"Kau yakin?" Pria dia depannya mengangguk dengan wajah penuh senyum nya. Mata sendunya menatap Chanyeol teduh.

"Alasannya? Setidaknya beritahu aku alasan kau memutuskanku."

"Kau pantas bahagia, sunbae."

"Tapi aku bahagia dengan mu..."

"Kau pasti bisa lebih bahagia daripada ini sunbae. Dengan orang yang cocok dan memiliki kesamaan denganmu." Senyum Jongin semakin berkembang, sementara Chanyeol menatapnya nanar. Sebegitu senangnya kah Jongin putus dengannya? Apakah pemuda itu tidak sadar telah menyakiti hati Chanyeol? Bahagia bilangnya? Hah! Jangan bercanda.

"Kalau begitu aku masuk ke kelas dulu. Selamat siang sunbae."

"Dia memutuskanmu?"

"Begitu lah..." Sehun menatap Chanyeol penuh tanya. Bagaimana mungkin teman casanova nya ini bisa diputuskan oleh seorang junior yang bahkan tidak populer sama sekali.

"Dia bilang aku bisa lebih bahagia dengan orang lain."

"Klise. Itu adalah alibi terbrengsek yang selalu orang ucapkan saat meminta putus dari kekasihnya, padahal ia hanya sudah bosan dengan hubungannya." Chanyeol membenarkan pernyataan Sehun dalam hatinya. Padahal hubungan mereka baik-baik saja selama 5 bulan ini. Tapi entah karena angin apa Jongin jadi memutuskannya secara tiba-tiba.

"Lihat saja. Sebentar lagi dia pasti akan menggandeng pria lain, Chan." Sehun bukannya mengompori Chanyeol, dia hanya ingin sahabatnya sadar bahwa orang seperti Jongin tidak pantas untuk di sedihi.

"Aku tidak peduli. Aku hanya penasaran, kenapa ini terjadi begitu tiba-tiba?" Chanyeol tidak sedih, tidak sama sekali karena ingat, dia itu casanova. Ia bisa mendapatkan pria yang seratus kali lipat lebih tampan dan populer daripada Jongin. Dia hanya kesal kenapa malah Jongin yang memutusinya, bukannya dia.

Hoseok hanya menatap Jongin dengan tatapan sendunya, padahal wajah Jongin sedang terlihat begitu bahagia.

"Tak usah berpura-pura kuat Jong, aku bisa melihat air mata yang mengumpul di pelupuk matamu." Hoseok menunjuk-nunjuk wajah Jongin dengan sumpit yang ia genggam.

"Aku baik Seok. Cepat habiskan makan siangmu! Jam istirahat akan habis sebentar lagi." Tepat setelah Jongin berbicara, Chanyeol dan Sehun berjalan melewati nya.

Saat Chanyeol menatap Jongin dengan dingin, Jongin malah memperlihatkan eyesmile nya dan itu membuat baik Chanyeol maupun Sehun kesal. Senyuman Jongin itu seakan mengolok-olok Chanyeol yang baru saja ia putusi beberapa jam yang lalu. Chanyeol langsung pergi tanpa membalas senyuman Jongin yang membuat mata Hoseok membelalak.

"Kurang ajar sekali senior itu! Dia bahkan tidak membalas senyum mu."

"Itu wajar Seok. Saat pacaran pun dia tak pernah membalas teguranku."

Flashback on

"Cepat! Waktu istirahatku tak tersisa banyak." Chanyeol berujar congkak saat melihat Jongin, pria yang mengajaknya bertemu di taman belakang sekolah, yang sedari tadi hanya menatap rumput di bawah sana.

"Ku hitung 1 sampai 3, jika kau masih diam aku akan pergi. 1, 2-"

"Aku menyukaimu sunbae! Sa-ngat..." ujar Jongin nyaris berteriak hingga membuat Sehun yang menunggu di belakang sana terkekeh nyaring.

"Kau gila? Mana mungkin Chanyeol mau denganmu! Wanita seperti Seulgi saja ia tolak, apalagi pria culun sepertimu." Sebenarnya tangan Hoseok yang juga berada tak jauh dari sana sudah terkepal begitu kuat, dia benar-benar ingin memukul mulut Sehun yang sudah berbicara kasar pada temannya itu.

"Baiklah, kalau begitu aku pamit sunbae." Jongin membungkuk ke arah pria caplang itu, kemudian berbalik ke arah Hoseok yang menunggunya didekat pohon besar.

"Tunggu." Seruan Chanyeol berhasil membuat Jongin membalikkan tubuhnya. "Aku menerimamu." Bukan hanya Jongin yang kaget, Sehun dan Hoseok pun juga ikut terkejut karena seruan Chanyeol itu.

Flashback off

Sudah seminggu setelah putusnya hubungan Jongin dan Chanyeol dan itu membuat Chanyeol merasakan hal aneh pada dirinya. Entahlah... ia merasa harga dirinya sudah di permalukan karena ia diputusi oleh orang macam Jongin yang bahkan tidak sepopuler dirinya.

"Melamun lagi?" Chanyeol segera menegakkan badanya saat mendengar seruan seorang gadis yang duduk di sebelahnya.

"Kulihat akhir-akhir ini kau jadi sering melamun. Ada masalah?"

"Tidak ada." Chanyeol bahkan hampir lupa dengan Seulgi yang duduk di dekatnya karena terlalu fokus memikirkan Jongin.

"Kau sudah melihat seri marvel yang baru?"

"Belum."

"Bagaimana jika kita menontonnya setelah pulang sekolah ini? Kebetulan aku sudah beli tiketnya."

"Baiklah."

Chanyeol tak tahu jika seorang wanita bisa semenyebalkan ini. Sejak selesai menonton film tadi, Seulgi terus saja bercerita panjang lebar tentang inilah itulah... yang pasti Chanyeol ingin sekali membekap mulutnya hingga berhenti bicara.

"Kau ingin makan dimana?"

"Kita pulang saja."

"Kenapa?"

Kenapa katanya? Ya tentu saja karena Chanyeol sudah muak dengan wanita ini. Dia ingat saat ia pergi bersama Jongin, pria itu hanya diam saja dan sesekali tersenyum saat Chanyeol mengajaknya bicara. Astaga! Kenapa ia bisa memikirkan Jongin lagi? Padahal ia sudah berusaha untuk melupakan pria itu seminggu terakhir ini.

"Ibuku sudah menelfon tadi. Dia bilang aku harus cepat pulang. Oh yah, ini uang untuk taksinya. Maaf aku tak bisa mengantarmu pulang." Setelah itu Chanyeol segera meninggalkan Seulgi yang terdiam karena masih memproses perkataan Chanyeol.

Dulu, ia bahkan selalu mengantar Jongin pulang padahal pria itu sudah menolak perintah Chanyeol secara halus. Tunggu! Kenapa Chanyeol kembali memikirkan pria itu?!

'Sebenarnya apa salahku, Jongin?'

Drrt drrt

From : Chan Sunbae

Kau sudah tidur?

Jongin terkejut saat melihat pesan yang Chanyeol kirimkan padanya. Ia bahkan kembali bangkit dari tidurnya, karena saking terkejutnya.

To: Chan Sunbae

Belum. Ada apa sunbae?

Drrt drrt

'Cepat sekali balasnya?'

From: Chan Sunbae

Temui aku sekarang. Aku ada di depan rumahmu.

Jongin segera berlari keluar kamar dan mengintip di jendela depan rumahnya, hanya untuk memastikan isi pesan dari sang mantan kekasih.

'Dia benar-benar disana. Apa yang harus kulakukan?'

Drrt drrt

Chan Sunbae is calling

"H-halo?"

'Keluar sekarang juga. Aku tahu kau sedari tadi mengintipku.'

Tanpa sadar Jongin menutup gorden dengan kasar karena terkejut dengan seruan Chanyeol di seberang telpon sana.

"Baiklah."

Cklek

"Ada apa sunbae?"

"Beri aku alasan, kenapa kau memutuskan ku Kim Jongin." Jongin bisa tahu jika pria di depannya ini tengah menahan sesuatu yang mungkin saja akan meledak jika saja Jongin berani kabur darinya.

"Aku sudah bilang bukan , jika aku ingin kau lebih bahagia dari ini."

"Tapi aku sudah cukup bahagia dengan mu Jongin."

"Kau lupa sunbae? Kau lupa kata-kata mu saat aku menembakmu dulu?"

Flashback on

"Tunggu." Seruan Chanyeol berhasil membuat Jongin membalikkan tubuhnya. "Aku menerimamu." Bukan hanya Jongin yang kaget, Sehun dan Hoseok pun juga ikut terkejut karena seruan Chanyeol itu.

"Aku ingin merasakan rasanya berkencan dengan orang biasa sepertimu." Tapi setelah mendengar alasan Chanyeol, Sehun langsung tersenyum lega. Ia kira temannya sudah gila karena menerima Jongin yang nerd itu, tapi untungnya Chanyeol hanya memacari Jongin karena rasa penasarannya.

"Terima kasih sunbae."

Flashback off

"Kau dendam padaku?"

"Tidak."

"Lalu kenapa kau minta putus disaat aku sudah begitu menyukaimu?" Tidak ada lagi wajah manis ala Kim Jongin. Sekarang wajahnya berubah dingin dengan tatapan yang begitu tajam.

"Kau yakin jika kau menyukaiku?"

"Bisa jelaskan kenapa kau tidak pernah menegurku saat disekolah? Atau saat kau selalu bercerita tentang para gadis atau pria yang mengejarmu. Kau selalu bilang jika kau senang sekali karena memiliki hobi yang sama dengan Seulgi. Kau juga senang karena bisa pergi menonton konser penyanyi favoritmu dengan Baekhyun. Lalu kau anggap aku apa?!"

"Aku minta maaf..."

"Aku tahu, kita begitu berbeda sunbae. Tapi setiap kali kau membicarakan orang-orang itu, hatiku sakit. Aku bahkan tak bisa mengenalmu dengan baik karena kau terlalu sibuk dengan orang-orang yang memiliki kesamaan denganmu itu. Bagaimana bisa aku berpikir kau menyukaiku jika kau seperti itu?"

Chanyeol hanya dapat menunduk. Ia tak berani menatap Jongin yang mungkin sudah memberikan tatapan nyalang padanya. Dan saat ia ingin mengeluarkan suaranya, suara lain dari dalam rumah Jongin menginterupsinya.

"Jongin apa yang kau lakukan diluar? Kau bisa kedinginan sayang. Kau lupa jika kau alergi dingin?"

"Sebentar lagi bu. Aku hanya berbicara dengan seorang senior." Jongin balas meneriaki sang ibu.

"Pulanglah sunbae. Aku rasa masalah kita sudah jelas. Aku masuk dulu. Maaf tidak bisa menunggu mu masuk kedalam mobil."

Chanyeol benar-benar ingin mentertawakan dirinya sendiri sekarang. Ia bahkan tak tahu jika Jongin alergi terhadap dingin. Dan dengan seenaknya ia mengajak pria itu untuk bermain ski beberapa waktu yang lalu.

Flashback on

"Kita mau kemana sunbae?"

"Ski resort. Aku ingin bermain ski dan aku ingin kau menemaniku."

"Tapi aku-" Jongin terdiam saat Chanyeol yang tadinya berujar antusias balik menatapnya datar. "Kau tak suka? Jika kau tak suka turun lah. Aku akan pergi dengan Baekhyun saja."

"Baiklah." Jongin tak mungkin menghilangkan kesempatan ini untuk berduaan dengan Chanyeol. Dia sudah menunggu cukup lama untuk pergi berkencan dengan Chanyeol lagi, setelah kencan mereka 2 bulan lalu.

'Lagipula aku memakai pakaian yang cukup tebal.'

Namun pikiran positif Jongin buyar seketika saat melihat tempat yang ia datangi. Angin bertiup cukup kencang, serta salju yang tiba-tiba turun membuat ia sedikit sesak nafas karena alerginya terhadap cuaca dingin.

'Tahan Jongin. Hanya beberapa jam saja. Maka kau bisa berdekatan dengan Chanyeol sunbae.'

Namun Jongin kembali dikecewakan untuk kedua kalinya saat Baekhyun datang menghampiri Chanyeol. Chanyeol pun memutuskan untuk meninggalkan Jongin karena Jongin tak begitu padai dalam bermain ski, tidak seperti Baekhyun.

Dan setelah 4 jam melawan hawa dingin di tempat tersebut, Jongin pun akhirnya pulang tanpa Chanyeol, karena pria itu terlalu asik bermain dengan Baekhyun.

Malam harinya ia jatuh sakit. Ibu dan ayah nya bahkan mengomel karena kenekatan Jongin itu. Tubuh Jongin demam, nafasnya terasa sedikit sesak dan juga semua persendiannya terasa ngilu. Baiklah, sepertinya besok ia tak akan bisa masuk sekolah.

Drrt drrt

From : Chan Sunbae

Kenapa kau meninggal kan ku? Kau seharusnya bilang padaku, sehingga aku tak perlu mencarimu seperti orang bodoh.

Jongin ingin sekali mengetikkan balasan untuk Chanyeol, namun nafas nya kembali sesak sehingga ia membiarkan ponselnya kembali tergeletak di meja nakas.

Flashback off

Seharusnya Chanyeol bertanya pada Jongin dulu. Apa yang pria itu suka dan tidak suka? Apakah ia memiliki alergi atau tidak? Bukannya malah memutuskannya secara sepihak seperti yang selama ini ia lakukan.

"Maaf kan aku Jongin. Aku memang brengsek! Aku memang pantas untuk kau putusi."

Sehun menatap Chanyeol yang melamun sejak sejam yang lalu. Pria tinggi itu bahkan tidak menatap makanan yang ada di depannya. Tatapan nya seolah menerawang jauh entah pada siapa.

"Kau sakit?"

"Kenapa kau jadi aneh seperti ini? Sejak Jongin memutuskan mu kau jadi sering melamun dan tidak bersemangat seperti ini."

"Aku pergi." Baru saja Chanyeol berdiri dari kursinya, tubuhnya langsung limbung kearah belakang dan setelahnya ia pingsan.

"Dia hanya demam biasa. Sepertinya dia berada diluar rumah dalam waktu yang cukup lama."

"Tapi semalam dia langsung pulang ketika kami selesai menonton film bersama." Berita pingsannya Chanyeol menyebar begitu cepat, sehingga sampai ke telinga Seulgi. Dan karena khawatir, gadis itu segera berlari ke uks untuk melihat keadaan calon pacarnya itu.

"Tapi kalian tak perlu khawatir. Setelah minum obat, demam nya pasti akan turun." Sementara Seulgi sibuk mengurusi Chanyeol, Sehun malah sibuk dengan melihat isi ponsel Chanyeol. Dan matanya menyipit saat melihat nama Jongin di log panggilan keluar dan juga pesan terakhir Chanyeol.

'Sepertinya ini berhubungan dengan pria itu.'

Lengguhan pelan keluar dari mulut Chanyeol, yang menandakan bahwa ia sudah sadar dari pingsannya. Dengan sigap Seulgi membantu Chanyeol yang sepertinya ingin berdiri.

"Kau harusnya tidur saja dulu. Demammu belum turun." Chanyeol menepis kasar lengan Seulgi. "Aku tidak membutuhkan bantuan mu bodoh."

"Aku hanya membantu."

"Dasar cerewet! Pergi sana, aku muak melihatmu." Seruan kasar Chanyeol membuat Seulgi pergi dengan menahan tangisnya.

Tak lama kemudian seorang pria masuk dengan peluh yang berkumpul di dahinya. Pria itu Jongin. Dan tanpa membuang banyak waktu, Chanyeol berjalan menuju pria itu meskipun dengan langkah tertatih.

Grebb

"Sunbae, badanmu panas sekali!"

"Aku menghukum diriku sendiri Jongin. Aku pantas mendapatkan ini. Aku minta maaf!" Chanyeol mengeratkan pelukannya sambil menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Jongin.

"Maafkan aku karena selalu bersikap seenaknya. Aku bukan kekasih yang baik untuk mu." Suara Chanyeol melemah karena menahan rasa nyeri di tubuhnya.

"Kau mau kan kembali bersama denganku? Aku benar-benar tak bisa berpisah denganmu Jongin." Tanpa di sangka-sangka, Chanyeol menjatuhkan tubuhnya lalu berlutut di hadapan Jongin.

"Aku tak akan bangkit sebelum kau menerima ku kembali."

"Bangunlah sunbae. Ini tak akan mengubah apapun..."

"Tidak. Aku benar-benar tak ingin berpisah Jongin."

"Kau hanya belum terbiasa tanpaku sunbae."

"Kalau begitu pergilah. Tapi aku akan tetap seperti ini hingga kau menerima ku kembali." Sehun yang melihat adegan drama itu jadi sedikit menyesal karena sudah menyuruh Jongin untuk datang, karena nyatanya Chanyeol malah bertingkah makin aneh saat Jongin datang.

"Bangunlah. Kau belum pulih Chan!" Sehun mencoba untuk menarik Chanyeol untuk berdiri, namun Chanyeol menepisnya.

"Hey kenapa kau jadi seperti ini? Jangan berlebihan Chan!"

"Kau tak tahu bagaimana rasanya Sehun! Aku bahkan tak bisa memaafkan diriku sendiri karena sudah terlalu banyak menyakiti Jongin."

"Sunbae bangunlah... kau masih belum pulih." Kini giliran Jongin yang membujuk Chanyeol, tapi sayangnya Chanyeol hanya menggeleng pelan.

"Tidak sayang. Apa yang kau alami bahkan tidak sebanding dengan ini. Aku minta maaf..."

"Kalau begitu, berbaringlah kembali. Maka aku akan memikirkan soal hubungan kita nanti."

"Benarkah?" Sorot mata Chanyeol berbinar. Dengan bantuan Sehun, ia pun kembali berbaring di ranjang uks. Tak lupa dengan menggenggam tangan Jongin erat.

"Jangan pergi, yah..." Jongin sebenarnya ingin sekali menjitak wajah sok polos Chanyeol. Sebenarnya ia sudah merasa di bohongi disini. Dia datang karena Sehun bilang Chanyeol sudah sekarat, dan dengan bodohnya ia percaya itu semua.

"Iya tenang saja."

"Kalau begitu kau ikut ke rumahku saja. Aku tak ingin berpisah denganmu."

'Kenapa sahabatku jadi gila seperti ini? Jangan-jangan Jongin menggunakan ilmu hitam untuk memikatnya?'

"Jangan berlebihan bodoh!"

Tukk

Akhirnya Jongin benar-benar menoyor dahi Chanyeol dan juga melepaskan genggaman mereka.

"Aku akan kembali saat pulang sekolah." Lalu Jongin benar-benar menghilang dari sana.

Jongin menatapi rentetan pesan yang Chanyeol kirimkan padanya. Ia sebenarnya bingung, ingin memaafkan pria itu atau tidak. Jujur, ia masih menyukai Chanyeol sampai detik ini. Namun ia takut, takut jika ia menerima Chanyeol kembali dan setelahnya pria itu kembali berubah pikiran dan menyakitinya seperti dulu.

To : Chan Sunbae

Maafkan aku, sunbae.

Tapi kau berhak bahagia dengan orang lain.

Orang yang memiliki banyak kesamaan dengan mu, dan orang itu bukanlah aku.

Jika suatu saat kita bertemu, bersikaplah seperti biasa saja.

Jika kau rindu, dan ingin memeluk ku, maka datanglah.

Send

End