DISCLAIMER
: NARUTO DAN SEMUA KARAKTER DALAM CERITA, BUKANLAH KEPUNYAAN SAYA. (KECUALI KARAKTER OOC).
.
WARNING:
SMART NARU! GOOD LUCKE NARU! OOCC!
PAIRING : XXXXX [RAHASIA].
.
.
CHAPTER 1. (PARALOC)
.
.
.
JEDARRRRR!
.
TESS! TESS! TESS!
.
Hujan deras dan petir sedang mengguyur kota kyoto dan sekitarnya di malam yang dingin ini. Di dalam kawasan hutan di kyoto, terlihat seorang manusia dengan pakaian copang camping dan luka disekujur tubuhnya, sedang pingsan di tegah derasnya hujan di hutan itersebut. Orang itu merupakan seorang pria yang kira-kira berumur 18 tahun, dan memiliki rambut merah jabrik yang agak panjang.
Tidak lama kemudian, mata pria itu terbuka secara perlahan yang memperlihatkan mata emas setajam elang. Dia menatap datar langit malam yang sedang menurunkan tetesan air dengan derasnya. Dengan pelan, dia mencoba bangun dari tidurnya.
"Ughh". Dia meringis saat merasakan seluruh tubuhnya terasa hancur.
Menghiraukan sakit di seluruh tubuhnya, dia tetap bangkit walaupun seluruh tubuhnya terasa hancur. Setelah berhasil berdiri, dia memegang tangan kirinya dan menatap sayu kedepan.
.
DEGG!
.
"NI-SAN, APA YANG KAU LAKUKAN?! JANGAN NI-SAN..."
.
Dia memgang kepalanya yang terasa sakit pada saat sekilas ingatan muncul di dalam kepalanya.
'Apa yang terjadi?! Seharusnya aku sudah mati!'. Pikirnya.
Dia menatap sekelilingnya.
'Hutan? Aku belum perna melihat hutan ini!'. Pikirnya lagi.
Tiba-tiba, matanya manajam dan mimik mukannya mengeras. Dia menatap lurus kedepan dan mulai bersiaga.
'Aura ini!'. Batinnya.
Dia terus menatap kedepan dan samakin meningkatkan kewaspadaanya. Dan tiba-tiba saja...
.
SHINGGGG!
.
'Cih, sial!'
.
BLARRRRRR!
.
Sebuah tembakan laser meluncur kearahnya dan meledak tepat di tempat dia berpijak. Ledakannya cukup besar sehingga area di sekitar ledakan itu hancur lebur, dan menimbulkan kepulan asap yang cukup tebal.
.
WUSHHH!
.
Pria berambut merah itu berhasil lolos dari ledakan tadi dan keluar dari kepulan asap itu. Tapi sayang, dia sedikit terlambat.
.
TES! TES! TESS!
.
Darah terus saja menetes dari lengen kirinya yang putus. Dia menatap lengan kirinya dengan pandangan datar.
'Putus? Sakit?! Jadi benar, aku masih hidup! Tapi, bagaimana?!'. Pikirnya.
Tanpa memperdulikan lengannya, Dia kembali menatap ke arah tempatnya berpijak tadi yang sekarang terlihat hancur dan meninggalkan kawah berdiameter 10 m, dan dalamnya 2 m.
'Serangan yang cukup berbahaya. Dengan keadaan seperti ini, aku pasti mati jika terkena serangan itu!' pikirnya.
.
GROOOOOARRRR!
.
Aungan hewan buas mengalihkan pandangannya ke atas. Matanya sedikit membulat pada saat dia melihat seekor kucing yang cukup besar berekor 2, yang tubuhnya berbalut api biru, bersiap menyerangnya dengan cakar raksasanya.
.
DUAKHHHH!
BRAKKKK!
.
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja monster itu terpental kesamping dan menabrak batu yang lebih besar dari tubuhnya sehingga menimbulkan retakan yang cukup besar di sana.
.
BRUKK!
.
"OHOGKK" Pria berambut merah itu tiba-tiba saja berlutut dan memuntahkan darah dari mulutnya.
'Sial, untung masih sempat. Tapi!'. Pikirnya sambil melirik monster biru itu yang saat ini sedang berusaha bangkit.
Setelah berhasil bangun, kucing raksasa itu menatap tajam dirinya.
.
GRRRRRRRR!
.
Kucing itu menggeram marah kepadanya. Dan dengan sekali hentakan, dia melesat cepat ke arah pria berambut merah tadi. Melihat kucing itu melesat kearahnya, dia hanya diam sambil mengatur nafasnya yang memburuh tanpa berusaha menghindar ataupun bangkit dari berlututnya. Sudah dekat dari sang target, kucing raksasa itu bersiap untuk melayangkan cakarnya ke arah si pria.
.
SLASHHH!
BRAKHH!
.
Akan tetapi lima meter dari sang target, cakar kucing raksasa itu malah berebnturan dengan dinding transparan berwana merah yang muncul melindungi pria tersebut.
"Hentinkan Kuroko!"
Kucing raksasa itu menolehkan kepalanya ke atas untuk melihat siapa pemilik suara berat tersebut. Terlihat sesosok makhluk bersayap gagak dan berpakaian khas perang zaman Edo, sedang melayang di udara dan melihat kucing raksasa itu dengan datar. pria yang menjadi target serangan kucing raksasa tadi, sedikit menoleh keatas ikit melihat orang yang telah menghentikan serangan yang mengancam nyawanya. dengan nafas yang terengah-engah dan darah yang terus saja keluar dari lengan kirinya yang putus, Pria itu mencoba meneliti siapa gerangan makhluk yang sedang melayang dengan sayap gagak di atasnya.
'Makhluk apa itu?' pikirnya penasaran.
Paham dengan ucapan itu, kucing raksasa tersebut mulai menurunkan cakarnya dan mundur beberapa langkah ke belakang. tidak lama, tiba-tiba saja tubuh kucing itu mengeluarkan cahaya biru yang sangat terang. Dan setelah sinar meredup, maka terlihatlah seorang pemuda berambut biru dan berwajah datar. (Lihat aja profil dari kuroro di anime Kuroko no basuke)
Pemuda yang bernama Kuroko itu, langsung saja berlutut layaknya kesatria yang sedang menghadap pimpinannya.
"Tengu sama" Ucap Hormat Kuroko.
"Kenapa Tengu-sama menghentikanku? Bukankah orang ini adalah anggota teroris yang ingin menculik Yasaka-sama?!". Tanya Kuroko.
Secara perlahan, sosok yang bernama tengu turun kebawah dan mendarat di antara Kuroko dan Pria berambut merah itu. Pria berambut merah tersebut, terus menatap sosok bernama tengu dengan teliti. Tengu menatap pria itu dengan pandangan datar dan sedikit tajam. Setelah merasa cukup melihatnya, Tengu mengalihkan pandangannya ke arah Kuroko.
"Seharusnya kau harus lebih waspada walaupun sedang berhadapan dengan seseorang yang sedang sekarat sekalipun. Perhatikan baik-baik, ada apa di depanmu itu" Ucap tengu sambil menunjuk kearah Pria berambut merah tadi.
Kuroko yang penasaran dengan ucapan Tengu, langsung menatap intens ke arah targetnya tadi. Cukup lama dia menatap, tiba-tiba saja dia sedikitn tersentak.
"I-ini?!". Gumam Kuroko.
"benar! Jika kau terus melanjutkan seranganmu, maka kaulah yang akan terluka parah. Atau kemungkinan terburuknya, kau akan mati." ucap Tengu.
Benar saja, di samping tubuh pria itu terlihat samar sebuah tombak yang cukup besar mengarah ke arah Kuroko. Kenapa bisa tombak itu tidak terlihat oleh Kuroko? Itu karna, tombak itu terbuat dari angin yang menyatu dan membentuk sebuah tombak yang siap menusuk lawan.
'Dia bukan manusia biasa! Dia dapat bertahan dari serangan Kuroko dan bahkan hampir membunuh Kuroko walau dengan tubuh seperti itu'. pikir tengu yang menatap Pria itu dengan datar.
"Lagipula, dia bukanlah anggota teroris itu". Ucap tengu.
"kalau dia bukan anggota teroris itu. Lalu, kenapa dia bisa berada di hutan terlarang yang di gunakan oleh teroris itu untuk kabur?!" tanya Kuroko.
Tengu menolehkan pandangannya ke arah Kuroko.
"Karna kalau memang dia adalah anggota teroris, maka aku akan mengetahuinya. Karena aku sendirilah yang sudah berhadapan dengan teroris itu". Ucap dingin Tengu dengan suara beratnya.
Kuroko yang menyadari kesalahannya, langsung saja menundukan kepalanya.
"Maafkan aku Tengu-sama!". Ucap Kuroko menyesal.
.
BRUKKK!
.
Mereka berdua kembali menatap Pria berambut merah tadi. Terlihat Pria itu tersungkur dan tidak sadarkan diri dengan darah yang masih keluar dari tangan kirinya yang putus.
'Akhirnya dia pingsan juga'
"Sebaiknya kita sekarang pulang dan merawat manusia ini. Dia sepertinya telah menghadapi pertarungan hingga keadaannya seperti ini. Di tambah lagi, serangan yang kau buat membuatnya kehilangan lengan dan itu menambah parah lukannya. Kalau dibiarkan, dia bisa mati" ucap tengu.
Mendengar ucapan Tengu, Kuroko tersentak dan langsung saja bangkit dari acara berlututnya.
"Tapi Tengu-sama, dia ini orang yang berbahaya! Apakah Tengu-sama tidak lihat? Walaupun dia sekarat seperti itu, dia masih bisa membuatku terpojok. Bagaimana kalau dia adalah mata-mata atau anggota kelompok itu!". Ucap Kuroko.
Tengu mengangkat pria itu dan menarunya di bahu. Diapun sedikit melirik ke arah Kurako.
"Tenang saja. Aku akan memasang segel pengekang untuk berjaga-jaga. Dan jika benar dia adalah mata-mata dari kelompok itu, maka aku sendirilah yang akan menghabisinya!". Ucap Tengu.
Mendengar ucapan Tengu, Kuroko tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang di katakan Tengu..
"Baiklah kalau begitu. Tapi, bagaimana dengan teroris itu?!". Tanya Kuroko.
"Sudalah! Untuk sekarang, kita biarkan mereka lolos. Lagipula, aku sudah tidak merasakan energi mereka". Ucap tengu dan balas anggukan oleh Kuroko.
"Ayo kita pergi" ucap tengu lalu dia melirik pria yang ada di bahunya.
'memanipulasi angin tanpa gerakan dan lingkaran sihir sehebat itu, bahkan mampu membentuknya menjadi beberapa serangan yang sangat tidak lazim untuk ukuran sebuah elemen angin. menarik!' pikirnya sebelum dirinya terbang menuju istana Youkai diikuti oleh Kuroko yang kembali berubah menjadi monster kucing dan berlari mengikuti Tengu.
.
.
.
Kyoto, merupakan salah satu kota terbesar yang ada di jepang dengan segudang keindahan dan adat di dalamnya. kota ini memiliki sejarah dan berbagai macam tempat wisata yang bisa di singgahi oleh para wistawan lokal maupun manca Negara. namun dari semua itu, ada satu rahasia yang tidak bisa diketahui oleh para Manusia biasa yaitu, Youkai!
benar, Youkai! mereka adalah salah satu ras supranatural yang menguasai daratan Kyoto tersebut. merek memiliki markas di sebuah kuil tua yang menjadi salah satu tempat paraiwisata. kalau untuk manusia biasa, tentu saja mereka tidak akan bisa melihat tempat tersebut karena adanya kekai yang melingkupi seluruh istana Youkai. bahkan mungkin bisa di katakan bahwa markas para Youkai berada di dalan dimensi berbeda yang dimana kekai tersebut bertujuan untuk memisahkan kedua dimensi itu namun secara bersamaan menjadi pembatas antara dua dunia tersebut.
dan sekarang disinilah kita berada, Kerajaan Youkai dengan luas yang setara dengan sebuah kota modern. seperti yang bisa dilihat, kerajaan ini masih sangat mempertahankan budaya kunonya mulai dari arsitektur bangunan, hingga pakaian dan makanan masilah tradisional. namun jangan salah, semua penduduk di kerajaan ini bukanlah manusia, melainkan para Youkai yang tentu saja memilik teknologi yang tidak kala dengan manusia. hanya saja, mereka lebih memperioritaskan budaya dibandingkan segalanya.
yasudalah, kebanyakn bacot loh Thor!
sekarang kita akan beralih ke tempat tokoh utama kita. terlihat saat ini seorang pemuda berambut merah agak panjang, sedang terbaring tidak sadarkan diri dengan beberapa infus yang menjadi cadangan makanan dan cairan untuk tubuhnya. dilihat dari ruangannya, jelas itu adalah ruangan perawatan rumah sakit yang selalu mempertahankan warna putih di sekitarnya.
sebenarnya tidak hanya pemuda itu yang ada di ruangan ini, melainkan juga terdapat dua orang pria yang saat ini sedang berbicara di samping ranjang pemuda berambut merah tadi.
"jadi, apakah operasinya sukses?" tanya seorang pria dengan setelan kimono hitam di tubuhnya. pria itu memiliki tampang cukup dewasa dengan rambut hitam jabrik dan mata hitam yang selalu menajam di situasi apapun.
sedangkan orang yang ditanyai hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan. dari penampilannya, tentu saja dia adalah dokter yang sepertinya habis melakukan operasi terhadap pasien pria berambut merah kita.
"kalau begitu saya permisi dulu Tengu-sama! sebagai info, mungkin dia tidak akan sadarkan diri selama seminggu dari sekarang" ucapnya hormat dan bergegas kelura dari ruangan putih itu meninggalkan Tengu yang hanya menatap tajam sosok yang saat ini sedang terbaring lemah di atas ranjang.
mungkin beberapa dari kalian ada yang mempertanyakan tentang penampilan Tengu. tenang saja, dia hanya berubah ke wujud manusianya. tentu saja tidak mungkin dirinya menggunakan wujud Tengu di dalan rumah sakit. dan juga, kalau ada yang kurang sesuai dengan aslinya, maklumi saja karena saya membuatnya berdasarkan imajinasi saya sendiri.
kembali ke Tengu, saat ini dia masih menatap tajam Naruto dengan tangan yang terlipat di dada. namun pandanganya sedikit menyipit saat melihat jari dari pemuda itu sedikit bergerak menandakan bahwa dia akan segera sadar.
'satu minggu yah? aku rasa dokter mamang bukanlah seorang peramal' pikirnya miris.
membuka matanya secara perlahan, dan cahaya putilah yang pertama menusuk matanya. berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan, akhirnya dia bisa terbiasa dan tersadar sepenuhnya.
putih dan bau obat-obatan adalah hal pertama yang dia lihat dan cium. tanpa berpikirpun dia sudah tau kalau ini adalah rumah sakit.
Degg
instingnya sedikit berbunyi saat merasakan adanya energi tak asing berada di samping tempat dirinya berbaring. sedikit melirik, dia dapat melihat seorang pria dewasa yang sedang menatapnya tajam dengan tangan yang terlipat di dada.
"baguslah kau sudah sadar, jadi aku tidak perlu lagi menunggu selama satu minggu"
walau terdengar seperti sebua lelucon, tapi ekspresi datar dan dingin di wajahnya hanya akan membuat anak kecil menangis ketakutan.
Naruto tidak membalas, dirinya lebih terpatok pada penampilan pria itu. seingatnya, energi ini adalah milik makhluk buruk rupa bersayap gagak yang terakhir kali dia lihat sebelum pingsan. namun saat ini apa yang dirinya lihat sangatlah jauh berbeda.
sempat dia berpikir, apakah trangender itu benar ada? tapi dia hilangkan pikiran itu karena akan terasa memalukan jika dia yang berpikiran seperti itu.
lelah menatap Tengu, matanya kembali mengarah keatas hanya untuk berhadapan dengan lampu putih yang semakin membuat ruangan itu bercahaya putih.
"dimana ini?" pertanyaan bodoh memang mengingat dirinya sudah mengatahui bahwa dirinya berada di sebuah rumah sakit. namun orang pintar pasti akan mengerti bahwa hal yang dia tanyakan bukanlah tempatnya bernaungnya sekarang, melainkan sebuah daerah yang saat ini menjadi tempatnya berada.
"Kyoto.. lebih tepatnya, kau berada di kerajaan para Youkai" dan untung saja Tengu bisa menangkap dengan baik pertanyaan tersebut.
'Youkai?' seingatnya, itu adalah sebutan untuk ras siluman yang selalu menjadi mitos di dunianya. ahhh... setidaknya itu bukanlah sekedar mitos mengingat adanya siluman rubah berekor yang selalu mengganggunya. tapi tetap saja, selama bertahun-tahun masa pengembaraannya, dia tidak pernah mengingat adanya kerajaan Youkai di dunia ini, apalagi saat mengetahui bahwa seluruh orang yang berada dalam jangkauan sensornya memiliki jenis energi yang sama dengan pria di sampingnya itu. yang itu berarti, bahwa semua makhluk yang ada dalam kerajaan ini adalah Yokai. yahhh, setidaknya itulah yang dia ketahui!
untuk orang bodoh, pasti mereka akan bertanya 'kerajaan youkai?' 'dimana itu?' 'aku tidak pernah mengingat ada tempat ini!'. dan pada akhirnya mereka akan memberi tahukan asal muasal atau jati dirinya. namun sayang, dia tidaklah sebodoh itu.
mengetahui bahwa pria dan seluruh makhluk yang ada disini bukanlah manusia, ditambah dengan jenis energi yang sangat jauh berbeda dari dirinya, tentu saja membuatnya sangat waspada dan tidak akan mengambil tidakan apapun yang bisa saja menjadi resiko dikehidupannya mendatang. terutama membeberkan informasi bahwa dirinya bukan berasal dari dunia ini! sungguh, itu adalah hal yang paling bodoh jika memberikan informasi sepenting itu terhadap golongan yang bahkan tidk bisa dianggap sebagai manusia. apalagi saat dirinya mengingat adanya siluman kucing jadi-jadian yang telah memutuskan tangannya tanpa sebab yang jelas.
karena melihat si pemuda hanya diam tanpa mau merespon ucapannya, akhirnya Tengu mengambil tindakan untuk kembali memulai pembicaraan.
"karena kau telah sadar, bolehkah aku bertanya siapkah dirimu ini? dari auramu, kau jelas terasa seperti seorang manusia biasa. namun berbeda dengan energi yang terasa jelas bahwa kau bukanlah manusia biasa! jadi bisa katakan dari golongan manakah kau berasal?"
mendengar pertanyaan itu, diapun berpikir. 'sebagai ras yang terlihat pintar, sepertinya makhluk ini sedikit bodoh'. karena secara tidak langsung, dia memberikan informasi penting kepada pemuda berambut merah itu.
dari pertanyaan tersebut, dia akhirnya dapat mengetahui bahwa dunia ini tidak hanya dipenuhi oleh manusia maupun ras yang diberi nama Youkai itu, namun juga terdapat beberapa golongan lain yang sepertinya memiliki ras dan kemampuan yang berbeda pula.
dan dari semua hal itu, diapun menyimpulkan bahwa dunia ini bukanlah dunia yang selama ini menjadi tempat dirinya tinggal. banyak spekulasi yang tiba-tiba muncul di dalam otaknya untuk menjelaskan semua kemungkinna yang bisa terjadi. tapi satu-satunya yang masuk dalam logikanya adalah,... perpindahan Dimensi! ditambah dengan tidak tau menahuanya mereka dengan jenis energi miliknya, semakin menambah akurasi dugaannya. apalagi saat dirinya merasakan jenis energi asing sepanjang jangkauan sensornya.
sungguh, dia tidak tau harus menganggap ini sebagai sebuah mukjizat atau sebuah kesialan. dia memang sedikit legah mengetahui bahwa dirinya belumlah mati, namun dilain pihak dirinya harus rela terdapar di dunia yang sepertinya jauh lebih rumit dari dunia tempatnya berada.
namun jika tebakannya itu memang benar, maka salah satu kebingungan terbesarnya tentang interval dimensi, telah terjawab. dan tentu saja hal itu menjadi kepuasan tersendiri bagi seorang maniak jutsu sepertinya.
melihat tidak ada respon dari pemuda tersebut, Tengu akhirnya menyerah dan menghela nafas pelan.
"hahh.. untuk kali ini, aku tidak akan bertanya lebih kepadamu mengingat keadaanmu yang sedang dalam masa pemulihan pasca oprasi"
berbalik dan berjalan pelan menuju pintu keluar, Tengu berhenti saat tangannya memegang knock pintu dan sedikit melirik kearah pemuda tersebut yang masih diam dan menatap datar lampu kamarnya.
"tapi setelah keadaanmu sudah membaik, jangan harap kau bisa menutup mulutmu seperti itu"
CLEKK
setelah Tengu keluar dan menutup pintu, barulah mata pemuda itu bergerak untuk sedikit melirik kearah pintu yang menjadi tempat Tengu keluar tadi. seperti dugaannya, hal seperti ini pasti akan terjadi. dilihat dari sisi manapun juga, pria itu bukanlah pribadi yang bisa menahan kesabarannya. amun dieinya sedikit bingung akan sesuatu.
jujur saja, mendengar mereka adalah kaum siluman yang terlihat begitu hebat hingga bisa berubah menjadi manusia biasa, membuat Naruto sedikit wasapda. tapi dari apa yang dia rasakan, mungkin kekuatan mereka tidalah lebih dari shinobi bertingkat Jounin atau anbu. hanya pria bernama Tengu itulah yang memiliki aura dan tingkat energi yang bisa disetarakan dengan seorang Kage. selain itu, bukanlah suatu masalah baginya. setidaknya, itulah yang dapat dia tangkap dalam radius satu kilometer dari sensornya.
tapi tetap saja dirinya harus tetap waspada jika saja terjadi hal yang diluar perkiraannya. sudalah, dia tidak ingin terlalu banyak berpikir untuk saat ini. ditambah dengan nasib sial yang menimpa lengan kirinya, sudah cukup membuat dirinya kelelahan. yahhh, setidaknya dia tidak kehilangan ingatan seperti kebanyakan fic Mainstraem lainnya. jadi untuk saat ini, dia akan memanfaatkan keadaan untuk beristrahat hingga kekuatannya kembali pulih. diapun menutup mata dan kembali masuk kedalam kehampaan yang selalu menemaninya selama ini.
.
.
[skip.. 1 Bulan kemudian]
.
bagi beberapa orang, mungkin ini adalah keadaan yang bisa membuat mereka berdigik ngeri atau bahkan berlari pulang dan tidak ingin kembali. tapi tentu saja, hal itu tidaklah berlaku bagi pemeran utama kita satu ini.
walau dihadapkan dengan sepuluh makhluk paling berpengaruh di kerajaan ini dengan berbagai macam tampang mengerikan disertai oleh aura intimidasi ynag terasa begitu berat, tidak membuat Naruto bergeming dan hanya duduk tenang tanpa melepaskan ekspresi datarnya.
oke, sebelumnya dia harus mengakui bahwa tebakannya sedikit melenceng saat ini. awalnya dia mengira bahwa kerajaan ini hanya memiliki makhluk dengan tingkat kekuatan terbesar yang setara dengan kage. dan sekarang, dirinya harus dibuat terkejut saat kesepuluh makhluk yang sedang duduk melingkar dihadapannya itu ternyata memiliki tekanan energi yang bahkan hampir menyamai bijuu. terutama satu-satunya seorang wanita dewasa yang saat ini sedang asik menikmati secangkir tehnya dengan anggun. mengukur dengan sensornya, dia dapat mengetahui bahwa dialah makhluk yang memiliki tekanan energi paling mendekati para bijuu sekaligus paling kuat diantara mereka semua. bahkan auranyapun sangat mirip dengan sirubah pengganggu yang dulu pernah menjadi partnernya.
selain itu, dia juga menyadari bahwa kerajaan ini ternyata begitu luas hingga dia tidak menyadari bahwa masih banyak makhluk dengan kemampuan menyamai kage. dan hal ini tentu saja semakin menambah kewaspadaannya. ditambah dengan adanya Tengu dengan wujud silumannya berada di belakang wanita tersebut, menambah jumblah karakter yang harus diwaspadai oleh Naruto.
"jadi... biskah kita mulai pertemuannya?" ucap anggun wanita tersebut sambil menaruh secangkir teh ke atas meja bundar besar yang menjadi tempat pertemuan mereka.
tidak ada yang menjawab menandakan bahwa mereka semua setuju.
"baiklah.. pertama-tama saya sebagai pemimpin para Youkai meminta maaf kepada pemuda-san karena meminta anda untuk menghadiri pertemua formal ini" ucapnya sambil menatap sopan kearah Naruto.
mendapat perlakuan seperti itu, tentu saja membuat Naruto sedikit terkejut. karena baginya untuk ukuran seorang siluman, mereka ternyata memiliki sikap yang cukup sopan baginya. tapi entalah, mungkin itu adalah taktik agar dirinya dapat mempercayai mereka atau membuat dirinya melonggarkan kesiagaannya. tapi untuk Shinobi yangg melebihi kata 'veteran' sepertinya, tentu hal itu tidak akan terjadi.
"aku tidak tau apa yang terjadi, tapi mengingat aku berada di daerah kekuasan kalian, aku rasa tidak ada alasan untuk menolak undangan ini" balas Naruto tanpa melepaskan aksen datarnya.
dan tentu saja hal itu mendapat reaksi tajam dari hampir semua makhluk yang ada dalam ruangan tersebut, kecuali sang wanita yang masih memeprtahankan senyum dan sikap bangsawannya.
"dari ucapanmu, sepertinya kau tidaklah asing dengan keberadaan kami. itu membuktikan bahwa kau sudah mengetahui keberadaan para makhluk Supranatural! apakah aku benar?"
pemuda itu tidaklah bodoh untuk mengetahui bahwa pertanyaan yang di lontarkan oleh si wanita adalah bertujuan untuk mengetahui kebenaran dari dirinya. mengingat mereka adalah makhluk Suprnatural seperti yang dirinya duga, maka identitasnya sebagai manusia pastilah telah diketahui. dan dari apa yang dia serap selama ini, diapun mengerti bahwa di dunia ini Manusia adalah makhluk yang paling lemah dan sma sekali tidak mengetahui keberadaan makhluk Supranatural.
mengingat ucapan Tengu saat dirinya masih dirawat, kemungkinan besar bahwa manusia dengan tekanan energi seperti dirinya adalah hal yang langkah atau bahkan tidak ada di dunia ini. dan hal itu bisa saja menjadi masalah yang akan membuat identitasnya terbongkar. walau bagaimanapun juga, informasi adalah hal terpenting dalam menjalani kehidupan dalam keadaan abnormal seperti ini.
"itu benar! apakah ada masalah dengan hal itu?" untuk saat ini, Naruto akan menjawab seadanya sambil mengumpulkna informasi untuk menghalau pertanyaan yang bisa membahayakan identitasnya.
"hohhh.. untuk ukuran manusia, ternyata kau cukup berani rupanya!" ucap sinis salah satu petinggi saat melihat kelakuan Naruto.
"sadarilah derajatmu, makhluk rendahan sepertimu tidak pantas bersikap seperti itu dihadapan kami!" lanjut petinggi lainnya dengan nada geram.
hanya perasaannya saja, atau ucapan dan sikap para tetua tua bangka ini terdengar seperti nostalgia dalam ingatannya. entalah, mungkin semua penggila politik dan kekuasaan memanglah seperti itu.
"begitukah?" meletakan tangan kanannya di atas meja, Naruto mencoba untuk mengetes sejauh mana tindakan yang akan dilakukan oleh para tetua ini.
"jadi bisa jelaskan,... dari sisi mana sehingga tua bangka seperti kalian pantas untuk dihormati?" balas Naruto masih dengan tatapan datarnya namun dengan nada yang terdengar begitu menusuk.
"KAUUU-"
"hentikan!"
suara dari sang wanita menghentikan salah satu tetua yang sepertinya hendak melakukan tindakan dengan mengeluarnya tekanan energi dari tubuhnya. tangannya terkepal erat dan energi yang dia keluarkanpun berangsur-angsur mulai menghilang. walau saat ini dia sedang begitu marah karena ejekan Naruto, tapi tetap saja dia tidak bisa mengabaikan perintah dari pemimpin para kaum Youkai tersebut.
tidak hanya dia, melainkna seluruh tetua yang ada dalam ruangan tersebut juga merasa marah dan menatap tajam Naruto.
tidak memperdulikan hal itu, Naruto lebih memilih menyandarkan punggungnya di kursi yang terasa begitu nyaman bagi dirinya. harus dia katakan, reaksi mereka sudah terlalu Mainstream. sangat gampang di tebak, dan terlalu mudah untuk di manipulasi. dia yakin, salah satu dari mereka suatu saat nanti pasti akan berkhianat entah entah itu demi kepentingan politik, kekuasaan, martabat, ataupun kebodohoan drai mereka sendiri. karena Naruto sudah terlalu banyak melihat orang-orang seperti itu selama dia hidup.
sedikit menghela nafas, wanita itupun kembali berbicara.
"aku tidak bisa mengatakan bahwa perkataan orang tua itu benar, tapi bukankah sifatmu itu memang sudah terlalu berlebihan Pemuda-san"
walau terdengar masih santai, namun Naruto tau bahwa wanita ini sebenarnya juga sudah mulai emosi dengan tingkahnya. bagaimnaapun juga mereka adalah para makhluk dengan haraga diri dan ketamakan tinggi, jadi wajar jika mereka bereaksi seperti itu.
Naruto merubah mosisinya menjadi tegap dan menatap datar Ratu dari para Youkai tersebut.
"maaf saja, seumur hidupku aku tidak perna merasa perlu untuk menghormati sesorang, apa lagi orang dengan kesombongan dan ketamakan tinggi seperti kalian"
BRAKKK
Shingggg
"cukup, kau sudah kelewatan!"
"..."
Naruto tidak bisa bersuara saat tiba-tiba makhluk bersayap gagak sudah berada di belakangnya dengan sebilah pedang yang siap menggorok lehernya. sedikit melirik, Naruto dapat melihat tatapan tajam Tengu yang sepertinya juga terpancing dengan ucapannya.
"aku tidak masalah jika kau menghina para tetua itu. tapi jika kau menghina Yasaka-sama - " Tengu mengeratkan pedangnya keleher Naruto hingga terlihat sedikit dara mulai keluar dari sana.
" - maka saat itulah aku akan bertindak"
meski dlaam keadaan seperti itu, Naruto masih mempertahankan posisi dan ekspresinya, sama sekali tidak terlihat bahwa dia sedang ketakutan atau panik. dan tentu saja hal itu tidak terlepas dari pengawasan sang Ratu atau biasa dipanggil dengan nama Yasaka.
"hentikan, kau tidak perlu melakukan itu Tengu-san!"
meski enggan, akhirnya Tengu menurut serta menghilang dan muncul kembali kebelakang Yasaka meninggalkan leher Naruto yang terlihat masih mengeluarkan darah.
Yasaka sedikit memijat kepalanya karena terlalu pusing dengan semua hal ini. belum lagi permasalahan kerajaan yang sedang dihadapi saat ini, tentu saja menambah beban pikiran dari wanita cantik tersebut.
"menghina kami dan bersikap sombong seperti itu, aku tidak tau apakah itu adalah suatu keberanian atau suatu kebodohon!? tapi aku harus memujimu akan hal itu pemuda-san"
setelah merasa tenang, Yasaka baru menyadari bahwa sejak awal mereka sama sekali bekum memperkenalkan diri.
"benar juga! perkenalkan aku adalah Yasaka, pemimpin para kau Youkai saat ini. dan kau, apakah kami boleh mengetahui siapa dirimu?"
seperti dugaannya, wanita ini adalah pemimpin dari kau Youkai. sebenarnya Naruto merasa ragu untuk menjawab, namun akhirnya dia memilih untuk menjawab karena tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan lagi. lagi pula, dia sudah cukup tertarik dengan dunia ini.
"Naruto, Uzumaki Naruto"
"..."
keheningan sempat terjadi untuk beberapa saat. menyipitkan matanya curiga, Naruto lalu bertanya.
"ada apa? apa ada yang salah dengan namaku?"
tersadar dari lamunannya, Yasaka berdehem pelan untuk mencairkan suasan.
"e-ekhem, tidak ada apa-apa! baiklah, kita akan masuk dalam pembahasan utamanya"
walau masih curiga, namun akhirnya Naruto tidak perduli dan lebih memilih untuk mendengarkan hal yang mungkin bisa menjadi infirmasi berharga untuknya.
"tapi sebelumnya, aku ingin bertanya! apakah kau memiliki Sacred Gear?"
pertanyaan itu sedikit menarik perhatian Naruto.
'Sacred Gear? apa itu?' pikir Naruto bingung. namun otak cerdasnya cepat mengambil tindakan agar dirinya tidak salah menjawab.
"apa yang membuatmu berpikir bahwa aku memiliki Sacred Gear?" sempurna, dengan begitu mereka tidak akan menyadari bahwa Naruto sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang Sacred Gear.
"tentu saja dari energi abnormalmu! manusia biasa tidak mungkin memiliki energi seperti itu kecuali para pemilik Sacred Gear"
Bingooo!
satu lagi informasi penting berhasil Naruto dapatkan tanpa membuang tenaga ataupun identitasnya. dari informasi ini, sekarang dia mengetahui bahwa tidak semua manusia itu lemah. ternyata ada manusia yang juga memiliki sesuatu bernama Sacred Gear yang Naruto dapat simpulkan sebagai salah satu media atau senjata untuk meningkatkan kemampuan seseorang. selain itu, dia juga sadar bahwa semua manusia pemilik Sacred Gear dapat disadari dengan tekanan energi yang mereka miliki. itu berarti, Sacred Gear bukanlah suatu benda yang melekat pada tubuh, melainkan suatu energi yang mungkin tersimpan di dalam tubuh manusia itu sendiri. tapi Naruto sedikit bingung, kenapa tidak semua manusia memilikinya. tentu saja hal itu memiliki alasan tersendiri, jadi dia tidak boleh bodoh dengan seakan-akan mengatakan bahwa semua manusia itu memiliki Sacred Gear.
"tapi berdasarkan jenis energi dan auramu, sama sekali tidak menunjukan bahwa kau memiliki Sacred Gear! jadi bisa jelaskan Sacred Gear macam apa yang kamu miliki?" lanjut Yasaka.
semakin jauh, maka semakin banyak pula informasi yang bisa Naruto dapat. untuk saat ini, dia kembali menyadari bahwa ternyata semua pemilik Sacred Gear memiliki aura yang sama namun dengan jenis yang berbeda-beda. itu berarti, mungkin dia bisa mengarang sebuah Sacred Gear baru dengan sedikit modifikasi.
Naruto menutup mata untuk sedikit merilekskan badannya.
"kau benar, aku memang memiliki Sacred Gear yang sedikit berbeda dengan yang lainnya" kebohongnapun dimulai, dan sepertinya berhasil menarik perhatian mereka semua.
"Sacred Gear yang berbeda? seperti apa itu? apakah masuk dalam jajaran ke 13 Longnius?" tanya tertarik Yasaka.
entah beruntung atau apa, lagi-lagi Naruto mendapat informasi yang cukup membantu.
'Longnius? dari ucapannya, sepertinya itu adalah jenis Sacred Gear spesial yang hanya berjumlah 13. bagus, dengan begini informasi akan terus berdatangan tanpa perlu membuang tenaga'
"tidak, ini berbeda dengan ke 13 Longnius yang ada. bisa di bilang, Sacred Gear yang aku miliki lebih Special daripada Sacred Gear lainnya!"
"lebih hebat dari ke 13 Longnius senjata pembunuh tuhan?! jangan bercanda, hal smacam itu mana mungkin ada di dunia ini! bahkan dalam sejarah, tidak ada catatan bahwa pernah ada manusia yang memiliki Sacred Gear seperti itu!" sanggah Tengu dengan nada beratnya.
informasi baru Naruto dapatkan lagi. sekarang dia tau bahwa Sacred Gear tidaklah muncul dan hilang dalam satu tubuh, melainkan akan terus berengkarnasi dan masuk ke tubuh manusia lain yang terpilih secara terus menurus sepanjang waktu. hal itu dapat dilihat dari penjelasan Tengu yang mengatakan bahwa, 'tidak ada catatan bahwa perna ada manusia yang memiliki Sacred Gear seperti itu'. tapi dari perkataannya, ada satu yang membuat Naruto sangat tertarik, yaitu...
'senjata pembunuh Tuhan?!' untuk kali ini, Naruto benar-benar di buat tertarik dengan informasi yang dia dapat. sebenarnya dia ingin sekali menanyakan tentang Longnius yang 'katanya' dapat membunuh Tuhan itu. tapi dia urungkan niatnya dan lebih terpatok pada misi awalnya.
"apa kau pikir Dunia ini begitu sempit sehingga apa yang tidak tertulis dalam sejarah bisa dikatakan tidak perna ada? kalian seharusnya tau bahwa dalam dunia yang gila ini semua kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk dengan munculnya Sacred Gear baru yang tidak pernah dilihat oleh mkahluk Supranatural sekalipun!"
mendengar hal gila itu, tentu saja membuat mereka semua terkejut sekaligus sangat terterik. ayolah, mendengar saja bahwa ada Sacred Gear yang lebih hebat dari ke 13 Longnius, sudah dapat membuat dunia ini gempar, apalagi jika hal itu menjadi kenyataan?!
"hentikan omong kosongmu itu, hal seperti itu mana mungkin ada! kau pasti hanya mengarang cerita agar bisa terbebas dari hukuman karena telah berani menghina kami!" ucap marah salah seorang dewan yang masih tidak percaya.
"dia benar! hal semacam itu mana mungkin ada!" dan disetujui oleh semua dewan yang ada kecuali Yasaka yang hanya diam dan menatap intens Naruto.
sedangkan Naruto, dia hnaya diam dan masih setia dengan ekspresi datarnya. namun karena ingin semua ini cepat selesai, akhirnya dia membuat suatu keputusan.
"apakah aku harus menunjukannya?"
"..!"
ucapan itu langsung menjadi tamparan keras bagi mereka semua terutama bagi para dewan yang masih terlihat tidak percaya.
"kalu boleh, tolong tunjukan pada kami!" jawab Yasaka yang sepertinya sudah tidak sabar.
"baiklah kalau begitu. tapi sebelumnya, tolong pasanglah pengekang terkuatmu pada ruangan ini dan jangan sampai ada orang yang bisa merasakan apa yang terjadi di dalam sini"
"apa maksudmu? kenapa harus menggunakan pengekang?" tanya Tengu.
"lakukan atau aku tidak akan menunjukannya pada kalian!"
awalnya ragu, namun Tengu terpaksa melakukannya saat melihat anggukan dari Yasaka.
"baiklah kalau begitu!"
Shingggggg
dengan kekuatannya, akhirnya sebuah kekai berbawarna merah telah melingkupi seluruh ruangan ini. itu adalah kekai terkuat yang dimiliki oleh Tengu.
"bagaimana, bisakah kau menunjukannya sekarang?" tanya Yasaka.
melihat kesegala penjuru kekai, Narutopun berbicara.
"masih kurang"
ucapan itu mendapat respon kebingungan dari mereka semua.
"apa?"
"aku bilang, kekai yang kau buat masih kurang kuat"
"apa! mana mungkin, ini adalah kekai terkuat yang bisa aku buat. walau kekuatannya masih belum bisa untuk menahan serangan dari para Dewa, tapi tetap saja ini sudah lebih dari cukup untuk menahan serangan dari Iblis sekalas High Devil!" ucap Tengu kesal karena telah di remehkan.
"tingkatkan kekuatan kekainya atau aku tidak akan menunjukannya" balas Naruto tidak menghiraukan ucapan Tengu.
CETAK
perempatan urat muncul di dahi para dewan termasuk Tengu dan Yasaka. jujur saja, ini sudah kelewatan bagi makhluk superior seperti mereka. namun tetap saja, rasa penasaran mengalahkan harga diri yang mereka agung-agungkan selama ini.
akhirnya para dewan dan Yasaka juga ikut memperkuat kekai tersebut dengan energi mereka hingga kekai itu semakin berkedut dan berubah warnah menjadi putih.
"bagaimana kalau sekarang, apakah masih belum cukup?!" tanya kesal Yasaka.
"tidak, aku rasa ini sudah cukup. baiklah, aku akan mulai" jawab Naruto santai. "tapi aku peringatkan agar kalian juga ikut memperkuat tubuh kalian" lanjutnya.
"ckk! diam dan cepatlah mulai!" ucap kesal salah satu dewan karena tidak terima semakin diremehkan oleh Naruto.
"aku hanya memperingatkan agar kalian tidak menyesal nantinya"
"ckk!" lagi-lagi ucapan Naruto semakin membuat mereka semua memanas. merekapun berjanji dalam hati, jika saja bocah ini berani membodohi mereka, maka hukuman terberat pasti akan dia dapatkan.
menutup matanya, Naruto lalu berkosentrasi untuk melakukan hal seperti yang dia katakan yaitu, menunjukan 'sedikit' dari kekuatannya.
namun ada satu hal yang membuat Tengu tersentak, yaitu saat dirinya baru menyadari bahwa saat ini Naruto sedang memakai kalung penyegel kekuatan yang berada di lehernya.
"tunggu dulu, aku akan melepa-"
SLASHHHHH
entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja seluruh benda yang ada dalam kekai tersebut hancur melebur menjadi debu teemasuk meja dan kursi yang mereka semua duduki. beruntung dengan cepat mereka dapat berdiri agar tidak jatuh bodoh mencium lantai. namun hal itu membuat mereka semua sangat terkejut sekaligus bingung.
"a-apa yang terjadi?" tanya gagap salah satu Dewan.
PRANGGGGG
sebuah suara seperti pecahan kaca mengalihkan pandangan mereka kearah Naruto. dan betapa terkejutnya mereka semua saat melihat kalung penyegel yang terpasang di leher Naruto, malah pecah dan ikut berubah menjadi debu.
"apa sebenarnya yang ter-"
CRAKKK
BLARRRRRR
CRAKKK crakkkk crakkkk
"ARRRRKKKKKKKHHHHH!"
sungguh sial nasib para petinggi Youkai itu saat sebuah energi hitam meledak dahsyat dari dalam tubuh Naruto yang membuat berbagai macam kehancuran di dalam kekai tersebut. terlihat dengan jelas mereka semua yang menyaksikan hal tersebut telah terduduk dengan tubuh yang mulai terkelupas oleh meningkatnya suhu yang begitu extrim di dalam kekai tersebut. dengan cepat mereka melapisi tubuh dengan energi agar terlindung dari semua itu. namun sayang, hal itu sia-sia!
nafas berat, peluh membasahi, dan kulit yang mulai terkelupas adalah hadia dari permintaan mereka. sedangkan Naruto masih berdiri diam dengan mata tertutup namun dengan ledakan energi hitam seperti jilatan api mengelilingi seluruh tubuhnya.
"e-energi ma-macam apa ini!" gumam Yasaka lemah sambil berusaha menahan sakit dan kesadarannya. dia terus mencoba memompa energinya untuk melindungi tubuh miliknya. namun hal itu tidak terlalu banyak berpengaruh karena kuatnya energi yang di keluarkan oleh Naruto, begitupun dengan yang lainnya.
tidak hanya itu, bahkan kekai yang dibuat dari gabungan energi para petinggi Youkai, juga tidak kuat dan ikut retak yang sepertinya tidak akan bertahan lama. namun anehnya, lantai kayu rapuh yang menjadi pijakan Naruto dan mereka semua, sama sekali tidak mengalami kerusakan apapun. sungguh, itu adalah fenomena yang sangatlah tidak masuk akal bahkan bagi para makhluk Supranatural manapun.
lama dalam menutup mata, akhirnya Naruto mulai membuka matanya secara perlahan. dan saat semuanya telah terbuka, maka tampaklah sebuah tatapan mata penuh teror dari sang pemeran utama kita.
berwarna dasar merah dengan gabungan pola riak air serta beberapa Tomoe di pupilnya, menambah kesan mengerikan bagi siapapun yang melihatnya. seakan menjajikan rasa sakit tiada akhir bagi yang berani menantangnya. dan disaat yang sama...
.
.
.
.
.
*T~B~C*
.
.
haloo guyss.. wahh, sudah lama aku tidak menulis fanfic. mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya kemana saja ane selama ini?! dan pada saat muncul malah buat fic baru bukannya ngelanjutin fic The Big Zero! maaf saja, chapter dari fic itu sudah terhapus bersamaan dengan rusaknya hardisk labtop ane. saya tau pasti kalian akan mengira bahwa itu hanya alasan lah, bohong lah, dan basi.. tapi walau bagaimanapun juga, itu kenyataan broo. loh taukan bagaimana rasanya jika loh udah nulis banyak dan tiba-tiba terhapus, pasti loh nggak akan mau nulis lagi dari awal karena terlalu frustasi. dan karena ane sudah terlalu lama fakum dari dunia fanfic, maka pada akhirnya saya memutuskan untuk kembali lagi.
mungkin ada yang bertanya kenapa bisa saya mengambil fic yang berjudul O NO SHI ini padahal pemiliknya adalah author Hepra senpai... ceritanya tuh saat ane lagi bosan karena semua tema fic sekarang pada mainstream, akhirnya saya cari fic lama yang mungkin bisa di jadikan referensi.. ehh, tidak tuanya malah ketemu ama fic ini. karena menurut saya bagus padahal masih chapter awal, akhirnya aneh PM deh si Hepra. ehh, nggak taunya di balas dan dia setuju untuk saya Meremake fic ini. ya udah, aku ambil dan huat ulang dehh..
bagaiamana, apakah masih ada yang ingat dengan fic ini? aku harap bisa memuaskan dahaga kalian sihh.. dan ingat, setiap author pasti mengharapkan Review agar punya semangat untuk nulis. jadi mohon review, saran, dan kritinya yahh...
klaau untuk The Big Zero, saya juga tidak bisa menjamin bahwa fic itu akan lanjut. tapi mungkin masih ada kemungkinan untuk tetap lanjut. jadi berdoa ajahh jika masih ada yang mau nunggu tuh fic...
oke, saya kira itu aja.. kalau ada kesalahan dalam penulisan maupun lain-lainnya, tolong di maklumi. saya hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan..
sampai jumpa dalam chapter selanjutnya.. byyyyyy!!
