Disarankan untuk membaca Antasy, Hurt dan Wilted di Chap sebelumnya. Maaf atas keterlambatannya.
Antasy Sequel part 2
"Aku akan menceritakan semuanya pada mu. Tapi aku mohon jangan pernah katakan hal ini pada orang lain apalagi Chanyeol." Karena sangat penasaran pun Jongin hanya menganggukkan kepalanya, lagi pula dia sudah terjebak terlalu dalam dan tak ada jalan lagi untuk keluar dari masalah ini. Maka dari itu paling tidak dia harus tahu tentang Chanyeol yang begitu misterius.
"Kau tau kecelakaan yang menimpa Luhan satu tahun lalu?" Jongin kembali menganggukan kepalanya.
"Seharusnya saat itu kau lah yang tertabrak. Namun Chanyeol malah menentang takdir, dengan menggantikan mu dengan Luhan sehingga mobil itu berbalik ke arah Luhan. "
"Jadi maksudmu, aku harusnya mati dari setahun yang lalu?" Tanya Jongin dengan mata berkaca-kaca.
"Kau tidak mati. Kau hanya akan koma selama 2 tahun. Itulah yang membuat Chanyeol memilih untuk merubah keadaan."
"Tapi kenapa harus Luhan?" Tak tahu kah mereka bagaimana tersiksanya Sehun setelah Luhan menghilang waktu itu? Mengapa Chanyeol tak membiarkan Jongin koma saja?
"Karena Luhan yang merencanakan semua nya. Dia telah membayar si pengemudi untuk menabrak mu." Jongin hampir saja menjatuhkan rahangnya. Ia tak habis pikir kenapa Luhan melakukan itu padanya? Jongin bahkan sudah sangat menderita melihat Sehun bersama nya, namun Luhan sepertinya tak pernah puas menyiksa nya sehingga ia ingin Jongin mati.
"Dan sejak itu ayah ku merasa sangat kecewa padanya. Karena sesaat setelah kejadian itu, dewan iblis dan malaikat datang ke rumah kami. Menuntut penjelasan dari Chanyeol.
Menentang takdir merupakan hal yang di larang di dunia kami. Meskipun kami memiliki kemampuan yang lebih dari manusia, kami tak boleh menggunakannya untuk merubah takdir yang sudah di tentukan oleh sang pencipta.
Dan setelah itu, ayah ku menghukum nya, walaupun dewan malaikat dan iblis memaafkan kesalahan Chanyeol."
"Apa hukumannya?"
"Ayah menyiapkan seorang algojo untuk menyiksa Chanyeol dengan 1000 kali cambukan. Untungnya kami memiliki ramuan yang dapat menyembuhkan luka dan menghilangkan rasa sakit. Tapi asal kau tahu saja, sakit akibat satu cambukkan nya bahkan setara dengan tertabrak sebuah mobil didunia manusia."
Jongin meneguk liurnya susah payah. Pantas saja semalam Chanyeol begitu terlihat kesakitan. Jika perbandingan sakitnya seperti itu, mengapa Chanyeol nekat melakukan hal itu? Seharusnya ia membiarkan takdir Jongin berjalan seperti yang seharusnya bukannya malah mengorbankan diri nya sendiri.
"Mengapa ia melakukan itu untuk ku?"
"Dia... menyukai mu. Itulah mengapa ia rela mengorbankan dirinya untuk mu."
"Lalu sampai kapan ia akan dihukum seperti itu?"
"Entahlah... ayah tak pernah menyebutkan kapan pastinya hukuman itu berakhir." Lucas menatap Jongin yang sudah menundukkan kepalanya, terlihat sangat merasa bersalah sekali. Lucas tau kakak nya memang sudah sangat gila. Bahkan hanya demi seorang manusia bodoh bernama Kim Jongin ini. Tapi perlahan Lucas tahu, kenapa kakak nya jatuh cinta pada manusia ini.
"Kau tahu...aku rasa tidak buruk juga jika memiliki kakak ipar seorang manusia." Jongin mendongakkan kepalanya, "Kau sudah tau bagaimana pengorbanan kakak ku untuk mu selama ini. Aku harap, kau bisa memberikannya sedikit kebahagiaan dan juga cinta mu untuk nya." Lanjut nya dengan nada serius namun masih dengan mempertahankan senyum bodoh nya.
Secara tak sadar Jongin pun menganggukkan kepalanya. Mungkin sudah saat nya untuk melupakan seluruh masa lalu nya. Dia tak bisa hidup dengan rasa sakit hati nya secara terus menerus. Katakan dia gila, namun Chanyeol sepertinya cukup baik untuk orang sepertinya.
ㅡㅡ
Ini sudah kesekian kalinya Sehun menatapi fotonya bersama sang sahabat. Terlambat. Tentu saja semuanya sudah terlampau terlambat. Menyesal pun tak akan membuat Jongin kembali pada nya.
"Kenapa rasanya sesakit ini Jong? Dulu saat Luhan pergi aku bahkan tidak sesakit ini."
Sehun tak henti-henti nya menyalahkan dirinya sendiri karena perbuatannya pada Jongin selama ini. Dia menyesal karena sebelum Jongin meninggalkan nya dia malah bersikap dingin kepada pemuda itu.
"Sehun, kau sedang apa? Melamun lagi?" Tanya Luhan saat tiba di kamar Sehun, dan melihat pria pucat itu memandangi fotonya dengan Jongin.
"A-aku hany-"
Prankk
"Kau gila?!" Sehun segera memungut fotonya bersama Jongin yang baru saja di banting oleh Luhan hingga pecah berkeping-keping.
"Kau masih mengharapkan dia kembali hah?!"
Plak
"Apa maksudmu? Memangnya kenapa aku mengharapkan Jongin kembali?! Kau tau! Dulu saat kau menghilang Jongin tak pernah memaksaku untuk melupakan mu. Dia bahkan hanya diam saat aku selalu menyalahkannya atas kepergianmu."
"Kau menamparku demi dia? Dia itu hanya sahabat mu Sehun, sedangkan aku ini calon suamimu. Dan ingat! Dia lah penyebab aku di culik oleh iblis itu."
"Pulanglah. Aku ingin sendiri dulu saat ini, Luhan." Tak ingin berdebat lebih jauh, Sehun terpaksa mengusir Luhan secara halus agar pria manis itu dapat meninggalkannya.
ㅡㅡ
Jongin benar-benar melakukan apa yang Lucas minta. Dia belajar mencintai Chanyeol. Meskipun pria itu terus saja bersikap dingin kepadanya. Namun Jongin tak perduli. Yang penting dia tahu bahwa Chanyeol juga sangat mencintainya.
Tugas Jongin sudah beres. Dia pun berinisiatif untuk membawakan Chanyeol ramuan ke kamar pria itu, dia tahu kalau jam segini Chanyeol pasti sudah menyelesaikan hukumannya.
Krieet
"Jongin? Kenapa akh kau datang lagi?"
"Mulai dari sekarang, aku lah yang akan mengobati mu. Aku tidak menerima penolakan." Jongin menatap sedih setiap goresan dan luka di tubuh tegap Chanyeol. Hatinya ikut terluka saat mendengar ringisan pelan Chanyeol.
"Kenapa kau menolong ku?"
"Apakah Lucas lagi yang memberitahumu?" Marah Chanyeol.
"Kau orang- maksudku jin yang sangat baik. Bolehkah aku juga mencintaimu?"
"Apakah kau iba padaku? Kalau iya aku tak--"
Chup
Jongin menarik tengkuk Chanyeol dan mencium pria itu. Matanya memejam, menikmati sentuhan yang di berikan Jongin.
"Katakan padaku. Bagaimana caranya agar hukuman mu berakhir Chan..."
"Aku harus pergi dari dunia ini Jongin."
"Maksudnya?"
"Satu-satunya cara untuk mengakhiri semuanya adalah dengan cara pergi dari dunia ini. Dan melepaskan hubunganku dengan bangsa jin."
Jongin meneguk ludahnya susah payah. "Itu tandanya..."
"Yah, aku harus menjadi manusia seperti mu."
5 tahun kemudian
Sehun dan Luhan berjalan memasuki kafe langganan mereka, namun sayang seluruh kursi sudah penuh di lantai satu, jadi mereka berdua harus naik ke lantai dua.
Suasana di lantai dua cukup sepi. Hanya ada beberapa orang dan satu pasangan di sana. Luhan memutuskan untuk duduk di bangku yang berseberangan dengan salah satu pasangan muda.
"Sudah ku bilang, harusnya kau minum cappuchino! Kau sih sok-sokan minum expresso." Luhan menoleh ke arah pasangan tersebut.
Dan dia benar-benar terkejut.
"Kenapa Lu?" Sehun pun mengikuti arah pandang Luhan. Sehun tidak dapat menutupi keterkejutannya. Dia bangkit lalu menghampiri pasangam tersebut.
"Jongin? Kau masih hidup?"
"Aku memang Jongin. Tapi kau siapa?"
"Aku Sehun, sahabatmu!" Jongin mengerutkan alisnya.
"Maaf, aku tak ingat siapa kau." Jongin merunduk dan meminta maaf pada Sehun. Sehun jelas kecewa. Apa yang membuat Jongin melupakannya? Tapi tunggu dulu, siapa pria yang ada di depan Jongin itu?
"Sayang ayo pulang... maaf tuan, kami terburu-buru. Permisi."
Jongin dan Chanyeol pun pergi dari kafe tersebut dan tak menghiraukan seruan Sehun di belakang sana.
"Sudah lah Hun..."
"Tapi aku yakin itu Jongin."
Sementara itu Jongin dan Chanyeol.
"Kau akan terus berpura-pura lupa ingatan?" Ujar Chanyeol sambil mengeluarkan kartu debit nya dan menyerahkan kepada sang kasir.
"Biar saja. Aku sudah memutuskan untuk membuka lembaran baru bersamamu. Untuk masalah Sehun... aku tidak akan menghindarinya, namun aku juga tidak akan menghampirinya. Biarlah tetap seperti ini." Chanyeol mengusak gemas rambut suami nya itu.
"Setelah ini ingin kemana?"
"Bagaimana jika kita mengunjungi keluargamu? Aku sangat rindu dengan Lucas." Jongin dapat mendengar dengusan sebal dari Chanyeol. Berjalan meninggalkan kafe, Chanyeol dan Jongin pun masuk ke dalam mobil mereka.
"Si gorila itu pasti tengah sibuk setelah pelantikannya sebagai pengganti ayahku."
"Hahh coba saja kau tidak berubah menjadi manusia, aku pasti akan jadi suami dari raja jin."
"Kita tidak mungkin menikah jika aku tetap menjadi jin."
"Iya juga sih... yah sudah cepat jalankan mobilnya. Aku ingin melihat Lucas."
"Baiklah cerewet!"
End
note: maaf atas keterlambatannya... aku tau endingnya pasti sangat gantung sekali...
