MAAF
Baekhyun berjalan menyusuri trotoar sendiri,udara yang semakin dingin mampu mengalahkan tebalnya jaket yang dia gunakan.Memasukkan kedua tangannya kedalam kantong mantel dan menaikkan kerah sweater abu-abunya sampai menutupi area dagu.Sebenarnya baekhyun benci dingin,tapi dia lebih benci sendiri.sendiri itu menakutkan,sepi,sunyi.cukup kuburan aja yang sepi hidup baekhyun jangan.
"haaahh,kenapa gini banget hidup gue"gumamnya.
Baekhyun menghentikan langkahnya saat dirasa kedua lututnya bergetar,oh iya dia lupa hari ini dia tak menyentuh makanannya sama sekali saat istirahat makan siang.
Duduk dikursi taman pusat kota,melihat beberapa orang sibuk dengan dunia mereka masing-masing.
Baekhyun terkejut ketika ada seorang anak kecil laki-laki dengan sebuah permen coklat ditangannya yang kemudian diberikan ke baekhyun.
"untukku?"tanyabaekhyun ragu.
anak itu mengangguk dan baekhyun menerima coklat itu.
"kakak sangat cantik"baekhyun tersenyum kecil kemudian mengusap rambut anak itu.
"makasih ya,nama kamu siapa?"
"mashiho"
"kamu manis banget"dengan gemas baekhyun mencubit pipi mashiho yang gembul.
"kakak lagi sedih?"tanya anak itu.
"enggak kok,emang kakak keliatan sedih ya?"
Mashiho mengangguk imut.
"mama jinwoo bilang kalo seseolang duduk sendili belalti lagi sedih"
Baekhyun tertawa mendengar ucapan cadel mashiho dan kembali mengusap rambutnya lembut.
"liat kakak tertawa kan?kakak Cuma capek trus istirahat disini"
"ini"baekhyun mengembalikan coklat milik mashiho dan membuat si anak kebingungan.
Pikir baekhyun mungkin mashiho memberikan coklatnya karena melihat baekhyun lagi sedih.
"itu untuk kakak"
"beneran buat kakak?"mashiho mengangguk lagi.
"mashiho!"mendengar namanya dipanggil anak itu menoleh kesumber suara dan didapatinya seorang pria dengan nafas terengah-engah.
"mama"dengan girang si anak berlari memeluk pria yang ia sebut 'mama'
"ma-maa"baekhyun terkejut.
Tunggu masiho tidak salah sebut kan tadi?oh kayaknya enggak.
Loh tapi kok 'cowok?'
"mashiho gak boleh ganggu kakaknya,gak boleh nakal loh"si cowok cantik itu berjongkok untuk menyamakan tinggi dengan anaknya.
Sedangkan baekhyun masih mengamati mereka,
Ah sepertinya mereka benar-benar ibu anak pikirnya.
"mashiho gak nakal kok ma-"
"maaf,mashiho gak ganggu saya kok. Kami Cuma ngobrol sebentar"baekhyun menyela dengan nada sopan,takut kalau sang ibu memarahi mashiho.
Pria itu tersenyum lalu bangkit menggendong mashiho.
"syukurlah saya fikir mashiho ganggu kamu tadi,soalnya dia sering jahil sama teman-temannya"
"anakmu sangat baik,dan sangat manis"
"terimakasih,kalau begitu kami permisi dulu.mashiho pamitan sama kakaknya"
"mashiho pulang dulu,bye kak cantik~"ucapnya lalu melambai tangan kearah baekhyun.
Baekhyun membalas lambaian tangan mashiho dan tersenyum.
Mereka berdua berjalan kearah sebuah mobil hitam dan seorang pria bertubuh tinggi tegap.
Pria itu mengusap kepala mashiho gemas lalu sedikit bercanda membuat si anak tertawa dan sang ibu tersenyum seperti keluarga bahagia.
Baekhyun bisa merasakan hangatnya keluarga mereka,walau bisa dibilang mereka adalah keluarga berbeda(?) tidak seperti umumnya tapi itu embuat baekhyun iri.
Baekhyun rindu dengan ibu,ayah,dan adiknya.
Pandangan baekhyun semakin kabur karena airmata yang menggenang dipelupuknya,dan tak perlu waktu lama untuk mereka jatuh membasahi pipi mulus baekhyun.
Menangis ditengah taman kota sendirian,kesepian,menyedihkan.
Chanyeol menyodorkan saputangannya pada baekhyun membuat siempu mendongak keatas.
Melihat baekhyun dengan wajah penuh airmata membuat chanyeol hancur,rasa bersalahnya semakin besar ketika butiran itu semakin deras menuruni pipi baekhyun. Dan tanpa persetujuan baekhyun,chanyeol mengusap pipi baekhyun yang basah.
"jangan nangis,lo jelek kalo sedih"ucap chanyeol.
Baekhyun masih diam,menunduk tak berani menatap manik chanyeol.
"baek dengerin gue"chanyeol berlutut didepan baekhyun membuat baekhyun kelabakan meminta chanyeol berdiri.
"chan berdiri,kalo orang liat gimana?chan please"kini giliran chanyeol yang tak bergeming,masih tetap kukuh dengan posisinya.
"baek"
"chan kita ditempat umum,kalo ada karyawan kamu yang liat gimana?"chanyeol menggenggam tangan baekhyun.
"baek dengerin gue sekali ini aja"tatapan chanyeol melembut membuat baekhyun berhenti menangis.
Oke baekhyun menyerah,dia akan mendengarkan perkataan chanyeol sekarang ini.
"gue minta maaf gue salah. Gak seharusnya gue biarin cewek ulet bulu itu goda gue,tapi sumpah!"
"gue gak ngapa-ngapain sama tuh cewek,gue gak kenal dia. Dia Cuma orang suruhan papa buat goda gue. Gue janji baek mulai besok gue bakal genggam tangan lo didepan karyawan gue"
Bekhyun terkejoed.
"chan jangan bod-"
"gue janji bakal lindungin lo,gak peduli mereka atau papa gak setuju sama hubungan kita. Gue gak mau kehilangan lo baek"
Beberapa orang yang lewat memandangi mereka,ada juga yang berteriak 'terima' atau apalah itu yang mereka kira ini lagi confess.
"chan gue gak mau lo kayak gue. Gak diterima keluarga,dihina sama orang biar gue aja yang rasain chan lo gak boleh"
"kalo gitu ajarin gue! Ajarin gimana caranya bisa sekuat lo,kita jalan berdua senyum berdua ketawa berdua. Biarin gue disamping lo walaupun harus jalan diatas duri sekalipun,mulai sekarang gue mohon jangan jalan sendiri di jalan yang menyakitkan lo punya gue genggam tangan gue ato peluk gue disaat lo ngerasa lelah sama hidup lo. Baek gue sayang sama lo"chanyeol mengecup kedua tangan baekhyun.
Baekhyun kehabisan kata-kata,airmata yang semula berhenti kini kembali membasahi pipi baekhyun.
Chanyeol mendongak mengusap pipi baekhyun,
"jangan nangis,gue udah bilang kan lo jelek kalo sedih"
Baekhyun masih menangis bahkan kini sedikit terisak.
"plis baek,gue gak tega liat lo nangis. Gue mending liat jongin nangis karena gak dikasih jatah sama kyungsoo daripada liat lo gini" Dan baekhyun sedikit tertawa mendengar candaan chanyeol.
"nah gitu dong senyum,udah jangan sedih lagi"chanyeol duduk disamping baekhyun,menyandarkan kepala baekhyun pada pundaknya membuat beberapa orang yang lewat terlihat baper dengan keromantisan mereka.
"chan~"suara serah baekhyun memecah keheningan mereka setelah jelang 15 menit mereka duduk berdua.
"hmm"
"temenin makan,gue laper"chanyeol tertawa lalu mencubit hidung baekhyun gemas.
"siapa suruh tadi gak makan pas istirahat.laper kan"
"kalo gak mau yaudah gue pulang aja"baekhyun hendak pergi tapi segera dicegah chanyeol dan mendekapnya erat.
"jangan marah gue Cuma khawatir sama lo"mengurung baekhyun dalam dekapannya dan mengusap lembut surai coklat baekhyun.
"gue mau makan sushi sama ramen"terdengar kurang nyambung bagi chanyeol tapi dia tetap menuruti permintaan baekhyun.
Chanyeol melepas pelukan mereka lalu menggenggam tangan baekhyun berjalan mencari restoran terdekat.
Chanyeol hanya memandangi baekhyun yang asik mengunyah makanan didepannya.
Chanyeol sudah cukup kenyang hanya dengan memandangi cowok didepannya ini walaupun seharian gak makan sekalipun.
"lo gak bisa ya gak liatin gue begitu?bikin nerves ae lo"ups yang diajak bicara malah senyum-senyum sendiri.
"baek belepotan tuh"chanyeol memberi isyarat ada sisa mayonaise di sudut bibir kiri baekhyun,sementara baekhyun malah membersihkan di arah kanannya. Dan karena gemas chanyeol langsung mendekat kearah baekhyun lalu
CUP
Sontak baekhyun menutupi bibirnya dan mengamati sekitar.
"napa?kayak gak pernah dicium aja lo"goda chanyeol.
"ya tapi gak di publik gini chan!"ucapnya dengan tampang galak.
"gak usah sok galak baek,lo makin nggemesin kalo kayak gitu"
"tukang gombal"
"tapi lo suka kan"chanyeol makin gemas dengan pipi baekhyun yang merah merona delima pinokio.
"serah pak direktur aja deh"chanyeol tertawa.
"baek"
"hmm"
"love you"
"..."pipi baekhyun merah seperti pakai blush on.
"baek?"
"ya"
"gak mau jawab?"
"apanya?"
"yang tadi"
"yang love you tadi loh"
"udah gue jawab kok,emang lo gak denger?"
"enggak tuh"
"barusan gue jawab.dalam batin gue"
"serah lo deh baek"chanyeol memijit pangkal hidungnya.
"chan lo mending mulai sekarang jangan sering gombal"kini gantian baekhyun yang menatap chanyeol
"kenapa?lo gak suka?"
"lo bikin jantung gue gak sehat karena deg-degan terus tiap lo gombalin"chanyeol tersenyum lebar mendengar perkataan baekyun.
"bisa aja lo baek"lalu mencubit gemas hidung baekhyun.
Baekhyun menggenggam tangan chanyeol erat,kini chanyeol seutuhnya miliknya.
"baek"
"hmm"
"papa tadi nelfon gue"nada ucapan chanyeol tiba-tiba serius,membuat baekhyun memasang wajah tegang.
"apa katanya?"
Baekhyun gak siap denger jawaban chanyeol,rasa takutnya kembali dia rasakan ketika chanyeol terlihat gelisah.
"papa minta penjelasan gue besok dikantornya,asisten yang papa kirim tadi pagi ngadu ke papa kalo gue gak suka sama cewek"
Baekhyun semakin erat menggenggam tangan cowok didepannya.
"gue bakal nemenin lo besok kekantor presdir"chanyeol terkejoed.
"gak baek,lo gak boleh ikut.gue takut papa berbuat sesuatu ke elo"
Baekhyun tersenyum
"kita hadepin ini sama-sama.lo sendiri yang bilang pengen jalan diatas duri bareng gue kan?kita sama-sama rasain perih,gue gak bakal biarin lo sendiri chan"
Chanyeol sangat bersyukur memiliki baekhyun dihidupnya.
Betapa kuatnya sosok itu,dengan senyum seperti malaikat menenangkan dirinya.Menggenggam tangannya saat hatinya dingin.
"makasih baek,lo bikin hati gue anget"
Baekhyun tertawa geli.
"mau gue bikin lebih panas gak chan?gue masih nyimpen korek nih"
"susah ya kalo ngomong sama mantan kontestan StandUpCom*dy,bawaannya ngelawak mulu"
"yang penting gue bukan korban dilan kayak lo"
"baek lo masih nyimpen rokok?"
Baekhyun merogok saku kanannya mengambil rokok dan korek.lalu memberikann pada chanyeol.
"lo mau ngerokok?"
Chanyeol emang perokok aktif,tapi tidak sering dia menghisap batang berasap itu.Baginya menghisap bibir baekhyun jauh lebih nikmat dari nikotin dan alkohol.
"jangan ngerokok lagi ok.Gue gak pengen orang yang gue sayang ini bau nikotin kalo gue cium,rasanya gak manis"
Baekhyun mengerucutkan bibirnya
"lo sendiri juga ngerokok kan"
"jarang baek"
"sama aja kan?gue juga sekali ini setelah lama berenti"
Chanyeol menghela nafas
"oke,kita sama-sama berenti ngerokok gimana?"
Baekhyun tersenyum puas
"itu baru laki-lakiku"
Mendengar kata-kata laki-lakiku membuat chanyeol merona karena bangga dan sedikit malu.
"baek cari hotel yuk"
"hah!ngapain?"
Baekhyun panik duluan,bersiap-siap kabur dari direkturnya.
"gue udah gak tahan sama senyum lo.bikin gue gila tau gak"
"lo gak inget kita besok harus kekantor presdir?"
"trus apa hubungannya sama kita kehotel?"
"gue gak mau kita kesiangan idiot"
"gak bakal baek,ya plis semalem aja"
"NO!sekali gak tetep gak"
Baekhyun berdiri dan hendak pergi,
Chanyeol dengan sigap segera membayar makanan mereka lalu menyusul baekhyun yang telah berada diambang pintu resto.
"tunggu baek,gue anter pulang"
"ogah ah,ntar lo belokkin ke hotel lagi"
"sumpah baek gak bakalan,gue janji"
Baekhyun terlihat gak yakin sama ucapan chanyeol.
"janji ya?"
"suerrr"
"yaudah ayokk"
Lalu mereka berjalan menuju mobil chanyeol dengan bergandengan tangan saling menghangatkan hati mereka masing-masing diiringi gombalan-gombalan dan sedikit perdebatan kecil mereka.
Sedikit demi sedikit membuat langkah baru yang lebih kuat,mantap dan pasti untuk masa depan mereka.
hai saya kembali apdet,maafkeun tulisan author yg masih acak2an kyak chanbaek hbis kelon,yg pasti tolong untuk siapapun yg suka dg cerita abal2 ini mohon untuk kasih like nya,atau follow jg boleh,comment kasih saran juga sangat bolehh.
Fyi,MASHIHO disini itu membernya YG Treasure Box,bagi yg kepo bisa tanya ke mbak gugel pasti tau.dan selain itu jinwoo disini adalah member Winner kalo yg belum tau.
Terimakasih untuk para pembaca,dan maafkeun saya yg tidak bisa bertutur kata kepada pembaca sekalian.
