Chapter 3

Semua karakter tetao menjadi milik masashi kishimoto ya

Originalitas cerita oleh brendanata

.

Acara pertunangan anak kedua dari Uchiha mikoto dan Uchiha fugaku berlangsung dengan hidmat . Hinata yang dibalut menggunakan dress putih dengan aksen gold dibagian pinggang menambah kesan anggun pada dirinya . Sedangkan di sampingnya ada seorang pria dengan stelan jas hitam dipadukan dengan dasi merah maroon menambah kesan cool membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan tepukau.

Berbeda dengan sakura , yang saat ini sedang mencoba menetralkan hatinya . Sekuat tenaga ia mencoba menghilangkan perasaan terkutuknya terebut, mencoba menjauh sebisa mungkin dan mebuang rasa itu untuk tidak kembali lagi .

" Selamat tuan muda " Ucap seorang laki-laki yang sering dipanggil kakashi

" Ya, terimakasih.." ucap Sasuke singkat , menepuk pundak kakashi sebagai rasa akrab darinya

" Terimakasih Sasuke-kun " Gadis berambut indigo di sampingnya menunduk malu , hanya sedikit sedikit senyum yang mampu sasuke tunjukan saat itu

..

.

.

SASUKE POV

" SIAL " umpatku malam itu ,

Betapa bencinya aku kepada diriku sendiri , Hinata gadis yang baik dan sialnya pria brengsek sepertiku yang menjadi tunangannya untuk saat ini . Sakura pergi , entah kemana anak itu melarikan diri . Dua hari setelah pertunanganku , tak satupun kata yang terlontar dari bibir mungil nya ,aku merindukannya , aku merindukan segala tentang dirinya .

Keluarga ku tidak memberitahuku dimana adikku saat ini , atau memang mereka sengaja membuat Sakura pergi dan menjauhkan dari diriku . Sakura kembalilah ..

" Sasuke ...?" teriak suara yang membuyarkan lamunanku " ...keluarlah ibu ingin kau makan sekarang " itu suara khas dari istri kakakku , ia merupakan perempuan baik yang sangat mencintai seorang Uchiha itachi , panggil saja ia izumi .

" baik , Nee-san aku akan segera turun " kulangkahkan kakiku menuju ruang makan keluarga , sudah banyak orang yang menungguku termasuk,, em Hinata , tunanganku .

Mataku membulat ketika mendapati dirinya berada di samping ibuku , mereka terlihat akrab dan sesekali ayahku mengelus lembut pucuk kepalanya . Dan saat itu , bayangan gadis kecilku muncul , aku teringat dengan Sakura semasa ia masih kecil . BagaImana ia menjadi kebanggaan di rumah ini

Langkahku tertahan saat aku menatap kembali ke belakang , pintu kamar sakura . Pintu putih yang berdiri kokoh dan sudah beberapa hari penghuni kamar itu tidak ada di dalamnya .

" Selamat malam , ayah , ibu , dan hai Hinata " Ucapku canggung

" Bisakah kau sedikit romantis sasuke ? " ucap ayahku dengan nada bercandanya

Hanya gumaman yang aku katakan kepada mereka semua , setenang ini kah mereka di saar sakura tidak ada ? sungguh aneh , dan sekarang sebenarnya siapa di sini yang pantas untuk di salahkan ? Sakura kah ? ataukah orangtuaku ?

" Ayah " ucapku membuka pertanyaan ,

" Ya nak ? ada apa ? " ucap ayah menatapku tegas di ikuti dengan tatapan lembut ibuku

" Saku.. em di mana dia ? "

Suasana di dalam ruang makan mendadak sunyi , dentingan sendok dan piring yang beradu terhenti hanya dengan pertanyaan sederhanaku . Itachi menatap sedih ke arahku , namun tidak dengan ayahku yang sepertinya , , em merasa agak sedikit kesal dengan pertanyaanku .

" Sudahlah sayang , makanlah " Ucap ibu yang mencoba mengalihkan pembicaraan

" aku perlu penjelasan ayah ..dimana dia ?" ucapku melunak , berharap ayah akan menjawab pertanyaanku

" Untuk apa kau mencarinya ? biarkan adikmu memulai hidup barunya " apa dia bilang memulai hidup barunya ? sendirian? aku mencoba menetralkan perasaanku yang tercubit mendengarkan penuturan ayahku .

Sejak saat itu Sakura memang tidak pernah diperhatikan oleh ayah , hanya ibuku yang terkadang masih menganggapnya dan merawatnya dengan kasih sayang layaknya orang tua , namun hari ini berbeda diamana ibu yang selalu membela sakura ? sepertinya ibu sudah terkena virus ayah

Ku lihat ibuku hanya diam menundukan kepalanya, aku paham jika ibu mulai merasa bersalah terhadapku dan itu semua ibu lalukan untuk tetap menghormati ayahku , namun jauh di dalam lubuk hatinya , ibu menyayangi sakura .

" Ayah, dia anakmu ! tolong jangan mengasingkannya seperti ini , kau bisa menyuruhku pergi tapi tolong jangan dia.." ucapku menahan emosi yang hampir memuncak

" sudahlah jangan berdebat !" Itachi menengahi kekacauan yang terjadi

" Kaa-san , tolong " ucapku memohon kepada ibu, nemun hanya gelengan kecil yang aku dapatkan

Kakiku melangkah pergi meninggalkan meja makan, aku tidak perduli jika ini kurang sopan atau apalah itu , yang aku butuhkan sekarang yaitu mengetahui dimana sakura dan bagaimana kondisinya . Segala kontak yang aku hubungi tidak ada satupun yang menjawab dan ini lah yang membuatku frustasi .

Kuberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam kamar gadis—oh maksudku adikku,menguncinya dari dalam , mulai meneliti seluruh isi kamar yang masih meninggalkan jejak aroma khas cherry miliknya . bayangan tentangnya berpuitar kembali di otakku, air mataku kembali terjatuh , entah mengapa aku selalu cengeng jika mengingat tentangnya , bersama siapa dia sekarang , sudah makankah dia ? sehatkah keadaaannya ?

Suara handphone di dalam saku membuyarkan lamunanku , tertara nomor asing di layar hp milikku .

" Hallo ? " Ucapku

" aku baik baik saja , jalanilah kehidupanmu dengan baik , "

" saku.."

"jangan mencariku , jadilah kakak yang bisa aku andalkan , jangan mempersulit keadaan , tidak ada gunanya..."

"Sakura denga—"

" tidak ada gunanya kita menentang ayah , maka dari itu aku akan belajar mandiri mulai saat ini , jangan tanyakan aku di mana , yang jelas aku baik-baik saja dan aku akan janji tumbuh menjadi gadis yang baik "

Dan seketika sambungan telepon terputus begitu saja. Hanya satu kata yang terlintas dipikiranku " ini semua salahku" . Kembali jariku mencari nomor yang digunakan sakura untuk menghubungiku tapi nihil nomor tersebut sudah tidak aktif .

Sedikit percakapan bersamanya , membuatku merasa sedikit lega namun kekhawatiranku tetaplah tidak bisa dipungkiri . bagaimanapun caranya aku harus mencari sakura. Tidak perduli jika ayah harus marah , tak perduli jika aku dibenci oleh keluarga ini . Beruntunglah aku terlahir dengan sifat keras kepalaku , jadi tidak ada yang menghalangiku untuk mencari sakura.

" Kau bisa bilang untuk melupakanmu , " aku menggigit bibir bawahku kesal, sedikit menyeringai mengingat perkaatan sakur beberapa menit yang lalu ."...tapi apakah kau bisa melupakan rasa itu sa-ku-ra ? "

Flashback

" Sasuke akan bertunangan " Ucap fugaku final

" Ayah ! apa maksud semua ini ? tidak! Aku tidak mau ayah ! "

Terlihat orang yang menjadi maksud tujuan fugaku memberontak tidak terima . Sedangkan gadis berambut permen kapas di samping istri fugaku hanya menunduk, meremas sedikit rok yang ia kenakan , tidak berani ikut campur dalam situasi ini.

" keputusan ayah sudah final, mengertilah kau tidak bisa terus mencintai adikmu sendiri ! "

suara fugaku meninggi , tidak ada yang berani menentang sang kepala keluarga kecuali anak keduaya. Bahkan itachi sekalipun memilih menurut jika harus dibandingkan debat dengan sang ayah .

" Tapi ? "

" Hinata , kau akan bertunangan dengan Hinata . bukan kah kau sudah mengenalnya , dia gadis yang baik dan juga cantik !"

" Ayah,kau tidak bisa memaksaku !" Sasuke memberontak

" Sasuke ! denngarkan ayah ! semua pencapaianmu hangus atau turuti saran ayah! " Fugaku berlalu meninggalkan rapat kecil di ruang tamu bersama keluarganya , melangkah mendekati sakura dan menggandeng gadiis itu keluar menuju halaman belakang rumah . Sasuke ingin mengejarnya namun tangan Mikoto mencegah niat nya .

Di halaman belakang nampak seorang ayah dan anak perempuannya yang sedang berbicara dan terlihat canggung .

" Kau paham kan? Sakura ? "

" Iya ayah , aku paham siapa aku dan bagaimana posisiku , kakak berhak mendapatkan kebahagiaannya . Setelah pertunangannya usai aku akan pergi "

' Maaf , aku tidak bisa kehilangan Sasuke , hanya ia yang mampu meneruskan perusahaan ayah "

Sakura menerawang ke atas , menatap langit gelap tanpa ada bintang di atas sana . Ia paham jika ayahnya memilih Sasuke untuk tinggal dibandingkan dirinya , Itachi menjadi seorang entara yang tentunya tidak akan meneruskan perusahaan ayahnya , hanya sasuke harapan satu-satunya penerus keluarga Uchiha .

" bagaimana sebenarnya perasaanmuu terhadap Sasuke ? bilang saja , jangan takut " Fugaku berkata datar

" aku.."

Terdiam sejenak memikirkan konsekuensi dan segala resiko atas ucapannya .

" Aku mencintainya ayah ! "

Fugaku mematung, rahangnya mengeras mendengar pengakuan dari putri satu-satunya yang ia miliki namun emosi tetap ia tahan untuk tidak melukai Sakura . Dan semenjak pengakuan itu perubahan perlakuan Fugaku ke Sakura sudah sangat berbeda.

Namun, tanpa mereka sadari, sasuke berada di balik pintu untuk mendengar percakapan mereka . Bibirnya menyunggingkan seulas senyum mendengar kalimat yang baru berberapa detik lalu ia dengar .

End Flashback

Kulangkahkan kakiku menuju halaman belakang , menikmati malam sendiri mungkin lebih baik daripada harus berada di dalam rumah itu dan mengacaukan semuanya . Kulirik bangku putih panjang , aku ingat ketika ia mengakui bahwa ia mencintaiku di depan ayah . Betapa beraninya seorang gadis yang baru menginjak umur 20th mengakui perasaannya seperti itu .

Hanya kalimat polos itu yang ku dengar ketika ayah mengajaknya berbicara empat mata . Jika memang kau mencintaiku mengapa kau pergi Saku.

Air kolam malam ini terasa sangat dingin , merambat melalui syaraf menjalar keseluruh tubuh , hari ini dingin sedang di mana dia ? aku merindukanmu sakura ..

" hey.." ucap seseorang membuyarkan lamunanku

" Ah, kakak .. kau mengagetkanku " ternyata itachi , hah mengganggu saja menyebalkan

" Are you okay ?" seperti anak kecil kakaku mengusap kepalaku manja

" yeah , maybe " ucapku singkat

" Dia akan baik-baik saja, percayalah "

" Apa kau yang menyembunyikannya ? " ucapku mengintimidasi

" hey bukan , jangan asal menuduh ..." ucapnya sembari mengikuitiku bermain air " hanya saja aku yakin gadis kecilku adalah perempuan yang kuat " itachi menerawang langit diatas kami

" aku tahu ... kak bantu aku "

" Maaf Sasuke , aku tidak bisa menentang ayah "

"Kau selalu takut .. cih "

" Ya dan kau selalu pemberani "

Kami tertawa kecil , di saat seperti ini selalu saja kakaku yang membuatku merasa lebih baik setelah sakura , sakura dan itachi memang dekat namun hanya sebatas kakak dan adik normal , tidak sepertiku yang nekat mencintai adikku sendiri .

" Sasuke ? "

" hm ?"

" kau mencintainya ? " ucap itachi dengan penuh penekanan

" Sangat "

" Semua resiko ada ditanganmu , pilihanmu menjadi penentu masa depanmu , dan keputusannya menjadi penentu karirmu di masa depan . Tolong pikirkan dengan baik , aku tidak menyalahkan kau mencintai sakura ,karena cinta tidak pernah salah , yang salah adalah pantaskah cinta itu tumbuh membesar pada orang yang kita tuju , karena bagaimanapun dia tetaplah adikmu "

" Adik yang sangat ku cintai "

Itachi tersenyum miris melihatku dan aku menangkap pandangan yang sulit diartikan dari sorot mata itachi .. entahlah apa itu .

Aku menyayangi sakura , aku paham ia adikku tapi entah mengapa perasaanku semakin menguat . Hanya dia yang mempu mengembalikan keceriaanku , hanya dia yang mampu meluluhkan kepala batuku , hanya kepada adikku aku berani bersikap manja dan menghilangkan sifat es batu

Akhirnya UP yaaa...

Hai Silent Readers bisa dong ninggalin jejak boleh favorite/komen/vote .. hehehe

Terimakasih untuk yang udah review, ini chapter di dedikasikan untuk kalian :D

Semoga kalian suka , maaf kalau ada tulisan yang kurang sempurna :D

SALAM SAYANG , NATA