Hari-hari yang mereka lalui kini terasa begitu menyenangkan. Dan info terpenting nya adalah, Jongin dan Sehun kembali serumah. Keduanya menjadi begitu mesra saat dikantor, tentunya ketika tidak ada yang melihat. Soal Gyuri, Sehun sudah tak pernah menemui wanita itu lagi meskipun Gyuri mencoba untuk berbincang dengan Sehun.

Chup

Chup

Chup

"Bagaimana jika ada seseorang yang datang?"

"Aku tak peduli. Toh kita ini pasangan yang sudah menikah, mereka pasti akan maklum." Sehun kembali mengecupi bibir Jongin untuk kesekian kalinya. Saat ini mereka tengah berada di depan meja Jongin dengan posisi saling memeluk satu sama lain.

"Maaf mengganggu presdir... tapi rapatnya akan segera dimulai."

Jongin malu setengah mati saat salah satu pegawai memergoki mereka sedang bermesraan dimeja Jongin. Astaga Jongin sudah benar-benar kehilangan harga dirinya.

"Baiklah kami akan segera kesana."

Skip

Rapat hari ini dibatalkan karena Gyuri yang tiba-tiba pingsan saat sedang presentasi. Dengan sigap Jongin menelpon ambulans untuk membawa Gyuri ke rumah sakit.

Saat sampai di rumah sakit, Gyuri segera di periksa oleh dokter. Setelah melakukan beberapa tes, Gyuri pun akhirnya sadar.

"Dimana ini?"

"Kau pingsan, jadi kami membawamu ke rumah sakit." Gyuri mengangguk lemah, tangan nya bergerak untuk memijit sisi kepalanya yang terasa sakit.

"Bisakah aku menemui suami nyonya Jang?"

"Aku rasa dia belum menikah dok." Sebagai satu-satunya orang yang menemani Gyuri di rumah sakit, Jongin terpaksa harus mengurusi Gyuri selama di sin meskipun keduanya tidak pernah dekat sama sekali.

"Benarkah? Tapi nyonya Jang sedang hamil 6 minggu tuan."

"Apa?!" Gyuri terlihat begitu syok dan begitu pula dengan Jongin. "Apa anda tidak salah?"

"Tidak. Hasil tes nya menyatakan demikian. Kalau merasa baikan kau boleh pulang, dan jangan lupa untuk menebus obat ini di apotek." Jongin menerima selembar kertas resep obat tersebut, lalu berjalan mendekati ranjang Gyuri.

"Gyuri, apakah kau punya kekasih?" Jongin bertanya dengan takut-takut. Namun Gyuri hanya menggelengkan kepalanya. Dan setelah itu ia menangis terisak.

"Kenapa? Kau merasa mual? Atau kepalamu sakit?"

"Aku takut Jong... aku takut jika pria itu tidak ingin bertanggung jawab."

"Memangnya siapa dia? Aku pasti akan membantumu untuk mendapat pertanggungjawabannya."

"Pria itu... Sehun."

Jongin tak tahu harus merespon seperti apa. Dia sungguh terkejut dengan fakta mencengangkan ini. Bagaimanapun juga Sehub dan Gyuri pernah dekat beberapa waktu lalu, dan hal ini mungkin saja terjadi. Namun Jongin merasa dikhianati oleh Sehun.

"Maaf Jongin..." tentu saja Gyuri harus minta maaf karena ia sudah berselingkuh pada suami Jongin secara terang-terangan. Sesungguhnya Jongin ingin merestui hubungan Gyuri dan juga Sehun, tapi itu dulu. Disaat hubungan mereka berada di jurang pernikahan. Tapi sekarang ia benar-benar tak rela jika ia harus kembali berpisah dengan Sehun.

"Aku akan mengantarmu pulang."

Setelah mengantar Gyuri pulang, Jongin langsung meminta izin pada Sehun untuk pulang juga. Dia sudah tidak bisa berpikir dengan jernih lagi sekarang. Yang ia pikirkan adalah bagaimana cara untuk memberitahu Sehun soal ini.

Jongin duduk disofa selama berjam-jam tanpa mengganti pakaian kerjanya. Tak lama kemudian pintu terbuka dan menampilkan sosok Sehun yang terlihat sedikit lelah disana.

"Aku lelah sekali." Sehun ikut mendudukkan tubuhnya disamping Jongin lalu memeluk tubuh pria tan itu.

"Gyuri hamil."

"Benarkah?" Sehun melirik wajah Jongin yang sedari tadi menatap lurus kearah tv yang bahkan tidak menyala sedari tadi.

"Ya. Dan dia bilang itu anak mu."

"Tidak mungkin!"

"Lalu untuk apa dia berbohong Sehun?"

"Tapi kami tidak pernah tidur bersama Jongin. Aku hanya sekali ke rumahnya, dan itu saat aku ma- buk." Sehun terdiam setelahnya. Ia baru ingat jika saat mabuk ia pernah tidur di rumah Gyuri. Tapi ia yakin jika tidak ada yang terjadi saat itu.

"Kau harus bertanggung jawab Sehun. Ceraikan aku, dan nikahi Gyuri."

"Kau gila?! Aku tidak mau Jong. Aku bisa bertanggung jawab tanpa harus menikahinya."

"Tapi kasihan Gyuri Hun..."

"Aku tak peduli. Aku akan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya."

Brakk

"Siapa yang hamil Oh Sehun?"

"Ibu..."

"Siapa yang hamil?! "

"Gyuri."

"Lalu siapa ayah bayi nya?"

"Aku."

"Kalau begitu kau harus menikahinya." Sehun melangkah maju untuk menghampiri sang ibu yang masih berdiri di dekat pintu.

"Tidak bisa bu. Aku mencintai Jongin."

"Tapi wanita itu mengandung anak mu! Dia adalah penerus keluarga Oh, Sehun. Dia darah dagingmu sendiri."

"Tapi aku tidak mau menceraikan Jongin bu."

"Ibu tidak peduli. Hey Jongin, bukankah kau bilang kalian akan bercerai? Lalu kenapa kalian masih bersama?" Jongin mengepalkan kedua telapak tangannya. Ia harus menetralkan emosinya agar tidak menangis didepan Sehun dan juga ibu mertuanya.

"Kami akan bercerai bu, tenang saja. Dan aku juga akan memastikan jika Sehun akan menikahi Gyuri."

"Jongin!"

"Ibumu benar Sehun. Bukankah ini kemauan kalian sejak awal? Sekarang kau sudah mendapatkan anak sesuai dengan yang selama ini kau idam-idamkan. Jika kau terlalu malas untuk ke pengadilan, biar aku saja yang mengurusnya."

Sehun melihat senyum terpaksa yang menguar dari bibir Jongin. Dia tahu benar bagaimana perasaan Jongin saat ini. Mana ada istri yang ikhlas jika suaminya menikahi orang lain disaat rumah tangga kalian sedang baik-baik saja.

"Mulai besok bawa Gyuri untuk tinggal disini, dan Jongin kau juga harus pindah dari rumah ini besok." Jongin mengangguk dan pergi masuk kedalam kamarnya untuk mengemasi pakaiannya. Kali ini dia akan membawa seluruh barang-barang nya karena ia tidak mungkin kembali ke rumah ini lagi.

Diluar sana Sehun masih berdiri ditempatnya meskipun ibunya sudah pulang beberapa menit yang lalu. Dia tidak bisa meninggalkan Jongin, dia tidak akan bisa.

Bagi Sehun, Jongin adalah pusat dunianya. Lalu apa yang akan dia lakukan jika pusat dunianya pergi? Bagaimana bisa ia hidup normal tanpa Jongin?

"Aku akan pindah ke apartement yang waktu itu kau berikan. Dan aku juga akan menyicilnya seperti kesepakatan kita waktu itu."

"Jangan pergi..."

Mereka kembali berpelukan. Sehun bahkan sudah meneteskan air matanya sejak mendengar penuturan Jongin.

"Jangan pergi sayang..."

ㅡㅡ

Berita kehamilan Gyuri menyebar dengan cepat, dan fakta bahwa Sehun ayah dari anak itu juga ikut tersiar. Banyak karyawan yang mencibir tindakan mereka. Sebagian dari mereka bahkan menunjukkan rasa simpati mereka pada Jongin. Mereka bangga karena Jongin masih bisa bekerja di perusahaan yang sama dengan selingkuhan suaminya tersebut.

"Aku benar-benar ingin membunuh si pucat itu setelah mengetahui berita ini. Kau tak apa kan Jong?" Bahkan Kyungsoo yang terkenal pendiam pun ikut mencibir.

Namun Jongin segera menegaskan kepada mereka semua jika ia dan Sehun sudah berencana untuk bercerai sejak lama, dan Jongin sudah mengetahui hubungan Gyuri dengan Sehun.

Namun aura berbeda menguar dari Nyonya Oh yang datang ke kantor siang itu. Nyonya Oh datang untuk menghampiri Gyuri yang tengah duduk manis di ruangannya, dan itu tidak luput dari pandangan Jongin dan Kyungsoo yang tak sengaja lewat.

"Aku baru lihat jika ada mertua yang mendukung anaknya berselingkuh." Jongin terkekeh geli saat mendengar gerutuan Kyungsoo.

"Mertua mana yang tidak senang jika menemukan sosok pendamping sempurna untuk anaknya? Bahkan mereka baru melakukan sekali, dan lihatlah Gyuri langsung hamil. Bukankah itu berarti aku lah yang pantas untuk Sehun?"

"Jangan berkata seperti itu! Bukankah dokter sudah bilang jika kalian berdua tidak mandul? Itu berarti itu bukan salah mu. Aku jadi ragu untuk menikah..."

Sebenarnya baru kemarin Kyungsoo bilang padanya jika ia dan Chanyeol akan menikah bulan depan, yang tentu saja membuat Jongin bertanya-tanya kenapa mereka menikah begitu cepat? Tapi Kyungsoo bilang jika mereka sudah terlalu saling mencintai, jadi mereka tidak akan berpacaran lama-lama.

"Kau ini! Chanyeol pasti akan bunuh diri jika kau membatalkan pernikahan kalian." Kyungsoo tertawa pelan. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat masing-masing. Dan saat Jongin sampai di ruangannya, ia melihat Sehun yang sudah menunggu di depan mejanya.

Greb

"Aku akan menikahi Gyuri, tapi setelah anak itu lahir aku akan langsung menceraikannya."

Plakk

Jongin memukul kepala Sehun pelan. Dia jelas tidak setuju dengan pendapat itu.

"Jangan mempermainkan pernikahan Sehun. Jika kita berjodoh, kita pasti bisa kembali bersatu bagaimana pun cara nya. Kau harus yakin dengan itu..."

"Hah... Aku benar-benar minta maaf Jong. Aku menyesal karena pernah menekanmu soal anak selama ini."

"Tidak apa Hun... sekarang turun lah kebawah. Ibumu sudah berada di ruangan Gyuri."

Chup~

"Aku mencintai mu Jong..."

"Aku juga."

ㅡㅡ

Sudah diputuskan, jika Sehun dan Gyuri akan menikah bulan depan setelah Sehun dan Jongin resmi bercerai. Namun ada pihak yang tak senang dengan hal itu. Dia adalah Rayoon, kekasih Gyuri yang sebenarnya, sekaligus ayah kandung dari anak yang Gyuri kandung.

"Jangan membodohi orang lain Gyuri! Jangan gunakan orang lain sebagai pelampiasan obsesimu." Gyuri terkejut saat menemukan Rayoon di depan ruang kerjanya.

"Apa yang kau lakukan disini? Pergilah sebelum aku memanggil pihak keamanan."

"Sebelum itu terjadi aku pasti akan membuat mu malu dihadapan semua orang." Wanita itu mengacak rambutnya kasar. "Apa mau mu?!"

"Aku hanya ingin kau menghentikan sandiwara ini, sebelum kau mempermalukan dirimu sendiri."

"Jika aku tidak mau, lalu kau mau apa?"

"Kalau begitu aku yang akan memberitahu orang-orang itu." Gyuri segera mencengkram tangan Rayoon yang ingin pergi dari sana.

"Kau ingin aku membunuh bayi ini,hah?!"

"Kau benar-benar gila!"

"Aku tak peduli. Kau pikir aku bisa hidup dengan pria pengangguran sepertimu? Aku mungkin akan jatuh melarat jika terus bersamamu."

"Baiklah, aku akan mengalah kali ini. Tapi jika sesuatu terjadi pada anak ku, maka aku yang akan membunuhmu."

ㅡㅡ

Seluruh sifat asli Gyuri mulai terlihat. Ternyata wanita itu benar-benar gila kuasa dan juga matrealistis. Semua karyawan benar-benar mengutuk wanita ular itu karena terus berbuat semaunya. Sementara Sehun tak bisa mencegahnya ,karena Gyuri akan mengadu pada ibunya jika Sehun melarangnya.

"Aku ingin kalian memecat sekertaris Kim Jongin." Kyungsoo yang diberi perintah pun segera berdiri untuk melancarkan serangannya pada si ular.

"Kenapa? Dia tidak melakukan kesalahan apapun."

"Tapi dia menggoda calon suami ku!"

"Hey wanita ular! Asal kau tahu saja, Sehun belum menandatangani surat cerainya. Dan itu artinya, mereka masih suami istri yang sah." Gyuri terdiam memikirkan seribu rencana jahat untuk menghancurkan Jongin.

"Cepat proses perintah ku ini, sebelum aku melapor pada nyonya Oh."

"Adukan saja. Kau pikir aku takut?" Gyuri menghentak-hentakkan kaki nya lalu pergi dari ruangan staff HRD.

Beberapa menit kemudian ponsel Kyungsoo berdering, dan nama nyonya Oh tertera disana.

"Iya nyonya?"

'Kyungsoo aku mohon turutilah perintah Gyuri. Aku tak ingin dia berpikir yang macam-macam dan membuat kandungannya bermasalah.'

"Tapi Jongin-"

'Bibi mohon... Kyung '

"Baiklah."

Tutt

Dasar wanita ular! Kyungsoo benar-benar ingin merobek mulut tukang adu itu hingga dia tidak bisa berbicara lagi.

"Kau kenapa?" Sehun menegur Kyungsoo yang terlihat menggerutu tak jelas di mejanya.

"Ini semua karena selingkuhan mu itu brengsek!"

"Memangnya dia kenapa?"

"Dia menyuruhku untuk memecat Jongin dengan bantuan ibumu." Kyungsoo coba untuk mengecek reaksi Sehun, namun bukannya terkejut Sehun malah terlihat biasa-biasa saja.

"Itu bagus. Lagi pula aku sudah merencanakan hal yang sama."

"Kau ingin memecat Jongin?! Kau sama gilanya dengan ular itu!"

"Aku sengaja, karena aku kasihan pada Jongin. Setiap hari dia harus melihat wajah Gyuri yang hilir mudik di ruanganku. Dan jika Jongin masih disini, aku tidak bisa bermesraan dengannya."

"Maksudmu?"

"Jika Jongin tidak bekerja disini lagi, itu akan mempermudahkanku untuk berduaan dengannya di tempat lain."

"Dasar gila!" Sehun pergi dengan wajah cuek nya. Mau bagaimana lagi? Dia dan Jongin masih saling cinta. Dan dia tidak akan meninggalkan Jongin.

ㅡㅡ

Hari pemberkatan pun tiba. Dan seperti kemauan Sehun, mereka akan menikah secara agama terlebih dahulu dan meresmikan nya setelah bayi itu lahir. Gyuri sebenarnya tahu jika Sehun sengaja melakukannya karena ia belum resmi bercerai dengan Jongin, tapi tak apalah. Yang penting dia bisa bersama dengan Sehun.

Di ruangan lain Sehun tengah menunggu waktu pemberkatan dengan duduk di salah satu sofa.

Krieet

Pintu terbuka dan sosok Jongin muncul dengan setelan tuxedo biru dongkernya. Dan tanpa ragu Sehun memeluk pria itu.

"Besok lusa Kyungsoo akan menikah, kau datang kan?"

"Tentu saja."

Setelah itu keduanya kembali terdiam dan asik menikmati aroma tubuh masing-masing.

"Aku mencintaimu."

"Aku juga." Sehun menangkup wajah Jongin dan melihat wajah pria itu dari jarak dekat.

"Tunggu aku oke? Aku yakin jika kau tetaplah jodoh yang tepat untukku Jong." Jongin menundukkan wajah nya sehingga tatapan mereka terputus. Ia lebih memilih untuk menguburkan wajahnya di ceruk leher Sehun yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lain.

"Aku akan terus menunggu mu Sehun. Sampai kapan pun."

Mereka pun berciuman. Sehun bahkan tidak peduli dengan bagian depan jasnya yang terlihat kusut karena di remas oleh Jongin.

"Aku pergi dulu." Jongin menjadi orang pertama yang memutuskan ciuman mereka. Dan setelah itu ia keluar dari ruangan tersebut sebelum seseorang memergoki mereka.

Skip

Gyuri berjalan dengan anggun di samping ayahnya. Sementara wajah Sehun yang menunggunya di altar terlihat begitu menahan emosi dan juga kosong disaat yang bersamaan.

Tibalah disaat pembacaan janji suci. Semuanya berjalan dengan lancar, namun semuanya berubah saat suara dobrakan pintu memenuhi ruangan.

"Pernikahan ini harus di batalkan!"

"Siapa kau?" Sehun datang untuk menghampiri pria itu.

"Aku adalah ayah dari bayi yang wanita itu kandung." Semua orang yang hadir mendadak ricuh. Ibu Sehun adalah orang yang paling kecewa. Keluarganya sudah dipermalukan oleh drama murahan yang dimainkan oleh wanita muda itu. Seharusnya dia menyelidiki tentang bayi itu lebih dalam.

"Tidak! Jangan dengarkan dia Sehun! Pria itu berbohong!" Tiba-tiba Gyuri mengeluarkan sebuah belati kecil dari gaun yang ia kenakan. Dia mengarahkan mata pisau tersebut tepat di depan lehernya.

"Jika kau membatalkan pernikahan ini, maka aku akan bunuh diri!" Dengan sigap Jongin menahan pergelangam tangan Gyuri agar tidak terkena sayatan pisau tersebut. Dan karena panik belati yang di pegang Gyuri malah mengenai perut Jongin hingga mengeluarkan banyak darah.

"JONGIN!" Sehun berlari menghampiri Jongin yang sibuk memegangi perutnya yang masih mengeluarkan darah.

"Tak apa Sehun."

"Cepat panggil ambulans!"

ㅡㅡ

Syukurlah luka diperut Jongin tidak begitu dalam, namun tetap saja harus dijahit. Meskipun terluka ,Jongin sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sakit sama sekali. Malah Sehun yang terlihat sangat panik sehingga berhasil memarahi seluruh staff rumah sakit yang terlihat begitu santai saat menangani Jongin.

"Jangan berlebihan. Ini hanya luka kecil."

"Tapi jangan terlalu santai juga sayang..."

Cklek

"Jongin..."

"Nyonya Oh." Tanpa di sangka-sangka, nyonya Oh menghampiri Jongin dan memeluk pria itu.

"Maafkan aku... seharusnya aku bisa mencaritahu soal wanita itu lebih dulu. Dan bukannya langsung percaya dengan kata-katanya." Jongin mengusap punggung wanita itu.

"Tak apa nyonya. Aku tahu bagaimana perasaanmu saat itu. Kau pasti merasa begitu bahagia saat mendengar Sehun akan memiliki anak."

"Kau maukan kembali dengan anakku? Aku berjanji tidak akan memaksa mu untuk segera punya anak lagi."

"Kami belum resmi bercerai bu, tenang saja." Jongin menyubit lengan Sehun karena sudah berbicara seperti itu.

"Benarkah? Kalau begitu ibu akan mendukung kalian berdua."

Skip

Jongin dan Sehun berbaring bersama di ranjang rumah sakit yang sedikit kecil untuk ukuran tubuh keduanya. Sehun memaksa Jongin agar tetap dirawat di rumah sakit karena khawatir jika nanti perut Jongin kembali sakit.

"Jongin..."

"Diamlah Sehun. Aku mengantuk." Sehun kembali mengganggu Jongin dengan mencubit pelan pipi Jongin agar pria itu membuka kedua matanya.

"Sehun!"

"Ayo bicara sebentar. Aku ingin mendengar suaramu."

"Tidak mau. Tidurlah, aku benar-benar mengantuk."

"Menurutmu mengapa Chanyeol dan Kyungsoo menikah secepat itu?"

"Entahlah..."

"Jang-" Jongin segera menutup mulut Sehun sebelum pria itu kembali berkata yang tidak-tidak.

"Tidur sayang! Jika tidak aku akan tinggal di apartement Chanyeol besok."

Jongin melepaskan tangannya dari bibir Sehun dan memeluk tubuh pria pucat itu, menandakan jika ia benar-benar mengantuk.

"Selamat tidur sayang..."

Chup

Satu tahun kemudian

Suara tangisan bayi baru lahir menggema di ruang operasi saat ini. Dan setelah membersihkan bayi itu sang perawat langsung membungkusnya denga selimut dan menaruhnya di ranjang khusus bayi.

"Selamat tuan, bayinya laki-laki." Mata pria itu mulai berair setelah melihat sosok darah dagingnya yang berada diranjang tersebut.

"Lihatlah dia mirip seperti ku." Ujar nya bersemangat. Sementara dua orang lainnya yang berada disana hanya mendengus malas.

"Kau seharusnya pergi menemui Kyungsoo Chan!" Chanyeol menepuk jidatnya pelan, karena melihat anaknya ia sampai lupa dengan Kyungsoo yang masih berada di ruang operasi sana.

"Ya sudah kalau begitu aku ke dalam dulu."

Skip

"Anak kita benar-benar mirip denganku." Chanyeol terus saja membual tentang wajah bayinya. Padahal Jongin dan Sehun tahu jika wajah bayi itu mirip sekali dengan Kyungsoo.

"Pokoknya aku akan menjodohkan anak kita dengan anak Jongin, oke Soo?"

"Dia masih berupa janin Chan, aku bahkan belum tahu jenis kelaminnya."

"Tak apa. Yang pasti dia akan cocok dengan anak ku." Sehun mengusap perut datar Jongin pelan. "Sayang, jangan biarkan paman tua ini jadi mertuamu oke?"

"Aku tidak tua! Aku lebih muda 4 tahun dari mu!"

"Diam lah Chan! Kau ribut sekali!" Chanyeol segera mengatupkan mulutnya saat mendengar seruan datar dari mulut Kyungsoo.

"Kalau begitu kami pulang dulu, Soo. Besok kami akan kemari lagi." Kyungsoo menganggukan kepalanya lalu pasangan itu pun pulang.

"Bukankah lucu sekali? Kyungsoo dan Chanyeol yang baru menikah saja sudah memiliki anak. Sedangkan kita harus menunggu 5 tahun."

"Tak apa sayang. Aku tahu jika sesuatu akan terasa lebih membahagiakan jika kita bersabar. Meskipun kita harus menunggu 5 tahun, tapi kita langsung mendapatkan kembar 3 kan?"

Chup

"Sehun aku ingin makan ayam..." Sehun melirik Jongin yang merengek sambil melingkarkan tangannya di tubuh Sehun.

"Kau sudah makan banyak ayam kemarin, sayang."

"Tapi aku mau lagi~"

"Baiklah..."

End

See you