Naruto belong to Masashi Kishimoto.
I don't get any profit from this story.
Bacalah AN untuk cerita ini. Karena AN akan memuat alasan gue untuk bikin tiap 'opini'. Gak juga sih, tapi intinya AN penting khusus buat cerita ini.
...
OPINI
-two-
"Sasuke-kun, lihat." Kata Sakura sambil memperlihatkan ponselnya.
Disana menampilkan percakapan dari grub WhatsApp SMP-nya.
Sasuke mengernyit membaca percakapan itu. Raut wajahnya menunjukkan ketidaksukaan.
"Kenapa mereka mengirim hal semacam ini?" Tanyanya bingung dan tak suka.
Disana terpampang jelas foto tidak sopan dari seorang perempuan.
"Perempuan itu teman SMP ku, aku tidak mengerti kenapa dia mengirim hal semacam ini. Akhirnya banyak teman SMP laki-lakiku yang mengomentarinya dengan tidak senonoh." Jelas Sakura dengan sebal.
Pasalnya, setelah foto itu muncul, percakapan di grub itu menjadi tidak sopan dan terkesan melecehkan wanita dengan mengirim godaan-godaan.
"Keluar saja dari grub itu, aku tidak suka." Oke, Sasuke telah menyuarakan pendapatnya, maka kemungkinan besar Sakura harus menurutinya karena Sasuke pasti akan memaksa.
"Inginku begitu, tapi aku merasa tidak enak."
Sasuke langsung mendelik tak suka. Tangannya meraih kembali ponsel Sakura dan mengeluarkan sendiri nomor istrinya itu dari sana.
"Sasu..." Sakura merengek. Namun Sasuke tidak menggubrisnya.
Menghela nafas pelan, Sakura memilih untuk membiarkannya saja. Dia memang ingin keluar dari grub itu sejak lama, hanya saja tidak memiliki keberanian dan kini Sasuke telah mengabulkan keinginannya.
"Sakura." Panggil Sasuke.
"Hm?"
Sasuke menatapnya sejenak sebelum berbicara. "Apa kau pernah mengalami kejadian seperti itu?"
Dahi Sakura berkerut bingung. "Maksudmu dilecehkan?" Tanyanya memastikan. Sasuke mengangguk.
"Untungnya, aku belum pernah." Helaan nafas lega dari Sasuke langsung keluar begitu mendengar jawabannya.
"Mungkin, ini karena penampilanku yang sangat tertutup." Tambahnya sambil menebak-nebak.
"Tapi dulu temanku di kantor pernah mengalaminya." Katanya kemudian.
"Dia menjadi korban?"
Sakura mengangguk mantab.
"Ya, dan kau tahu siapa pelakunya?" Tanyanya, mencoba membuat nada misterius agar Sasuke penasaran.
"General menegerku sendiri." Kata Sakura dengan nada kesal.
"GM memaksa temanku dengan rayuan bahwa dia akan menaikan jabatannya. Meski begitu temanku menolak. Dulu, aku dan Ino pernah memergokinya menyerang temanku di toilet, lalu dia menyangkal dengan mengatakan bahwa itu hanya candaan saja. Oh Tuhan, sejak kapan meraba paha bisa dikategorikan candaan?"
Sakura menceritakannya dengan menggebu-gebu dan penuh nada kesal. Sasuke menyimaknya dalam diam.
"Untunglah si GM cabul itu sudah resign.." Gadis itu menghela nafas lega.
"Sexual harrasment." Sasuke tiba-tiba berkata, membuat Sakura menoleh menatapnya.
"Menurutku ada beberapa faktor penyebabnya seperti, pakaian yang terlalu terbuka bahkan kadang tertutup pun tetap mendapat ancaman, lingkungan yang mendukung seperti tempat-tempat sepi, dan karena keinginan si pelaku sendiri yang tidak bisa mengendalikan dirinya."
Sakura mengangguk paham. Sasuke meraih sebelah tangan Sakura dan mengelusnya, membuat perempuan merah muda itu menatapnya.
"Sakura, kau tahu aku tidak bisa selalu berada di dekatmu. Jika kau mengalami hal semacam itu, lakukan apapun untuk menyelamatkan dirimu, akan lebih baik kalau kau tidak pergi kemanapun sendirian, bahkan saat ke toilet dan jangan pernah memakai pakaian terbuka."
Tawa kecil meluncur dari bibir Sakura. "Aku bukan gadis kecil lagi, Sasuke-kun.."
Sasuke menggeleng. "Kau selalu menjadi gadis kecilku."
"Kalau begitu kau seorang pedofil, karena sudah berani berbuat hal mesum dengan gadis kecil ini." Jawab Sakura sambil menatap jahil Sasuke.
"Well, gadis kecil ini sudah menjadi istriku. Kami sudah sah dimata hukum dan agama." Balas Sasuke sambil menyeringai. Sakura tersenyum malu-malu.
"Sekarang tidurlah gadis kecil atau kau ingin aku kembali berbuat mesum?"
Ucapan itu sontak membuat Sakura langsung mengubur dirinya dalam selimut, sementara Sasuke tertawa pelan.
End
AN
Halo, apa kabar?
Ini sebuah keresahan hati di tengah malam. Apa ada diantara kalian yang pernah mengalami hal semacam itu?
Well, dunia emang bukan tempat yang aman dan nyaman. Selalu jaga diri ya teman-teman. Kalian semua itu berharga.
Alasan kenapa gue kasih rate M karena isinya bakal random dengan opini gue ataupun keresahan gue yg kadang hal itu blm pantes buat remaja. Semisal gue pengen bahas soal BDSM, nah itu gak mungkin rate T kan.
Btw, gue mau tanya nih, kemungkinan penderita kanker stadium akhir buat sehat itu apa mustahil banget? Sorry ya gue tanya kesehatan mulu hehehe.. Siapa tahu kalian punya kenalan yg berhasil sembuh dari kanker.
Makasih buat yang udah baca. Semoga tulisan gue bermanfaat buat kalian.
Sorry, kalo masih banyak salah. Mohon kritik, saran, dan tanggapan ya.
Sampai ketemu di cerita lainnya.
