Naruto Belongs to Masashi Kishimoto
I don't get any profit from this story
…
OPINI
…
-ten-
Sakura terdiam. Jeritan dan tangisan masih terdengar. Gadis itu memilih meringkuk di atas kasurnya dan menganggap semua hanya mimpi buruk yang akan terlupakan saat dirinya terbangun nanti. Malam itu terasa begitu panjang dan kelam.
.
.
Sakura menatap sungai yang begitu deras dan dalam di bawah jembatan tempatnya berdiri. Jika dia melompat sekarang, dia akan terbebas. Tidak ada lagi jeritan dan tangisan yang akan didengarnya. Hanya tinggal satu langkah lagi gadis itu bisa merasakan kebebasan, tiba-tiba sebuah tangan menariknya mundur.
"Bohoh! Apa yang kau lakukan?"
Air mata menggenang di wajahnya. Pelan, gadis itu menoleh untuk menatap pemuda yang menariknya.
"Ada banyak orang yang ingin hidup dan apa yang ingin kau lakukan tadi? Mati dan menyia-nyiakan hidupmu!"
Gadis itu tertunduk dan menangis keras.
Itulah awal pertemuan mereka.
.
.
Uchiha Sasuke mendengus marah kepada gadis dihadapannya. Ini sudah ke enam kalinya pemuda itu melihat Sakura mencoba mengakiri hidupnya. Kali ini Sakura hampir menenggelamkan dirinya di sungai tempat mereka pertama kali bertemu.
"Aku sudah tidak kuat lagi! Biarkan aku mati!"
Sakura berteriak. Air matanya menggenang. Sasuke menatapnya pilu. Pemuda itu memeluk Sakura erat, berusaha menenangkannya.
"Aku ingin mati, Sasuke…aku sungguh tidak kuat lagi.."
Sejak pertemua pertama mereka, Sasuke tahu seberapa rapuhnya gadis itu. Seberapa banyak beban yang ditanggung punggung kecil itu. Seberapa banyak air mata yang telah keluar dari mata emerald indahnya.
Sasuke ingin membebaskan Sakura. Membuat gadis itu tersenyum dan melupakan baying-bayang kelamnya, tapi bukan dengan cara seperti ini. Bukan dengan membiarkan gadis itu mengakhiri hidupnya sendiri. Sasuke tidak akan sanggup melihat gadis itu pergi.
"Sakura, kumohon..kumohon bertahanlah. Masih ada aku, aku akan selalu bersamamu.."
.
.
Hidup memang tidak mudah, semua orang tahu itu. Ada banyak tangis yang tersembunyi di balik tawa-tawa bahagia. Ada banyak duka yang bisa terjalin dari pasangan yang penuh cinta. Tuhan dengan segala kuasanya dan manusia dengan segala tindakan dan pikirannya.
Ada yang berkata, bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi kekuatan ciptaannya. Manusia hanya harus bertahan dan berusaha melewatinya, jika ingin merasakan akhir yang bahagia.
.
.
End
Guest : Hai, guest. gue tahu banget gimana rasanya, karena guepun ngalamin hal itu. Selingkuh juga hal yang sangat fatal bagi gue. Karena, bagi gue gak ada jaminan buat orang itu bakal bener-bener berhenti selingkuh. Sorry ya kalau ceritanya jd ngingetin kamu.
Gue selalu mikir, kenapa sih mereka ngelakuin hal-hal yang menyakitkan hati kaya gini? Gue udah melakukan segala cara tapi endingnya tetep sama. Selingkuh itu diulangin lagi dan lagi, gue dibohongin lagi dan lagi. Enough.
AN
Hai, apa kabar?
Sorry ya ini pendek banget.
Gue cuma mau bilang, jangan menyerah. Seberat apapun rasanya, jangan pernah menyerah. Jangan pernah berfikiran untuk mati. Itu tindakan yang gak akan menyelesaikan masalah, tapi tindakan untuk lari dari masalah dan bisa-bisa malah nambah masalah. If you need to talk, you can talk to me. Gue sendiri juga lagi berusaha menguatkan diri. Kita pasti bisa!
Btw, gue bangga udah bisa sampek chapter 10. Kalian boleh request topik untuk next chapter, kalau mau. Gue harap apa yang gue tulis di 'opini' benar-benar bermanfaat.
Thanks so much untuk semua readers, for your support, reviews, follow, fav, etc. sorry kalau masih banyak salah, mohon kritik, saran, dan tanggapan. Sorry belum bisa update yang lain, gue lagi sangat sibuk dan capek bangetttt.
See you
22 Feb 2019
