Naruto belong to Masashi Kishimoto.
I don't get any profit from this story.
Bacalah AN untuk cerita ini. Karena AN akan memuat alasan gue untuk bikin tiap 'opini'. Gak juga sih, tapi intinya AN penting khusus buat cerita ini.
OPINI
-six-
.
.
"Hoam.."
Suara kuapan pelan terdengar di sebuah kamar. Uchiha Sakura, wanita bersurai merah muda itu baru saja membuka matanya. Melirik sinar matahari yang menembus lewat celah-celah jendela yang masih tertutup korden. Pagi telah tiba. Seperti rutinitas hariannya, wanita itu harus segera bersiap untuk kerja, namun saat hendak bangkit dari kasurnya sebuah lengan kokoh kembali menariknya ke kasur.
"Sasu.." rengeknya pelan.
Dia hampir lupa jika suaminya, Uchiha Sasuke ikut berbaring di sampingnya.
"Kau mau ke mana?" Sasuke bertanya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ini sudah pagi sayang, kita harus bekerja." Sahut sakura lembut.
"Bukannya kita sudah mengambil cuti seminggu?"
Sakura terdiam sejenak mencoba mengingat sampai kemudian senyum lebar terbit di bibirnya.
"Astaga! Bagaimana bisa aku melupakan keajaiban ini!"
Sasuke hanya terkekeh lalu menarik istrinya kedalam pelukannya. "Aku ingin tidur lagi." Sakura mengangguk pelan dan memejamkan matanya.
Hari libur memang sebuah keajaiban bagi keduanya. Mengingat pekerjaan sakura sebagai dokter bedah yang hampir menghabiskan seluruh waktunya di rumah sakit, sementara Sasuke sebagai direktur di perusahaannya tak jauh berbeda dengan sakura, terlebih dia juga sering keluar kota untuk urusan bisnis.
Dua jam kemudian Sakura terbangun lagi. Menatap sinar mentari yang semakin terik menembus korden jendela. Wanita itu beringsut menjauh dari suaminya lalu berjalan ke arah jendela dan membuka korden.
Sinar mentari yang tiba-tiba masuk membuat Sasuke merasa tak nyaman dan dengan enggan membuka kedua matanya. Sakura berjalan mendekat, mengecup sekilas bibir suaminya. "Bangun pemalas." Katanya sambil terkekeh pelan lalu segera beranjak ke kamar mandi. Sasuke hanya bergumam tidak jelas lalu kembali memejamkan matanya. Sudah berhari-hari dia begadang karena masalah kantor, yang diinginkannya sekarang hanyalah tidur.
Sakura bersenandung pelan di dalam kamar mandi, cuti yang didapatkannya membuatnya menyusun serentetan kegiatan yang ingin dilakukannya. Senyum merekah di wajah wanita itu, sampai kemudian hilang ketika dia lagi-lagi harus melihat darah haid saat melepas celana dalamnya.
Sasuke membuka matanya saat tiba-tiba sebuah pelukan datang disertai suara tangis pelan. "Hei, ada apa sayang?" Tanyanya pelan sambil membelai surai merah muda istrinya.
"Maafkan aku, kurasa bulan ini kita gagal lagi.." Sakura tidak bisa menghentikan tangisnya ketika mengucapkan hal ini. Sudah tiga tahun lebih mereka menikah dan sudah selama itulah mereka mencoba menghadirkan malaikat kecil di rumah mereka, namun hingga kini Tuhan masih belum memberikannya.
Sasuke memeluk istrinya lebih erat. Belaian penuh sayang dia berikan. Hatinya selalu sakit saat Sakura menangis seperti ini.
"Tidak apa-apa, kita bisa mencobanya lagi." Katanya lembut penuh pengertian.
Sasuke dan Sakura sudah sering memeriksakan diri mereka ke dokter, mencari-cari penyebab sulitnya mereka mendapatkan anak. Namun dokter mengatakan tidak ada yang salah dengan keduanya. Hanya meminta pasangan suami istri ini untuk lebih menjaga pola makan dan kesehatan serta tidak berhenti untuk mencoba. Meski begitu ini sudah tiga tahun lebih, dan Sakura selalu merasa bersalah tiap kali melihat bahwa dirinya gagal setiap bulannya.
"Maafkan aku sayang.."
Sasuke melepas pelukannya, menatap dalam pada istrinya. "Sakura ini bukan salahmu. Dokter sudah mengatakan tidak ada yang salah dengan kita berdua."
"Tapi, mungkin saja ini karena aku yang terlalu lelah di rumah sakit."
"Sstt, sudahlah. Jangan terlalu memikirkannya." Sasuke menyeka air mata istrinya lalu mengecup keningnya lama.
"Apa kau tidak sedih? Apa kau tidak kecewa padaku? Kau pasti sangat menginginkan uchiha kecil di dalam perutku."
Sasuke menghela nafas pelan. "Apa aku sedih? Ya, aku memang sedih, tapi aku sedih bukan karena kita berdua gagal lagi, aku sedih karena harus melihatmu menangis." Pria itu mendekat dan mengecup kedua mata istrinya.
"Aku tidak kecewa padamu Sakura, bagaimana aku bisa kecewa sementara kau selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik padaku. Kau selalu membawakanku bekal meski harus bangun jam enam pagi padahal kau baru tidur jam dua malam. Kau memijatku, meski dirimu sendiri lelah, kau menjagaku saat sakit meski pasienmu sendiri ada begitu banyak. Dan masih banyak hal lagi sayang. Bagaimana mungkin aku kecewa padamu setelah semua yang kau lakukan untukku."
Tangis sakura makin pecah mendengar hal itu. Sasuke membawa kembali Sakura ke dalam pelukannya.
"Aku memang menginginkan seorang anak, tapi tidak semua keinginan bisa kita dapatkan. Lagi pula, alasanku menikah denganmu karena aku mencintaimu sayang, bukan karena aku ingin memiliki anak darimu."
Terenyuh, itu yang sakura rasakan. Rasanya memiliki Sasuke sebagai suami adalah keajaiban terbesarnya.
AN
Halo, apa kabar?
Lama tidak berjumpa ya. Maaf banyak kegiatan dan gue jg lagi uas. Mohon doanya semoga diberi kelancaran dan kemudahan ya..
Jadi kenapa gue bikin cerita ini? Awalnya gak kepikiran mau dibikin Kya begini sih, terus ditengah jalan ganti arah..
Tiba-tiba terlintas aja dipikiran gue, gimana kalau entar gue mengalami hal ky gitu? apa respon pasangan gue? Apa dia mau tetep support gue dan berjuang sama gue? Atau malah sebaliknya?
Gue tentu aja pengen punya anak kelak. Tapi bagi gue, punya anak itu ya ada banyak caranya. Bisa dari melahirkan sendiri, bayi tabung atau mungkin adopsi, dll. Karena gak semua pasangan bisa beruntung memiliki anak kandung kan.
Tapi masalahnya, lingkungan kadang memandang negatif pada pasangan yang gak bisa punya anak dengan mudah. Dan biasanya perempuan adalah sasaran pelampiasan mereka, padahal belum tentu itu salah mereka. Ada banyak faktor. Bisa cek di google atau tanya dokter.
Jadi, melalui cerita ini, gue cuma berharap agar orang" gak lagi menghakimi pasangan" itu. Kasihan, mereka pasti udah sedih banget, cukup doakan aja, beri dukungan dan bantuan.
Dan gue jg berharap agar pasangan yang mengalami hal ini bisa tetep saling support, gak saling menyalahkan atau menghakimi. Karena seperti yang Sasuke bilang di atas, "gak semua hal yang kita inginkan bisa didapatkan"
Udah ya, segini aja. Semoga kita bisa bertemu di cerita selanjutnya.
Makasih yang udah baca sampai tuntas, semoga cerita ini bermanfaat buat kalian.
Mohon maaf kalau ada salah, mohon kritik, saran, dan tanggapannya.
Oiya, maaf belum bisa balas review kalian.
Byebye
