(SEKRETARIS BARU)

TOK TOK TOK

"masuk!"chanyeol menatap heran wanita berambut panjang didepannya,si tiang listrik komplek itu tak pernah ingat mempunyai karyawati model bohay macem dewi pers*k seperti dihadapannya.

seolah tau ekspresi tanya chanyeol,si wanita membungkuk hormat lalu memperkenalkan diri.

"selamat pagi pak,saya Yoora dari kantor pusat dipindahtugaskan kemari oleh pak Yuhno sebagai sekretaris bapak"chanyeol menutup file yang sedari tadi dia cumbu.

memperhatikan penampilan si wanita mulai dari atas rambutnya pirang nan panjang,pipi sedikit chubby,dada berisi,body oke,paha mulus,kaki ramping.

'Oke fix ini sih tipe papa banget,kerjaan papa nih pasti'batin chanyeol.

"jadi kamu orang kiriman papa?"

Wanita itu menjawab dengan ganjen

"betul pak,Presdir sendiri yang menunjuk saya kemari"

"okay,kamu bisa bekerja hari ini"chanyeol masih curiga dengan wanita dihadapannya yang kini pergi,tidak biasanya kan papanya mengirimkan seseorang untuk sekedar menjadi 'sekretaris-nya' ayolah chanyeol sudah dewasa untuk berfikiran yang aneh-aneh tentang hal yang berbau ehem(?)

karena penasaran akhirnya ia putuskan untuk menelfon si bapak tercinta.

"hallo bisa bicara dengan pak yunho"ucap chanyeol formal.

"ya saya sendiri,dengan siapa dimana ?"

"dengan Park chanyeol dibumi"

"baik,katakan paswordnya"

Chanyeol memijit pangkal hidungnya,

"paapaaaaaa!please"

Dan terdengar tertawa terbahak-bahak dari ujung sana,siapa lagi kalo bukan papanya?chanyeol jadi kesal,dia selalu saja berhasil menjahili chanyeol.

gak dirumah gak dikantor gak pas telfon,selaluuu kena bulyy papa.

"ada apa gerangan duhai putra tercintaku,tumben telfon papa?kangen yaaa?"dasar emang narsis ya si bapak tua,gak inget umur apa juga udah ubanan semua gitu masih ae gak tobat-tobat.

"papa itu apa-apaan sih?ngapain ngirim cabe rawit kemari?dikira sini tuh mucikari apa?"Yunho kembali tertawa mendengar kekesalan putranya.

"kenapa yeol?kan bagus buat temen kamu kalo lagi ngantuk,pas juga kan buat nemenin kamu arisan,oh atau kamu kurang suka modelnya?pengen model yang kayak apa nanti papa tukar tambah yeol"

"dikira dealer mobil apa gimana sih papa,yeolli gak butuh pa yang begituan!malah ganggu yeolli kerja ntar"

"looooh itu malah bagus dong yeol,kalo ganggu kamu itu brarti dia tipe yang agressive tuh"

Chanyeol menyerah,kepalanya hampir meledak menanggapi kekonyolan sang ayah.

Tok tok tok

"masuk!udah pa,nanti yeolli telfon lagi"

"bye putraku,kutunggu telfon dar-"TUUT TUUT TUUT

Lagi(?) si cewek bohay dateng bawa secangkir kopi,duh ngapain dah tuh cewek?

belum kelar rasa peningnya,eh ini malah dia makin puyeng gegara cewek dihadapannya gak ada angin agak ada hujan masuk bawa kopi.

Chanyeol dibuat bingung,pasalnya dia itu gak haus,gak ngantuk,dan gak pesen kopi yg ditakutin chanyeol itu tuh kopi yang dibawa si bohay ada sianida nya,kan bahaya jadinya.

"silahkan kopi-nya pak"sambil meletakkan cangkir kopi didepan chanyeol si bohay sengaja agak merendahkan kedua melonnya agar terlihat belahannya,dan si bohay juga sengaja membuka dua kancing kemejanya untuk menggoda pak chanyeol. duh chanyeol malah ilfiil dengan si wanita,

'berasa mau syuting bokep! judulnya sekretaris baruku yang sexy syekalee'batin chanyeol.

Chanyeol menyesap kopinya dengan ragu,takut-takut jika ada sesuanu didalamnya,dan dirasa tidak ada yang aneh dengan sikopi chanyeol menyesap lagi(?)

sedangkan si bohay masih berdiri dihadapan chanyeol sambil mengibas-ngibaskan tangannya gerah.

"cuaca hari ini panas ya pak"ucapnya sambil menyibakkan rambut panjangnya.

chanyeol yang sibuk menandatangani bejibun artikel tak menghiraukan sekretarisnya yang kegerahan minta dikipasi.

"maaf,saya gak suka dada!"ucapan chanyeol membuat si bohay menaikkan satu alisnya kurang mengerti,lalu beberapa saat wanita itu menampilkan senyum miring yang sulit diartikan.

Perlahan sekretaris itu berjalan menuju chanyeol dan mendudukkan dirinya dipahanya.

walau kaget dengan kelakuan si wanita,tapi dia tetap memasang wajah sedatar ubin.

"kalo~paha~ suka yg berisi atau paha ramping?"menyilangkan kaki kirinya hingga membuat rok mininya sedikit tersibak keatas menampilkan paha putih nan mulus.

Masih dengan wajah datar chanyeol menatap si wanita dipangkuannya,lalu dengan enteng menjawab

"paha laki-laki yang punya otong gede"jawabannya sukses membuat si wanita jantungan,dan disaat yang sama baekhyun berdiri mematung didepan pintu dengan sejumlah map file ditangannya.

Chanyeol melotot seketika dan bangkit dari duduknya menghiraukan si bohay yang terjungkal entah kemana(?).

"b-baek"panggilnya,chanyeol sangat takut.

takut kalau baekhyun akan salah paham,

reaksi baekhyun terlihat biasa.

saking biasanya bahkan pria berkemeja pink itu tersenyum pahit pada chanyeol.

"maaf pak direktur saya menginterupsi kegiatan anda,tetapi ini file yang sudah saya selesaikan untuk meeting bapak siang ini"sambil menyerahkan map tanpa memandang chanyeol.

"sekali lagi saya minta maaf pak,saya permisi"tertunduk lalu pergi membuat chanyeol menggeram kesal,baiklah mungkin chanyeol harus meluruskan ini. dia tidak suka jalan yg bengkok,chanyeol segera mengambill ponselnya dan mengetikkan sesuatu di layar.

Baekhyun keluar dari ruang direktur dengan perasaan bercampur aduk,antara marah,kecewa,kesal,pengen nonjok,sedih menjadi satu.

kini dia berjalan menuju meja kerjanya dengan tatapan kosong,jongin yang melihat tingkah aneh rekannya menyenggol sikut kyungso dan menyebabkan si empu marah karena terganggu.

"baek?napa pipi sama telinga lo merah gitu?"tanya kyungsoo sesaat setelah baekhyun duduk.

Baekhyun tersentak,

"ha?gak pa-pa"ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

"tuh kan aneh,ekspresi lu kayak habis nonton bokepnya miyabi loh"ucapan jongin sukses membuat kyungsoo menampar bibir sexynya yang suka ngomong sembarangan kalo dikantor.

"emang!" ucap baekhyun bangkit dari duduknya

"ehh,lo mau kemana?"si jongin kepo mode on.

"ngerokok",ucapnya lalu pergi.

"soo,bebek aneh"kyungsoo yang sedari tadi sibuk dengan komputernya menoleh ke jongin.

"aneh gimana jong?"

"kayaknya gue gak pernah liat tuh anak ngerokok?trus barusan dia pamit mau ngerokok?mending lu buntutin tuh anak deh soo,takutnya kalo dia kesurupan trus makan kaca kantor kan bahaya"

"ehh pantat panci,dikira sahabat gue itu kuda lumping?sembarangan aja kalo nyinyir"

"kan buat jaga-jaga soo,buruan sono sekalian beliin gue kopi dingin"lah si pantat panci modus tuh nyuruh pacarnya buat buntutin si bebek ternyata mau nitip kopi.

Kyungsoo berlari mengejar baekhyun di ruang smoking,dan benar saja dia melihat baekhyun sedang menyesap rokok di tangan kanannya menyebabkan tandatanya besar dibenak kyungsoo.

Do Kyungsoo adalah teman baekhyun sejak SMA hingga sekarang,dia tahu betul jika sahabatnya itu gak pernah sedikitpun menyentuh nikotin hisap tapi sekarang pemuda bermata doe itu menyaksikan live didepan mata.

Dengan 2 kaleng kopi ditangannya kyungsoo menghampiri baekhyun.

"gue gak pernah tau,kalo lo bisa ngerokok"ucapnya sambil menyodorkan sekaleng kopi padanya.

1 hembusan asap dikeluarkan mulut baekhyun sambil memejamkan mata,baekhyun tahu dia harus mendongeng didepan kyungsoo karena pasti pemuda doe itu meminta uraian lengkap dirinya.

"gue pernah ngerokok waktu smp,waktu ortu sering berantem,saat gue belum kenal lo dan hilang kendali nyari pelarian sana-sini,nyabu,mabok,ngerokok, setelah kenal lo gue berenti,Cuma sekarang aja gue kangen pengen ngerokok lagi"ucapnya lalu menyesap kembali nikotinnya.

Kyungsoo tau semua tentang baekhyun,kehidupannya,kedua ortunya,masalah depresinya dia bahkan tahu.

ya,dulu baekhyun pernah mengalami depresi saat SMA dan hanya kyungsoo yang tau.

bisa dibilang kyungsoo adalah orang pertama tempat baekhyun temui jika anak itu sedang depresi atau mengalami masalah.

"baek lo punya gue sebagai keluarga lo tau kan,gue selalu siap jadi sandaran lo,bahkan pelarian lo sekalipun"baekhyun tersenyum,lalu matanya berkaca-kaca seperti ingin menangis.

kata-kata kyungsoo sangat mendalam bagi baekhyun,dia tau bahwa sahabatnya gak pengen ngeliat dia berlari ke hal-hal kelam seperti masa lalunya dulu.

"menurut lo,gue harus gak sih resign dari sini?"

Kyungsoo kaget dengan pertanyaan baekhyun.

"alasannya?"

"baek,"mengusap punggung baekhyun pelan.

"soo,gue sama pak direktur pacaran"

Mata kyungsoo membulat sempurna seperti burung hantu,tapi pria itu mencoba untuk tenang karena dia tau ini bukan saatnya berekspresi \O_O/.

"what?serius?sejak kapan?lo gak pernah cerita ke gue"

"udah setahun soo,kita sepakat buat backstreet,terlebih lagi dia direktur gue cuman gak mau kalo bapaknya-maksud gue presdir tau kita bakal dipisahin lagipula yang bikin chanyeol belok itu gue,gue yang jatuhcinta duluan sama dia.

biar gue aja yang dibuang keluarga karena gue homo dan gue gak mau chanyeol bernasib sama"

Kyungsoo mengusap wajahnya kasar,dia tak menyangka sahabatnya mengalami tekanan sedalam itu.

ortu baekhyun cerai dan baekhyun kabur dari rumah,anak itu baik-baik saja sampai sekarang karena dia terus tersenyum dan gak pernah ngeluh tentang apapun termasuk masalah orientasi seksualnya. kyungsoo kira baekhyun jauh lebih bahagia sekarang karena dia tak harus menyaksikan kedua ortunya bertengkar dirumah,tapi ternyata baekhyun malah memendam traumanya sendiri tentang keluarganya yang tak menerimanya karena orientasi yang menyimpang.

"dan lo,bertahan selama selama setahun dari gue?heool"

"sorry soo,gue gak punya keberanian buat cerita"

Kyungsoo ingin marah,tapi gak bisa.

baekhyun sahabatnya,dan kyungsoo satu-satunya keluarga yang dimiliki baekhyun saat ini.

"ada kalanya hal yang menakutkan gak sepenuhnya bener,mungkin takut itu rasa paling mendomisili ketika lo depresi,inget lo gak bisa terus sembunyi kayak gini.

kalian bukan anak kecil yang main petak umpet,kalo emang serius harusnya udah gak ada keraguan lagi buat kalian nerusin hubungan !gue tanya lo cinta gak sama pak chanyeol?"

Batang rokok pertama baekhyun sudah habis,dia sulut batang rokok kedua menyesapnya dalam dan menghembuskan asap itu seolah mereka adalah beban hidupnya.

"banget soo, pagi ini gue liat dia pangku-pangkuan sama sekretaris barunya"

"jadi itu alesan lo ngerokok saat ini?trus perasaan lo gimana waktu liat mereka gituan?"

"sakit bangsat!gue pengen maki mereka tapi gak bisa gue udah gak sanggup lagi nyembunyiin hubungan gue,ego gue teriak pengen ngeklaim chanyeol jadi milik gue seutuhnya"tanpa terisak diusapnya airmata yang menetes dipipi mulusnya.

sisi lain dari baekhyun yang begitu rapuh,berbanding terbalik dengan biasanya yang sering bertingkah gesrek.

"lo udah tanya pak direktur belum?"

"whatterpakk trus gue harus tanya gaya apa saat mereka bercinta gitu?ato semanis apa desahan si cabe waktu digenjot chanyeol?"

PLAKK

Jidat baekhyun jadi sasaran empuk kemarahan kyungsoo,

"lo lagi berduka masih ae ngelawak,maksud gue tanya kejadian yang sebenarnya jangan asal salah paham sama pak direktur,siapa tau tuh emang sekretarisnya yang gatel minta digaruk trus nempol dah tuh ke pak direktur dan lo kan Cuma liat mereka pangku-pangkuan,bukan berarti mereka ngelakuin sex kalaupun pak direktur itu udah belok yakali dia doyan melon?si jongos yang kelakuannya nista begitu sama melon muntah dia"

"tapi tetep aja kalo chanyeol itu beneran belok,trus kenapa dia mau aja digoda cewek"

"baek,lo mending dengerin dulu alasan pak direktur deh sebelum lo asal nyimpulin. jangan lo selesain sendiri,pak direktur juga kudu tau

sadar gak sih inituh sama kayak kerja kelompok baek,gak bisa diselesaiin sendiri kudu bareng-bareng biar clear yang bener-bener clear"

ngelawak deh kyungsoo.

Setelah baekhyun fikir omongan kyungso ada benarnya gak mungkin nyelesaiin sendiri,karena ini menyangkut tentang chanyeol bukan hanya dirinya.

"percaya baek sama gue,kalo emang pak direktur bener-bener cinta lo dia gak bakal mudah nglepasin lo gitu aja,Dan fikirin lagi tentang rencana resign!lo terlalu berharga buat perusahaan ini"Kyungsoo menepuk pundak baekhyun dan berlalu meninggalkan sahabatnya yang masih asik mencumbu nikotin batangan itu.

Baekhyun membasuh kasar wajahnya berharap semua yang dia lihat pagi ini ikut hilang bersama aliran air walau mustahil lah ya.

setidaknya mukanya jauh lebih baik daripada setengah jam lalu.

baekhyun menatap cermin sejenak lalu hendak kembali ke meja saat lewat pintu toilet dia berpapasan dengan pak direktur,lebih tepatnya dihadang.

"baek,dengerin gue"baekhyun mencoba menghindari kontak mata dengan pacarnya,dia gak pengen malah nangis didepan chanyeol nantinya.

"minggir gue mau lewat"

'bau rokok'chanyeol membatin.

"lo ngerokok lagi?"kali ini chanyeol mencengkeram bahu baekhyun,memastikan bahwa hidung chanyeol salah mengenali bau rokok di nafas baekhyun.

"bukan urusan lo"chanyeol mengeraskan rahangnya.

"baek !gue udah ngelarang lo buat gak nyentuh nikotin lagi kan?"

"pak direktur tentang merokok bukan urusan anda,tolong untuk beberapa hari ini jangan hubungi saya bicara dengan saya kecuali jika perlu"baekhyun mengubah gaya bicaranya menjadi formal ketika ada seorang karyawan yang melewati mereka,tentu saja chanyeol gak peduli dengan karyawan itu,yang ada difikirannya saat ini adalah dia ingin meluruskan masalahnya. persetan dengan satpol pp yang menciduk mereka nantinya.

"baek,plis dengerin gue"

"plis chan,gue butuh waktu buat sendiri"dan setelahnya baekhyun pergi meninggalkan chanyeol.

baekhyun yakin jika berlama-lama disana maka dia akan berakhir menangis dipelukan chanyeol,hell no baekhyun masih waras untuk tidak mengekspose hubungannya. dan tanpa baekhyun sadari yang ia lakukan hanyalah lari,lari dari Park Chanyeol,lari dari masalah mereka.