Just enjoy and hope you like it
Twisted Love
by
Kris_8
I own nothing, Kris_8 has
Summary : Setelah Perang Besar, semua siswa tahun ketujuh diundang kembali ke Hogwarts untuk menyelesaikan tahun ajaran mereka dan mengambil N.E.W.T.s. Ketika mereka semua kembali, beberapa diantaranya telah berubah. Ron dan Hermione masih menjadi sepasang kekasih tetapi Hermione merasa bahwa Ron mengabaikannya. Ikatan Ginny dan Harry masih kuat seperti sedia kala. Apa yang akan terjadi ketika mereka kembali untuk menyelesaikan tahun terakhir mereka?
Chapter Five
Aku terbangun karena adanya suara barang-barang terlempar . aku bangun dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, aku mengikuti suara yang ternyata berasal dari kamar Malfoy. Aku mengetuk pintunya.
"Go away!"
Suaranya terdengar serak dan seperti sedang menangis.
"Draco buka pintunya".
Aku terus memaksa, dan akhirnya dia membuka pintu.
"Kau memanggilku Draco".
Aku bahkan tidak menyadarinya tapi aku melihat wajahnya bengkak dan matanya merah karena lelah.
"Apa yang terjadi?"
"It's nothing, aku akan beristirahat seharian dan akan baik-baik saja".
"Sure, gunakan waktumu sebaik mungkin. Aku harap kau cepat merasa lebih baik".
Dia menutup pintunya dan aku segera kembali ke kamarku, aku penasaran apa yang terjadi sebenarnya. Aku menatap jam, aku punya waktu sekitar satu jam sebelum sarapan. Aku bergegas menuju ke kamar mandi dan mengunci pintu. Aku melepas pakaian dan atribut lainnya dari tubuhku dan berjalan kedalam air hangat, membiarkan semuanya terbilas dengan sendirinya. Aku sangat penasaran mengenai Malfoy, mengapa dia menangis? Apa yang terjadi? Aku cukup tahu bahwa Malfoy tidak pernah menangis. Aku memilih untuk mengabaikannya, aku selesai berendam lalu menggunakan sebuah mantra untuk mengeringkan rambutku. Aku berjalan kearah kamarku dan mengambil jubahku, aku telah siap pergi untuk sarapan di aula besar.
Saat aku berjalan menyusuri koridor, aku berpapasan dengan murid-murid lainnya. Aku berjalan menuju aula besar untuk bertemu Harry, Ron dan Ginny yang duduk di meja Gryffindor. Mereka semua terlihat memegang sebuah surat kabar. Aku berjalan mendekat dan berdiri dibelakang mereka dan mulai membaca halaman pertama.
'Lucius Malfoy sentenced to Dementor's kiss later tonight'
Aku terperangah dan secara otomatis mengerti mengapa Draco sangat sedih karena ayahnya akan mendapat hukuman mati mala mini dan dia tidak dapat berbuat apapun mengenai hal ini.
"Oh hey Mione"
Ron berbalik dan menatap wajahku yang terlihat prihatin.
"Apa?"
"Nothing"
"Jadi ayah musang albino itu akan mendapat hukuman mati malam ini karena pantas dengan apa yang dia lakukan"
"Ron, itu tidak benar! kau tidak mengerti apa yang dihadapi Draco selama ini, dia menangis dan melempar barang-barang pagi ini"
"Oh, tunggu kau memanggilnya Deaco?!"
"I guess I did"
Aku terduduk dalam diam dan membaca artikel dari balik bahu Ron. Sekarang aku mengerti mengapa Malfoy sangat sedih dan aku harap dia dapat melalui itu semua. Sebelum aku menyadari sarapan selesai aku segera pergi menuju kelas pertamaku, kelas ramuan.
Aku cukup baik pada kelas ramuan tapi Ron bilang bahwa aku lah yang terbaik diantara angkatan kami. Waktu berjalan secara cepat dan tak terasa telah hampir waktu untuk makan malam. Jadi aku kembali ke kamarku untuk beristirahat sebentar dan mengerjakan beberapa tugas. Aku berjalan kearah asrama ketua murid dan melihat Malfoy berbaring, ia terdiam menatap langit-langit. Aku berjalan mendekat dan dia mengerling padaku.
"Kau ingin secangkir teh? Ibuku selalu bilang bahwa teh dapat menghilangkan kesedihanmu"
"Sure I guess"
Dia terbangun dan sedikit bergeser sehingga aku dapat duduk disampingnya. Aku menuju ke kamarku, aku mengambil teh yang selalu kusimpan dalam tasku semenjak terjadinya perang, itu membantuku saat aku tiba-tiba terbangun di malam hari. Aku memanggil cangkir dan air dengan menggunakan mantra, aku memanaskan air dan mulai membuat teh. Aku keluar dari kamarku dan membawakan secangkir teh untuk Malfoy.
"Thanks"
Aku menatapnya dan dia masih terlihat sedih tapi tidak lebih buruk seperti saat aku pertama kali melihatnya pagi ini.
"Aku tahu mengapa kau sedih dan aku sangat mengerti".
"Aku tidak tahu mengapa aku sangat sedih, mengingat dia adalah ayah yang mengerikan dan selalu memaksaku untuk melakukan segala kehendaknya. Jika aku tidak mendengarkannya, aku mendapatkan hukuman. Aku seperti sebuah tanah liat yang selalu dapat ia bentuk sesuka hatinya".
"Dia adalah ayahmu, sangat normal kau merasa sedih bagaimanapun dia memperlakukanmu".
"Benar, jadi kau masih ingin berpatroli malam ini".
"Aku akan pergi sendiri. Apakah kau ingin ikut?"
"Yeah, aku baik-baik saja sekarang".
Kami duduk dalam diam sambil meminum teh masing-masing. Kami mulai berbincang mengenai waktu kami setelah terjadinya perang. Aku merasa sedih karena ayahnya masuk ke Azkaban dan ibunya yang mengalami depresi akut. Aku melihat suatu hal yang nyaris sama terjadi pada George setelah Fred meninggal. Dia selalu nampak sedih. Tapi itu tidaklah lebih buruk daripada yang dirasakan ibunya. Kami memutuskan untuk melewati makan malam dan hanya mengambil sesuatu yang ada di dapur dan kemudian berbincang lagi di ruang rekreasi ketua murid. Mungkin Malfoy telah berubah setelah perang berakhir.
Kami menyelesaikan makan kami dan mulai mengerjakan tugas. Setelah selesai, aku dan Malfoy memulai patrol. Tiap ruangan terasa sangat menyeramkan pada saat malam hari. Aku merasa nyaman setiap saat kami berbincang. Saat kami berjalan, kami menangkap beberapa murid tahun pertama tengah tersesat dan kami membantu mereka untuk kembali ke asrama masing-masing. Tak terasa, hawa semakin dingin saat kami berjalan, aku mulai menggigil, aku merasa bodoh karena memakai baju yang berlengan pendek. Kemudian aku merasakan sesuatu di sekitar pundakku. Aku menatap kearah Malfoy, dia memberikanku jubahnya.
"Thanks"
"No problem"
Dia memberiku senyuman yang tulus bukan seringaian seperti biasanya, sebenarnya ini adalah pertama kalinya aku melihatnya tersenyum dengan menunjukkan giginya, kami mulai berjalan mengelilingi kastil sampai kami merasa lelah. Kami berhenti dan menatap sekitar kemudian aku berlari menuju Ron berada.
"apa yang kau lakukan disekitar sini?"
"Nothing, night"
Dia berlari kearah asrama Gryffindor. Aku menyadari bahwa rambutnya terlihat berantakan dan dia tampak khawatir menatapku. Kemudian aku dan Malfoy kembali, lalu melihat satu sosok berlari kearah sebaliknya. Ini sangat aneh. Kami selesai berpatroli dan berjalan kembali menuju asrama ketua murid. Aku menuju kamarku saat Malfoy akan terjatuh. Aku menangkap lengannya dan menyeretnya ke sofa dan mendudukkannya disana. Aku menariknya kedalam pelukan dan membiarkannya menangis. Dia mencoba untuk mendorongku tapi kemudian ia menerima pelukanku dan mulai merasa tenang.
"Sorry"
Dia menyeka matanya
"It's ok, memikirkan apa yang terjadi padamu".
"Ayahku akan menerima hukuman mati malam ini".
Dia berkata seperti dunia ini menghadapi kiamat.
"It's ok, kau dapat belajar menangani hal itu".
Aku merjalan menaiki tangga dan berganti pakaian celana pendek dan kaos. Aku kembali ke ruang rekreasi dan duduk bersama Malfoy. Dia juga berganti celana pendek dan sweater. Kami duduk dan hanya menikmati kebersamaan satu sama lain. Selanjutnya berakhir dengan ia berbaring dibelakangku. Aku menatapnya, kepalanya berada di rambutku dan dia memelukku seakan takut bahwa aku akan meninggalkannya kembali dalam keadaan depresi.
"Kumohon jangan tinggalkan aku, tetaplah bersamaku malam ini".
"Baiklah, apapun yang kau butuhkan kau bisa memberitahuku".
Aku meringkuk kedalam dadanya dan dia memelukku semakin mendekat kearahnya.
"Thanks"
Aku mulai terlelap dan sebelum aku menyadarinya, kami berdua telah tertidur dengan memeluk satu sama lain dimana tidak ada satupun didunia ini yang dapat mengubahnya. Kami tidak memiliki masalah dan semuanya sangat sempurna. Tapi saat terbangun pada pagi hari layaknya terbangun dari mimpi kami. Kami memilih untuk melupakan segalanya, seperti taka da yang terjadi sebelumnya. Tapi kenyataannya aku sama sekali tidak dapat menghilangkan perasaan itu dari dalam kepalaku, perasaan saat berada diantara lengannya benar-benar terasa seperti seharusnya dimana taka da apapun didunia ini yang dapat menyakiti kami berdua.
to be continue
How's this chapter? Please leave the review, so I know what you think. Thank you for the favourites, follows, reviews, silent riders, and so on.
Nuruko03, ayuniejung, lililala2499, Hyeon hee kim, and Renzki.
PS : Aku sangat minta maaf akan keterlambatan update fic ini. Maaf karena selama dua minggu kemarin aku sangat sibuk mempersiapkan ujian sidang akhir skripsi yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Tapi semua kerja keras pasti akan selalu dimudahkan dan diberikan jalan yang terbaik. Yang membuatku sangat bahagia adalah aku dapat melalui sidang skripsi dengan lancar dan sukses, akhirnya aku lulus juga! Couldn't more happier LOL. Dan aku janji setelah ini aku akan berusaha update secepat yang aku bisa. Terimakasih sebelumnya, maaf karena aku menyisipkan curhat yang kurang penting ini untuk kalian haha. See you soon xx.
