Chapter ll: kacau
Terlihat sebuah mobil Jeep yang melaju di jalanan dengan diampit oleh sawa yang sunyi "Naruto-kun apa masih jauh" Tanya Hinata "entahlah Hinata waktu kita kesini kan aku tidur, emang kamu gak tau?" "Mood aku kan juga tidur gara-gara kamu" Jawab Hinata dengan menggembungkan pipinya
Merekapun terus melakukan berharap cepat sampai ke kota terdekat "gawat Naruto-kun!" Tiba-tiba Hinata berteriak dan Naruto pun langsung berhenti "ada apa Hinata, apa kamu melihat salah satu dari mereka?" "Tidak, bukan itu, lihat kita hampir kehabisan bahan bakar" kata Hinata sambil menunjukkan kearah pengukuran bahan bakar di dekat speedometer.
"Ahh,, kukira ada apa sampai kamu menjerit begitu " "Naruto-kun ini gawat bagaimana kalau kita belum mencapai kota terdekat dan bahan bakarnya habis?" "tenang Hinata lihat kebelakang" kata Naruto sambil menunjukkan jok belakang mobil dan terlihat beberapa degen bahan bakar "kenapa bisa ada banyak disitu "ntahlah mungkin karena desa jauh dari kota jadi pemilik mobil ini menyediakan untuk stok" hem masuk akal sih, yasudah cepat isi daripada nanti habis tiba-tiba kamu bisa repot" "haik haik Hime-sama" dan wajah Hinata puemerah "moo Naruto-kun no baka"
Naruto pun mengisi bahan bakar mobil yang mereka naiki hingga full dan tersisa 1 degen bahan bakar lagi. Saat selesai mengisi Naruto melihat sebuah mobil yang berhenti tidak jauh didepan mobil mereka Naruto pun berinisiatif untuk menghampiri diikuti oleh Hinata "maaf ada apa ya tuan?" tanya Naruto dengan sopan "begini nakal kami kehabisan bahan bakar " kata pemilik mobil tersebut didalam terlihat beberapa orang yang berpakaian kacau "oh kebetulan saya punya 1stok bahan bakar" Naruto pun pergi sebentar untuk mengambil bahan bakar ya tinggal satu tadi dan kembali
"ini tuan silakan digunakan" "Terima kasih nakal, kalian mau kemana sekarang di kota keadaan sedang kacau sebaiknya kamu jangan kearah sana nak" kata pemilik mobil tersebut kepada Naruto "kacau seperti apa maksud bapak?" Tanya Naruto
"dari kemarin banyak orang aneh yang melakukan pembunuhan di kota, mereka berjalan seperti orang mati dan membunuh dengan menggigit warga hingga tewas, tapi tadi pagi mereka yg sudah tewas tiba-tiba bangkit dan menggila, kami mau meninggalkan kota untuk sementara sampai keadaan aman, sebaiknya kamu juga jangan kekota nakal bahaya"
Setelah mendengar penjelasan bapak itu Hinata pun mulai menangis "Naruto-kun bagaimana dengan Tou-san kaa-san dan kusina-bachan serta Minato ji-san Naruto-kun mereka selamat kan iya kan?" Hinata berkata sambil menangis "tenang Nona masih ada kemungkinan orang tua nona selamat soalnya ada beberapa warga selamat yang diungsikan di tempat aman namun sekarang kita sudah tidak bisa mengungsi disana lagi karena mereka takut jika ada yg terinfeksi"
"sudahlah Hinata tenang kamu dengar kan apa kata bapak ini mereka pasti selamat sekarang kita hanya perlu bertahan sampai semuanya menjadi aman" ucap Naruto untuk menenangkan Hinata sambil mengusap pundaknya "maaf paman Kota terdekat dari sini masih jauh tidak?" tanya Naruto kepada paman itu "kira kira sekitar 30km lagi dari sini, apa kalo benar-benar akan tetap kesana?" tanya paman itu
"begitulah paman Hinata tidak akan tenang jika belum mengetahui orang tua kami selamat atau tidak jadi kami harus memastikannya sendiri " "ya jika itu keputusan mu hati hatilah nak semoga kamu selalu diberkati dan selamat" ucap paman itu "Terima kasih paman" jawab Naruto "tapi, kamu harus waspada ya soalnya saat paman tadi lewat kota itu rl terlihat sunyi, kamu bisa menggunakan senjata?" tanya paman itu kepada Naruto setelah memperingati nya "bisa sih tapi tidak mahir"jawab Naruto "kalau begitu Terima ini" Kata paman itu sambil menyodorkan sebuah pistol jenis m-7 serta 2 slot amunisi "tapi paman?" ''tak apa paman masih punya yang lain gunakanlah untuk melindungi pacarmu itu, jika kamu tidak mahir tembak saja dari yang paling dekat saja, ingat dideket pegangan ada safety, pistol ini tidak akan bisa menembak jika kamu tidak menekankan safety nya keatas ingat ya!" "iya paman Terima kasih ya paman" "iya paman juga Terima kasih, dan sekali lagi hati hatilah nak jangan ragu untuk menembak karena mereka bukan lagi manusia" "baiklah paman paman juga hati hati ya jaa"
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya ke kota terdekat *kruk* terdengar suara dari perut Naruto "hehe Hinata kamu tidak lapar?" tanya Naruto sambil cengengesan "lapar sih tapi kita kan tidak bawa makanan"jawab Hinata "yosh kalau gitu kita harus cepat sampai ke kota untuk mencari makanan" ucap Naruto dengan semangat.
