Trimester Kedua : Chapter 6
Setelah kejadian 'fans mob' di depan gedung White Fang .inc, Iruka merasa tidak lagi bisa pergi kemanapun tanpa dikawal. Well, Nona Tsunade bahkan sempat memaksa Iruka menerima pengawal yang dipilih khusus untuk nya.
Diakhir trimester kedua masa kehamilannya, Iruka mulai menyiapkan keperluan si jabang bayi. Sebenarnya yang lebih antusias adalah Co-worker dan para atasannya. Eheeem maksudnya adalah Nona Tsunade, Anko, Yamato, Kakashi, Aoba bahkan Ibiki ikut antusias dalam memilihkan tema wallpaper untuk ruang tidurnya.
Semua teman Iruka memperlakukan seolah bayi nya adalah proyek investasi. Patungan atau sendiri-sendiri, mereka mulai merencanakan masa depan bayinya. Mereka sangat serius memikirkan hal apa yang paling baik untuk bayinya sekarang atau pun nanti setelah lahir.
Karena itulah Iruka benar-benar merasa tidak ingin melakukan apa yang saat ini teman-teman nya paksa. Tapi didalam hatinya Iruka merasa kalau bayinya memang dicintai oleh semua orang.
"Setelah kejadian bulan lalu didepan kantor kita, aku rasa ini adalah hal tidak perlu dilakukan". Ucap Iruka sambil memakai topi lebar dan kacamata hitam nya.
Nona Tsunade memutar bola matanya, menggeleng tak percaya.
"Well, jika sekarang ini Hallowen, kita bisa memberimu kostum Pumpkin dan kau tak perlu khawatir soal fans mob", sanggah Kakashi.
Iruka menjawabnya dengan jari tengah.
"Atau kau bisa memakai gaun, Iruka"! Seru Anko antusias.
"Kau cukup cantik dengan gaun, Ruka-chan", timpal Kakashi. Iruka menjawab dengan pukulan di lengan nya, yang membuat Kakashi menyeringai kesakitan.
"Apa kalian tidak pernah mendengar tentang Order Online. Aku bisa belanja keperluan bayiku diwebsite" sanggah Iruka.
"Bayi mu memerlukan lebih dari sekedar baju dan popok, Iruka" Yamato ikut bersuara.
"Dan hal seperti ini adalah sejenis ritual yang memang harus dilakukan sebelum persalinan"! Anko memberi alasan lagi.
"Aku tak mau ada fans mob lagi", Iruka mendengus kesal, Yamato membantunya berdiri. "Ingat saja kalimatku. 15 menit kita masuk kesana kalian yang akan menghadapai mereka, agar aku bisa kabur".
Kakashi mengenakan jaketnya dan berjalan keluar pintu sembari menjawab "Percayalah Iruka, lagi pula Mall itu sudah ku sewa 1 jam lebih awal hanya untuk kita. Tidak akan ada pengunjung lain. Selain itu jika ada fans mob lagi, aku akan melindungimu".
Iruka hanya bisa mengangguk pasrah atas paksaan teman-teman nya dan berusaha menyembunyikan pipi nya yang merah karena kalimat Kakashi.
Saat tiba di Mall, Iruka merasa 'baby-shopping' alias ritual sebelum kelahiran tidaklah sesulit yang dia bayangkan. Apalagi dirinya ditemani 5 orang dewasa yang antusias dan sebuah Mall yang khusus disewa tanpa pengunjung lain.
"Akan lebih mudah jika kau beritahu kami bayimu itu laki-laki atau perempuan, Iruka" Tuan Jiraiya yang tidak mau ketinggalan berseru dan memasuki arena belanja keperluan bayi dan anak.
Iruka menggelengkan kepalanya "Tunggu sampai anak ini lahir dan kalian akan tahu".
Saat Kakashi dan Yamato pergi kebagian 'babys crib dan Nona Tsunade & Tuan Jiraiya sibuk memilih stroller, Iruka merasa di giring menjauh oleh Anko dengan alasan mencari snack.
"Hei, Iruka", panggil Anko yang memberinya botol minum "Kau tak pernah bilang apapun dan kami semua juga tak pernah memaksamu, tapi sebentar lagi bayi ini akan lahir. Seminggu lagi adalah trimester ketigamu. Lalu aku - maksudku kami semua akan memiliki keponakan kecil yang ..umm... uuhh.." Anko nampak kesulitan mengucapakan kalimatnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Iruka tak paham.
"Jadi maksud ku, aku tidak begitu mengerti soal hubunganmu dengan Kakashi seperti apa. tTapi jika bayi ini bukan miliknya, dan kau sudah hamil 6 bulan itu tidak sulit untuk menebak- tapi aku tak mau menuduhmu Iruka, jangan berfikir begitu! Hanya saja ... ayah bayi ini... apa dia akan muncul suatu saat nanti? Apa ayah nya akan ada untuk bayimu?"
Iruka mengerutkan dahinya dan meremas botol minum yang belum dicicipinya. Pada hari itu memang Iruka telah berbohong kalau bayi itu bukan milik Kakashi. Iruka bisa saja berbohong lagi kalau dirinya mempunyai bayi dari orang lain. Karena menurut Iruka, bayinya hanya akan merusak hidup Kakashi. Bayi ini akan memporak porandakan kehidupan pribadi Kakashi yang dikenal oleh kalangan luas seorang pewaris tunggal tahta Hatake! Yang diharapkan semua orang akan mempunyai pasangan dan keluarga yang layak. Tapi Iruka semakin menyadari kalau dirinya, paling tidak bayinya akan membutuhkan seorang ayah. Bahwa dirinya tak akan lagi bisa menutupi kebenaran.
"Iruka," panggil Anko pelan "Kau menangis? Kau merasa kesakitan? Akan ku panggilkan Kakashi" ujar Anko.
"Anko, bersumpahlah padaku kalau kau tak akan mengatakannya pada siapapun" Iruka terisak perlahan, kalimat pun meluncur dari bibir Iruka "Aku tak pernah ingin hamil dan - dan aku tak bisa mengaborsinya. Aku menyimpan semua ini sendiri. Aku berusaha menutupi agar hidupnya tidak hancur karena ku. Dia harusnya ada di sisi ku sepanjang waktu. Mendampingiku saat mual dipagi hari dan semua hal yang ku lalui sendiri sampai saat ini."
Anko meremas perlahan tangan Iruka yang gemetar "Siapa ayah bayi ini?"
"Kakashi," bisik Iruka dalam tangisnya. "Ayah bayi ini adalah Kakashi."
NB : - chaper Pendek ya Minna-San - Gomenn - to the next chapter - bear with me folks! Bantu saya dengan doa - :D ;D
Mohon review nya(..)
Tulis apa aja boleh... kritik, saran, bahkan nyi-nyir juga oke :D
