More, and More I'M Sorry

ChanBaek

Chanyeol

Baekhyun

Boy X Boy

Mpreg

Rating T

Mansion Park

Rumah mewah itu tampak begitu ramai terlihat dari beberapa maid yang sibuk menyiapkan ataupun menyusun perlengkapan makan di sebuah Meja besar dimana diatasnya sudah tersedia sebagian masakan masakan seperti yang tersedia di restoran mewah diluar sana.

"Bibi kim, jangan lupa siapkan Wine yang aku bawa dari eropa waktu itu ya, karena putra ku chanyeol juga akan ikut makan malam ini". Seorang wanita paruh baya yang merupakan pemilik dari rumah besar ini atau kita bisa menyebutnya nyonya park itu meminta salah satu maidnya mengambil pesananya.

"Baik nyonya Park".

"Eomma , apa chanyeol sudah datang?". Wanita yang berstatus anak pertama dari keluarga park atau yang bernama Park Yoora datang menghampiri ibunya.

"Yoora, kau sudah selesai berdandan hmm?".

"Sudah omma, chanyeol belum datang juga?".

"Belum sayang, tunggulah mungkin sebentar lagi. Kau kan tau adik mu itu artis yang sangat sibuk".

"Ya, dia sangat sibuk sekali".

"Sudahlah kita tunggu saja, oh iya apa keluarga calon suamimu sudah ada kabar berada dimana?".

"Sudah omma, Kris bilang mereka sudah dekat mungkin sebentar lagi sampai".

"Benarkah? kalau begitu kita siap siap untuk menyambut mereka".

"Ne omma ".

At Dinner

"Akhirnya keluarga kita akan menyatu menjadi satu keluarga iyakan park ji hae?".

"Ha ha, ya kau benar sekali xian que".

"Aku tidak sabar menanti hari dimana yoora dan kris mengucap janji suci nanti ".

" Kau benar xian aku juga tidak sabar menunggu itu".

"Oh, apa chanyeol tidak ikut acara makan malam ini?".

"Dia ikut xian, sepertinya dia masih di perjalanan".

"Kris, ibu minta tolong setelah kalian menikah nanti tolong jaga yoora, sejak suami ku meninggal yoora dan chanyeol kekurangan kasih sayang dari seorang ayah".

"Ne ommonim, setelah menikah yoora adalah tanggung jawab ku. Bukan hanya yoora saja tapi chanyeol dan ommonim adalah tanggung jawab ku ".

"Terimakasih sayang, Yoora tidak salah memilih calon suami, iya kan Yoora putri.ku?".

"Iya ibu".

Makan malam itu di iringi dengan perbincangan tentang pasangan yang beberapa hari lagi akan resmi menjadi pasangan suami istri yaitu Park Yoora dan Kris Wu.

"Maaf aku terlambat". Keheningan di meja makan terpecah ketika putra satu satunya dari keturunan park itu menghampiri meja makan itu.

"Ah, putra ku kau sudah sampai?". Ibu park menyambut senang kedatangan putra nya itu.

"Ya bu,maaf tadi aku harus mengantar Joy ke apartemen nya dulu.

"Benarkah? kenapa kau tidak mengajaknya sekalian kemari chanyeol? ibu rindu dengan calon menantu ku itu".

"Tidak bisa bu, dia ada pemotretan besok pagi. Joy juga menitip salam dan minta maaf pada ibu dan noona".

"Ya, tidak masalah ibu mengerti calon menantu ibu itu sangat sibuk ha ha".

"Duduklah nak chanyeol, bibi akan menyiapkan makanan untuk mu".

"Ya bibi Wu, terimakasih banyak".

Makan malam itu berlanjut lagi dengan di iringi perbincangan perbincangan ringan di dalamnya.

Selesai Makan Malam

Tok Tok..

"Chanyeol ini noona, apa kau sibuk?".

" Tidak noona, masuklah ".

Ckleck.

"Oh, kau baru selesai mandi?".

"Hmm, masuklah. Ada apa noona?".

"Tidak, hanya mau Bertanya Bagaimana kabar mu?".

"Apa? memang aku kenapa? aku baik baik saja noona. Lagian kita juga sering berkirim kabar".

"Ya, kau benar".

Hening...

"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan pada ku noona?".

" Hmm, Apa kau tau dimana berada baekhyun sekarang?".

"Ada apa? kenapa noona tiba tiba menanyakan hal itu?".

"Tidak, aku hanya berharap dia datang ke pernikahan ku minggu depan nanti, tapi sepertinya itu tidak mungkin".

"Aku tidak tau dimana dia berada noona".

"Apa kau merindukannya chan?".

"Entahla noona,aku bingung".

"Kenapa? Apa yang kau rasakan?".

"Akhir akhir ini aku merindukan anak ku jiwon, noona. Bagaimana kabarnya sekarang ya?".

" Jiwon, Park Jiwon aku juga merindukan keponakan ku itu. Apa dia sudah bisa berbicara? . Aku yakin pasti dia sekarang sangat mirip dengan mu ha ha".

"Hmm, apa noona ingat waktu baekhyun melahirkan? Dia benar benar indah dan semunyai persis sama dengan ku. Hanya mata dan bibirnya yang mirip dengan baekhyun".

"Ya kau benar".

"Chanyeol".

"Hmm?".

"Bagaimana seandainya nanti di saat pernikahan ku tiba tiba baekhyun datang? apa yang akan kau lakukan?".

"Aku akan menyapanya dan mungkin memeluknya jika dia mengizinkannya noona. Lalu jika dia bersama jiwon aku akan mencium dan memeluk jiwon dengan erat".

"Kau yakin melakukan itu di depan umum? khususnya di depan joy dan ibu?".

"Ha ha ha, kau benar noona aku tidak mungkin melakukan itu kan?. Aku orang yang bodoh kan noona?".

"Tidak chanyeol jangan berpikiran seperti itu, noona tau kau melakukan ini demi karir mu. Bukankah kau mendapatkan apa yang kau inginkan sekarang? popularitas ada di tangan mu, semua orang di dunia mengenal mu. Bukankah itu yang kau ingin kan?".

"Ya noona benar, aku mendapat semua yang ku inginkan, dan aku bahagia. Tapi sekarang aku sedikit merasa hampa noona".

"Chanyeol". Panggil Yoora sambil memegang tangan canyeol." Kau tidak boleh menyesal, ini Keputusan mu jadi tidak ada gunanya menyesal. Dan baekhyun juga seseorang yang punya hak untuk bahagia meski itu tidak bersama mu".

"Kau benar noona, tapi entah mengapa aku benci dengan kebenaran itu noona".

"Noona minta maaf kalau begitu, yasudahlah sebaiknya kau istirahat saja, aku yakin pasti kau sangat kelelahan kan?".

"Hmm, oh iya apa yang sedang noona pegang itu?". Tanya Chanyeol sambil menunjuk sesuatu yang di pegang noonanya itu.

"Oh astaga, kenapa aku bisa lupa. Ini aku menemukannya di kamar ku saat membersihkanya dua hari yang lalu tapi aku lupa memberitahu mu".

"Memang itu apa?".

"Aku rasa ini milik baekhyun atau milik mu karena di kotak ini ada gambar gambar mu, baekhyun dan jiwon".

"Benarkah? Sini berikan pada ku noona".

"Ini, lihatlah dulu. Aku pergi keluar dulu kalau begitu".

"Terimakasih noona".

"Ya".

Setelah Park yoora keluar dari kamarnya, Chanyeol mulai membuka kotak yang tidak terlalu besar itu. Benda yang pertama kali diambilnya itu adalah sebuak kotak merah beludru yang berisi dua lingkaran berlian didalamnya.

"Ini, kenapa bisa benda ini disini? Aku pikir baekhyun membawanya". Monolog Chanyeol.

Itu adalah cincin saat pertama kali chanyeol meminta baekhyun untuk menikah dengannya.

Lalu benda selanjutnya yang chanyeol dapat adalah sebuah amplop putih yang isi didalamnya ada sebuah print-an dari USG kehamilan baekhyun dari awal pertama hamil sampai bulan ke sembilan. Kenangan chanyeol berkelana pada masa masa dimana dia merasakan kebahagian yang sangat mendalam yang dia sendiri tidak tahu bagaimana menggambarkannya.

"Hiks. Hiks... Park jiwon.. Jiwon anak daddy apa kabar mu sayang. Daddy merindukan mu hmm". Tangis chanyeol pecah mengingat putra semata wayangnya yang Chanyeol tidak tahu sekarang berada dimana.

Lalu benda berikutnya adalah masih sebuah photo juga tapi kali ini bukan foto USG lagi. Melainkan sebuah photo dirinya, suaminya baekhyun, dan jiwon yang berada di gendongan baekhyun. Seingat chanyeol photo ini diambil saat dua hari pasca baekhyun melahirkan atau sebulan sebelum mereka resmi bercerai.

"Baekhyun, baekhyun maafkan aku. Ini kesalahan ku. Ini kebodohan ku baek. Hiks..Hiks.

"Apa aku masih bisa berharap kau kembali pada ku baek?. Apa kau sudah menemukan pengganti ku?. ".

Malam panjang itu dihabiskan oleh Chanyeol dengan mengenang masa lalunya dan menyesali keputusan yang diambilnya dulu yang menyebabkan sumber kebahagianya menghilang.

Baekhyun dan Jiwon adalah sumber kebahagiaanya yang tidak dapat ditemukan atau didapatkannya dari siapapun.

TBC

Hai!! Selamat Membaca!!

Sekian!!