Don't Come Back sequel
From : Love
Maafkan aku, sunbae.
Tapi kau berhak bahagia dengan orang lain.
Orang yang memiliki banyak kesamaan dengan mu, dan orang itu bukanlah aku.
Jika suatu saat kita bertemu, bersikaplah seperti biasa saja.
Jika kau rindu, dan ingin memeluk ku, maka datanglah.
Chanyeol hanya dapat menatap nanar barisan kata tersebut. Ia tahu, ia memang pantas mendapatkan semua ini setelah menyakiti Jongin selama ini.
Dia tahu Jongin mungkin begitu kecewa padanya. Tapi dia harus bagaimana? Meskipun ia hanya menganggap hubungan mereka sebagai bentuk rasa penasaran saja pada awalnya, namun ia benar-benar menyukai Jongin.
Chanyeol tak pernah menamai seseorang dengan nama 'Love' di kontak nomer telponnya. Jongin mungkin sudah salah paham sejak awal. Jongin pasti berpikir bahwa Chanyeol tidak pernah menyukainya. Tapi ia salah. Chanyeol justru benar-benar tulus padanya.
Chanyeol punya alasannya sendiri, mengapa ia tak pernah menegur Jongin saat disekolah. Ia hanya takut jika semua orang mengetahui hubungan mereka. Citra Chanyeol sebagai seorang cassanova pasti akan membuat banyak orang tak suka, dan Chanyeol takut mereka akan menyampaikan rumor tak benar kepada Jongin, dan membuat Jongin membencinya. Dia tak ingin itu terjadi. Namun sebaik apapun ia menghindarinya, hal buruk itupun akhirnya terjadi.
Chanyeol juga tidak bermaksud untuk membicarakan orang lain dihadapan Jongin. Ia hanya ingin Jongin mengetahui hal-hal yang Chanyeol sukai.
"Aku sangat menyukai music rock seperti Baekhyun."
"Apa kau menyukai film marvel? Bulan lalu aku menontonnya dengan Seulgi. Kebetulan sekali dia juga menyukai seri film tersebut."
"Kau harus ikut aku lain waktu, kita akan ke ski resort seperti yang selalu aku lakukan dengan Sehun."
"Aku dan Seulgi sama-sama menyukai buah pisang."
"Kita pergi ke kafe ini saja. Waktu itu aku dan Baekhyun pergi kesini, dan menu-menu nya sangat sesuai dengan lidah kami."
Chanyeol hanya ingin Jongin mengenalnya. Itu saja. Namun ia lupa, jika bukan hanya Jongin yang wajib mengetahui segala hal tentang nya. Tapi dia juga wajib mengetahui semua hal kesukaan Jongin, dia juga wajib mengetahui hal apa saja yang pria itu benci, bukannya malah sibuk melakukan segala sesuatu yang ia sukai dan mengabaikan ketidaknyamanan Jongin.
To : Love
Kalau begitu selamat tinggal Jongin.
Jika suatu saat aku berada didepan rumah mu dan memintamu keluar, abaikan saja.
Kau tak perlu mengikuti semua hal yang ku katakan lagi.
Kau juga berhak mendapatkan orang lain yang dapat membahagiakanmu, bukannya menyiksamu seperti yang selama ini aku lakukan.
Keesokan paginya pun Chanyeol sambut dengan wajah dingin andalannya. Dia sudah memutuskan semuanya semalam. Dia akan melupakan Jongin dan kembali beraktifitas seperti biasanya, sebelum nama Jongin memenuhi hari-hari nya.
Saat berjalan menuju kelasnya, ia berpapasan dengan Jongin. Namun dengan sekuat tenaga ia mengindari tatapan Jongin padanya. Ia lebih memilih untuk memainkan ponselnya dan mengabaikan sapaan Jongin.
Chanyeol tak yakin jika ia melihat Jongin, dia akan tahan untuk tidak merengkuh pria itu. Bagaimana pun juga ia sudah bertekad dengan dirinya sendiri untuk melepaskan Jongin, untuk kebaikan pria itu sendiri.
Sehun yang melihat itu semua hanya memiringkan kepalanya, berusaha untuk menarik sebuah kesimpulan dari apa yang ia lihat.
'Sepertinya aku butuh bantuan si matahari itu.'
To : Sunshine
Temui aku di toilet saat istirahat nanti.
"Tak ingin ke kantin?"
"Aku akan ke toilet dulu. Aku benar-benar ingin pipis Jong." Hoseok jelas berbohong. Dia ke toilet bukannya untuk buang air kecil, tapi menemui vampire gila itu.
"Kalau begitu aku ke kantin duluan, oke?" Setelah Jongin pamit, Hoseok pun segera berjalan ke arah toilet kelas 3 yang berada di lantai 3.
'Seharusnya jika dia ada perlu, dia bisa menghampiriku. Bukannya aku!'
Sambil terus menggerutu di dalam hati, Hoseok pun akhirnya tiba di toilet yang di maksud. Dan sialnya senior vampire nya itu belum datang.
Karena itu toilet kelas 3, jadi banyak sekali senior yang menatapnya heran. Lagipula untuk apa seorang murid kelas 2 datang jauh-jauh ke toilet anak kelas 3 jika mereka memiliki toilet sendiri?
"Maaf. Kelasku baru saja selesai."
"Ya sudah. Cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan!"
"Aku rasa kita harus meluruskan semua ini." Hoseok melirik bingung pada Sehun.
"Maksud mu?"
Pukk
"Kenapa kau bodoh sekali?! Maksudku kita harus membuat Jongin dan Chanyeol menyelesaikan permasalahan mereka ini."
"Tapi kau tak perlu memukul kepalaku bodoh. Bagaimana jika aku makin bodoh?! Memangnya kau lupa dengan kata-katamu? Kau pernah bilang jika Jongin tak pantas untuk sahabat tiangmu itu, lalu kenapa sekarang kau ingin membantu mereka?" Hoseok berujar sewot.
"Maafkan aku. Aku mungkin terlalu cepat menilai Jongin. Namun melihat temanku yang menderita seperti itu membuatku kasihan padanya. Jadi kau harus mau membantuku."
"Aku tak mau!"
"Kalau begitu aku akan bilang pada Jongin kalau-"
"Baiklah! Baiklah! Dasar tukang adu." Sehun pun memberikan senyum liciknya pada Hoseok, dan membuat Hoseok menjadi merinding seketika.
"Jongin minggu ini kita jalan ke kafe oke? Sudah lama sekali kita tidak pergi bersama bukan?" Jongin hanya menatap Hoseok penuh tanya. Hoseok baru saja tiba beberapa detik lalu, dan sekarang ia mengajak Jongin ke kafe secara tiba-tiba. Seperti ada yang menyuruhnya saja.
Sementara Sehun yang duduk tak jauh dari bangku mereka hanya dapat menggertakkan giginya pelan. Kenapa juga ia minta bantuan pada orang bodoh seperti Hoseok.
"Boleh saja. Tapi kenapa tiba-tiba?"
"Aku- aku sebenarnya, sebenarnya aku sudah merancangnya dari jauh-jauh hari, namun aku belum sempat menyampaikannya pada mu."
"Baiklah. Kau tidak makan?"
"Nanti, aku sungguh lelah karena harus berjalan dari lantai 3."
"Eoh? Bukannya tadi kau bilang, kau ingin ke toilet? Kenapa kau malah ke lantai 3? Kau habis bertemu seseorang?" Tanpa sadar Sehun memukul meja dengan cukup keras, sehingga berhasil mengalihkan atensi Chanyeol yang makan didepannya.
"Kenapa?"
"Tak apa. Makanlah... lanjutkan kegiatan makanmu."
Lalu di meja Hoseok dan Jongin.
"Toilet di lantai 2 sedang ramai, jadi aku memilih untuk pipis di toilet lantai 3."
"Tapi lantai 2 memiliki 15 toilet pria, bagaimana mungkin semuanya terisi?"
"Aku juga tak tahu." Lalu Hoseok mengakhiri ucapannya dengan kekehan andalannya. Sementara ponsel di sakunya bergetar.
From : Pale Boy
Jika rencana ku gagal, ku pastikan bukan hanya Jongin yang mengetahui rahasiamu, tapi seluruh murid di sekolah ini.
Setelah membaca pesan itu Hoseok tak dapat menahan tangisannya. Ia pun menangis seperti anak TK yang kehilangan salah satu crayon nya hingga membuat semua murid yang ada disana menatapnya heran.
"Kau kenapa Hob?"
"Hiks... aku ingin pulang saja... huhu..."
Hari minggu pun tiba. Jongin dan Hoseok tiba di kafe lebih awal dan lima menit kemudian Chanyeol dan Sehun juga tiba. Sehun mencoba untuk bergabung dengan meja Jongin dan Hoseok sealami mungkin.
"Kita duduk di sana saja."
"Kenapa? Masih banyak meja kosong disini."
"Tak apa. Aneh rasanya jika hanya duduk berdua saja."
Pandangan Chanyeol dan Jongin akhirnya bertemu. Meski terasa canggung keduanya masih sempat memberikan senyuman kearah satu sama lain.
Sehun mencoba untuk memberikan kode kepada Hoseok. Dan dengan segera Hoseok berseru. "W-wah... kebetulan sekali."
"Begitulah. Kalian hanya berdua saja? Apakah kami boleh bergabung?"
"Boleh!" Hoseok menjawab pertanyaan Sehun begitu cepat, sehingga membuat Sehun harus menahan umpatannya.
Sehun pun segera duduk di sebelah Hoseok, sehingga Chanyeol mau tidak mau harus duduk di sebelah Jongin.
"Apa ini rencana kalian?" Jongin pun angkat bicara. Dia sudah merasa aneh saat Hoseok mengajaknya ke kafe kemarin, lalu setelah melihat gelagat Sehun dan Hoseok ia sadar bahwa ada yang tidak beres disini.
"Aku hanya ingin kalian bicara secara baik-baik sekarang. Kalian harus berkata jujur kepada satu sama lain."
"Jadi kau menjebakku? Kalau begitu aku pergi-" Dengan segeea Sehun menahan lengan Chanyeol, agar pria itu kembali duduk di tempatnya.
"Jongin sebenarnya Chanyeol tidak pernah berniat untuk menyakiti perasaanmu." Sehun rasa ia harus turun tangan dalam masalah ini. Karena jika tidak seperti ini, keduanya pasti akan terus saling menyakiti hari satu sama lain.
"Lalu?"
"Dia hanya takut jika orang-orang akan mengganggu hubungan kalian berdua. Kau tahu bukan jika Chanyeol mempunyai image yang cukup buruk disekolah? Dia takut orang-orang akan mempengaruhimu sehingga kau membenci Chanyeol." Jongin mendengarkan semua penjelasan Sehun dengan cermat. Kini ia menatap pria yang tertunduk di sampingnya.
"Itu benar?"
"Iya, maafkan aku. Seharusnya aku bisa menjelaskannya padamu lebih awal." Kepala Chanyeol masih saja tertunduk, ia belum cukup berani untuk membalas tatapan lawan bicaranya itu.
"Aku juga tak bermaksud untuk menyebut nama orang lain dihadapan mu. Aku hanya ingin memberitahumu tentang hal-hal yang aku sukai. Tapi aku bahkan tak mencoba untuk mencari tahu tentangmu sama sekali."
Chanyeol mendongak ketika merasakan remasan lembut di tangan kirinya. Ia dapat melihat raut kelegaan dari wajah Jongin, dan Chanyeol suka itu.
"Aku juga salah. Aku bahkan tidak pernah bertanya padamu, dan malah berburuk sangka padamu. Maafkan aku sunbae."
"Kalau begitu, kita kembali berpacaran?" Jongin mengangguk dengan malu-malu. Lalu setelahnya ia berakhir di dalam pelukkan hangat Chanyeol. Tapi dalam suasana romantis seperti itu pasti ada saja yang merusak nya. Contohnya saja Hoseok.
"Huhu... aku benar-benar terharu sekali..."
"Dasar perusak suasana!" Sahut Sehun.
"Kau jahat Sehun! Kau bahkan terus mengancamku sejak semalam!"
"Memangnya kenapa?"
"Dia takut jika aku menghancurkan rencana ini. Padahal aku kan tidak seceroboh itu, Jong." Adu Hoseok pada Jongin.
"Kau memang ceroboh sayang..." Sehun mengusak kepala Hoseok lembut. Namun kata-kata yang Sehun ucapkan malah membuat ketiga orang disana menatapnya terkejut.
"Sayang? Hey, kalian ini sebenarnya menjalin hubungan apa?"
"Aku sudah bilang untuk tutup mulut, Hun! Kenapa kau malah memberitahu mereka?"
"Aku hanya tak ingin kejadian yang menimpa dua orang ini terjadi pada kita Seok. Lagipula apa salahnya jika mereka tahu? Rencananya besok aku bahkan akan memberitahu semua orang di sekolah."
"Tapi aku malu bodoh!" Hoseok tak bisa menyembunyikan rona merah dari telinga dan juga pipinya saat mendengar seruan Sehun.
Double date dadakan mereka pun akhirnya selesai. Chanyeol dan Jongin pun memutuskan untuk melanjutkan kencan mereka di tempat lainnya.
Mereka berjalan pelan sambil bergandengan tangan. Sesekali mereka melihat kearah sungai Han yang berada di sebelah kanan mereka. Suasana nya pasti lebih romantis jika mereka datang lebih awal. Sayang sekali mereka datang saat malam hari.
"Sejak kapan sunbae menyuakai ku?"
"Saat kau menembakku." Jongin berdiri di hadapan Chanyeol dan menatap Chanyeol kebingungan.
"Tapi waktu itu, kau bilang kau menerima ku hanya karena kau penasaran saja."
"Tantu saja aku penasaran. Bagaimana dengan mu? Bukankah kau akan penasaran juga dengan orang yang tiba-tiba saja menembakmu, padahal kalian belum pernah berbicara sebelumnya?"
"Eung?"
"Aku penasaran karena aku ingin mengenalmu lebih jauh Jongin. Kau pasti mengira jika aku hanya main-main dengan mu, kan? Tapi sebenarnya aku sudah serius denganmu sejak awal Jongin." Senyum manis Jongin berkembang begitu saja. Chanyeol yang gemas pun memberanikan diri untuk melihat wajah manis itu dari jarak yang lebih dekat.
"Aku benar-benar menyukai mu jika tersenyum seperti ini Jongin."
"Kalau begitu, buatlah aku terus bahagia seperti ini sunbae." Chanyeol mengangguk tanpa ragu. Ia pun semakin mempertipis jarak diantara mereka hingga salah satu anggota tubuh mereka saling bersentuhan.
Chup~
Chanyeol mendekap Jongin untuk menyingkirkan semua jarak yang tercipta diantara tubuh mereka.
"Bagaimana mungkin aku bisa bahagia jika orang itu bukanlah dirimu Jong? Kau tahu, aku selalu membutuhkanmu..."
Chup~
Don't turn away like this
How can I be happy with someone that's not you?
I have to be happy
So I need you, I need you
Heize - Don't Come Back
End
