Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rate: T

Warning: Gaje, terlalu alay, OOC, dll.

Chapter 5

2 tahun kemudian...

Sakura baru saja menjalani semester pertama kuliahnya. Senang juga akhirnya dia diterima di fakultas yang diinginkannya,fakultas kedokteran. "Sakura,jangan lupa hari ini basket!" Tenten mengingatkan Sakura. Habisnya minggu lalu Sakura lupa kalau hari itu dia ada kegiatan basket di kampusnya. "Iya tenang saja. Aku bawa baju ganti kok." Kata Sakura

Setelah berkumpul bersama teman-temannya dan melakukan pemanasan,mereka dibagi menjadi dua kelompok untuk menjalani mini game. Tenten dan Sakura berbeda kelompok yang artinya mereka tidak bisa bekerja sama. Berbeda saat SMA dulu ketika mereka tergabung dalam team basket sekolah. 'Ah sial.. Kenapa Tenten harus di team lawan?' Jujur saja,Sakura tidak pernah berduel basket dengan Tenten,tapi sebenarnya tanpa berduel pun Sakura juga sudah tahu kalau skill basket Tenten tidak kalah dengan skill basket Sasuke. Buktinya Tenten pernah menjadi kapten team basket putri Konoha High School. Rasanya melawan Tenten nanti tidak ada bedanya dengan melawan Sasuke. "Percaya dirilah,Sakura. Kau yang sudah dua kali duel basket dengan kak Sasuke masa tidak bisa melawanku?" Tenten mencoba mengembalikan kepercayaan diri Sakura. Ketika bola dilambungkan,kedua center,Tenten dan salah satu teman Sakura memperebutkan bolanya. Tapi sayang,Tenten yang mendapatkan bolanya. Sakura yang saat itu menempati posisi Power Forward tidak akan diam saja. Dia bersama seorang temannya berusaha merebut bola yang sudah ada di tangan salah satu teman Tenten. Karena merasa tidak bisa berkelit dengan Sakura,teman Tenten itu mengoperkan bolanya pada Tenten. 'Tamatlah teamku..' Tenten yang gerakannya memang lincah berusaha menembus pertahanan teamnya dan hendak menembakkan bola. Sakura segera memblocknya,tapi gagal. Kelompok Tenten mendapatkan dua angka.

Permainan terus berlanjut dan kini bola ada di tangan Sakura. Dua orang lawannya menghadangnya. Sakura berusaha meloloskan diri dan berhasil lalu melemparkan bolanya pada temannya yang ada di area tembakan tiga poin tanpa penjagaan ketat. Tapi begitu tahu kalau bolanya ada di tangan lawannya,Tenten langsung menghadangnya. Sakura yang melihat itu memberi kode pada temannya untuk melemparkan bolanya pada dirinya. Setelah Sakura mendapatkan bolanya,tidak tanggung-tanggung,keempat lawannya langsung menghadang. Karena tidak ingin bolanya direbut,Sakura mencoba menembakkan bolanya dari jarak yang cukup jauh dari ring. "Tinggi sekali lemparannya!" Komentar salah satu temannya terdengar oleh Sakura. 'Mati aku!' Kelihatannya kejadian waktu kelas sepuluh terulang lagi.

Sedang enak-enaknya bermain game di kursi taman,tiba-tiba saja bola basket memantul tinggi ke arahnya. Sasuke,orang yang sedang bermain game di kursi taman kini menghentikan aktivitasnya sejenak dan menangkap bola basket itu. Totalnya,dia sudah dua kali mengalami kejadian seperti ini. Tiba-tiba saja dia melihat sosok perempuan yang sangat dikenalinya sedang kebingungan mencari bola basket. "Mencari bola ini hm?" Perempuan itu menoleh dan menatapnya dengan tatapan terkejut. "Kak Sasuke?!" Sakura berlari menghampiri Sasuke yang sedang memantul-mantulkan bola basket yang dibawanya. "Wah,setelah sekian lama akhirnya aku bisa bertemu dengan kakak. Maaf,kak,bolanya memantul ke kakak lagi. Apa tadi mengenai kakak?" Sasuke tersenyum tipis. Dia sangat merindukan Sakura walau sebenarnya mereka belajar di universitas yang sama,tapi karena mereka memilih fakultas yang berbeda,waktu mereka untuk bersama jadi berkurang. "Apa kau melemparnya dengan kuat seperti dulu?" Pertanyaan Sasuke membuatnya tertawa malu. "Tidak mengenaiku kok. Sudah,kembali sana. Teman-temanmu sedang kesusahan." Sakura melihat ke belakang. Ternyata benar,teman-temannya sedang mencari bola basket di rerumputan dekat lapangan.

Akhirnya kegiatan basketnya selesai. Setelah membereskan barang-barangnya,Sakura keluar dari kampus dan berniat langsung pulang. Tapi niatan pulang itu diurungkannya ketika Sasuke menghampirinya. "Sakura,aku ingin bicara sebentar padamu." Walaupun bingung,Sakura mempersilahkan Sasuke untuk berbicara. "Aku menyayangimu." Sakura terkejut. Apa katanya tadi? Menyayangi? Sasuke menyayanginya? Rasa sayang itu lebih tinggi dari rasa suka kan? Memang sih bukan mencintai yang barusan dikatakan Sasuke,tapi kan tetap saja. "Kakak.. Menyayangiku?" Sakura menatap Sasuke dengan tatapan yang menyiratkan kalau dia tidak percaya,tapi belum sempat Sasuke menanggapinya,Sakura sudah memeluknya duluan. "Aku sangat menyayangi kakak!" Sasuke membalas pelukan Sakura lalu tersenyum. Bukan senyuman tipis seperti biasanya,tapi senyuman bahagia. "Terima kasih." Ucapan Sasuke barusan membuat Sakura mempererat pelukannya. "Aku juga berterima kasih karena kakak mau menjalin hubungan denganku." Sakura membalas ucapan Sasuke. Tidak disangka,basket lah yang mempertemukan mereka di awal dan menyatukan mereka di akhir. Sungguh akhir yang sangat menyenangkan. Untuk itu mereka berjanji akan saling melengkapi dan saling membahagiakan satu sama lain.

THE END

Kritik dan Saran