Apa kalian pernah bermimpi untuk mempunyai kekuatan yang begitu besar? saking besarnya hingga tidak ada satu makhlukpun yang bisa membuatmu terluka? bahkan kau bisa membuat Dewa menjadi bawahanmu atau menggenggam dunia dengan kedua tanganmu (secara harfiah tentunya)!
Bagaimana, bukankah itu terdengar sangat menggiurkan? benar, itu memang sangat menggiurkan. tapi... semuanya akan berubah saat kau telah berhasil mendapatkannya.
Memang benar kau akan merasakan yang namanya kepuasan dengan kekuatan sebesar itu. bisa menggenggam dunia adalah hadiah yang mungkin semua orang ingin dapatkan, entah bagaiamanpun caranya mereka akan lakukan demi mendapatkan hal tersebut. namun semua itu hanya bertahan di saat kau dalam proses untuk mendapatkannya. dan setelah berhasil, pada akhirnya semua tidaklah sesuai dengan harapan karena yang tertinggal di akhir hanyalah perasaan... Bosan!
Benar! Manusia diciptakan dengan memiliki logika dan nafsu. secara sederhana, logika hanyalah sebuah pola pikir manusia untuk menentukan atau mengetahui suatu penjelasan, kebenaran, dan kesalahan dari abstrak maupun non abstrak yang ada di dunia ini. sedangkan untuk nafsu, adalah suatu peranan penting dalam batin manusia yang diberi nama 'perasaan'. dengan memiliki nafsu, kita dapat merasakan yang namanya sedih, bahagia, cinta, marah, serakah, dengki, iri, dan segala hal yang berhubungan dengan perasaan termasuk rasa 'ketidak puasan', dan inilah yang menjadi poin permasalahannya.
Manusia terlahir dengan rasa keingin tahuan dan ketidak puasan, makhluk yang selalu mencoba mencari kebenaran dan pengetahuan. namun setelah mendapatkannya, keinginan mereka akan berevolusi secara alami dan semakin ingin menuntut hal baru yang belum pernah dicapainya. karena itulah, jika mereka sudah mendapatkan segalanya dan tidak ada lagi yang tersisa, maka hanya rasa kebosananlah yang akan kau dapat.
Bisa dibilang, mungkin hal seperti itulah yang telah dirasakan oleh pemeran utama kita yang satu ini, Uzumaki Naruto. jujur saja, sudah sangat lama dia merasakan yang namanya perasaan kebosanan ini. saat di dunianya dulu, dia menghabiskan waktunya hanya untuk berlatih walau hal tersebut dapat menghancurkan tulang-tulangnya. dia tidak pedulu apapun resikonya bila itu untuk mendapatkan kekuatan. diapun telah menyerahkan segalanya untuk menjadi yang terkuat, dan saat dia berhasil mendapatkannya... yang tersisa saat itu hanyalah kekosongan! tidak memiliki makna, dan hanya impian serakah yang sayangnya baru dia sadari.
Setidakanya, itulah yang dia rasakan saat di dunianya dulu...
DHUARRRRRR
"Chougggg"
Yahh... setidaknya itulah yang dia rasakan dulu!
BURKKKKK
"Arkghhhhh"
Liquit merah menyembur keluar dari mulut sang pemeran utama kita saat dirinya terkena telak ledakan dahsyat dari sebuah bola energi raksasa yang meluncur ke arahnya. tanah hijau rerumputan berguncang hebat dan hanya meninggalkan kawah selebar satu kilometer dan dalam hingga ratusan meter.
Sedangkan Naruto sendiri, dia telah terlempar sangat jauh kebelakang hingga berhenti saat punggung kekarnya menabrak batu raksasa hingga membuat batu tersebut melengkung dengan berbagai macam retakan di sana.
Dirinya terdiam, nafasnya sedikit memburu, darah membasahi beberapa bagian tubuhnya, dan pakaian yang sudah tidak memiliki bentuk yang jelas dan hanya menyisahkan celana jens hitam tanpa adanya pelindung dada sehingga memperlihatlan tubuh kekar dari pemuda berambut merah ini.
Dia mununduk diam hingga bayangan rambut menutupi sebahagian wajahnya. dilihat dari manapun juga, keadaanya sungguh sangat memprihatinkan. ditambah dengan absennya lengan kiri dari tempatnya berada, membuat Naruto terlihat seperti pengidap cacat yang sedang mendapat cobaan yang lebih berat. tapi dari semua itu, ada satu hal yang akan membuat kalian semua bingung, yaitu... dia tersenyum!
Benar! pemuda yang seumur hidupnya tidak pernah menujukan apa itu arti senyum, sekarang malah tersenyum walau dengan darah yang bersimpah di tubuhnya, absennya lengan kiri, hingga berbagai macam luka menghiasi badan kekarnya.
GROARRRRRR
JEDARRRRR
WHUSHHHH
Kepalanya sedikit mendongak untuk melihat siapa gerangan yang mempunyai suara raungan yang dapat membuat petir menyambar dan angin bertiup sekencang itu.
Besar, merah, gigi tajam, dan bersisik. mungkin itu adalah sedikit gambaran dari bentuk makhluk yang saat ini sedang berdiri gagah di hadapannya dengan ke empat tangan atau kaki miliknya. ukuran badannya begitu besar hingga mampu menyaingi sebuah gunung yang berada di seblahnya. warna merah menyalah, gigi tajam, dan sayap yang terbentang lebar, seakan menambah kesan menyeramkan sekaligus gagah dari makhluk itu. untuk ukuran normal, sudah pasti manusia biasa akan langsung pingsan karena tidak sanggup mengimbangi perasaan takut dari batinnya. tapi sayang, hal itu tidak berlaku bagi orang gila berambut merah yang satu ini.
Tidak ada ekpresi ketakutan maupun panik, yang ada hanyalah senyum kecil yang menunjukan betapa bahagianya dia saat ini. jika ada yang melihatnya, mungkin mereka akan berpikir bahwa orang ini sudah bosan hidup dan ingin cepat mati. tapi baginya, ini adalah kesenangan terbesar yang pernah dia dapat selama ini.
'rasa sakit ini, adrenalin ini, dan degub jantung ini! benar, ini adalah hal yang selama ini aku cari!' pikirnya kelewat senang.
Oke... sekarang dia yakin bahwa dirinya harus banyak bersukur karena telah terlempar di dunia super aneh ini.
Slashhhhhh JEDARRR
Matanya sedikit menyipit saat melihat jutaan partikel energi mulai berkumpul di satu titik dan yang menjadi pusatnya adalah, mulut raksasa dari makhluk yang berada jauh di depannya. namun karena ukurannya yang kelebihan besar, Naruto dapat melihat semuanya dengan jelas.
Petir menyambar, angin bertiup kencang, dan daratan bergetar hebat. sungguh kejadian yang begitu mengerikan. tidak lama kemudian, akhirnya gumpalan energi raksasa itu siap untuk ditembakan. dengan ukuran yang bahkan hampir menyamai setengah dari tubuh kolosalnya, dapat dipastikan bahkan satu benuapun akan langsung hilang dari peredaran.
Melihat hal itu, Naruto malah menambah lebar senyumannya. yahhh,... walaupun tidak bisa dikatakan lebar juga sihh. secara perlahan dia bangkit dari acara duduknya, berdiri tegak, dan membersihkan debu yang menempel pada tubuh kekarnya tanpa menghiraukan luka yang ada di sana.
Mata emas itu menatap tajam lurus kedapan. harus dia akui, makhluk ini adalah lawan terkuat yang pernah dia lawan selama dia hidup. begitu kuat hingga membuat jantungnya berdebar kencang. tidak-tidak, tentu saja bukan karena rasa takut, akan tetapi karena munculnya kembali gairah pertarungan yang dulu pernah hilang dari dirinya.
"AKU MENGAKUINYA, KAU ADALAH LAWAN TERKUAT YANG PERNAH AKU TEMUI!" Dia berteriak kencang agar suaranya dapat di dengar oleh makhkuk berwarna merah itu.
"KARENA ITULAH..." merentangkan tangan kanannya kedepan, tiba-tiba saja semua luka yang ada pada tubuhnya mulai beregenerasi hingga menghilang tanpa bekas. menajamkan matanya, dia lalu melanjutkan, "... aku tidak akan menahan diri"
DHUARRRRR CRAKKK CRAKKKKK
Ledakan energi kembali terjadi hingga membuat tanah bergetar dan hancur berkeping-keping. bahkan langit yang tampak begitu indah, juga ikut retak seperti sebuah kaca. dari hal itu, maka kita dapat mengetahui bahwa tempat ini bukanlah dunia fanah, melainkan dimensi lain yang dia buat khusus untuk pertarungan ini.
BOWHSSHHHHH SYUTTTTTTTTT
Bersamaan dengan itu, sebuah beam penghancur berwarna merah telah ditembakan oleh sang raksasa. terlihat dengan jelas semua yang ada dalam jalur lintasannya langsung hancur menjadi ketidak adaan.
Dekat, semakin dekat, sangat dekat, tembakan itu terus memotong jarak antara dirinya dengan sang target yang saat ini hanya berdiri diam dengan energi berwarna emas dan hitam yang meledak melingkupi seluruh tubuhnya. dan saat beam penghancur tersebut sudah berjarak satu senti dari Naruto...
SHUTTTTTTTTT PRANGGGGGG
"..."
... Hening!
Getaran, petir menggelegar, dan angin yang sejak tadi terus bertiup ganas, tiba-tiba saja hilang bersamaan dengan terhapusnya beam penghancur tersebut. bahkan sang monster yang juga melihat hal itu, hanya bisa diam dengan kedua bola mata yang membulat sempurna. jelas saja rasa terkejut tergambar dari mimik wajah menyeramkannya itu.
Asap masih mengepul di tempat Naruto berada sehingga menghalangi kita untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi. lama kelamaan akhirnya asap itu mulai menghilang dan membuat sang monster menyipitkan matanya tajam. hal pertama yang bisa kita lihat adalah adanya bulatan spiral raksasa yang terbentang seakan melindungi sesuatu. tidak lama kemudian benda itu mulai bergerak seperti gelomabang air dan mulai menyusut hingga seukuran bola tenes yang melayang di atas telapak tangan sesorang.
"serangan yang sangat mengerikan. kalau saja ini bukan dimensi buatan, mungkin seluruh dara- tidak! lebih tepatnya, mungkin satu benua akan hilang dalam sekejap" walau tidak sekeras tadi, tapi monster itu tetap masih dapat mendengarnya. suara yang terdengar begitu dingin dan menusuk disertai hawa yang dapat membuat siapapun bergetar karenanya.
Terlihat dengan jelas sosok Naruto saat ini sangatlah berbeda dari yang sebelumnya. badan yang semula hanya ditutupi oleh celana jeans hitam, sekarang telah berubah menjadi sebuah setelan Kimono putih bercampur hitam di beberapa bagiannya. mata emasnya kini telah berubah menjadi pola riak air dengan warna dasar merah dan juga terdapat beberapa tomoe di area pupilnya. jangan lupa juga adanya 9 buah Gedodama melingkari punggungnya dan satu berada di telapak tangannya. (maaf jika sedikit salah.. yang jelas, penampilannya sama dengan milik Madara hanya saja rambutnya kali ini tidak memanjang kebelakang dan warnanya masih tetap merah).
Lupakan soal penampilan, yang menjadi patokan saat ini adalah aura yang dia keluarkan. bisa di katakan, kekuatan yang dia miliki saat ini bahkan bisa di samakan dengan tiga kalinya kekuatan dari madara saat dirinya berubah menjadi mode Rikudou Sennin, dan hal itu tentu saja menarik perhatian dari sang Raja Merah.
"GRRRRRRRR... Wahai makhluk fana, sebenarnya siapakah dirimu itu?"
Seperti suatu keajaiban, tiba-tiba saja rakasasa tersebut mengeluarkan ucapannya, dan hal itu tentu membuat Naruto sedikit terkejut. secara perlahan, Gedodama yang sejak tadi berada di telapak tangan kanannya mulai melayang dan berpindah kebelakang punggungnya. setelah itu, Narutopun sedikit mengangkat tangan kanannya dan...
CETAK
BRAKKKK SLURRRRRR GREBBB
GROARRRRRRRR!
Dia menjentikan jari lalu tiba-tiba saja keluarlah beberapa rantai raksasa dari dalam tanah dan mengikat kuat sang monster hingga dirinya merontah kesakitan. melayang pelan, Naruto terbang dan mendekati monster yang biasa di juluki sebagai Sang Mimpi tersebut. berhenti tepat di hadapannya, kedua mata saling menatap satu sama lain dengan pandangan yang berbeda. disatu sisi Naruto menatapnya dengan ekspresi datar, sedangkan yang menjadi lawannya malah sebaliknya.
Mata khas binatang buas dari monster itu menyala ganas seakan ingin mencabik-cabik Naruto saat ini juga.
"grrrrrr... apa yang kau lakukan? lepaskan aku!" Suara berat penuh akan kemarahan dilontarkan olehnya.
"sungguh miris mengingat sejak tadi kau hanya diam dan meraung seperti orang bodoh" ucap datar Naruto tidak peduli bahwa saat ini yang ada di hadapannya adalah salah satu dari tiga makhluk yang menjadi simbol kekuatan dari dunia ini.
"aku tidak tau makhluk apa kau ini, tapi aku harus berterima kasih karena telah berhasil menghiburku"
Untuk kali ini, sang monster benar-benar dibuat blank saat mendengar ucapan Naruto.
Menghibur?
Hibur?
Jadi maksudnya, pertarungan tadi itu hanya sekedar hiburan untuknya?!
"GRRRRRRRRRR... apa kau bilang?!"
DHUARRRRRR
Menggeram marah bersamaan dengan meledaknya energi berwarna merah, membuat Naruto sedikit terdorong kebelakang.
Wajahnya terlihat mengeras dan kedua bola matanya semakin menatap ganas Naruto.
"PERTARUNGAN TADI HANYA HIBURAN? JANGAN BERCANDA!"
PRANNGGGG
Naruto dipaksa terbang menjauh saat rantai yang mengekang makhluk itu hancur berkeping-keping. tatapannya menajam melihat hal itu.
GROARRRRRRR
Raungan keras yang memekakan telinga dikeluarlan olehnya.
"GRRRR... AKU ADALAH SANG [Apocalypse Dragon] Great Red, NAGA YANG MELAMBANGKAN 'SANG MIMPI', dan di takuti oleh seluruh makhluk yang ada di dunia bahkan oleh sang pencipta sekalipun! dan kau berani menghinaku seperti itu, jangan bercanda!"
BLARRRRRR CRAKKK CRAKKK CRAKKK
Naruto mengalihkan pandangnnya kelangit saat melihat retakan yang semakin melebar di sana.
'ckk, sial! aku harus segera mengakhiri ini' pikir Naruto cukup kesal karena dimensi yang dia buat tidak cukup kuat untuk menahan kekuatan mereka berdua.
Mebuat segel tangan dengan satu tangannya, Naruto lalu dengan cepat meluncur kearah makhluk yang ternyata adalah Apocalypse Dragon Great Red. karena kecepatan dan ukurannya yang jauh lebih kecil dari sang Naga, membuat Naruto dapat dengan mudah tiba di tempat tujuannya yaitu puncuk kepala Great Red. lalu dengan keras dia menghentakan telapak tangan kanannya di sana dan benggumam sesuatu.
[Chibaku Tensei]
GRUUUUUUU BRAKKKKKK
Great Red yang sedari tadi hanya mengamuk dan menghambur-hamburkan energinya, langsung mengalihkan pandangan kebawah saat mendengar suara gemuru yang berasal dari tanah. dia dapat melihat ratusan balok tanah yang mulai terangkat keatas dan menuju kearahnya.
Merasa cukup, Narutopun terbang menjauh menjaga jarak dari sang Naga merah. menyadari bahwa itu adalah tekhnik dari manusia yang menjadi lawannya, Great Red berinisiatif untuk kembali mengeluarkan beam penghancur yang dia miliki.
SHINGGGGGG
Bunyi nyaring dari berkumpulnya energi pada satu titik, mengalihkan pandangan Naruto ke arah Great Red.
"tidak akan kubiarkan" dengan cepat Naruto mengontrol salah satu Gedodamanya untuk meluncur kearah Great Red. setelah sampai, Gedodama tersebut berubah bentuk menjadi elastis dan dalam sekejab membungkus mulut Great Red bersamaan dengan bulatan energi yang dia siapkan, dan alhasil...
DHUMMMMM!
Walau bunyinya pelan, tapi dampak dari gelombangnya sudah mampu menghancurkan segala hal yang ada di sekitarnya.
GRRRRRRR
Great Red hanya dapat menggeram pelan saat seluruh wajahnya menjadi korban dari ledakan beamnya sendiri.
BRUKKK BRUKKKK BRUKKKK
Walau mencoba untuk memberontak beberapa kali, namun tetap saja tanah dengan berbagai macam ukuran tersebut melengket erat di tubuhnya, seakan tubuhnya menjadi gaya penarik untuk ratusan gumpalan tanah tersebut. akhirnya, Great Red hanya bisa pasrah menerima tubuhnya telah dibungkus sepenuhnya oleh tanah dan bebatuan hingga membentuk bulatan super duper besar yang hampir menyamai besarnya bulan. tapi tidak dengan bagian kepala, Naruto sengaja tidak mengurung kepalanya agar dirinya dapat berkomunikasi langsung dengan Great Red.
Melihat seranganya berhasil, Naruto lalu melayang mendekati Great Red. akan tetapi...
DHUMMM DHUMMMM
Matanya menyipit saat melihat adanya dentuman keras dari bulatan batu yang mengurung Great Red.
"harus aku akui, kau benar-benar makhluk yang sangat kuat" ucapnya datar.
Kembali merentangkan telapak tangannya kedepan...
BRAKKKKK SLURRRRRR
... Beberapa rantai raksasa kembali keluar dari dalam tanah dan meluncur kearah Great Red. melihat hal itu, dengan cepat Naruto mengepalkan tangannya seperti hendak mencengkram sesuatu. lalu seakan mengikuti gerakan Naruto, semua rantai itu langsung melilit bulatan Chibaku Tensei dengan sangat erat.
Setelah selesai, bunyi dentuman sudah tidak terdengar lagi. merasa cukup, Narutopun melanjutkan perjalannya untuk mendekati sang Naga merah. tapi lagi-lagi...
DHUMMMMM DHUMMMM
... bunyi dentuman kembali terjadi, dan kali ini jauh lebih keras dibandingkan sebelumnya.
"jadi semua ini belum cukup untuk membuatmu diam yahh? baiklah kalau begitu, sepertinya memang tidak ada cara lain" Naruto merentangkan tangan kananya ke samping. lalu secara perlahan salah satu Gedodama melayang menuju tangannya dan mulai berubah bentuk. tidak lama, sebuah tombak panjang berwarna hitam kelam telah tergenggam di tangan Naruto.
Mengambil ancang-ancang, Naruto langsung melempar tombak tersebut menuju Great Red. bagai sebua peluru, Tombak tersebut meluncur cepat kearah target. tapi di saat jarak sudah mulai menipis, jalur tembakannya berbelok keatas dan kembali menukik kebawah.
JELBB
Tombak itu berhenti saat menancap tepat di bagian atas batu yang membelengguh Great Red. sedikit heran dengan apa yang dilakukan oleh Naruto, Great Red melirik kearah tombak yang menancap di bagian punggung batu yang melingkupi hampir seluruh tubuhnya. dirinya pasti berpikir, apa yang dilakukan oleh manusia keparat itu padanya. dan sepertinya, pertanyaannya akan segera terjawab.
GRUUUUU JLEBBBBBB CRASHHHHH
GRRRRRRRRRRR!
Kedua mata sang Naga membulat sempurna saat tombak itu tiba-tiba saja memanjang dan menusuk tubuhnya hingga tembus sampai ke bawah. makhluk yang dikatakan sebagai salah satu dari tiga makhluk terkuat yang pernah ada, malah dipecundangi hingga seperti ini. bahkan hanya untuk berteriak kesakitan, dia tidak bisa melakukannya karena adanya benda hitam yang menutup erat mulutnya.
Sungguh, dia sama sekali tidak bisa berkata-kata saat ini. semua julukan, ukuran, kekuatan, maupun legenda yang selama ini menyebutkan tentang keagungannya, seakan tidak berarti di hadapan pemuda yang saat ini sedang melayang santai tepat di hadapan wajahnya. seorang makhluk yang tidak pernah terpikir olehnya dapat melakukan semua ini. makhluk yang sejak dulu hanya dianggap sebagai makhluk lemah yang tidak pantas untuk disandangkan dengan para makhluk Supranatural, sekarang malah menjadi satu-satunya makhluk yang bisa membuatnya tidak berkutik.
Mata emas menyala miliknya menatap tajam Naruto yang juga ikut menatapnya datar. tunggu dulu! mata?
DEGG
Kedua mata sang jago merah kembali membulat sempurna saat baru menyadari sesuatu. pola riak itu, warna merah itu, tidak salah lagi...
GRRRRRRR!
Naruto sedikit menyipitkan mata saat mengetahui bahwa Naga di depannya itu berusaha untuk berbicara. mengerti akan hal tersebut, dia lalu memerintahkan Gedodama yang menutup mulut Great Red untuk lepas dan kembali ke punggungnya.
"aku tau kalau semua ini terlalu berlebihan, tapi aku tidak punya pilihan lain selain melakukannya" ucap datar Naruto.
"Grrrrrr... siapa sebenarnya kau anak muda? mata itu, tidak salah lagi adalah mata milik 'Nya'!"
Naruto menaikan satu alisnya bingung. "apa maksudmu?"
"sepasang mata terkutuk yang bahkan melebihi kelamnya sang kehancuran. sebuah anugrah yang tidak seharusnya muncul di dunia ini, dan satu-satunya media yang dapat menentang kehendak dari sang Ilahi yang maha kuasa... Juubi No Okami!"
JEDARRRRR
Petir seketika menyambar saat Great Red menyebutkan sebuah nama yang sepertinya bahkan alam sendiri enggan untuk mendengarnya. mungkin kalian heran kenapa dimensi buatan ini memiliki cuaca seperti di dunia asli. itu karena, segala sistem yang ada dalam dimensi ini disesuaikan sedemikian rupa berdasarkan dunia asli.
Naruto semakin menyipitkan matanya. "darimana kau mendengar nama itu?"
"mendengar pertanyaanmu, sepertinya kau tidak mengetahui apa-apa. lagi pula, kau belum menjawab pertanyaanku! sebanarnya dari mana kau mendapatkan mata terkutuk itu?"
Walau sedikit kesal karena pertanyaannya tidak di jawab, namun Naruto mengerti bahwa hal itu mungkin menjadi rahasia penting yang tidak boleh disebarkan kepada sembarangan orang. dia menutup mata sejenak untuk berpikir.
"sepertinya... aku tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu itu" serangan balik yang cukup sempurna, dan sepertinya hal itu berhasil memancing emosi dari Naga merah tersebut.
"Grrrrrr... kau tidak mengerti! mata itu bahkan jauh lebih buruk dari pada sang kehancuran, dan akan sangat berbahaya jika dimiliki oleh manusia sepertimu!"
"aku tidak peduli"
SHINGGGG
Great Red sedikit tersentak saat tiba-tiba saja mereka telah berganti tempat ke sebuah ruang hampa yang biasa disebut dengan celah Dimensi. tidak hanya mereka, namun sebahagian besar daratan tempat mereka bertarung sebelumnya, juga ikut berpindah. bulatan batu raksasa hasil dari tekhnik Chibaku Tensei Naruto, melayang sekitar 10 meter dari daratan tersebut, dan tombak yang menembus sekaligus membelengguh tubuh Great Red, menancap kuat pada daratan itu.
"apa yang mau kau lakukan sebenarnya?" tanya Great Red penasaran.
"aku ingin mencoba sesuatu" jawab datar Naruto.
"dengan semua ini, aku pastikan kau tidak akan bisa bergerak walau seincipun dari tempatmu berada. tombak itu akan menjadi alat belengguh yang akan mengekang energi abnormal yang kau miliki. tapi tenang saja, kau masih tetap bisa menjaga celah dimensi ini dengan penglihatan dan sisa dari kekuatanmu. karena itulah aku membiarkan bagian kepala terbebas dari belenggu ini. setidaknya aku yakin, kepalamu saja sudah cukup untuk menghadapi makhluk yang ada di dunia ini"
Oke..., sebagai Naga merah kolosal yang melambangkan sang mimpi, dia harus mengakui bahwa manusia ini bahkan jauh lebih mengerikan dari sang kehancuran sekalipun.
"semua Tekhnik yang kau keluarkan, energi yang kau miliki, dan tingkat kekuatan yang jauh melebihi batas normal, adalah sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. selain mata merah terkutuk itu, aku yakin bahwa semua yang ada pada dirimu sangatlah berbeda dari makhluk dunia ini..."
Entah kenapa, Naruto sedikit merasa gelisah saat mendengar ucapan Naga ini. atau mungkin hanya pera-
"... apakah mungkin kau berasal dari dunia lain?"
"..."
Naruto tidak bisa berkata apa-apa saat identitasnya dapat diketahui oleh Naga sialan ini. yahhh,... walaupun dia sudah menduga hal ini sebelumnya. karena entah kenapa, makhluk ini seperti memiliki hubungan yang sangat erat dengan inti dari dunia tempatnya dia tinggal sekarang.
"dariman kau tau bahwa aku berasal dari dunia lain?" tanya Naruto penasaran.
"sederhana saja. itu semua karena akulah makhluk yang memegang semua pengetahun tentang dunia ini, jadi jika ada yang tidak aku ketahui dan tidak sesuai dengan dunia ini, maka sudah pasti bahwa makhluk itu adalah makhluk yang berasal dari dunia lain"
Seperti yang dia duga! sedikit mendongak keatas hanya untuk menatap ribuan atau bahkan jutaan bebatuan yang terus melayang tanpa henti di dalam celah dimensi tersebut.
"kau memang benar! aku memang berasal dari dunia lain" ucap Naruto, namun dia kembali menyadari sesuatu.
"dari ucapanmu, apakah perpindahan dunia itu pernah terjadi sebelumnya?" lanjutnya.
Untuk beberapa saat, Great Red terdiam. mungkin dia bingung harus menjawab apa. dia menatap intens Naruto, seperti sedang menimbang-nimbang sesuatu.
"Grrrrrr... kau sungguh pemuda yang sangat menarik! baiklah, sebagai hadiah karena telah membuatku hingga seperti ini, aku akan mengizinkanmu untuk mengetahui beberapa rahasia tentang dunia ini"
Tidak ada ekspresi berarti dari wajah Naruto saat mendengar hal itu. tapi sebenarnya, dia cukup terkejut dengan ucapan Naga merah ini.
"apa yang membuatmu percaya bahwa aku pantas untuk mendengar rahasia tentang dunia ini?" tanya Naruto. walau bagaimanapun juga, dia tidaklah sebodoh itu untuk mudah terpengaruh dengan penawaran yang cuma-cuma itu.
"seperti dugaanku, kau adalah pemuda yang sangat berhati-hati dalam situasi apapun. seperti yang kau duga, tentu saja informasi ini memiliki syarat yang harus kau penuhi"
Naruto tidak perlu terkejut akan hal itu, karena seperti yang dikatakan oleh Great Red bahwa Naruto sudah memprediksi semuanya.
"dan syarat apakah itu?" tanya Naruto.
"kau harus membantuku dalam mencegah si cebol itu untuk mengusai celah dimensi ini!"
Naruto menaikan satu alisnya bingung. "si cebol? siapa itu?"
"dia adalah salah satu dari tiga Dewa Naga yang mengandang gelar sebagai sang Ketidak Batasan. sebelum aku, dialah yang menguasai celah dimensi ini, namun aku merebutnya dan melemparnya jatuh ke bumi. saat ini dia sedang mengumpulkan kekuatan untuk menyingkirkanku, dan jika dia melihatku dalam keadaan seperti ini, maka sudah pasti aku akan diusir dari celah dimensi!"
Dari penjelasan itu, hanya satu yang membuat Naruto tertarik. yaitu,...
"ketidak batasan? apakah kekuatannya sama besarnya denganmu?"
"tidak! dari segi kekuatan, aku masih lumayan lebih unggul dari dirinya. tapi jika dibandingkan denganku, dia jauh lebih licik dan pintar, jadi kau harus tetap berhati-hati dalam menanganinya"
"begitukah? baiklah kalau begitu, biar aku yang mengurusnya" ucapan Naruto membuat Great Red sedikit terkaget dibuatnya, dia tidak menyangka Naruto akan menerima permintaannya secepat itu.
"jadi, bisakah kau memberitauku rahasia tentang dunia ini sekarang?" lanjut Naruto.
Karena tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan, akhirnya Great Redpun berbicara.
"menceritakannya padamu, tentu akan memakan banyak waktu. lebih baik kau gunakan kemampuanmu untuk melihat semua rahasia itu langsung dari diriku!"
Naruto cukup tersentak saat mendengar ucapan Great Red. "dari mana kau tau kalau aku memiliki kemampuan semacam itu?"
"Grrrrr... walau aku tidak sepintar si cebol, tapi aku juga tidak sebodoh itu untuk mengetahui sejak tadi kau berusaha untuk masuk ke dalam pikiranku dan mencoba mengambil informasi dari sana. tapi tentu saja kau tidak bisa melakukannya karena aku bukanlah makhluk fana seperti kalian yang memiliki jiwa dan pikiran yang dapat dimasuki semudah itu. ada semacam penghalang antara ekstiensi rasmu dengan ras kami, karena itulah kau tidak bisa masuk kedalam pikiranku. tapi tenang saja, aku dapat memutus sementara penghalang itu agar kau dapat masuk kedalamnya"
"..."
Great Red menaikan satu alis bingung saat melihat Naruto hanya diam dengan tatapan datarnya.
"ada apa?"
Teguran Great Red membuyarkan lamunan Naruto.
"tidak ada apa-apa. hanya saja... aku merasa semua ini seperti sedang mencoba untuk melakukan hal-hal mesum"
"..."
Kali ini giliran Great Redlah yang terdiam dengan kedua mulut yang terbuka lebar. tidak lama diapun tersadar dan dengan cepat menggeleng-gelengkan kepala raksasanya.
"a-apa yang kau katakan?! ja-jangan bercanda!" ucap Great Red gugup dengan kedua pipi yang terlihat lebih merah dari warna kulitnya.
Kedua mata Naruto menyipit curiga saat melihat tingkah laku Great Red. sempat dia berpikir, apakah makhluk ini seekor beti- ahh lupakan, dia tidak peduli akan hal itu.
"tidak perlu sepanik itu, aku hanya bercanda" ucapan Naruto kembali membuat Great Red terdiam, dan terlihat kali ini seluruh wajahnya menjadi sangat merah..
"Kuso Gaki! JANGAN MEMPERMAINKANKU!" teriak sang Kadal merah.
"bisa hentikan itu? sebaiknya cepat kita lakukan agar semuanya cepat selesai"
"Grrrrrrrrr!" Great Red menggeram marah saat kemarahannya tidak diperdulikan. karena tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya dia menyerah dan mulai membuka penghalang yang membatasi pikirannya.
"sudah terbuka! sekarang kau bisa masuk kedalam pikiranku. tapi ingat, tidak semua rahasia yang akan aku tunjukan padamu, hanya rahasia yang kau butukanlah yang akan kau lihat!"
Tidak menghiraukan ucapan Great Red, Naruto memilih agar cepat masuk kedalam pikirannya. memfokuskan kedua bola matanya, terlihat beberapa Tomoe yang ada di sana berputar pelan dan kemudian menyatu menjadi satu titik di pertengahan pupil. lalu setelah itu, diapun berhasil masuk kedalam pikiran Great Red.
Sekitar 5 menit berlalu, akhirnya Naruto keluar dari dalam pikiran sang Naga merah. terlihat beberapa Tomoe yang sebelumnya menyatu, mulai kembali berputar dan kembali keposisi sebelumnya.
Naruto sedikit memegangi kepalanya pusing saat beberapa ingatan memasuki otaknya. tidak lama kemudian, akhirnya semua ingatan itu telah terpasang rapi dan rasa sakitpun telah menghilang.
"ini!" gumam Naruto saat berhasil mendapatkan beberapa rahasia tentang dunia ini. mengalihkan pandangan dan menatap datar Great Red, Naruto lalu berbicara.
"apakah semua ini benar? " tanyanya meminta kepastian.
"tentu saja benar! itu adalah rahasia yang aku bawa sejak muncul di dunia ini. kalau mau, kau dap rat memastikannya sendiri"
Naruto mengangguk paham. jujur saja, kali ini dia benar-benar sangat terkejut dengan semua informasi itu. dirinya tidak menyangka bahwa dunia ini memiliki rahasia hingga separah ini.
"baiklah kalau begitu" membalikan badannya, Naruto lalu mengiris udara dengan tangan kanannya sehingga terciptalah robekan dimensi di sana.
Sedikit menoleh, dia laku berbicara. "kita akan bertemu lagi. dan saat itu tiba, aku mengharapkan sesuatu yang lebih menantang dari dirimu" ucap Naruto sebelum memasuki portal tersebut dan meninggalkan Great Red seorang diri yang terdiam mematung.
"Grrrrr.." dia hanya bisa menggeram marah untuk meratapi nasibnya.
Untuk orang lain yang melihatnya, mungkin mereka semua akan tertawa setengah mati saat mendapati sang Dewa Naga diperlakukn layaknya peliharaan seperti itu.
"Grrrr.. aku harap si cebol itu tidak melihatku dalam keadaan seperti ini!" gumamnya penuh harap.
.
.
.
.
.
.
DISCLAIMER
: NARUTO DAN SEMUA KARAKTER DALAM CERITA, BUKANLAH KEPUNYAAN SAYA. (KECUALI KARAKTER OOC).
.
WARNING:
SMART NARU! GOOD LUCKE NARU! OOCC!
PAIRING : XXXXX [RAHASIA].
.
.
CHAPTER 2. [penculikan Yasaka]
.
.
.
Kyoto [Istana Rahasia kaum Youkai]
.
Hari ini mumgkin adalah hari yang paling mendebarkan bagi kaum Youkai. bagaimana tidak, pemimpin yang selalu mereka kagumi tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak pergi untuk menghadiri undangan dari Dewa Indra, sontak saja hal itu menimbulkan kegemparan kepada semua Youkai yang ada di Kyoto. mereka sudah mencari kemana-mana, tapi tetap saja Yasaka belum berhasil ditemukan.
Puluhan Prajurit telah dikerahkan untuk melakukan pencarian diluar kerajaan, tapi hasilnya sama saja dan tidak menghasilkan apa-apa. disaat mereka semua sedang mengalami kegundahan hati dan kekhawatiran tinggi akibat kehilang pemimpin, maka disitulah sercecah harapan tiba-tiba saja muncul.
Bagai pahlawan dalam serial kartun yang sering kalian nonton, sekelompok makhluk yang kebetulan sedang mengadakan studi tour di wilayah Kyoto, berkenan untuk mengajukan diri sebagai bala bantuan dari fraksi Injil.
dan disinilah mereka, sedang mengadakan pertemuan darurat untuk mendiskusikan kejadian yang baru menimpa kaum Youkai tersebut.
"jadi, bisa jelaskan bagaimana rinciannya?" tanya serius seorang pria dewasa yang kita ketahui bernama Azazel.
Saat ini Azazel yang merupakan Gubernur malaikat jatuh, sedang didampingi oleh seorang wanita berpakaian cosplay yang kita ketahui bernama Serafall Leviathan yang juga merupakan salah satu dari empat Raja Iblis yang ada di Makai. selain itu, juga terdapat beberapa murid yang merupakan siswa siswi dari Akademi Kuoh dan juga budak dari keluarga Iblis Gremory. mereka semua terdiri dari Xenovia, Issei, Irina, Asia, Kiba, dan terakhir Rossweisse. mereka semua berdiri di belakang Azazel dan Serafall yang saat ini sedang duduk menghadap sepuluh Dewan tertinggi kaum Youkai di sebuah meja bundar besar.
"baiklah! Yasaka-sama meninggalkan rumahnya beberapa hari yang lalu dengan membawa pesan Sakra dari Gunung Meru. Namun, Yasaka-sama gagal muncul di tempat pertemuan. Para youkai mulai menyelidiki dan menemukan salah satu pengawalnya yang sedang sekarat bernama Karasu-Tengu. Sebelum hembusan nafas terakhirnya, dia memberitahu kami bahwa Yasaka-sama telah diserang dan diculik. Pada saat itulah kami mulai menyelidiki pendatang baru mencurigakan dan akhirnya menyerang kelompok kalian. jadi sekali lagi, kami minta maaf atas kesala pahamannya" jelas salah satu Dewan
"ahahaha... soal yang terakhir, tidak usah dipikirkan! yang penting sekarang adalah cara kita untuk menemukan Yasaka-san" balas Azazel untuk mencairkan suasana akibat penyerangan pihak Youkai kepada mereka.
"jika kejadiannya seperti itu, apakah mungkin ini perbuatan dari kelompok 'itu'?" ucapan Serafall menarik perhatian dari Azazel dan semua makhluk yang ada dalam ruangan tersebut.
"apa maksud anda Serafall-san?"
Serafall menatap Azazel dan dibalas anggukan olehnya.
"sebelumnya, aku ingin mengatakan bahwa ada satu golongan yang sepertinya selalu membuat onar belakangan ini. dan mungkin saja golongan itu juga yang telah menculik Yasaka-san!"
Ucapan Azazel menimbulkan reaksi berbeda-beda dari para Dewan.
"apakah yang ada maksud adalah, Khaos Brigade?!"
Bukan Dewan yang berbicara, melainkan Tengu yang juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.
"mendengar anda mengetahuinya, sepertinya Tengu-dono pernah bertemu dengan mereka!"
Ucapan Azazel dibalas anggukan oleh Tengu. "anda memang benar! sekitar 1 bulan yang lalu, Yasaka-sama pernah juga didatangi oleh beberapa kelompok teroris yang mencoba untuk menculiknya. namun karena kami dapat mengetahuinya, akhirnya rencana mereka gagal dan kelompok itu berhasil melarikan diri"
Tengu menjeda ucapannya sejenak, dan kembali melanjutkan. "tapi aku tidak menyangka kali ini mereka kembali dan berhasil menculik Yasaka-sama!"
CRAKK
Ucapan Tengu diakhiri dengan retaknya lantai yang disebabkan oleh energi kemarahan yang dia keluarkan. tanganya terkepal erat menandakan bahwa dia saat ini sedang berusaha menehan amarahnya.
"tenanglah Tengu-dono, anda membuat beberapa murid-muridku kesusahan!"
Tengu melirik kebelakang Azazel saat mendengar hal itu. dan benar saja, saat ini kelompok Gremory terlihat sedang berkeringat dingin saat merasakan aura yang dia pancarkan. hanya Rossweisse sajalah yang tampak dapat menahan tekanan aura itu.
Menyadari kesalahannya, dengan cepat Tengu menurunkan energinya hingga membuat mereka semua dapat bernafas legah.
"maafkan atas ketidak sopananku!" ucap Tengu sembari sedikit menunduk.
"ahahaha.. tidak usah dipusingkan! mereka sudah sering merasakan tekanan yang bahkan lebih berbahaya dari itu!" ucapan Azazel langsung saja mendapat respon dari Tengu.
Bagi orang biasa, pasti mereka tidak akan menyadari adanya keanehan dari ucapan Azazel barusan. tapi tentu saja tidak untuknya, dengan jelas dia dapat menangkap bahwa ucapan Azazel itu sama saja dengan mengatakan bahwa, tekanan energinya belum cukup kuat jika dibandingkan dengan lawan yang pernah mereka hadapi. itu artinya, dengan sangat jelas Azazek sudah meremehkan tangan kanan dari Kyubi itu.
"benarkah? kalau begitu, seharusnya aku bukanlah ancaman untuk kalian bukan?!"
Kedua veteran perang itu saling bertatapan menandakan adanya sedikit permusuhan diantara mereka. tapi mengingat saat ini ada urusan yang lebih penting daripada permusuhan antara dua orang idiot, lebih baik mereka membahas lebih lanjut tentang kasus penculikan Kyubi.
"Ekhem! kalau boleh tau, bisakah anda menjelaskan tentang oraganisasi itu?" ucap salah satu Dewan untuk mencairkan suasana.
mengangguk paham, Azazel kemudian menjelaskan.
"dari apa yang kami ketahui, Khaos Brigade adalah organisasi teroris yang memiliki anggota superior dari berbagai golongan. ada beberapa golongan yang baru kami ketahui antara lain, manusia pengguna Sacred Gear, golongan Mao lama, dan terakhir yang masih menjadi rumor adalah golongan pahlawan! untuk tujuannya sendiri, kami masih belum tau pasti. tapi berdasarkan dari pergerakan mereka yang selalu mengacau, bisa jadi organisasi ini menjadi ancaman besar untuk perdamaian yang kita berusaha jaga!" jelas Azazel. lalu tiba-tiba ekspresinya mengeras dan dia kembali melanjutkan.
"tapi ada satu masalah lagi, yaitu pemimpinnya!"
ucapan terakhir Azazel menarik semua perhatian padanya.
"memangnya ada apa dengan pemimpinnya Azazel-dono?" tanya salah satu Dewan.
dengan penuh penekanan, Azazek kemudian menjawab.
"sang ketidak batasan... Ouroboros Dragon Ophis!"
seketika hawa di dalam ruangan itu menjadi berat saat Azazel menyebut nama dari Naga yang melambangkan ketidak batasan itu. hampir semua wajah memucat kecuali mereka yang belum mengetahui seberapa mengerikannya makhluk itu.
"hahhh..." Azazel menghela nafas pelan. "ini memang masih rumor, tapi angka kebenarannya bisa mencapai sembilan puluh persen!"
"sembilan puluh persen? itu adalah angka yang sudah bisa dikatakan sebagai kepastian!" jawab salah satu Dewan dengan sedikit panik.
"jika hal itu benar, lalu apa yang bisa kita lakukan?" tanya Tengu.
"tenang saja, mengingat sifatnya yang tidak peduli dengan hal yang berbau duniawi, setidaknya kita bisa yakin bahwa yang menculik Yasaka bukanlah ulahnya. kemungkinan besar bawahannyalah yang memanfaatkan kekuatan dari Ophis untuk melaksanakan keinginan pribadi mereka"
ucapan Azazel sedikit menenangkan mereka. akan tetapi masih ada Dewan yang belum bisa setenang mereka.
"tapi tetap saja, tidak menutup kemungkinan bahwa dia juga ikut andil dalam penculikan ini!"
SLASHHHHHHH
keterkejutan melanda mereka semua saat tiba-tiba sebuah robekan dimensi muncul di samping meja bundar tersebut. semua mata seketika bersiaga dan menatap tajam robekan dimensi tersebut.
tidak lama kemudian, sebuah kaki melangkah keluar dari dalam robekan dimensi tersebut diikuti oleh tangan, tubuh, dan kepala pemiliknya.
sebahagian orang yang melihat hal itu masih mempertahankan kesiagaannya dan menatap tajam sosok yang baru datang itu. namun tidak dengan para Dewan Youkai.
tindakan mereka benar-benar diluar dugaan saat mereka semua membungkuk hormat kepada sosok tersebut, dan tentu saja hal itu menimbulkan kebingungan besar kepada para perwakilan ke tiga fraksi.
Azazel menatap heran kepada semua Dewan yang menunduk hormat termasuk Tengu yang menurutnya memiliki harga diri tinggi dan hanya mau menunduk kepada Yasaka.
mereka berdua lalu kembali mengalihkan pandangan kearah sosok yang diketahui adalah seorang pemuda bertelanjang dada. mata emas pemuda itu menatap mereka semua satu persatu dengan wajah datar, lalu berhenti ditempat para anggota tiga fraksi berada.
berbagai macam ekspresi ditunjukan oleh mereka, dan hanya Azazelah yang menampakan ekspresi paling tajam dari mereka semua.
'siapa pemuda cabul ini?' pikirnya. lalu dia melirik kearah tangan kiri milik pemuda itu yang ternyata buntung hingga ke bagian lengan. tapi dari semua itu, ada satu yang membuatnya begitu tertarik!
"Serafall, apa kau me-" ucapannya terhenti saat melihat kearah Serafall yang hanya diam dengan kedua pipi merona merah. matanya lalu beralih kearah kelompok Gremory yang juga semua wanita disana menunduk dengan wajah merona.
melihat hal itu, tentu saja membuat Azazel Sweatdrop dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
'dasar wanita!'
"selamat datang kembali, Naruto-sama!"
fokusnya kembali teralih kepada para anggota dewan.
'Naruto-sama? siapa itu?' pikir Azazel.
sedangkan Naruto yang baru keluar dari celah dimensi, hanya bisa menatap heran kepada mereka semua. apalagi para wanita yang hanya menunduk dengan kedua pipi memerah. sempat dia berpikir, apakah dia setampan itu hingga membuat setiap wanita yang melihatnya selalu bertingkah sama? yahh, setidaknya dia tidaklah bodoh untuk bisa mengetahui perasaan dari makhluk yang bernama wanita.
tapi yang paling membuatnya penasaran adalah, kenyataan bahwa dia bisa merasakan kalau sebahagian makhluk yang ada dalam ruangan ini bukanlah Youkai, melainkan campuran antara Iblis dan satu malaikat jatuh.
karena penasaran, akhirnya Naruto berjalan pelan menuju kearah mereka dan berhenti tepat di hadapan Tengu yang masih membungkuk hormat padanya.
"berhentilah membungkuk dan katakan apa yang sedang terjadi di sini?"
perkataan sekaligus perintah itu langsung dituruti oleh mereka semua. lalu secara serempak, ke sepuluh anggota Dewan beserta Tengu langsung menegakan badannya.
"sebelumnya saya meminta maaf karena bertindak lebih dulu tanpa persetujuan anda. tapi karena saat ini keadaan menjadi semakin gawat, akhirnya kami memutuskan untuk meminta bantuan kepada perwakilan ke tiga fraksi ini!" jawab Tengu hormat.
Naruto mengeraskan wajahnya saat mendengar hal itu.
"bantuan? apa sebenarnya yang terjadi sehingga kalian meminta bantuan kepada ras lain?"
"maafkan kami Naruto-sama! tapi setelah kepergian anda selama dua minggu ini, kami mengalami masalah dengan oraganisasi teroris yang berhasil menculik Yasaka-sama"
informasi itu membuat Naruto sedikit terkejut. "Yasaka diculik?"
Naruto lalu kembali menatap kearah anggota ke tiga fraksi yang sepertinya sedang dilanda kebingungan yang sangat parah. mungkin kalian juga bingung kenapa Naruto bisa dihormati oleh kaum Youkai hingga seperti itu.
semua berawal sejak sebulan yang lalu, lebih tepatnya saat...,...
.
FLASHBACK ON
.
terlihat disebuah ruangan pertemuan, terdapat beberapa makhluk yang sedang tersungkur dengan nafas memburu dan keringat dingin yang membasahi seluruh tubuh mereka.
ekspresi ketakutan bercampur rasa terkejut jelas tertampang diwajah mereka semua. dan yang menjadi penyebabnya adalah, seorang pemuda berambut merah yang saat ini sedang berdiri dihadapan mereka semua dengan aura hitam bercampur emas yang keluar dari dalam tubuhnya.
mata aneh itu menatap datar mereka seakan menunjukan keagunganya kepada makhluk yang berani menantang dirinya. dinding dan atap ruangan telah berubah bentuk menjadi tidak karuan, namun anehnya lantai yang mereka pijaki sama sekali tidak mengalami kerusakan apapun.
tidak lupa pula kekai berwarna putih yang menyegel ruangan ini juga telah retak parah diberbagai sisinya. seandainya Naruto tidak menahan energi yang dia keluarkan, mungkin kekai ini akan segera hancur dan membuat satu kota mengalami kegaduhan.
untuk beberapa orang yang kita ketahui adalah kesepuluh Dewan Youkai beserta Yasaka dan Tengu, hanya bisa membulatkan matanya saat melihat perubahan Naruto. jika dilihat sekilas, sebenarnya tidak ada perubahan berarti yang terjadi kepada Naruto kecuali aura dan mata yang juga berubah menjadi berpola riak air dengan beberapa Tomoe yang menghiasinya. namun bagi mereka, perubahan itu sudah cukup menimbulkan rasa terkejut yang teramat sangat.
"bagaimana, apakah sudah cukup? mata inilah Sacread Gear miliku" tidak hanya mata, namun suara Naruto juga ikut berubah menjadi sedikit lebih berat dibandingkan biasanya.
kediaman adalah hal pertama yang mereka lakukan. tidak ada yang berani bersuara untuk mengomentari perubahan mata Naruto. akan tetapi...
"e-nergi dan mata itu? ti-tidak salah lagi!"
lalu tanpa diprediksi oleh Naruto, secara serempak mereka langsung mengambil posisi berlutut dan menggumamkan satu nama yang membuat Naruto juga ikut terkejut.
"Ju-juubi-sama!"
benar saja, panggilan itu sontak membuat wajah Naruto mengeras.
"darimana kalian mendengar nama itu?"
"te-tentu saja kami mengetahuinya! ba-bagaimana mungkin kami bisa lupa dengan makhluk yang telah menciptakan kaum Youkai"
kali ini Naruto sama sekali tidak bisa menunjukan ekspresi keterkejutannya, semua itu terlihat jelas dari kedua matanya yang membola sempurna.
'apa maksudnya ini? bagaimana bisa Juubi menjadi pendiri dari kaum ini?' berbagai macam pertanyaan langsung memenuhi otak Naruto. berbagai spekulasi juga ikut muncul untuk menjelaskan kejadian absurd ini.
jika dipikir-pikir, memang benar energi yang mereka miliki sangat identik dengan para Biju. tapi sayangnya itu bukanlah cakra, melainkan energi asing yang hanya mempunyai kesamaan dengan inti energi dari para monster berekor. dia sebenarnya sudah mengetahui sejak dulu bahwa biju memiliki inti energi yang sangat berebeda dengan cakra, hanya saja energi itu ditutupi oleh cakra besar yang mereka miliki. tapi dari semua itu, dia sama sekali tidak pernah berpikir bahwa para Biju adalah makhluk yang berasal dari dunia lain. ayolahh... mengetahui bahwa mereka berasal dari dunia lain hanya berdasarkan pancaran inti energi yang begitu kecil, sudah sangat berlebihan dan terkesan dipaksakan.
tapi disaat dia mendengarnya secara langsung, akhirnya Naruto yakin bahwa para Biju memang berasal dari dunia lain, dan secara kebetulan inilah dunia tempat mereka berasal. mungkin ini juga alasan kenapa dia bisa terlempar ke dunia ini.
jujur saja, Naruto sedikit bingung harus berbuat apa saat mengetahui semua kebenaran tersebut. namun dengan cepat otaknya merespon dan akhirnya dia menemukan ide gila lainnya.
"aku sungguh terkejut kalian bisa mengetahuinya. tapi sayang sekali, Juubi yang kllian maksud itu sudah lama mati"
Jedarrr
bagai disambar petir, ucapan Naruto lagi-lagi membuat mereka semua shok.
"ti-tidak mungkin! ja-jadi maksudmu, Juubi-sama telaha mati dan jiwanya menjadi Sacred Gear milikmu?"
menaikan satu alisnya, Naruto cukup terkejut saat dirinya kembali mendapat informasi yang tidak pernah dia sangka-sangka.
'jadi, Sacred Gear ini adalah senjata yang tercipta dari jiwa mkahluk legenda yang telah lama mati yah' pikir Naruto, dan sepertinya ide gilanya itu semakin bertambah.
"apa yang kau katakan itu memang benar. tapi perlu kalian tau, bahwa akulah orang yang telah membunuh makhluk bernama Juubi itu"
"..."
"..."
"..."
hening!
mereka semua terdiam membisu dengan kedua mulut yang terbuka lebar. ekspresi tidak percaya tertampang nyata di wajah mereka. sebenarnya apa yang dikatakan oleh Naruto itu bukanlah suatu kebohongan, karena memang dialah yang telah membunuh Juubi dan menyegel kekuatannya kedalam tubuhnya sendiri.
"ka-kau pasti bercanda!" walau masih shok, Yasaka tetap masih bisa mengeluarkan suaranya.
"ya-yahh, kau pasti bercanda! Ju-juubi-sama adalah satu-satunya mkahluk yang dapat mengimbangi ke tiga Dewa Naga sekaligus, ja-jadi mustahil bagi manusia sepertimu bisa mengalahkannya!" ucap yang lainnya masih dengan nada ketidka percayaan.
tapi bukan Naruto namanya jika dia perduli dengan hal semacam itu.
"aku tidak peduli kalian mau percaya atau tidak. yang jelas, itu semua adalah kenyataan"
tidka ada lagi reaksi yang dapat diperlihatkan oleh kesepuluh Dewan beserta Yasaka dan Tengu. walau masih susah untu dipercaya, tapi kenyataannya ada di depan mata.
Slasshhhhhh
merasa cukup dengan acara mengumbar-umbar kekuatannya, Narutopun mulai menghilangkan tekanan energi miliknya dan kembali seperti semula. mata emasnya menatap datar ke dua belas makhluk yang sedang tersungkur di hadapannya itu.
"jadi... apa keputusan kalian?" pertanyaan Naruto membuyarkan lamunan mereka semua.
saling menatap satu sama lain, akhirnya merekapun memutuskan dan menganggukan kepala seperti sedang mendiskusikan sesuatu. setelah itu, secara serempak mereka kembali melakukan hal yang membuat Naruto semakin dibuat bingung karenanya.
"apa yang kalian lakukan?"
Naruto kembali bertanya saat mekihat mereka semua malah berlutut hormat kepadanya.
"te-tentu saja berlutut hormat kepada Raja kami!"
entah berapa kali Naruto harus dibuat terkejut dengan tingkah laku makhluk bernama Youkai ini.
"bukankah sudah kukatakan bahwa akulah yang telah membunuh pemimpin kalian? lalu, kenapa kalian malah berlutut seperti itu?"
"me-memang benar jika andalah yang membunuh Juubi-sama. akan tetapi, kenyataan bahwa jiwa Juubi-sama berubah menjadi Sacred Gear dan bersemayam di dalam tubuh anda, menandakan bahwa andalah pewaris dari kekuatan pemimpin kami, dan sudah sewajarnya kaum Youkai menunduk kepada anda!"
Naruto tidak tau harus menganggap semua ini sebagai keberuntungan atau kesialan. yang jelas, dirinya tidak peduli tanggapan mereka mengenai dirinya.
"terserah... aku tidak peduli kalian mau menganggapku apa. tapi ingat, aku tidak akan mengambil posisi kepemimpinan yang merepotkan itu!" ucap datar Naruto.
"te-tentu saja! anda berhak melakukan apapun berdasarkan keingan anda, karena sebagai bangsa yang anda ciptakan, sudah sewajarnya bagi kami untuk melayani dan bersumpah setia kepada anda" jelas salah satu Dewan.
"se-sebelumnya, kami meminta maaf karena telah langcang bersikap kurang ajar kepada anda! sebagai pemimpin Youkai saat ini, saya menyatakan bahwa kami siap menyerahkan segala kesetiaan kami kepada anda!" ucap Yasaka disertai anggukan oleh seluruh Youkai yang ada dalam ruangan tersebut.
Naruto heran,... kenapa semuanya malah menjadi seperti ini? sungguh, ini sudah melenceng jauh dari perkiraannya.
"hahhh..." menghela nafas untuk menenangkan pikirannya, Naruto lalu melanjutkan. "... terserah kalian saja" ucap Naruto pasrah.
setelah kejadian itu, maka berita mengenai kemunculan sang legenda pendiri kaum Youkai sang Juubi No Okami, langsung tersebar luas dan menimbulkan kegaduhan disepanjang jalan kerajaan Youkai. saking senangnya, bahkan mereka mengadakan pesta penjamuan untuk menyambut kedatangan sang legenda hidup Youkai tersebut.
untuk Naruto sendiri, kalian bisa menebak bahwa dia hanya mengikuti semua itu dengan wajah datar khas miliknya. dan harus dia akui, walau semua ini berada cukup jauh dari prediksinya, namun pemuda berambut merah jabrik itu sedikit terhibur dengan semua penjamuan ini.
tapi dirinyapun menyadari sesuatu, bahwa informasi yang dia miliki sekarang belumlah cukup untuk mengetahui seperti apa dunia yang dia tinggali saat ini. karena itulah besoknya setelah acar penjamuan itu selesai, Naruto memilih untuk pergi berkelana mencari informasi di seluruh dunia ini.
walau sedikit disayangkan karena mengingat sang Juubi No Okami baru saja kembali setelah sekian lama menghilang, tapi mereka semua tidak bisa mencegah kepeegian Naruto karena janji yang telah mereka buat.
.
FLASHBACK OF
.
dan dari sanalah Naruto memulai pengembaraannya selama dua minggu hingga dirinya memutuskan untuk kembali karena sudah merasa cukup dengan semua informasi yang dia dapat. bahkan dia juga berhasil mendapat bonus berupa beberapa rahasia dunia saat berhasil mengalahkan Great Red.
masih dalam keadaan yang sama, ruangan pertemuan antara Dewan petinggi Youkai dan perwakilan dari fraksi injil, masih diselimuti oleh kebingungan.
"maaf jika mengganggu! tapi, bisa tolong jelaskan apa sebenarnya yang terjadi disini?" ucap Azazel karena tidak bisa menahan rasa penasarannya.
salah satu Dewan hendak menjawab pertanyaan dari Azazel, namun suaranya tidak bisa dikeluarkan saat Naruto mengangkat setengah tangan kanannya menandakan bahwa tidak ada yang boleh berbicara selain dirinya.
dia lalu menghadap kearah Azazel dan mulai berbicara.
"aku tidak tau apa tujuan kalian datang kemari, tapi akan sangat terdengar mengada-ngada jika kalian menerima pengajuan tersebut jika hal itu tidak menguntungkan bagi pihak kalian bukan?"
Azazel sedikit mengeraskan wajahnya mendengar ucapan Naruto.
'siapa sebenarnya pemuda ini? melihat bahwa kesepuluh Dewan dan Tengu sendiri mau berlutut hormat padanya, sudah membuktikan bahwa dia bukanlah orang sembarangan. tapi dari auranya, jelas bahwa dia hanyalah manusia biasa! tapi, bagaimana mungkin dia bisa membuat portal dimensi seperti itu? dan juga energi ini!'
Otak Azazel cukup bekerja keras untuk memahami situasi yang terjadi saat ini. tapi karena rasa penasarannya, akhirnya dia memutuskan untuk bertanya langsung. namun...
"apa maksudmu?" sebuah suara mengejutkan mereka semua. menoleh kebelakang, betapa terkejutnya Azazel saat melihat bahwa Isseilah pemilik dari suara tersebut.
'Issei? apa lagi yang akan dilakukan oleh simesum ini?' pikir Azazel.
"I-isei-san, jangan la-" Asia mencoba untuk menghentikannya, namun dia malah maju kedepan dan berhenti tepat dia samping Azazel dan ikut menghadap kearah Naruto.
"aku tidak peduli siapa kau, tapi apa kau pikir kami melakukan semua ini dengan mengharapkan suatu imbalan? jangan bercanda! kami bukanlah orang yang akan mengharapkan imbalan untuk melakukan suatu kebaikan.. selain itu, kami juga sudah berjanji kepada Kunou-chan untuk membawa Ibunya kembali!" ucap Issei dengan nada jengkel. dia benar-benar membenci sikap seperti itu, apalagi saat dirinya mengetahui bahwa Naruto terlihat tidak jauh lebih tua darinya, hal itu sudah cukup membuatnya marah. yahhhh... mungkin juga karena wajah dan tubuh atletis yang dia miliki ikut menjadi salah satu faktor utama untuk membuat Issei membenci Naruto.
untuk Naruto sendiri, dia sebenarnya cukup terkejut dengan keberanian bocah ini untuk berbicara padanya dengan kalimat seperti itu. Narutopun memutuskan untuk sedikit bermain-main dengam bocah ini.
"hoh,... melakukan kebaikan, kah? mendengar kalimat itu langsung dari mulut Iblis sepertimu, sungguh terdengar sangat menjijikan" ucap Naruto mencoba untuk memprofokasi Issei.
SHINGGGGG
dan sepertinya hal itu berhasil jika kita melihat dari munculnya sarung tangan mekanik berwarna merah di lengan kanan Issei. mengeraskan wajahnya, sepertinya saat ini Issei sedang dilanda kemarahan tingkat tinggi.
"apa kau bilang!?" lalu dengan sekali hentakan, dia langsung melesat cepat kearah Naruto dengan kepalan tangan yang siap memukul wajah dari pria berambut merah tersebut.
"Issei, tunggu!" terlambat, peringatan Azazel tidak di hiraukan oleh Issei.
"RASAKAN INI..."
GREBBBBBBB
.
.
.
.
.
T~B~C
.
.
.
halo guys.. kembaki lagi bersama saya Grer Lord dalam fic O NO SHI Remake chapter dua ini. bagaiamana, apakah kalian puas dengan chapter kali ini?
sebelumnya saya minta maaf bila banyak terjadi kesalahan penulisan pada chapter kemarin. untuk chapter ini, saya berusaha untuk meminimalisir setiap kesalahan yang ada. tapi jika masih ada yang salah, yahh tolonglah dimaklumi.
oke... saya juga minta maaf karena tidak membalas review para agan semua, itu karena hampir semua isi reviewnya sama. karena itulah, mungkin saya akan sedikit menjawab pertanyaan yang menurutku cukup penting
apakah saya menulis menggunakan Hp? yaps, benar! saya memang mengetik menggunakan hp karena Labtob saya sedang rusak.
penggunaan huruf besar! saya akan mencoba menggunakan huruf besar jika itu tidak mengganggu kenyamanan membaca.
yahhh, mungkin itu saja... ingat, jangan lupa Review yahh, karena dengan Review kalian maka semangat menulis kami para pembaca akan semakin meningkat.
kalau begitu sampai jumpa pada chapter selanjutnya...
byyyy...
