Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rate:T

Warning: Gaje, terlalu alay, OOC, dll.

Chapter 3

Di kelas sebelas,Sakura tidak mengikuti ekskul jurnalistik. Dia memutuskan untuk mengikuti ekskul basket,bersama Ino dan Tenten. Kalau boleh jujur sih,Sakura sebenarnya ingin menguasai basket seperti Sasuke,maka dari itu dia akan melatih dirinya dengan mengikuti ekskul ini. Barangkali jika sudah menguasai nanti dia bisa pamer kepada Sasuke.. Ya ampun,membayangkannya saja Sakura sudah senang setengah mati. Seperti saat ini,ketika ekskul sudah selesai,Sakura tetap berlatih sendirian di lapangan. Hal yang ingin dikuasainya terlebih dahulu adalah dribble,crossover,spin,dan macam-macam teknik menembakkan bola. "Ah sial! Kenapa teknik spinku belum bagus juga?!" Sakura kesal karena ketika melakukan spin,bola basket itu pasti selalu tidak bisa tepat di tangannya setelah dia memutar badannya. Saat sedang kesal-kesalnya,mata Sakura menangkap sosok laki-laki yang dikenalinya sedang berdiri di pojok lapangan. "Kak,kenapa belum pulang?" Sakura bertanya sambil berlari mendekati sosok laki-laki yang ternyata adalah Sasuke. "Aku masih menunggu makhluk satu itu yang sepertinya sedang tidur di toilet." Jawab Sasuke dengan nada kesal yang kentara. Tadi Naruto memintanya menunggunya karena dia akan ke toilet. Tapi sudah ditunggu sampai setengah jam makhluk pirang itu belum menampakkan dirinya. "Kenapa? Kau minta kuajari teknik dasar basket?" Sakura terkejut Sasuke bisa tahu keinginannya,tapi akhirnya dia mengangguk dengan ragu-ragu. "Ayo. Setelah itu lawan aku." Sakura langsung mendongakkan kepalanya menatap Sasuke,berharap dia salah dengar. Melawannya? "Ayo,katanya mau latihan." Karena Sasuke tidak merasakan ada yang mengikutinya,dia menoleh ke belakang dan melihat Sakura masih berdiri di tempatnya. "Melawan kakak? Yang benar saja!" Sasuke menyeringai. "Santai saja. Aku tidak pernah bermain kasar,apalagi pada newbie sepertimu." Akhirnya mau tidak mau,setelah latihan dia harus duel basket dengan Sasuke. "Janji ya,kak. Jangan main kasar." Sasuke bergumam mengiyakan.

"Kau lengah,Sakura." Sekali lagi,Sasuke berhasil merebut bola dari tangan Sakura. Sakura berlari ke arah Sasuke untuk merebut bolanya,tapi gagal karena Sasuke melakukan crossover,berlari mendekati ring lawannya,lalu menembakkan bolanya. Sakura merasa putus asa sekarang. "Ampun,kak... Aku yakin kalau kakak melawan lima orang sekaligus kakak yang akan menang." Sasuke tersenyum tipis menanggapinya. "Ada-ada saja. Sudah,ayo coba rebut bolanya dariku." Sasuke memantul-mantulkan bola basket itu. Sakura berlari mendekati Sasuke lalu mencoba merebut bolanya,tapi gagal. Sasuke lagi-lagi meloloskan diri dengan teknik crossovernya yang nyaris sempurna.

"Susah sekali rasanya merebut bola dari tangan kakak." Kini mereka sudah selesai bertanding dan sedang duduk di bangku taman halaman depan sekolah. Sakura mengambil botol minumnya dari dalam tas,tapi malang sekali nasibnya,botol itu kosong. Sakura memasukkan botolnya ke dalam tas. "Tunggu sebentar." Tanpa sempat menanyakan akan ke mana kakak kelasnya itu,Sasuke sudah berlari meninggalkan Sakura. Tapi tak lama kemudian,Sasuke kembali dengan membawa dua botol ice green tea dan memberikan sebotol pada Sakura. "Ya ampun,kak. Tidak perlu repot-repot." Sakura merasa sungkan untuk menerimanya. Dia kan tidak minta dibelikan minuman tadi. "Aku tidak kerepotan kok. Ambillah." Setelah mengucapkan terima kasih pada Sasuke,Sakura membuka tutup botolnya dan meminum ice green tea itu. Diam-diam Sakura melirik Sasuke yang sedang meminum ice green tea nya lalu tersenyum tipis. Bersyukurnya dia punya kakak kelas yang baik walaupun lumayan pendiam. Ada rasa senang sekaligus rasa hangat di hatinya. Di tengah-tengah rasa senang itu,smartphone nya berbunyi,ada pesan masuk dari ayahnya dan Sakura membacanya. Ternyata ayahnya tidak bisa menjemputnya dan memintanya pulang sendiri. Sakura menghela napasnya. Situasi yang bagus. Ayahnya tidak bisa menjemputnya sementara dia sendiri tidak membawa uang sakunya untuk membayar angkutan umum. Sasuke yang melihatnya langsung menghabiskan minumannya dan mengajak Sakura pulang. "Tidak usah,kak. Aku bisa pulang sendiri naik angkutan umum." Kalau bisa,Sakura tidak ingin merepotkan Sasuke lagi. "Yakin?" Sasuke tahu kalau Sakura tidak dijemput ayahnya hari ini. Itu kelihatan sekali dari ekspresinya dan jangan lupakan Sasuke juga melihat Sakura sempat mencari sesuatu di saku seragamnya lalu akhirnya menghela napas pasrah. "Memangnya kakak tidak keberatan mengantarku pulang?" Tanya Sakura ragu-ragu. "Tidak. Untuk apa keberatan? Aku mengantarmu pulang naik mobil,bukan menggendongmu sampai ke rumah." Jawab Sasuke dengan nada santai. Sial,Sakura jadi kehabisan kata-kata untuk berargumen begitu mendengar jawaban Sasuke. "Ya sudah,aku pulang dengan kakak. Terima kasih ya,kak." Akhirnya Sakura mengikuti Sasuke yang sudah berjalan di depannya untuk ke tempat parkir. Sungguh,betapa baiknya kakak kelasnya ini.

TBC

Kritik dan Saran