
Mata nya menatap punggung pria itu nanar. Tidak lupa dengan lengan kiri Kris yang masih setia memeluk pinggang pria di sebelahnya .
"Wu Yifan..."
Kris menoleh dengan raut datar andalan nya sungguh berbeda dengan raut wajah pria yang berada di sebelahnya.
"Maaf anda siapa?" Tanya pemuda mungil di sebelah Kris.
"Aku kekasih pria ini."
"Maaf, tapi pacar ku bernama Kris, bukannya Wu Yifan. Sepertinya kau salah orang." Kris hanya diam. Namun Jongin bisa melihat tangan nya yang mulai melepas rangkulan di pinggang si pria mungil itu.
"Baiklah. Aku pasti salah orang. Permisi."
Jongin menatap Kris tajam. Tangan nya berusaha untuk melepas sebuah cincin yang melingkar manis di jari nya.
"Jika kau mengenal pria bernama Wu Yifan, tolong berikan cincin ini pada nya. Bilang padanya, bahwa aku membatalkan pertunangan ini." Jongin meletakkan cincin itu ke atas telapak tangan kanan Kris, lalu pergi tanpa menoleh ke arah Kris sama sekali.
"Kris kau mengenalnya?"
"Tidak."
"Aneh sekali pria itu. Aku rasa sangat wajar jika dia di selingkuhi karena sifat anehnya itu, benarkan?" Kepala Kris mengangguk. Dalam hati dia terus merapalkan doa agar Jongin akan memaafkan nya nanti.
.
.
.
Kris melangkahkan kaki jenjang nya untuk menyusuri sebuah bar di pusat kota, sambil matanya melirik ke sekitar mencoba untuk menemukan sosok pemuda yang ia cari sedari tadi.
"Kris disini!" Seorang bartender bernama Kim Taehyung, segera memanggil nama Kris setelah melihat pria itu dari arah pintu masuk bar. Telunjuk nya menunjuk ke arah sosok pemuda yang sedari tadi Kris cari.
Pemuda yang berstatus sebagai tunangan nya itu tengah menenggak gelas-gelas yang berisikan cairan bening memabukkan. Kria bahkan yakin jika tunangannya itu sudah mabuk berat.
"Yifan sialan! Pembohong! Bajingan!" Samar-samar telinga Kris dapat mendengar umpatan yang terus saja keluar dari mulut pemuda bermarga Kim itu.
"Dia kembali mengkhianati ku hari ini. Bahkan saat aku pergi, dia tidak menahan ku sama sekali." Jongin menepuk dada kiri nya cukup keras. "Jantung bodoh! Kenapa kau masih berdetak bahkan ketika dia sudah mengkhianatimu untuk kesekian kali nya?!"
"Ayo pulang..." Kris di bantu dengan Taehyung, mencoba untuk memapah Jongin untuk keluar dari bar tersebut, namun berujung dengan tepisan kasar dari Jongin.
"Untuk apa kau kesini?! Pergi! Aku tak ingin berhubungan dengan mu mulai dari detik ini."
"Kau mabuk. Ayo kita pulang." Jongin mendorong tubuh Kris yang mencoba untuk mendekatinya.
"Aku bilang kita berakhir Kris Wu!"
"Aku Wu Yifan. Bukan Kris Wu, Jongin." Perkelahian mereka berdua membuat beberapa pengunjung bar mulai memperhatikan mereka. Hal ini tentu saja membuat Kris sedikit tak nyaman, namun dia harus tetap membawa Jongin pulang sekarang juga.
Dengan tidak berperikemanusian, Kris mulai menarik Jongin hingga pemuda tan itu menggeram kesakitan karena cengkraman Kris yang terlalu kasar.
Di apartement
Kris memasukkan kode pintu dengan susah payah karena Jongin yang sedari tadi bergerak tidak karuan di punggung nya.
Cklek
Pintu pun berhasil terbuka. Dengan segera Kris membawa Jongin menuju kamarnya. Dia merebahkan pemuda itu diatas kasur lalu membuka sepatu serta kaos kaki yang dikenakan oleh Jongin.
"Kau mau kemana?" Jongin menahan lengan Kris yang hendak keluar dari kamarnya.
"Aku ingin membuatkan teh madu untuk mu."
Jongin boleh saja terlihat mabuk, tapi dia masih sadar 100%. Bahkan dia yang sengaja menyuruh Taehyung untuk memberitahu Kris jika dia sedang mabuk-mabukan di bar agar pria itu datang menjemputnya.
"Ini. Minumlah..." pria keturunan China-Kanada itu memberikan segelas teh madu pada Jongin.
Bagaimana mungkin Jongin bisa merelakan pria ini, Kris sudah terlalu mengenali nya. Sifatnya, tingkah lakunya, hingga kebiasannya sudah di ketahui dengan baik oleh pria itu.
"Jelaskan padaku tentang kejadian kemarin itu!"
"Dia Baekhyun, selingkuhan ku."
"Sudah berapa lama?"
"3 bulan." Jongin berusaha untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu. Dia tak boleh emosi saat ini, karena jika dia emosi maka masalah ini tak akan dapat diselesaikan saat ini juga.
"Kau tahu... ini sudah kedua kalinya aku melihat mu selingkuh Yifan ge. Ini sudah cukup membuktikan bahwa kau tidak mencintaiku lagi." Jongin berusaha keras untuk menahan air matanya. Otaknya mengingat jelas perkaraan Kris 4 tahun yang lalu. Jika dia tidak menyukai orang yang cengeng, karena hal itu sangat menyusahkan baginya.
"Beri aku satu kesempatan lagi Jong. Aku tidak akan mengingkarinya kali ini."
"Omong kosong ge."
"Hey lihat aku, Jongin! Aku tahu aku memang salah namun aku akan berusaha untuk memperbaikinya."
Jongin tak akan mungkin menolak setiap kali melihat mata pria itu. Semakin menatapnya membuat Jongin makin terhisap kedalam pesona pria itu.
"Kau mungkin akan kembali melakukannya Yifan ge..."
"Itu memang benar. Tapi Jongin bisakah kita saling membuat perjanjian?"
"Aku mungkin akan mengulangi kesalahan yang sama nantinya. Namun aku berjanji hal ini hanya akan terjadi selama masa pacaran kita saja, aku akan benar berhenti saat kita sudah menikah nanti."
Woah! Boleh kah Jongin bertepuk tangan sekarang? Mengapa si bajingan ini bisa sangat santai mengatakan hal seperti itu? Dan bagaimana mungkin Jongin bisa mengenal nya? Jika Jongin tahu Kris memiliki sifat biadab seperti ini, sudah dapat Jongin pastikan bahwa Jongin akan menolaknya dari dulu.
"Biarkan aku berselingkuh sebanyak yang ku mau untuk saat ini. Dan aku berjanji hanya akan setia padamu saat kita sudah menikah nanti."
"Kalau begitu kita akhiri saja hubungan ini."
tbc
kalo mau di lanjut buruan komen...
