Chapter 4
Pernikahan ku dan Hinata akan digelar 8 bulan lagi, haah menikah di usia seperti ini bukanlah keinginanku , apalagi dengan wanita yang tidak aku cintai . Well jika itu sakura , sekarang pun aku siap .
Yeah Sakura , sudah hampir 4 bulan ini ia meninggalkanku , meninggalkan seluruh keluarga Uchiha , entah bodyguard seperti apa yang di sewa ayah untuk melindungi adikku , hingga keberadaannya pun tidak aku ketahui . Namun dengan begitu aku lega , jika aku tidak bisa menemukannya berarti ia berada dalam perlindungan orang hebat .
Tidak kah kau merindukanku ? bahkan 4 bulan kau menghliang, perasaanku tidak berkurang sedikitpun. Masa bodoh dengan Hinata , ia sudah mengetahui alasan aku dijodohkan dengan nya . semenjak bertunangan denganku Hinata seenaknya keluar masuk ke dalam kantorku , sesekali mengunjungiku dan sesekali membuat kesepakatan .
Ternyata ia bukan gadis baik ataupun polos , ck ..
Pintu kantorku terbuka , menampilkan sosok yang aku akui dia sangat cantik dan juga anggun. Dia berjalan mendekatiku ku dan duduk dihadapanku .
" Hey , sibuk ? " ucapnya
" Hn " ucapku malas
" Bagaimana tuan muda apakah kau berhasil menemukan adikmu ? " Ucap Hinata sarkas
" Berhenti memanggilku dengan sebutan itu , dan urusan sakura bukalah urusamu " ucapku tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop bermerk milikku.
" 8 bulan lagi kita akan menikah, dan aku benci itu . Kau tau aku dan pacarku sudah merencakan untuk menikah sebelum aku dan kau dinikahkan , tolong kau bicarakan dengan ayahmu soal ini ." ucapnya panjang lebar
Ya , hinata juga mengalami hal sama dengan ku , ia dilarang menikah dengan pacarnya yang hanya berprofesi sebagai dosen disalah satu perguruan tinggi , yaa bisa dipahami jika ayah hinata menentang . Karena keluarga hinata juga termasuk keluarga yang sangat berada . Ia dipaksa bertunangan denganku , tapi yakinlah sifat manisnya selama ini hanya akting untuk kedua orangtua kami.
" Menikahlah , kau tinggal bilang ayahmu " ucapku sambil mengendikan bahu
" tolong aku sasuke , dan aku akan menolongmu menemukan adikmu . " Hinata mencondongkan badannya kearahku , menopang dagu dan melanjtkan perkataannya "...bukankah kau merindukannya ? "
Kulirik ekspresi Hinata, aku menangkap keseriusan di manik indah miliknya . Aku berfikir sejenak bergulat dengan pemikiranku sendiri . haruskah aku mempercayai wanita itu .Aku memegang keningku frustasi , setiap berfikir tentang sakura , semua nya hancur , semuanya berantakan dan rinduku yang memuncak membuatku semakin ingin memakannya ketika bertemu nanti .
" Kau serius? " ucapku
" Asal kau bisa membuat pertunangan kita batal "ucap Hinata tersenyum
" Baik , tapi kumohon cepat temukan keberadaan Sakura " ucapku penuh penekanan
" Oke ,..dan ini... " Hinata bangkit dari duduknya melemparkan sebuah gulungan kertass kecil kearah ku , di sana tertera nama universitass yang tidak asing bagiku , dimana aku pernah menuntut ilmu di sana "... temukan dia di sana "
Mataku membulat , apa ? temukan dia ? sakura? Aku mematung , bagaimana wanita itu bisa menemukan sakura degan mudah ?
" terimakasih " ucapku lantang, tersenyum menatap kertas di tanganku ..
Aku menemukanmu Sakura ..
.
.
SAKURA POV
Sudah 4 bulan aku memulai hidup baru di sini , sebenarnya aku tidak pergi jauh jarak kota ini dengan rumahku hanyalah 27km , tidak terlalu jauh bukan . Namun selama 4 bulan ini aku berada dalam lindungan ayah , atau lebih tepatnya kungkungan ayah . semua akses tentangku di hilangkan termasuk aksesku di universitas ini . Semuanya menjadi rahasia tidak semua orang bisa mengaksesnya kecuali orang suruhan ayah . Dan oh ini adalah salah satu universitas yang bisa dibilang ayahku adalah donatur rutin terbesar pada universitas ini , karenanya semua orang di universitasku akan menuruti ayahku .
Jahat ? tidak ! namun aku berfikir ayah egois,ia tidak ingin kehilangan Kakakku karena ia merupakan penerus perusahaannya sedangkan aku ? aku hanyalah putri kecilnya yang sangat manja yang sedang diospek untuk menjadi anak yang mandiri .
" Nona Sakura" ucap rektor universitasku , Kakashi hatake
" hah ... ii- ya ? " ucapku singkat
Semua mata tertuju kepada ku , untuk apa seorang rektor repot-repot menemui mahasiswawnya di kelas . sungguh aku tidak akan memaafkan dia jika identitas aseli ku terbongkar .
" ikut saya " kakashi mempersilakanku untuk keruangannya , sepanjang jalan rasanya ingin mengumpat dan ingin aku menjambak rambut putihnya seperti ketika aku kecil .
Ruangan bernuansa coklat lengkap dengan rak buku yang tertata rapi , tulisan kakakshi hatake terukur di meja kerjanya . ia mempersilakanku duduk .
" Bisakah lain kali kau jangan ke kelasku lagi ?" ucapku sarkas
" Maaf nona, hanya saja aku ingin sedikit mengerjaimu , hahaha " ucapnya
" Bagaimana jika identitasku sebagai keluarga uchiha terbongkar? Tolong pikirkan itu tuan ! "
" selama kau tidak menyebutkan margamu , kau aman !" ucapnya sambil membaca buku , dan aku yakin itu adalah buku yang mampu merusak otak ketika dibaca terlalu sering
" ada apa ? " ucapku
" Tingkatkan prestasimu, jika dalam ujian semester ini kau berhasil cumlaude sempurna maka aku akan mengirimmu ke luar negeri untuk pertukaran pelajaran di Australia..dan ... "
Apa ? australia ? pertukaran pelajar ? Wah, bukankah ini hebat aku kuliah di luar negeri dan itu adalah impianku .
Kakashi terlihat tersenyum kecil dan melanjutkan kalimatnya ",,,, 2 bulan lagi kau akan menempuh ujian semestermu maka persiapkan diri dengan baik "
Mata Sakura berbinar mendengar penuturan orang kepercayaan sang ayah , namun apakah ini merupakah permainan ayah ? atau memang ayah menginginkanku menjadi dokter yang hebat .
" Baik paman , aku mencintaimu sangat " teriakku girang, hatiku gembira , sangat sennang , bagimana tidak impian di depan mata .
" i love you too princess "
Begitulah kami, paman sudah menganggapku sebagai anaknya sendiri . dia bukan pamanku yang sebenarnya , dia adalah orang kepercayaan ayah yang dari kecil sudah mengurusku dan aku menyanyangi nya .
tbc
haaaaaaahhh...cerita macam apa ini
tenggelamkan akuuu...
otaknya lagi ga singkron, arrgghhh
tapi kalo suka boleh dong vote , komen juga boleh,
