[Istana Youkai, malam pesta penyambutan]

.

Dummm Dummmm

"Uwooooooo"

"kakkkk kkakk"

suara dentuman, nyanyian, dan tarian adalah hal yang saat ini Naruto sedang saksikan.

terlihat sang pemeran utama kita sedang duduk manis disebuah kursi mirip singgasana hanya saja seluruh bahannya terbuat dari kayu berkualitas tinggi. mata datarnya menyaksikan semua penjamuan tersebut dengan tenang. walau dia kurang memahami apa sebenarnya yang terjadi, namun dirinya cukup terhibur dengan semua itu. yahhh... sebenarnya sihhh alasan utama kenapa dia bisa terhibur, hayalah karena adanya sebuah minuman yang selalu menjadi kesukaannya.

ditangan kanannya terdapat sebuah cawan besar menyerupai piring sebagai media tempat dituangkannya sebotol minuman yang sudah dia anggap sebagai minuman para Dewa. yapp..., apa lagi kalau bukan, Sake!

menurutnya, minuman itu adalah sarana terbaik untuk melampiaskan segala keluh kesalnya. dan betapa beruntungnya dia bisa menemukan Sake dengan kualitas yang jauh lebih baik dari dunianya dulu, ditempat seperti ini. baiklah, itu akan menjadi salah satu alasannya harus bersukur karena bisa terdampar di dunia ini.

"Juubi-sama, anda mau Sake lagi?" seorang pelayang berkepala bulat kecil dengan satu mata dan gigi tongkos, menawarkan Sake padanya. dilihat darimanapun, makhluk itu adalah seekor Youkai.

tanpa menjawab, Naruto menyodorkan cawan raksasanya, dan dengan cepat Youkai tersebut menuangkan sake kedalamnya.

Syruppp

ahhhh... kenikmatan apa lagi yang bisa menyaingi segelas sake. tidak seperti orang kebanyakan yang ketika meminum sake akan mengalami gejala kemerahan pada area hidung, Naruto sama sekali tidak terpengaruh dengan hal itu. wajahnya akan tetap datar dan kulitnya tetap coklat walaupun dia meminum satu gentong sake sendirian.

"hohoho... aku tidak menyangka Juubi-sama ternyata sangat kuat dalam hal seperti ini" tidak tertinggal, di samping kirinya juga terdapat Tengu sebagai teman minum Sakenya. namun berbeda dengan Naruto, terlihat saat ini area di hidung gagak itu sudah tampak kemerahan dan kesadarannyapun juga mulai berkurang.

Syruuupppp

"Ahhhhhhh!" desahan panjang dikeluarkan oleh Tengu saat secangkir Sake berhasil melewati tenggorokannya. lalu dengan gontai, dia menatap Naruto dan mulai berbicara.

"he-heyy Naruto sama. sebelumnya anda pernah mengatakan bahwa Naruto-samalah yang telah membunuh Juubi-sama bukan? tapi saya masih bingung, bagaimana bisa manusia seperti anda dapat membunuh makhluk seperti Juubi-sama?"

Syruupppp

Naruto kembali menyeruput sakenya tanpa menatap Tengu. tapi tetap saja telinganya masih mendengar apa yang akan dikatakan Tengu karena dia tau bahwa ucapannya belumlah selesai.

sedikit menunduk dan memperhatikan riak air di dalam cawannya, Tengupun melanjutkan.

"lagi pula, kami semua tau bahwa Juubi-sama telah menghilang sejak Great War beberapa ratus tahun yang lalu. dan juga, sepengetahuanku kekuatan yang dia miliki bahkan dapat mengimbangi ke tiga Dewa Naga sekaligus. jadi kalau boleh tau, bagaimana anda bisa mengalahkannya seorang diri?"

'Great War? tiga Dewa Naga?' itulah yang ada dalam pikiran Naruto saat mendapat informasi baru. namun dia tetap berusah agar tidak mendapat kecurigaan dari Tengu.

Syruuupppp

Naruto sedikit melirik kearah Tengu. "apa yang kau bingungkan? dari semua yang aku katakan, bukankah jawabannya sudah jelas?"

tampak ragu, sang gagak hitam itu menatap lurus ke depan.

"aku tau! hanya saja, sejak dulu Manusia dikategorikan kedalam makhluk terlemah dari semua ras. walaupun mereka memiliki Sacred Gear, tapi tetap saja tidak ada sejarah yang mengatakan bahwa mereka bisa mencapai level dimana bisa mengalahkan seorang Mao, apa lagi makhluk sekelas Juubi-sama!"

matanya sedikit melirik kearah Naruto. "namun ketika mengingat perkataan anda dalam pertemuan tadi, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa anda memiliki hal lain selain Sacred Gear untuk bisa mengalahkan Juubi-sama. dan aku rasa, itu adalah hal yang sangat mustahil untuk seorang manusia seperti anda!"

Syuuurrrppp

menjeda dan meminum kembali Sakenya, Tengupun melanjutkan. "tapi aku kembali menyadari sesuatu... aku yakin bahwa energi yang aku rasakan dalam tubuh anda, bukanlah energi milik Juubi-sama apalagi Sacred Gear. berbeda denganku, mereka mungkin tidak menyadarinya. walau mereka merupakan kesepuluh Dewan tertinggi dan pemimpin dari bangsa Youkai, tapi pengaruh yang anda tanamkan dalam diri mereka, sudah cukup untuk menutupi semua kenyataan itu"

Syurrrrppp

menutup matanya, Naruto masih tampak tenang dan terus menikmati sakenya. namun jujur saja, dia memang tidak menyangka bahwa makhluk ini akan mengetahuinya secepat itu. tapi yahhh, dia juga sudah menduganya. memang sejak awal dia merasa ada yang aneh dengan Youkai bernama Tengu ini. dibandingkan semua Youkai yang ada dalam kerajaan ini, entah kenapa Naruto dapat merasakan bahwa hanyaTengulah Youkai yang memiliki keunikan tersendiri. tapi anehnya, dia sama sekali tidak mengetahui keunikan apakah itu.

"jadi... sudah berapa jauh yang kau ketahui?" ucap Naruto mencoba untuk mencari titik terang.

"seperti yang aku katakan, aku menyadari bahwa anda menggunakan sesuatu untuk memanipulasi para Dewan dan Yasaka-sama untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya. kalau tidak salah, bersamaan dengan anda mengeluarkan mata itu, aku dapat merasakan bahwa adanya semacam sihir yang mencoba untuk memanipulasi ingatanku beserta para dewan. namun sayang tekhnik itu tidak berpengaruh padaku dan hanya berhasil memanipulasi yang lainnya"

Naruto cukup terkejut mendengarnya, walaupun dapat disembunyikan dengan ekspresi datar yang dia miliki.

"aku cukup terkesan. tapi, kenapa kau ikut menunduk padaku padahal kau sudah mengetahui semua itu?"

Tengu mengalihkan pandangannya keatas untuk bisa melihat indahnya bulan purnama yang menerangi malam gelap ini.

"seperti yang dikatakan oleh Yasaka-sama, walau bagaimanapun juga anda adalah pewaris dari kekuatan Juubi-sama. walau ragu, tapi semua kenyataan itu sudah anda buktikan di hadapan kami semua. jadi mau tidak mau, aku harus ikut tunduk kepada makhluk yang telah menciptakan kami"

Loyalitas, kah? harus Naruto akui, tingkat Loyalitas bangsa ini patut untuk diacungi jempol. tapi ada satu hal yang masih mengganjal dalam pikiran Naruto.

"kau tadi mengatakan bahwa tekhnik itu tidak berpengaruh padamu bukan? lalu, bagaimana caranya kau terhindar dari tekhniku itu?"

Terdiam sejenak dan sedikit berpikir, akhirnya Tengu memilih untuk mengatakannya.

"aku rasa, tidak masalah jika membocorkannya kepada pewaris dari Juubi-sama"

Naruto sedikit menaikan satu alisnya sembari menunggu kelanjutan dari ucapan Tengu.

"dibandingkan dengan Youkai lain, hanya akulah satu-satunya Youkai yang mendapat anugra langsung dari Juubi-sama!"

Naruto sedikit bingung, karena itulah dia bertanya.

"apa maksudmu?"

"secara sederhana, bisa dibilang aku adalah Youkai pertama yang dia ciptakan"

"..."

Naruto menghentikan acara minumnya dan melirik kearah Tengu.

"benarkah?" pertanyaan itu dijawab anggukan oleh Tengu.

"kalau benar seperti itu, seharusnya aku tidak perlu heran dengan semua keanehan yang aku rasakan padamu"

Syuuuurrrrpp

tidak ingin terlalu berfikir, Naruto memilih untuk kembali menyeruput Sakenya.

"tapi, kenapa kau menyembunyikan hal seperti itu dari rasmu sendiri?"

Tengu sedikit tertawa mendengar pertanyaan Naruto.

"kalau aku membeberkannya, sudah pasti mereka akan mengangkatku menjadi pemimpin para Youkai. dan kalau boleh jujur, aku sama sekali tidak menyukai jabatan seperti itu! lagi pula, Yasaka-sama sudah lebih dari cukup untuk menjadi pemimpin ras ini"

Syuuurrrrppp

mengikuti Naruto, sigagak juga menyeruput sake dengan nikmatnya.

"ahhhh... kenikmatan meminum sake di tengah bulan purnama, memang tidak ada duanya!" ucap Tengu dan kembali melihat kearah Naruto yang juga masih asik meminum sakenya.

"tapi aku tidak menyangka, dengan umur semudah itu Naruto-sama malah menyukai minuman pahit seperti ini"

merasa tersinggung, Naruto lalu menjawabnya dengan datar.

"asal tau saja, walau penampilanku seperti ini, namun umurku sudah lebih dari ratusan tahun"

"..."

"e-ehh!?" Tengu sama sekali tidak bisa berkata apa-apa saat mendengar kenyataan tersebut. tapi karena hal itu, dia malah teringat akan sesuatu.

"benar juga! anda belum menjawab pertanyaan awalku tadi, yaitu bagaimana caranya Naruto-sama mengalahkan Juubi-sama?"

Naruto menghentikan sejenak aktifitas minumnya dan mencoba untuk berpikir.

"kalau aku menceritakannya padamu, tentu saja akan memakan waktu yang sangat lama! jadi, aku hanya akan sedikit memberi tahumu bahwa dunia ini tidaklah sekecil seperti yang kau bayangkan. masih banyak rahasia dan kejadian yang mungkin kalian semua belum mengetahuinya, termasuk keberadaan manusia sepertiku".

Tengu tertegun mendengar hal itu. walau belum puas dengan jawaban Naruto, namun dirinya mengerti bahwa hal itu mungkin adalah sebuah rahasia yang tidak bisa seenak jidatnya dibeberkan kepada orang lain.

"baiklah, saya mengerti!" ucap Tengu lalu kembli menikmati sakenya.

dari pembahasan itu, ada banyak informasi yang didapat oleh kedua belah pihak. untuk Naruto, dia cukup terkejut dengan kenyataan bahwa Tengu adalah makhluk pertama yang diciptakan oleh Juubi, jadi akan sangat wajar jika dia memiliki lebih banyak kekuatan yang bahkan Naruto sendiri tidak bisa mengukurnya. dan juga kenyataan bahwa Tengu sama sekali tidak terpengaruh oleh tekhnik miliknya, sudah membuktikan bahwa Naruto harus lebih berhati-hati dengan makhluk ini. selain itu, Naruto juga mendapat informasi mengenai Great War dan eksitensi ke tiga Dewa Naga yang begitu menarik perhatiannya. seperti dugaannya, dunia dengan tingkat keanehan seperti ini pastilah juga mengalami peperangan yang mungkin jauh lebih parah dari perang yang terjadi di dunianya dulu.

sedangkan di sisi lain, Tengu juga mendapat informasi yang membuat dirinya harus berpikir kembali tentang eksitensi yang disebut sebagai manusia itu.

.

.

.

.

.

.

DISCLAIMER

: NARUTO DAN SEMUA KARAKTER DALAM CERITA, BUKANLAH KEPUNYAAN SAYA. (KECUALI KARAKTER OOC).

.

WARNING:

SMART NARU! GOOD LUCKE NARU! OOCC!

PAIRING : XXXXX [RAHASIA].

.

.

CHAPTER 3.[panggung permainan]

.

.

.

Hyudou issei, merupakan pemuda berambut coklat dengan tingkat kemesuman yang telah mencapai batas maksimal. saking mesumnya, dia bahkan tidak memiliki rasa malu untuk berteriak di depan umum bahwa dia adalah, 'pecinta Oppai'.

menjijikan memang, tapi anehnya kehidupan yang dia miliki justru berbanding terbalik dengan sifatnya sendiri. dunia memang tidak adil, mereka menyalurkan nasib seseorang seperti melempar miliaran benih ketanah tanpa tau bahwa beberapa benih yang dilemparnya malah tertanam di tanah gersang tanpa adanya setespun air. intinya, walau kau memiliki kepribadian baik, sifatmu baik, selalu berbakti, dan tidak pernah melakukan kejahatan, bukan berarti hidupmu akan mulus seperti yang kau harapkan. namun tentu saja, semua kehidupan itu ada hikma dan manfaatnya jika kalian bisa memahaminya.

.

.

GREBBBB

Whushhhh

.

angin bertiup pelan menerpa semua makhluk yang ada dalam ruangan tersebut.

terkejut?

itu sudah pasti... namun yang memenuhi kepala mereka semua saat ini adalah, rasa kebingungan dengan tingkat yang cukup tinggi.

tidak ada yang bersuara, semua hanya diam dengan ekspresi berbeda-beda. tidak perlu heran, melihat sebuah bogem mentah yang dilapisi dengan sarung tangan ajaib tiba-tiba saja berhenti tepat satu meter dari hadapan sang target, sudah cukup membuat mereka semua terpaku bingung.

"a-apa yang terjadi?" suara terbata pertama kali dikeluarkan oleh pemuda pemilik bogem tersebut. wajahnya sama, terlihat kebingungan bercampur rasa terkejut.

dia mencoba untuk mundur, namun sesuatu tak kasat mata seperti menggenggm tangannya dengan sangat erat.

sedangkan yang menjadi target, hanya menatap semua itu dengan ekspresi datar khas miliknya. tidak ada ketakutan dimatanya walau mengetahui pukulan itu dapat dengan mudah mematahkan tengkorak dari manusi biasa. tapi sayanganya,... dia bukanlah manusia! setidaknya, itulah jati dirinya yang sekarang.

kalau dilihat, dia juga sedikit mengangkat tangan kanannya untuk mengisaratkan kepada para Dewan dan Tengu untuk diam tanpa melakukan apa-apa.

beralih kesalah satu tokoh yang bisa dibilang memiliki tingkat kemesuman yang sama dengan pemilik sarung tangan ajaib. saat ini dirinya juga cukup terkejut dengan hal itu, namun mimik wajahnya masih menunjukan raut ketenangan sambil mencoba untuk melihatnya lebih jeli.

'apa yang terjadi?' dia mencoba untuk berpikir, menajamkan indranya, dan akhirnya... diapun bisa melihatnya.

mimik wajahnya mengeras saat melihat adanya sesuatu berbentuk lengan transparan yang menggenggam tangan Issei.

"apa kau juga melihatnya?"

Azazel mengangguk paham saat mendengar pertanyaan dari Serafall yang berada di sampingnya yang ternyata juga sudah melihatnya. wajahnya mengeras dan diapun menggumamkan sesuatu.

"Angin!"

dia tidak bisa memberikan komentar tentang apa yang dia lihat saat ini. matanya beralih kearah pemuda berambut merah yang masih tetap dengan ekspresi temboknya.

mata emasnya menatap dingin Issei yang masih berusaha untuk menarik lengannya.

"a-apa yang, ughhh... terjadi?!"

"Issei-san!" baru satu langkah untuk pergi mendekati Issei, namun tangan Azazel terangkat untuk menghentikan gadis bernama Asia tersebut.

"tenanglah! dia akan baik-baik saja" walau berkata seperti itu, sebenarnya Azazel sedikit khawatir terhadap murid yang sering dipanggil dengan sebutan 'Oppai Dragon' itu.

"tapi Azazel sen-"

"percayalah! masalah akan menjadi lebih rumit jika kalian ikut campur dalam masalah yang dibuat oleh Issei sendiri" kali ini Serafalllah yang berbicara.

Asia terdiam dan tidak dapat berbuat apa-apa. kepalanya menunduk dan kedua tangannya mencengkram erat rok yang menjadi saksi bisu dari kekhawatirannya.

Tap

Asia sedikit terkejut dan menoleh kebelakang saat merasakan tepukan di bahunya.

"percayalah, Issei pasti akan baik-baik saja" perkataan dan senyuman itu membuat Asia tertegun. diapun mengangguk paham dan berjalan mundur mengikuti Rossweisse yang telah menenangkannya.

berbeda dengan Asia, semua anggota Gremory yang hadir dalam ruangan tersebut malah menatap tajam kearah Naruto. tidak ada lagi ekspresi seorang Tsundare, yang ada hanyalah tatapan tajam dan serius.

"hey Irina, apa kau merasakannya?" pertanyaan Xenovia hanya dibalas anggukan oleh Irina.

"tidak salah lagi... dia manusia!" bagi yang sudah mengetahuinya, tidak ada ekspresi berlebihan yang mereka tunjukan selain wajah yang mengeras dan tatapan yang begitu serius. namun bagi Asia yang baru mengetahuinya, ekspresi kebingunganlah yang dapat dia perlihatkan.

"apa maksud kalian? bukankah mustahil untuk manusia memasuki kawasan makhluk Supranatural?" dengan polosnya Asia bertanya, dan hal itu disambut dengan senyuman oleh Rossweisse.

"kau memang benar! dunia makhluk Supranatural memiliki energi dan tingkat radiasi yang begitu tinggi sehingga tidak dapat dihuni oleh Manusia biasa, kecuali para pemilik Sacred Gear yang sejatinya juga memiliki energi yang dapat melindungi mereka dari radiasi tersebut"

ekspresi Rossweisse kemudian berubah dan menatap tajam Naruto. "tapi anehnya, Manusia berambut merah di sana bahkan tidak merasakan dampak dari semua hal itu!"

bukannya mengerti, Asia malah bertambah bingung atas ucapan Rossweisse.

"tunggu dulu! maksud Rossweisse-san, pemuda yang keluar dari robekan dimensi itu adalah seorang manusia?" tanya Asia dan dijawab anggukan oleh Rossweisse.

"kalau begitu, apakah dia manusia pemilik Sacred Gear?"

"aku tidak tau"

wajah Asia mengkerut bingung. "maksudnya?"

"seharusnya, manusia pemilik Sacred Gear memiliki aura tertentu yang menandakan bahwa mereka adalah para pemegang Sacred Gear. tapi anehnya, aku sama sekali tidak menemukan adanya energi atau aura apapun dari dalam tubuhnya selain aura manusia! tapi dengan semua kejadian ini, aku tidak bisa bilang bahwa dia hanyalah manusia biasa"

oke, pernyataan itu membuat Asia bungkam. walau masih memiliki banyak pertanyaan, namun dirinya mengerti bahwa saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menanyakannya, apalagi saat dirinya melihat ekspresi serius dari teman-temannya.

tapi rasa khawatirnya malah semakin bertambah saat melihat kenehan pada Issei.

"Kami-sama, aku mohon lindungi Issei-san!"

.

kembali kepada Issei, dia masih tetap berusaha untuk melepaskan tangannya.

"ke-kenapa tidak mau lepa- Uwaaaaaa"

Brukkkk

"I-itaii!"

Issei meringis kesakitan saat tangannya tiba-tiba terlepas sehingga membuatnya terjungkal kebelakang dan bokong pahitnya berhasil mencium lantai.

"a-apa sebenarnya yang terjadi?" Issei bergumam sambil memperhatikan lengannya yang nambak baik-baik saja.

"apa yang kau pikirkan?"

sebuah suara mengalihkan pandangan Issei kedepan untuk kembali menatap pemuda yang sempat menjadi target serangannya.

menutup mata, Naruto lalu kembali berbicara.

"apa kau pikir tangan menjijikanmu itu bisa menyentuhku?"

mata Issei sedikit membulat menandakan emosinya sedang terpacu.

"sadar dirilah, ratusan tahun terlalu cepat bagimu untuk dapat menyentuhku"

oke cukup, dia sudah tidak tahan lagi!

"hentikan itu!" namun sayang, aksi Issei dihentikan oleh sang Mao Leviathan.

"kembali kemari dan hentikan sikap cerobohmu!"

Issei cukup terkejut dengan ucapan Serafall, ini sudah yang kedua kalinya dia melihat Mao Leviathan itu mengeluarkan keseriusannya. pertama saat berlangsungnya perundingan antara pemimpin ke tiga fraksi, dan sekarang dia kembali memperlihatkan ekspresi yang sangat jarang diperlihatkan oleh wanita penggila Cosplay tersebut.

karena tidak ada pilihan lain, akhirnya Issei berdiri dan dengan kesal berjalan menuju tempat anggota Gremory lainnya.

"Issei-san!" Asialah yang pertama kali menghampiri Issei setelah dia sampai.

"apa kau tidak apa-apa?" dengan lesu Issei menganggukan kepalanya.

"untuk kali ini kamu benar-benar ceroboh. sebagai guru, aku cukup kecewa!" Issei tidak bisa berkata apa-apa saat mendengar langsung dari Rossweisse.

"jujur saja, aku juga kurang suka dengan sifat pemuda itu. walaupun harus kuakui, dia memang pemuda yang sangat tampan" diucapan terakhir, pipi Irina kembali memerah.

dan hal itu semakin membuat Issei kesal hingga membuatnya menangis lebay ala anime.

sudah, lupakan si mesum itu. saat ini terlihat Azazel dan Serafall masih berhadapan dengan Naruto.

"sebelumnya tolong maafkan kelakukan murid saya yang telah sembrono menyerang anda. tapi apa yang dia katakan itu memang benar, kami sama sekali tidak mengharapkan imbalan dari semua ini" Azazel mencoba untuk meredam suasana, namun semua itu tidak berlaku bagi pemeran utama kita.

wajah Naruto sedikit mengkerut. dia kenal dengan ekspresi itu, ekspresi dengan tingkat kelicikan tinggi yang tentu saja memiliki tujuan di balik setiap kata yang terucap dari dalam mulutnya. dia sudah terlalu muak melihat hal itu di dunianya dulu, dan sekarang dia harus kembali melihatnya di dunia gila ini.

"aku cukup terkejut kau berani mengatakannya. lalu, bisa jelaskan apa maksud dari kata, 'aliansi' itu?"

kening Azazel mengkerut dalam saat mendengar ucapan Naruto.

" 'orang ini, dari mana dia mendengarnya?' pasti itu yang ada dalam pikiranmu bukan?"

Azszel tersentak mendengar hal itu. 'ckk! siapa sebenarnya pemuda ini?!' pikirnya.

jujur saja, kali ini Azazel benar-benar dibuat kesal. walau bagaimnaapun juga, dia adalah makhluk yang memiliki harga diri tinggi dan tidak pernah direndahkan oleh ras lain apalagi untuk ukuran seorang manusia.

wajahnya kembali mengeras menandakan bahwa saat ini dia sedang menahan emosinya.

"siapa sebenarnya kau? aku tidak mengingat bahwa bocah sepertimu memiliki urusan dalam pertemuan sepenting ini. saat ini ras Youkai sedang mendapat masalah serius, jadi bisakah kau hentikan ocehanmu itu?!"

"Sudah cukup!"

Dhuaaakkkk Krakkkkk

Azazel sedikit membulatkan matanya saat tiba-tiba Tengu muncul di hadapannya dan melayangkan sebuah pukulan tepat kearah wajahnya. beruntung dengan reflek yang bagus, dia bisa menahan serangan tersebut dengan menyilangkan kedua tangan di depan wajahnya, walau harus merelakan terjadinya retakan di area yang dirinya pijaki.

"Azazel sensei!" anggota Gremory sontak berteriak saat melihat serangan dadakan tersebut. sedangkan Serafall, dia telah lebih dulu melompat kesamping agar tidak terkena dampak dari serangan tersebut.

Sang Gubernur malaikat jatuh menatap tajam Tengu yang juga dibalas dengan tatapan tajam pula olehnya.

"apa maksud dari tindakan anda, Tengu-san?" mencoba untuk tetap tenang, namun dirinya tidak bisa berbohong bahwa saat ini tulang lengannya serasa sedang berdengung.

sipelaku penyerangan mengeraskan wajahnya tanda bahwa dia sedang dalam keadaan murka.

"menghina pemuda ini, sama saja dengan kau menginjak harga diri kaum Youkai, dan tentu saja aku tidak akan membiarkannya!" balas Tengu dengan nada yang begitu tajam.

sungguh, Azazel sama sekali tidak bisa memahami situasi saat ini. walaupun dia tau bahwa pemuda berambut merah itu bukanlah manusia sembarangan, tapi dirinya tetap tidak mengerti kenapa Tengu dan kesepuluh dewan Youkai bisa tunduk kepada Manusia ini. dan sekarang, dia malah tidak sengaja menyulut amarah dari tangan kanan pemimpin Youkai tersebut.

'u-ughh, semua ini semakin membingungkan!' pikir Azazel frustasi sambil mencoba untuk menahan tekanan dari tanan Tengu.

"bisakah kalian menghentikannya sekarang?" ucapan Naruto sepertinya berhasil menarik semua perhatian, termasuk Azazel dan Tengu pastinya.

karena mendengar perintah dari tuannya, tanpa banyak bicara Tengu langsung saja menghilang dan kembali muncul ditempatnya semula, karena menurutnya perintah dari Naruto adalah mutlak baginya.

Azazel akhirnya dapat bernafas legah saat beban yang sejak tadi menekan kedua lengannya sudah tidak ada lagi. terlihat kedua tangannya nampak memerah karena mencoba untuk menahan pukulan dari Tengu.

'ckk! aku tidak menyangka dia memiliki kekuatan fisik sekuat itu!'

jujur saja, Azazel sama sekali tidak pernah mengira bahwa tangan kanan dari Kyubi itu memiliki kekuatan fisik yang cukup mengerikan. walaupun dia sudah mengalirkan energi pelindung di kedua tangannya, tapi tetap saja belum mampu untuk menahan dampak dari pukulan tersebut.

"kalau boleh jujur, aku cukup terkesan dengan kata-kata yang kau ucapkan"

fokus Azazel kembali teralihkan oleh Naruto.

"kalau tidak salah, sudah sangat lama sejak terakhir kali aku mendengarnya. dan sepertinya, kau adalah orang kedua yang masih bisa bernafas ketika mengatakah hal tersebut"

kening Azazel mengkerut, kedua tangannya terkepal, dan giginya saling bergesekan satu sama lain. sungguh, dirinya tidak pernah merasa sehina ini ketika dipermalukan oleh seseorang, apalagi yang menjadi dalangnya hanyalah seorang manusia.

"sebagai ras yang selalu berada pada jejeran terbawah, aku rasa ucapanmu sudah terlalu mengada-ngada bocah!" Azazel mencoba membalas dengan nada yang terdengar begitu sinis.

tapi tentu saja, hal seperti itu tidak akan berpengaruh pada Naruto.

"aku tidak peduli seperti apa kau menilaiku, aku tidak peduli dengan tujuan kalian datang ke tempat ini, dan aku sama sekali tidak peduli dengan semua janji manis yang telah kau ucapkan kepada para orang tua ini. tapi akan aku katakan satu hal... Ras Youkai sama sekali tidak membutuhkan bantuan dari golongan menyedihkan seperti kalian. jadi kalau bisa, segeralah pergi dan tinggalkan tempat ini"

kalian tau, betapa menjengkelkannya jika semua ucapan itu disampaikan dengan nada yang terdengar... datar?! saking jengkelnya, kalian bahkan sampai ingin merobek bibir yang telah mengeluarkan kata-kata tersebut! yahhh, bisa dibilang itulah yang sedang dirasakan oleh pihak ke tiga Fraksi saat mendengar hal tersebut keluar dari bibir Naruto. kali ini, mereka benar-bebar dibuat panas oleh kelakuan Naruto.

"jangan membual anak muda! sejauh yang aku ingat, kau sama sekali tidak mempunyai urusan dalam perte-"

"aku rasa pertemuan ini sudah selesai"

sebuah ucapan dari salah satu Dewan sepertinya berhasil menampar keras mereka semua.

"a-apa yang anda katakan? bukankah tadi anda sudah menyetujui dengan adanya aliansi antara pihak injil dan Youkai?!" tanya Serafall dengan nada terkejut.

"memang benar tadi kami menyetujuinya. tapi saat mengetahui bahwa itu adalah rencana kalian sejak awal, akhirnya kami memutuskan untuk tidak menerimanya!"

tidak ada yang bisa dilakukan oleh Azazel maupun Serafall selain menggertakan giginya marah. semua rencana mereka untuk membuat aliansi dengan pihak Youkai, malah hancur berantakan hanya karena kedatangan pemuda kurang ajar itu.

"jangan bercanda paman! kita sudah berjanji kepada Kunou-chan untuk menyelamatkan ibunya, jadi tidak mungkin kami pergi begitu saja tan-"

"diamlah anak muda! aku tidak mau mendengar hal itu dari anak yang tidak memiliki sopan santun sepertimu!"

lagi-lagi Issei harus dibuat bungkam saat mendengar hal tersebut.

"gkk!" rahangnya mengeras menandakan bahwa dirinya sedang berusaha menahan emosi.

Tap

"tenanglah Issei. masalah akan bertambah rumit jika kau mengacau disini!" ucap seorang pemuda bernama Kiba, smabil mencoba untuk menenangkan Issei. dan nampaknya dia berhasil, terbukti dengan adanya helaan nafas panjang dari sang Oppai Dragon tersebut.

bingung!

sebagai salah satu dari makhluk Superior, kali ini Azazel maupun Serafall benar-benar tidak tau harus berbuat apa. hanya amarah dan rasa malulah yang saat ini menggrogoti harga diri mereka. ditambah dengan tatapan datar yang diberikan oleh dalang dari semua kegagalan ini, menambah itensitas kemarahan di dalam diri Azazel.

"aku pastikan kalian akan menyesal karena telah mempermalukan kami hingga seperti ini!" ucap Azazel dengan penuh penekanan dan tatapan tajam yang dia arahkan kepada Naruto.

"hohh... apakah itu sebuah ancaman?" namun sayang, hal itu hanya di jawab datar oleh Naruto.

wajah itu, ekpresi itu, dan semua penghinaan yang diberikan oleh pemuda ini! dia bersumpah tidak akan pernah melupakannya, dan pasti akan membalas semua kejadian memalukan ini!.

"Kita pergi!" ucapan Azazel mengejutkan mereka semua.

"apa yang kau katakan Azazel? negosiasi belumlah bera-"

"sudalah Serafall, semua sudah berakhir! tidak ada lagi yang bisa kita lakukan ditempat ini" dia berucap tanpa melepaskan tatapan tajamnya dari pemeran utama kita.

tidak ada yang berani bersuara saat melihat Azazel serti itu.

"Rossweisse, buatlah lingkaran teleportasi untuk memindahkan kita semua!"

wanita yang disebut sedikit tersentak mendengarnya. "ta-tapi Azazel sen-"

"apa kau tidak mendengarku?"

wanita berambut silver itu cukup terkejut saat mendengar penekanan dari ucapan Azazel. lalu tanpa bertanya lagi, diapun menciptakan lingkaran sihir khas keluarga Gremory yang melingkupi mereka semua, kecuali para Youkai dan Naruto. tapi sebelum menghilang, Azazel sempat mengatakan sesuatu kepada Naruto dan semua Yoykai yang hadir dalam ruangan tersebut.

"akan aku ingat semua penghinaan ini! dan aku pastikan kalian akan membayarnya berkali-kali lipat dari ini!"

Shinggggg

bersamaan dengan berakhirnya ucapan tersebut, merekapun menghilang dalam lingkaran sihir dan meninggalkan tuan rumah yang masih terdiam dengan wajah datarnya.,..

salah satu Dewan mendekati Naruto, dan membisakan sesuatu padanya.

"apakah semua ini tidak masalah? membuat aliansi dengan mereka, bukankah itu bisa menambah kekuatan militer pihak Youkai?"

memang benar apa yang dikatakan oleh Dewan tersebut, menjalin hubungan dengan pihak injil yang notabenenya memiliki kekuatan yang cukup juah lebih besar dari fraksi Youkai, tentu bisa menambah kekuatan mereka. namun bukan Naruto namanya jika dia mau menerima bantuan dari pihak luar.

"tidak perlu memikirkan hal itu, kekuatan ras Youkai sudah lebih dari cukup untuk menundukan semua ras yang ada" jawab Naruto dan berjalan pergi ke arah pintu keluar.

tentu saja hal itu menimbulkan kebingungan dan keterkejutan di pihak para Dewan dan Tengu.

"tunggu Naruto-sama! lalu bagaimana dengan Yasaka-sama?"

"untuk masalah itu, serahkan saja padaku" tanpa menoleh, Naruto menjawab pertanyaan dari Tengu.

Clekk

dia lalu membuka pintu, dan keluar dari ruangan tersebut...

.

.

.

[di tempat anggota DXD]

.

Shinggggg

sebuah lingkaran sihir tiba-tiba saja muncul disebuah kuil kuno di Tokyo. tidak lama kemudian, keluarlah Azazel dan semua anggota Gremory termasuk Serafall.

"kurang ajar!"

Brakkkk

mereka cukup terkejut saat melihat Azazel dengan amaranya menghantam tiang listrik yang membuatnya remuk dan hendak roboh.

"hanya gara-gara seorang manusia, semua yang kita lakukan malah sia-sia!" ucapnya dengan nada penuh amarah.

"tenanglah Azazel, kau bisa membuat kehebohan jika seperti itu!"

sang Gubernur Malaikat jatuh sedikit tersentak saat mendengar teguran Serafall. benar saja, terlihat beberapa pengunjung wisatawan menatapnya ngeri dan menjuah dari mereka.

"hahhhhh..." menyadari kesalahannya, Azazelpun menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya.

"jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Issei.

"untuk saat ini, kita akan melanjutkan Tour yang tertunda. lagi pula, tugas kita ha-"

Slashhhhhhhh

Serafall tidak bisa melanjutkan ucapannya saat kabut tiba-tiba saja mengerumuni mereka.

"kabut?" gumam Kiba bingung.

berbeda dengan mereka, Azazel dan Serafall malah mengeraskan wajahnya ketika mengetahui kabut apa yang menyelimuti mereka.

"ini!" ucap Azazel tajam.

"tidak salah lagi... [Dimension Lost]"

.

.

.

.

.

[Naruto Pov]

Bulan?

aku pernah mendengar sebuah dongeng yang menceritakan tentang asal muasal terbentuknya sang Raja malam itu. kalau tidak salah, ribuan tahun yang lalu terdapat seekor monster berekor sepuluh dengan kekuatan yang maha dahsyat. saking dahsyatnya, satu kibasan ekor yang dia miliki bahkan sudah cukup untuk menghancurkan sebuah gunung setinggi ribuan meter. ukurannya melebihi gunung, raungannya dapat menimbulkan badai, dan pijakannya mampu membuat separuh dunia bergetar. karena itulah, keberadaannya telah menjadi teror bagi semua makhluk yang ada di dunia. jeritan, tangisan, keputus asaan, dan kesengsaraan melanda seluruh makhluk yang menjadi saksi keganasan monster tersebut.

Harapan?

jika dipikir, tidak mungkin hal semacam itu muncul dalam pikiran mereka. namun, sepertinya Tuhan berkata lain! itu terbukti disaat manusia telah kehilangan harapan, tiba-tiba saja datanglah sesosok pahlawan yang menjadi penolong mereka. sosok itu digambarkan sebagai seorang kakek tua yang membawa tongkat hitam di lengan kanannya, sembilan buah bolah hitam melayang di belakangnya, dan pola riak air yang menghiasi sepasang matanya. tidak ada yang tau darimana asalnya, dia muncul seperti seekor burung yang melayang di udara dan dengan gagah berani melawan monster tersebut sendirian.

tujuh hari tujuh malam dihabiskan untuk menyelesaikan pertarungan tersbut. hanya kehancuranlah yang menjadi saksi bisu dari pertarungan maha dahsyat itu. saat kedua belah pihak telah mencapai batasnya, akhirnya sang pahlawan memutuskan untuk menyegel makhluk tersebut karena tau bahwa monster itu tidak bisa untuk dibunuh. setelah berhasil, duniapun kembali tentram dan terbebas dari yang namanya kehancuran. karena dedikasinya itulah dia mendapat julukan sebagai sang petapa agung enam jalur, atau biasa disebut dengan... Rikudou Sennin.

konon katanya, bulan adalah sebuah wadah untuk menyegel makhluk berekor sepuluh itu. setidaknya, itulah cerita yang aku dapat dari membaca batu peninggalan klan Uchiha.

.

[Naruto Pov End]

.

malam yang dingin, adalah saat yang paling tepat untuk menikmati indahnya bulan purnama. dengan santai, sang tokoh utama kita duduk disebuah kursi yang terdapat di teras lantai dua gedung Istana Youkai. dia sedang menikmati indahnya bulan purnama yang sedang menyinari dirinya.

Shingggg

"Naruto-sama!"

tanpa menoleh, Naruto sudah dapat mengetahui siapa yang mengganggu ketenangannya. seorang Youkai mirip gagak berpakaian khas perang edo dengan adanya tongkat biksu di tangan kanan, bersujud hormat ala prajurit di belakang Naruto. Karasu Tengu, merupakan Youkai gagak dan juga bawahan dari Tengu.

"bagaimana?"

tanpa dijelaskanpun, Youkai gagak itu tentu sudah mengerti apa yang dimaksud oleh Naruto.

"seperti yang anda katakan, saya sudah menyelidiki dan membuntuti kelompok dari fraksi Injil. dan sepertinya, mereka juga akan terlibat dalam masalah ini"

"hohh.." seperti yang Naruto duga, mereka tidak akan menyerah semudah itu.

"tapi, ada satu hal lagi yang sepertinya akan menarik perhatian anda"

Naruto sedikit melirik kearah Karasu Tengu. "jelaskan!"

"Hai! dalam penyelidikan ini, kami telah menemukan informasi yang menjelaskan siapa dalang dari kasus penculikan Yasaka-sama. berdasarkan semua bukti yang telah dikumpulkan, kemungkinan besar bahwa dalang dari masalah ini adalah... Kelompok Pahlawan!"

"..."

Naruto tidak merespon, dirinya sedang memikirkan sesuatu.

"kelompok pahlawan? pemilik True Longnius, kah?" gumam datar Naruto.

kalau tidak salah, selama pengembaraannya dia pernah mendapat informasi yang mengatakan bahwa pemilik dari tombak Tuhan itu sudah ditemukan, dan berdasarkan info tersebut dia juga mengetahui bahwa pemilik True Longnius berasal dari golongan Pahlawan.

"benar Naruto-sama! tapi tidak hanya dia, ada kemungkinan Dimension Lost juga ikut terlibat di dalamnya, karena belum lama ini pihak perwakilan ke tiga Fraksi ditransfer paksa oleh sesuatu mirip kabut yang menjadi simbol dari Sacred Gear Dimension Lost!"

Naruto kembali menatap bulan, mata emasnya tampak berkilat saat terkena sinar sang Raja malam.

"Soukah? jika dua manusia berpengaruh berada dalam satu tim, berarti tidak menutup kemungkinan adanya manusia berpengaruh lainnya. dengan semua kekuatan itu, rencana apa yang mereka miliki dengan menculik Yasaka?"

dirinya menutup mata dan memikirkan segala kemungkinan yang ada. "kau boleh pergi! mulai dari sekarang, serahkan semuanya padaku"

"Hai!" mengangguk paham, Karasu Tengupun terbang entah kemana.

Tap Tap Tap

tidak lama, suara langkah kaki kembali menarik perhatian Naruto.

"bagaimana, kau sudah mendengar semuanya bukan?" tanpa menoleh, Naruto membuka suaranya.

suara langkah kaki berhenti, dan sebuah suara memabalas pertanyaan Naruto. "apa sebenarnya yang kau rencanakan?" suara datar khas seorang pemuda, memasuki pendengaran Naruto.

Naruto menyandarkan punggung di kursi, lalu diapun menjawab. "entalah... siapa yang tau?"

"hahhhh.." sosok itu menghela nafas mendengar jawaban Naruto. "kau benar-benar tidak berubah!"

dia lalu tersenyum. sosok itu menatap kedua tangannya yang tampak memiliki garis-garis aneh seperti lembaran kertas. mata hitam dengan pupil berwarna merah serta terdapat tiga pasang Tomoe yang melingkarinya, juga ikut menatap indahnya rembulan.

"sebenarnya, kenapa kau memilih untuk menghidupkanku?"

Naruto tidak menjawab, namun anehnya bibirnya malah sedikit menunjukan senyum tipis. "apakah hidup di akhirat membuatmu berubah? kau bertanya seperti tidak mengetahui sifatku saja"

dia kembali tersenyum membalas ucapan Naruto. "setelah mempermalukan sang mimpi, apalagi yang ingin kau lakukan? seperti masa lalu, apakah permainan akan kembali terjadi?"

mendengarnya, entah kenapa Naruto kembali mengingat masa lalu yang membuatnya seperti ini.

"masa lalu yang menyedihkan bukan?" dia sedikit merik kebelakang hanya untuk melihat pemilik mata aneh itu. "untuk saat ini, aku ingin kau menemukan lokasi dari bocah pemilik Dimension Lost itu. Bagaimana, apakah kau bisa melakukannya?"

sosok itu menutup mata sejenak, dan saat dia membukanya, ke tiga Tomoe yang sebelumnya membingkai matanya berputar pelan dan secara perlahan menyatu membentuk pola aneh lainnya.

"kau meremehkanku!?"

"tentu saja tidak. kalau begitu, aku serahkan padamu" balas Naruto.

"hn.. aku pergi!"

Bofttt

dia bergumam dan langsung menghilang dalam kepulan asap meninggalkan Naruto yang masih menikmati sejuknya angin malam yang menerpa kimono biru miliknya.

.

.

.

.

.

.

.

T~B~C

.

.

.

haloooo mina-san... sebelumnya saya minta maaf karena terlambat mengupload. entah kenapa, akhir-akhir ini sedang banyak terjadi masalah di kehidupan nyata, sehingga mengganggu mud saya untuk mengetik. jadi, bagaimana dengan chapter kali ini? semoga sesuai dengan ekspetasi kalian..

tidak banyak yang ingin saya sampaikan, mungkin saya hanya akan membalas beberapa pertanyaan yang harus di jawab...

bukankah Tengu sudah mati? jawabannya tentu saja belum! yang mati adalah Karasu Tengu, yang merupakan Youkai sejenis Tengu tapi dengan pangkat lebih rendah dari Tengu.

kapan Naruto punya tangan? kalau untuk masalah itu, dengan mimiliki mata Dewa sebenarnya Naruto bisa menumbukan tangannya dengan mudah. tapi, ada satu alasan yang membuatnya tidak melakukan itu! bagaiamna? apakah klian tau apa alasannya?

melepaskan Great Red? Naruto punya rencana sendiri tentang hal itu!

siapa yang mengambil peran pahlawan? hmmmm...? entalah... coba pikirkan sendiri! heheheh...

yapp.. aku rasa itu saja! untuk selanjutnya, saya akan usahakan update seminggu sekali. tapi Wordnya akan saya kurangi hingga 4000-5000 saja.. kalau masih banyak Typo, mohon dimaklumi.. karena saya hanyalah seorang manusia.

okee.. sampai ketemu pada chapter sebelumnya! byyyy...