Dear diary,
Arrgghhh… Kamu ganteng banget sih… Udah cakep, pinter, pasti calon orang kaya nih. Eh tapi setahuku dia ga berasal dari orang kaya tuh. Kata temen-temen dia juga sederhana banget, malah seolah-olah dia itu miskin… Yah, tapi cowok kayak gitu bisa hemat uang juga kan.
Tau kan yang kubicarakan siapa? Yap… Sasuke, Uchiha Sasuke, orang yang bisa dibilang paling ganteng di Konohagakure Boarding University, meskipun banyak yang malu juga mengakuinya, tapi dia memang ganteng kok, pinter banget lagi, cuma kurang atletis aja, tapi itu semua ketutup lah sama kejeniusan tingkat dewanya itu.
Dan satu lagi yang bikin aku suka sama dia, sikap percaya diri dalam diam, uh… itu yang paling aku gak tahan. Seolah-olah dia bisa melakukan semuanya hanya dengan sikap diamnya itu. Diam-diam semuanya kelar, biasanya kayak gitu… Bahkan Neji-san dan Kakashi-sensei banyak juga menugaskan cowok pendiam semacam dia…
Jangan-jangan, nanti diam-diam dia ngelamar aku lagi… Haha… Optimis boleh dong…
Salam
Haruno Sakura
._o0o_.
Hidden Story in Diary
Optimist
._o0o_.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : NaruSaku
Genre : Slice of Life
Happy Read
Sinar jingga senja tampak semakin merah, seolah menandakan bahwa sebentar lagi sang surya akan segera kehabisan waktu untuk menerangi bumi yang sudah semakin menggelap. Seorang gadis berambut permen karet tampak menuntun motornya untuk memasuki gerbang asrama putri Konohagakure Boarding University. Beberapa saat kemudian gadis itu pun melangkah sambil mendendangkan sebuah lagu dan sedikit berlari kecil dengan semangat.
Tanpa kehilangan semangatnya, dia pun melepaskan sepatu dan kaos kakinya sebelum akhirnya melangkah masuk kedalam lorong yang berisikan pintu-pintu di sampingnya. Dia pun membuka sebuah pintu dengan gantungan berbentuk Strawberry dengan tulisan 'Haruno Sakura' dan segera masuk kedalam kamarnya.
Biji emerald itu tampak sedikit terkejut ketika melihat seseorang dengan rambut pirang yang sedang duduk di ranjangnya sambil memainkan hape. Bibirnya yang merah itu pun melengkung menyunggingkan seulas senyuman seiring dengan hilangnya keterkejutan dalam matanya.
Sakura's POV
"Huft….!"
"Kenapa? Kok kelihatannya cape banget gitu?" Tanya seseorang berambut pirang ketika melihatku yang tiba-tiba menjatuhkan tubuhku didepannya yang sedang bermain hape.
"Ya jelas lah, hari ini aku full sampai sore gitu kok" Jawabku dengan nada yang sedikit sewot. Yap… Aku baru saja kuliah full, dan yang kumaksud full adalah bener-bener full tanpa ada jeda antar kelas. Jadi kayak anak sekolah gitu, berangkat pagi pulang sore dan membawa setumpuk tugas, apa ga cape coba?
"Ya udah, mandi-mandi sana biar bersih dan seger lagi" Sahut cewek berambut pirang tersebut. Dia adalah Ino, kamar sebelah, tapi dia sering banget mampir ke kamarku, bahkan aku tidak terkejut apabila pulang-pulang ternyata dia sudah tidur di ranjangku, meskipun aku sedikit kesal juga sih. Udah sore, cape, pulang dengan membawa ekspektasi bisa tidur dengan nyenyak dan…. Ada orang lain di ranjangku, apa ga pengen nendang kalo kayak gitu?
Ah… Tapi mungkin jangan deh, kan ga enak juga kalo tidur tiba-tiba ditendang.
"Tapi, tugasku yang ini masih belum selesai. Metpen ku juga masih stuck di latar belakang… Arghhh…." Kataku sambil mengacak-acak rambutku ketika mengingat aku pulang membawa setumpuk tugas yang harus di selesaikan. Kudengar Ino tampak sedikit terkikik geli ketika mendengar teriakan frustrasiku barusan.
"Udahlah, gitu doang… Ntar juga selesai kok… Kamu kan kuat" Puji Ino. Aku pun terdiam mendengar ucapan Ino sebelum akhirnya aku tersenyum kecil.
"Hehe… Makasih. Ya udah deh, aku mau mandi dulu" Kataku sambil melompat bangun dari ranjangku dan segera bergegas menuju kearah lemariku untuk mempersiapkan baju ganti yang akan aku pakai setelah mandi tadi. Aku pun menaruh baju ganti tersebut diatas ranjang sebelum akhirnya kusambar handuk dan peralatan mandiku dan segera beranjak keluar dari kamarku sebelum aku terlambat untuk antri kamar mandi.
Kudendangkan sebuah lagu anak-anak kesukaanku sambil berjalan dengan penuh semangat kearah kamar mandi.
Disini senang….
Disana senang….
Dimana-mana hatiku senang….
Disini senang…
Disana senang…
Dimana-mana hatiku senang….
Lalala… Lalalala lalalalalalala….. Lalalala lalala…
Jeglek….
Dendangan lagu itu pun terhenti seiring dengan tertutupnya pintu kamar mandi. Aku pun melepaskan pakaianku dan menggantungkannya di gantungan pakaian sebelum akhirnya berjalan dengan langkah gontai menuju shower. Kuputar keran shower tersebut dan kurasakan guyuran air dingin yang segar mengalir melalui sela-sela rambut pink milikku, melunturkan setiap kelelahanku bersama dengan keringat serta debu yang berada di dalam kepalaku.
Kuusap seluruh badanku yang terasa lengket untuk menghilangkan semua bekas keringat yang menempel pada tubuhku. Kurasakan sedikit kehangatan air yang mengalir melewati pipiku, yang membuatku menyunggingkan seulas senyuman lemah.
"Ah… Dasar lemah…." Gumamku sambil menarik sesuatu yang basah yang akan mengalir melalui hidungku. Kugigit bibir bawahku untuk menahan sedikit isak yang akan keluar dari tenggorokanku serta kuputar keras shower lebih keras agar suaraku tidak begitu terdengar oleh orang di luar.
Ya… Aku lemah… Tugasku masih banyak yang kutunda, bahkan ada banyak sekali materi dosen yang tidak kupahami sama sekali. Aku bahkan tidak tau bagaimana cara merumuskan masalah dengan benar dan belum mendapatkan referensi untuk praktik mengajar semester depan. Semua usahaku terasa sia-sia, waktu tidurku turun drastis hanya untuk ngebut laporan yang salah. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak mau mengorbankan diriku hanya untuk hal yang sia-sia seperti ini.
Mereka semua terlalu menaruh ekspektasi yang besar kepadaku, apa mereka pikir aku sekuat super girl dan sejenius profesor X? Seenak jidat aja mengatakan bahwa aku pasti bisa. Ketika aku bisa itu biasa, tapi ketika aku gagal mereka akan memandangku dengan pandangan 'dasar pecundang'… Apa-apaan itu?
Kurasakan air mataku mengalir semakin deras ketika aku memikirkan hal tersebut. Isakanku teredam dalam suara deburan shower yang semakin ku keraskan.
Tolong… Seseorang… Sadarilah posisiku… Aku tidak ingin jadi orang super yang dapat mengabulkan permintaan semua orang. Dengan sedikit terhuyung, aku pun menyandarkan tubuh bagian depanku kearah dinding shower. Kuangkat jari telunjukku untuk membuat sedikit tulisan pada dinding yang basah karena cipratan air tersebut.
Sasuke…
Kutersenyum lemah membaca tulisanku sendiri. Dia orang yang hebat kan? Yah… Aku percaya bahwa dia merupakan manusia biasa, bukan ras alien dari planet kripton.
Dia bisa menguasai hampir seluruh mata kuliah yang bisa dia ambil, menyelesaikan masalah yang bahkan aku saja belum bisa merumuskannya, membantu beberapa kakak tingkat dengan kemampuan analisisnya, dan kesehatannya yang sepertinya selalu terjaga, diam dalam ketenangan, bukan semangat dalam kefrustrasian.
Dia manusia biasa, tapi dapat melakukan semua itu. Hal itu… Sangat menakjubkan bukan? Kurasakan air mataku tidak mengalir lagi. Hanya air dingin dari shower yang bisa kurasakan sehingga membuat tanganku segera bergerak untuk mematikan shower tersebut. Bibirku yang sekarang sudah merah kembali itu pun melengkung membentuk senyuman indah.
"Aku tak pantas untuk mendapatkannya jika aku tidak bisa berdampingan dengannya" Gumamku dengan nada yang semangat.
Yah… Selalu seperti ini. Selalu dan selalu bayangan Sasuke yang dapat menarikku keluar dari rasa depresiku. Imajinasiku dengan liar membayangkan bagaimana jadinya jika dia melamarku, kemudian bagaimana kami berdua bisa menikah dan membesarkan anak. Argghhhh… Aku bisa mimisan membayangkannya saja.
Kulirik bayangan wajahku didalam cermin. Wajah seseorang yang energik dan penuh semangat, seolah-olah bisa menembus apapun halangan yang ada di dunia ini.
"Be positive"
-0-
Kayak gini kah?
Kulihat video yang dikirimkan oleh teman rambut durenku. Aku memintanya untuk membuatkan sedikit animasi tentang simulasi bab fluida. Hmm… Sepertinya sudah lumayan sih.
Iya, kayak gitu
Mungkin… Ntar coba tak tunjukin sama dosennya deh
Tolong kirimin lewat email ya file animasinya
Aku pun menaruh hape tersebut diatas meja. Beberapa saat kemudian hape tersebut menyala dan memperlihatkan pemberitahuan tentang balasan dari temenku.
Oke
Yah,,, Mungkin gak perlu dibalas lagi. Dosen tua berambut pirang di depan tampak menerangkan sesoatu tentang metode pembelajaran yang kebanyakan isinya merupakan teori.
"Untuk tugas membuat media pembelajaran kemaren, abis ini kalian maju satu persatu dan kemudian presentasi sama saya ya…" Katanya ketika sudah selesai ngoceh selama berjam-jam sambil duduk dan melihat kearah arsipnya yang kemungkinan berisi absensi para mahasiswa. Tanganku sedikit bergetar ketika mendengar hal itu, bukan karena tremor atau apapun, tapi karena aku benar-benar takut…
Takut jika ternyata apa yang aku kerjakan ini salah dan aku nanti akan dimarahin dosen dan lain sebagainya. Ya… Aku tahu manusia gak akan ada yang sempurna, tapi… aku harus berusaha sekeras mungkin kan…
Aku pun mengambil nafas panjang, mengumpulkan semua hal yang dapat memotivasiku, yah dan itu artinya kebanyakan berisi tentang Sasuke. Kuberanikan diriku sambil membawa laptop milikku untuk maju kedepan. Sebuah animasi dengan background biru muda yang bergambar sebuah ilmuwan muda dengan berbagai macam peralatannya.
"Ini sensei animasi yang saya buat" Kataku sambil meletakkan laptop tersebut diatas meja. Mata dosen itu tampak menyipit melihat apa yang aku tampilkan. Beberapa saat kemudian dahinya berkerut heran.
"Kok kartun?" Tanyanya.
"Hmm… Buat yang 3D susah pak, nanti gak sesuai deadline" Jawabku sekenanya aja.
"Yah… Ga bisa gitu dong Sakura. Ini kan deadline nya di akhir semester buat presentasi projek akhir kan, jadi tiap minggu itu kamu ga langsung jadi seperti ini, yang penting ada progres lah" Katanya menyanggah. Aku pun diam saja sambil menganggukan kepalaku, tidak berani menentang perkara ini.
"Kamu tahu gak sih cara kerja alatnya?" Tanyanya lagi. Aku pun mengerjap-ngerjapkan mataku sejenak, kenapa dia bertanya seperti itu?
"Tahu" Jawabku singkat.
"Nah.. Ini kenapa pipanya ikut gerak. Kan harusnya selangnya aja yang ikut gerak" Kata sensei sambil menunjuk kearah layar laptopku. Aku pun melihatnya dengan seksama dan… ternyata benar… Sepertinya Naruto masih sedikit salah memahami animasinya. Tapi, ya gak papa lah.
"Nah… Sudah tahu kesalahannya kan? Harus pake 3D dan kemudian animasinya dibetulin ya… Terima kasih, kamu boleh duduk" Kata sensei sambil mempersilahkan untuk duduk. Aku pun menundukkan badanku sebelum akhirnya kembali duduk di bangku milikku.
"Hufth…. Revisi semua"
-0-
Naruto… Animasimu revisi
Katanya harus pake 3D
Juga pipanya itu ga usah gerak, yang gerak cuma selangnya aja
Aku pun mengetikkan kata-kata tersebut kepada Naruto sebelum akhirnya kulemparkan hapeku diatas ranjang beserta tubuhku. Aku capek banget… Entah kenapa kata-kata dosen tadi serasa menusuk hatiku banget…
Yah… Tapi kalo 3D bikinnya lama banget…
Kartun tadi udah bagus kok, yang trend sekarang flat design emang
Aku pun berpikir sejenak ketika membaca pesan dari Naruto tersebut. Yah… Masa aku harus melawan kehendak dosen sih, ga lulus lulus dong. Aku pun membiarkan pesan tersebut tidak terbaca dan membaringkan tubuhku menghadap kearah langit-langit.
Rasa frustrasi perlahan muncul menghinggapi pikiranku. Aku tidak bisa membuat animasi yang bagus, apa yang harus kulakukan? Aku juga tidak mau merepotkan Naruto untuk membuatkan tugasku. Kan dia juga punya tugas sendiri. Ingin rasanya ku berteriak frustrasi karena saking banyaknya tugas yang belum kukerjakan.
Drrtt…. Drrt…
Kualihkan pandanganku menuju kearah hapeku yang tiba-tiba saja bergetar. Itu artinya….
Pesan dari Sasuke.
Aku sudah mengatur agar hapeku selalu bergetar ketika ada pesan dari Sasuke dan selalu berdering ketika ada pesan dari orang tuaku. Selain itu sepertinya hanya omong kosong. Kenapa tiba-tiba dia nge chat aku sih?
Kelihatannya kamu revisi ya….
Bilang aja sama dosennya, kalo pake 3D itu pengenalan warna cairanya itu ga kelihatan jelas, tapi kalo jadi kayak animasi, warna yang kontras bisa dilihat perbedaanya
Aku udah bilang sama dobe sih supaya buat yang realistic illustration aja biar ga terlalu kelihatan flat
Jadi mungkin seminggu lagi dobe bisa bantu kok
Eh… Darimana dia tau kalo aku revisi? Ah… Iya aku lupa, Naruto dan Sasuke kan biasanya nempel. Kutertawa sendiri begitu terlintas sebuah pemikiran bahwa Naruto juga ga mungkin ngerjain begituan tanpa panduan dari Sasuke. Mekanika klasik aja dia ga ngerti….
Kalo gitu bantuin dong….
Kamu bisa kan?
Seulas senyuman bahagia tiba-tiba saja langsung menghapus semua pemikiran frustrasi milikku barusan.
Untuk saat ini aku masih harus mengerjakan projek dari Tsunade-sensei masalah penerimaan mahasiswa baru
Sorry
"Haha… Dasar bodoh"
TBC
Dear Diary,
Orang yang optimis itu bagus, yap bagus banget… Tapi aku baru sadar beberapa hal tentang apa yang dimaksud optimis ini. Optimis bukan sikap terlalu berekspektasi tinggi, mengharap yang positif dan terbaik akan terjadi kepada kita bahkan tanpa kita perlu berusaha.
Optimis adalah meyakini bahwa apapun yang terjadi, merupakan hal yang baik
Tadi pagi projek akhirku revisi semuanya, dari gambar sampai animasinya. Jadi, yah… Bisa dibilang aku harus membuat ulang semuanya sih, bukan aku, tapi Naruto. Sedih?, ya sedih banget lah. Kesel?, kesel banget. Frustrasi?, sempet sih…
Tapi dari kejadian itu aku menemukan sebuah hal yang baik. Aku tahu bahwa disana, diaula sana Sasuke, orang paling ganteng se Konohagakure Boarding University, ataupun se distrik Konohagakure, mencoba untuk membantuku dengan memberikan masukan pada temannya yang sedang membuat animas buat tugasku.
Sama aja Sasuke yang ngerjain dong, cuma dia nyuruh temannya aja buat bantu dia karena dia orang yang super sibuk…
Aih… Semangat terus Sakura… Aku yakin kok orang seperti Sasuke akan terus mendukung dirimu di belakang layar. Hehe
Salam
Sakura Haruno
