Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rate: T

Warning: Gaje, terlalu alay, OOC, dll.

Chapter 2

Keesokan harinya saat jam istirahat,Sakura pergi ke kantin sendirian. Niatnya hanya membeli minum lalu kembali lagi ke kelasnya,tapi niatan untuk kembali ke kelas diurungkannya ketika melihat Sasuke juga mengantri di sebelahnya. Karena antrian di depan masih banyak,akhirnya Sakura memutuskan untuk menyapa Sasuke selagi menunggu antrian. "Kak Sasuke!" Merasa ada yang memanggil,Sasuke menoleh ke sumber suara. "Kakak kemarin bertanding ya?" Sasuke menggumam mengiyakan. "Menang?" Tanya Sakura lagi. "Iya,menang." Jawab Sasuke. Sakura tersenyum lebar. "Selamat ya,kak!" Sasuke tersenyum tipis. "Thanks." Sasuke menanggapi. Mendengar ucapan terima kasih dari Sasuke saja sudah membuat Sakura sangat senang,bahkan wajahnya sampai memerah. "Siapa namamu?" Tanya Sasuke tiba-tiba. "Haruno Sakura dari kelas 10 IPA 4. Salam kenal,kak." Kata Sakura sambil mengulurkan tangannya. "Salam kenal juga. Aku dari kelas 11 IPA 1. Kurasa kau sudah tahu nama lengkapku." Sasuke menjabat tangan Sakura. "Nama lengkap kakak Uchiha Sasuke kan?" Sakura mencoba memastikannya. Sasuke menggumam mengiyakan pertanyaan Sakura. Tiba-tiba saja,datanglah seorang perempuan berambut merah yang menggelayut manja di lengan Sasuke. "Sasuke,kudengar kau menang ya?" Tanyanya. "Iya iya menang. Sekarang lepaskan,Karin." Sakura bisa menangkap dari wajah Sasuke kalau Sasuke risih digelayuti perempuan itu,tapi entah kenapa,di hatinya ada rasa sakit. Akhirnya Sakura berpamitan pada Sasuke setelah membeli minuman yang diinginkannya. 'Apa mungkin kak Sasuke punya pacar ya?' Pikirnya.

Tidak terasa sekarang sudah memasuki semester dua. Itu artinya,team jurnalistik harus mulai membuat majalah sekolah. "Seperti yang sudah minggu lalu saya katakan,ada dua orang yang akan kita wawancarai. Kapten team basket putra,Uchiha Sasuke dan sekretaris OSIS,Hyuga Hinata. Apa sudah ditentukan siapa yang akan mewawancarai?" Shizune,sebagai pembimbing team jurnalistik menanyai murid-muridnya. "Sudah,guru." Jawab Ino mewakili semuanya. "Bagus. Mulai hari ini,kerjakan tugas kalian masing-masing. Ino,Matsuri,bulan depan kumpulkan tugas teman-teman kalian dan mulai kerjakan majalahnya." Ino dan Matsuri mengiyakan perintah gurunya. Dengan begitu pertemuan mereka selesai dan mereka langsung beristirahat. "Wah,Sakura,kau beruntung lho dapat bagian mewawancarai kak Sasuke." Kata Yukata,teman satu ekskul Sakura. Sakura hanya tersenyum menanggapinya. "Kau kan juga beruntung bisa mewawancarai kak Hinata. Kau sudah menyusun pertanyaannya?" Yukata menggeleng menjawab pertanyaan Sakura. "Belum. Mungkin akan kususun nanti atau kalau tidak ya wawancara dadakan." Kata Yukata dengan santainya. Sakura tertawa pelan. Dia akhirnya masuk ke kelasnya dan mengambil buku tulis untuk menyusun pertanyaan mewawancarai Sasuke.

Saatnya pulang sekolah,tapi belum untuk Sakura. Dia harus mewawancarai Sasuke setelah ini. "Sakura,mau pulang bersama?" Ino dan Tenten mendatangi Sakura yang masih membereskan buku dan alat tulisnya. "Maaf,aku tidak bisa. Setelah ini aku harus mewawancarai kak Sasuke. Kalian pulanglah duluan." Ino terkejut mendengar alasan Sakura tidak bisa pulang bersamanya dan Tenten. "Wuah,padahal tugasnya baru akan kuminta bulan depan. Baiklah kalau begitu. Sekalian kudoakan kalian makin dekat,saling suka,lalu berpacaran ya!" Ino tersenyum lebar membayangkan Sakura akan mewawancarai Sasuke,laki-laki yang diam-diam dikaguminya. "Hah?! Kau mewawancarai kak Sasuke?! Wuaah! Berjuanglah,Sakura! Aku dan Ino akan menunggu ceritanya besok ya! See you." Akhirnya Ino dan Tenten meninggalkan Sakura. Ketika memastikan sudah tidak ada yang tertinggal,Sakura keluar dari kelasnya dan mencari Sasuke. Dia mendadak teringat lagi dengan perempuan yang pernah menggelayuti lengan Sasuke dan itu membuat senyumnya hilang. 'Ah bodoh! Memangnya aku ini siapa mengharap terlalu banyak?!' Batin Sakura.

"Kak! Kak Sasuke!" Sakura memanggil Sasuke yang masih berjalan beberapa meter di depannya. Sasuke menoleh ke belakang dan melihat Sakura berlari ke arahnya. Tumben sekali Sakura memanggilnya setelah sekitar dua bulan tidak melihatnya dan tidak berbicara dengannya. "Boleh aku mewawancarai kakak?" Tanyanya. Sasuke berpikir sejenak. "Boleh. Dalam rangka apa?" Sasuke jadi ingin tahu alasannya diwawancarai. "Dalam rangka mengisi bagian wawancara dengan siswa berprestasi dan kisah dari siswa berprestasi." Sasuke menghela napas. Semoga saja Sakura tidak memberikan pertanyaan yang aneh-aneh. Sakura menyiapkan buku dan bolpoinnya.

"Umm... Kakak biasanya latihan basket dimana?"

"Sekolah,rumah,dan tempat les."

"Kapan kakak mulai belajar bermain basket?"

"Kalau tidak salah sejak kelas 4 SD."

"Apa motivasi kakak bermain basket?"

"Motivasi.. Kurasa tidak ada. Aku menjadikan bermain basket sebagai hobi saja,tidak lebih."

"Selain sekolah,pertandingan basket apa saja yang kakak ikuti?"

"Pertandingan dari tempat lesku. Macam pertandingannya banyak,tapi yang paling sering kuikuti itu International Challenge."

Setelahnya Sakura meminta Sasuke menceritakan awal mula dia bisa menyukai basket. Sasuke menceritakan awal mulanya dan Sakura mulai menulis. Cerita Sasuke lumayan panjang dan mungkin Sakura harus merangkummya sebelum diserahkan pada Ino. Setelah selesai mencatat cerita Sasuke,Sakura menaruh bolpoinnya di atas meja sambil melemaskan jari-jarinya. "Wah,kak,tak kusangka ceritanya bisa panjang." Komentar Sakura. Sasuke hanya tersenyum tipis menanggapinya. "Kak,apa kakak sudah punya pacar?" Saat mengatakannya,Sakura sama sekali tidak bisa menatap mata Sasuke. Sasuke sendiri terkejut mendengar pertanyaan Sakura yang ini. "Sakura,kau mau memasukkannya di majalah hm?" Sasuke menatap Sakura dengan tatapan menyelidik. "H-hah? Tidak lah,kak! Aku hanya bertanya saja kok." Kata Sakura dengan wajah bersemu merah. Sekarang Sasuke mengerti alasan Sakura tidak pernah keluyuran dan tidak pernah berbicara dengannya. Rupanya Sakura cemburu karena ada perempuan yang dekat dengannya,Karin. "Aku belum punya pacar." Kata Sasuke dengan penuh penekanan untuk meyakinkan Sakura. "Kau sendiri?" Sakura menggelengkan kepalanya. "Belum. Umm.. Kak,boleh minta nomor teleponnya?" Sasuke kembali menatap Sakura yang kini sedang blushing dengan tatapan menyelidik. "Jangan katakan kau akan memasukkan nomor teleponku di majalah." Sakura ingin tertawa rasanya. Sepertinya Sasuke tidak suka ditanya tentang hal pribadinya. "Tidak lah,kak. Itu nomor telepon akan tersimpan di sini. Bukan ada di situ." Kata Sakura sambil menunjuk smartphone dan buku tulisnya. "Baiklah,berjanjilah padaku untuk tidak memasukkannya di majalah." Sasuke memenuhi permintaan Sakura yang meminta nomor teleponnya. Sakura sangat senang bisa mendapatkan nomor telepon Sasuke. 'Aku mendapatkan nomor teleponnya!' Inner Sakura kegirangan. "Kau tahu,kau perempuan pertama yang mendapatkannya tanpa harus meminta berkali-kali." Kata Sasuke. Itu membuat Sakura terkejut. "Masa? Lalu kakak yang berambut merah panjang berkacamata itu?" Rupanya Karin yang dimaksud Sakura. Sasuke menahan tawanya. "Kenapa? Hanya karena dia berhasil menggelayutiku jadi kau pikir dia punya nomor teleponku?" Tebakan Sasuke memang tepat sasaran. Sakura sampai salah tingkah. 'Ah sial... Aku kelepasan.' Rutuknya. "Karin tidak punya nomor teleponku kok dan aku tidak akan pernah memberi tahunya." Mendengar ucapan Sasuke,mendadak Sakura merasa senang. Dia adalah perempuan pertama yang mendapatkan nomor telepon Sasuke tanpa harus memintanya berkali-kali. Sungguh,kurang untung apalagi Sakura ini?

TBC

Kritik dan Saran