Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rate: T

Warning: Gaje, terlalu alay, OOC, dll.

Chapter 4

Kelas sebelas kelihatannya adalah kelas yang mendatangkan kebahagiaan untuk Sakura. Bagaimana tidak? Gurunya menunjuknya untuk menjadi salah satu anggota team basket putri sekolah. Sakura tentu saja menerimanya tanpa perlu berpikir dua kali. Akhirnya usahanya belajar basket tidak sia-sia. Kalau bertemu Sasuke nanti dia akan memberi tahunya. "Sakura,selamat ya! Kau berhasil bergabung dengan team basket." Ino dan Tenten mendatangi tempatnya lalu mengucapkan selamat padanya. Sakura menanggapinya dengan ucapan terima kasih. "Apa kak Sasuke sudah tahu?" Tanya Ino yang bersemangat jika mendengar cerita Sakura dengan kakak kelasnya. Sakura menghela napasnya sambil menggeleng. "Aku belum bertemu kak Sasuke." Kata Sakura. Tenten tiba-tiba teringat sesuatu. "Oh iya! Kalian berdua,mau tidak menonton pertandingan basket minggu depan?" Tanyanya dengan penuh semangat. "Siapa yang bertanding?" Tanya Sakura dan Ino bersamaan. "Team basket putra lah. Kan yang team putri tandingnya tiga minggu lagi. Kalau lawannya aku masih belum tahu." Mendengar kata team basket putra,Sakura langsung semangat. "Aku mau! Beli tiketnya dimana?" Sakura menatap Tenten. Begitu pula Ino. Tidak ada salahnya menonton pertandingan team basket putra. "Yang paling mudah ya di depan kalian." Tenten menjawab dengan bangga. "Hah?" Sakura dan Ino malah celingak-celinguk mencari tahu arti kata 'depan'. Apa maksudnya papan tulis atau bagaimana. Tenten menghela napas bosan. "Aku. Kalian bisa membeli tiketnya melalui aku. Sudah lengkap dengan biaya transportnya." Sakura dan Ino mengangguk paham sambil menggumamkan huruf O. "Aku beli!" Kata Sakura dengan semangatnya. "Kalau begitu ikut aku ke ruang OSIS." Sakura dan Ino akhirnya mengikuti Tenten yang berjalan duluan. "Tidak sia-sia kalian menonton pertandingan karena ini adalah pertandingan terakhir untuk anggota team yang kelas dua belas." Iya juga,Sakura baru ingat kalau Sasuke sudah kelas dua belas sekarang. Itu artinya tinggal beberapa bulan lagi,dia dan kakak kelasnya akan berpisah. Sakura mendadak murung. Dia harus memanfaatkan waktu yang tersisa dengan baik.

Kini Sakura duduk di tribun arena pertandingan dengan Ino dan Tenten. "Dua menit lagi pertandingan akan dimulai." Kata Tenten setelah melihat jam tangannya. Sakura makin gugup mendengarnya. Tapi tunggu,yang bertanding kan Sasuke dan teamnya,kenapa malah dia yang gugup? "Santai sajalah,Sakura,yang bertanding saja santai masa kau yang menonton malah gugup?" Ino menepuk bahu Sakura untuk menenangkannya.

Untuk starter,pelatih mereka menurunkan pemain-pemain hebat. Naruto sebagai Point Guard,Sasuke sebagai Power Forward,Shikamaru sebagai Small Forward,Neji sebagai Shooting Guard,dan Kiba sebagai Center. Mereka akan melawan Iwa High School yang terkenal dengan team basketnya yang tangguh. Bola yang tadinya ada di tangan wasit sekarang dilambungkan dan kedua center dari masing-masing team memperebutkan bola. Kiba berhasil mendapatkan bolanya dan melemparkannya pada Neji dengan maksud supaya skor pertama didapatkan oleh mereka. Melihat bola mengarah ke arahnya,Neji menangkapnya dan mendribblenya. Tapi karena lawan mereka memang tangguh,baru saja Neji lari beberapa langkah,center lawan langsung menghadangnya. Neji mencoba untuk meloloskan diri dan berhasil. Dia berlari sampai di bawah ring,tetapi dua guard lawan menghadangnya. Neji menyeringai. Lawannya tidak tahu kalau Neji bisa menembakkan bola dalam keadaan apapun,bahkan dalam keadaan seperti ini. Dia tidak takut kalau bolanya tidak masuk karena dia tahu,pasti ada Shikamaru atau Sasuke yang akan mereboundnya. Bola yang ditembakkan Neji memang masuk,tapi begitu bola memantul menyentuh lantai lapangan,salah satu guard lawan langsung mengambilnya dan mengoperkannya pada salah satu forwardnya. "Defend!" Mendengar seruan Naruto,Neji segera kembali ke daerah teamnya dan membantu Naruto memblock forward lawan yang melompat hendak menembakkan bola. Naruto sempat mendorong bola itu dan sekarang bolanya memantul bebas di lapangan. Sebelum direbut lawan,Sasuke lebih dulu mengambilnya lalu berlari sampai area tembakan tiga poin dan menembakkan bola yang akhirnya masuk ke ring. Sorakan penonton pun terdengar.

"Yeeey!" Ino dan Tenten bersorak senang sementara Sakura hanya diam saja saking kagumnya. 'Bagus,kak Sasuke!! Lakukan lagi tembakan tiga poinnya!!' Inner Sakura berteriak senang.

Dua skor pertama memang didapatkan oleh teamnya,tapi team lawan berusaha melampaui skornya. Bahkan skornya sekarang 5-12 akibat tembakan tiga angka dari forward dan center lawan. Sasuke yang melihatnya tidak akan menyerah begitu saja. Perbedaan tujuh poin itu bukan apa-apa. Kini bola ada di tangan Naruto. Dia berjalan santai sampai di tengah lapangan dan berhadapan dengan forward lawan. Untuk menerobosnya,Naruto melakukan dribble yang pendek dan cepat dan berhasil membingungkan forward lawan. Beruntungnya dia daerah dekat ring itu tidak dijaga sehingga tanpa menunggu lagi,Naruto melakukan under jumpshoot dan berhasil menambah skor teamnya. Naruto mengambil bola yang memantul tinggi itu lalu melakukan operan panjang yang diarahkannya pada Shikamaru. Shikamaru menangkapnya lalu dia berhadapan dengan center lawan. Merasa tidak ada celah,Shikamaru melemparkan bolanya pada Kiba yang tidak dijaga musuh. Kiba menangkap bolanya dan langsung mendribble sampai di bawah ring lawan. Tapi sepertinya lawannya menjaga ketat daerah tembakan dua poin. Kiba sempat bingung karena dia tidak terbiasa melakukan tembakan tiga poin,tapi Sasuke memberikannya kode untuk menembakkan bolanya dari area tembakan tiga poin. Akhirnya Kiba menuruti Sasuke dan melemparkan bolanya. Bola itu hanya mengenai pinggiran ring,dan sebelum bola itu direbut oleh guard lawan,Sasuke lebih dulu mereboundnya dan mencetak angka untuk teamnya.

Kini skor team basket Konoha hampir menyamai lawannya. 11-14. Sebenarnya,jika salah satu dari Naruto,Sasuke,atau Neji berhasil menembakkan bola dari area tembakan tiga poin,maka skornya akan sama,tetapi pelatih mereka keburu meminta timeout dan memasukkan Lee untuk menggantikan posisi Kiba lalu memasukkan Konohamaru untuk menggantikan Neji. "Hah? Kenapa tidak memperkuat pertahanan saja?" Shikamaru yang paling pintar di antara mereka pun tidak mengerti jalan pikiran pelatihnya. Bagaimana bisa pelatihnya memasukkan Lee dan Konohamaru yang sebenarnya berperan sebagai center dan forward ke dalam teamnya. "Aku sudah melihatnya. Lawan kalian itu lemah dalam operan panjang dan aku harap kau,Sasuke,Lee dan Konohamaru bisa memotong operan panjang lawan dan mencetak angka. Lalu yang akan paling banyak berperan dalam pertahanan adalah Naruto dan Lee. Paham?" Shikamaru mengerti sekarang. Dia akhirnya menyetujui pelatihnya dan kembali ke lapangan. Dengan pemain yang sudah diganti ini,teamnya menjadi lebih sering bermain offensive. Apalagi jika melihat permainan Sasuke,Shikamaru,dan Konohamaru yang sangat kompak. Shikamaru berhasil memotong operan lawan dan mendribble bolanya sebentar lalu mengoperkannya pada Konohamaru. Karena tubuh Konohamaru tidak terlalu tinggi,dia bisa dengan mudah berkelit dengan cara menerobos melalui tangan lawannya yang terentang. Memang sangat pandai. Naruto bahkan ingin tertawa karenanya. Konohamaru mencoba melakukan under jumpshoot,tapi gagal. Bola hanya mengenai pinggiran ring dan memantul lagi. Sasuke yang berada paling dekat dengan bola itupun langsung melompat dan melemparkan bolanya ke arah Shikamaru yang berada di area tembakan tiga poin tanpa penjagaan. Begitu menerima bolanya,Shikamaru langsung menembakkan bola dan.. Masuk! Sorakan penonton yang mendukung teamnya pun terdengar. Kini dengan kerja sama dari Shikamaru,Sasuke,dan Naruto,skor team Konoha High School terus bertambah.

Ketika kembali bermain,Sasuke menempati posisi Small Forward dan posisi Power Forward ditempati oleh Naruto yang juga baru diminta bermain lagi setelah beristirahat. Kali ini Sasuke akan banyak bekerja sama dengan Naruto,Lee,dan Neji yang menggantikan Shikamaru. Dengan adanya mereka berempat sebagai penyerang,maka baik Naruto maupun Sasuke yakin kalau teamnya akan memenangkan pertandingan ini. Kini lawan mereka berusaha menembus pertahanan teamnya. Tapi tidak akan semudah itu. Lee tidak akan membiarkan lawan menembakkan bola. Dia akhirnya menghalangi lawan yang hendak menembakkan bola,tapi lawannya itu mengoperkan bolanya pada rekannya. Di tengah operan itu,Lee memotongnya dan melempar bolanya ke arah Konohamaru yang langsung berlari ke tengah lapangan dan melemparkan bolanya pada Neji. Neji langsung menangkapnya dan mendribblenya sampai ke area tembakan tiga poin. Tapi tidak disangka,Neji mengoper bolanya pada Naruto yang ada di dekatnya. Naruto menangkapnya dan melemparkan bolanya ke belakang. Itu membuat lawan kebingungan. Neji hanya menyeringai melihat lawannya kebingungan. Dia sudah tahu kalau Naruto akan melakukan blind pass. Sasuke segera menangkap bola dari Naruto dan dengan cepat menerobos pertahanan lawannya dan menembakkan bola dengan teknik lay-up. Skor teamnya bertambah dua.

"Wuaaah! Kak Sasuke memang hebat!" Sakura kini ikut bersorak dengan Ino dan Tenten. Skor sekarang 23-16. Keunggulan ada di team sekolahnya. Kini dilihatnya Sasuke mengoper bolanya pada Neji dan Neji berlari mendribble bola sampai di bawah ring dan melakukan under jumpshoot. Untunglah Neji sempat menembakkan bola karena beberapa detik setelah bola masuk ke ring lawan,bel pertanda pertandingan sudah selesai berbunyi. Kemenangan diraih oleh team Konoha High School dengan skor 25-16. Masing-masing pemain mendapatkan medali dan terakhir,mereka mendapatkan sebuah piala yang dibawa oleh Sasuke sebagai kapten dari team basket putra Konoha High School. Sekarang saatnya memotret momen ini. Seorang fotografer memotret seluruh anggota team. Foto pertama hasilnya sangat kaku. Tanpa eksperesi dan disuruh mengulang lagi. Karena bingung harus bergaya apa,akhirnya Naruto memutuskan untuk mengangkat piala itu bersama Sasuke seakan memamerkannya sementara Kiba dan Lee duduk di depannya sambil mengarahkan kepalan tangannya ke atas. Shikamaru dan Konohamaru hanya berekspresi datar karena belum siap difoto. Setelah berfoto pun,mereka mendapatkan pujian dari pelatih mereka. "Kalian sangat hebat! Aku bangga pada kalian!" Naruto dan Konohamaru menyengir lebar. "Kami jadi hebat kan juga karena guru!" Katanya.

Sasuke sudah selesai mengganti pakaiannya. Setelah memastikan barangnya tidak ada yang tertinggal,dia keluar dari ruang ganti dan menyusul teman-temannya yang sudah keluar. Baru saja dia keluar dari stadion tempatnya bertanding,dia dikejutkan dengan kehadiran Sakura. "Mengagetkan saja. Ada apa?" Tanya Sasuke. Dia tidak mengerti alasan Sakura memasang senyuman lebarnya. "Selamat ya,kak! Aduh,saking senangnya aku sampai bingung harus mengatakan apalagi." Sasuke tersenyum. "Thanks." Sasuke menanggapi ucapan selamat Sakura barusan. Sakura bisa melihat senyum yang terpampang di wajah Sasuke bukan senyuman tipis seperti biasanya,tetapi ini senyuman lebar. Senyuman bahagia. Senyuman Sasuke tadi sukses membuat wajahnya merona merah lalu tak lama Sakura juga ikut tersenyum. "Wuah! Kakak tersenyum lebar ya?!" Mendadak senyum di wajah Sasuke menghilang. "Tidak kok." Sakura makin senang menggoda Sasuke. "Masa? Tadi aku lihat,kak." Sasuke memalingkan wajahnya. "Berarti matamu harus diperiksakan ke dokter." Sakura tertawa mendengar ucapan Sasuke. Sepertinya Sasuke malu untuk mengakuinya. "Kak,terima kasih ya." Sasuke yang mendengarnya hanya menatap Sakura dengan tatapan bingung. "Hn? Untuk apa?" Tanya Sasuke. Memangnya apa yang dilakukannya pada Sakura sampai mendapat ucapan terima kasih? Hanya mentraktir Sakura dan mengantarnya pulang. Itupun Sakura sudah mengucapkan terima kasih. Masa Sakura berterima kasih hanya karena Sasuke mau menerima tantangannya duel basket kemarin? "Terima kasih karena kakak sudah mengajariku basket selama ini. Ya,karena kakak,aku bisa menjadi anggota team basket putri." Sasuke baru tahu kalau Sakura menjadi anggota team basket putri. Kalau boleh jujur,dia merasa sangat senang. "Sama-sama. Kau bisa menjadi anggota team basket putri kan juga karena usaha dan niatmu." Kata Sasuke. Sakura tersenyum lebar. "Kau memang hebat,Sakura." Sakura sangat senang mendengar pujian dari Sasuke. Ini pertama kalinya dia dipuji oleh kakak kelasnya. Belum sempat Sakura menanggapi pujian Sasuke,Naruto mendatangi mereka. "Kalian malah berduaan di sini. Mau pulang tidak?" Kasihan.. Sakura bahkan belum puas merasakan euforia karena dipuji Sasuke.

TBC

Kritik dan Saran