Duk..
Duk..
Duk..
"Cukup. Latihan untuk hari ini kita akhiri."
"Hai'.."
Sawamura Daichi memerintahkan seluruh anggota tim bola voli Karasuno untuk menyelesaikan latihan mereka ketika jam yang terpasang di dinding telah menunjukan pukul 7 malam. Semua anggota tim voli langsung bergegas membereskan kekacauan yang mereka sebabkan dari latihan hari ini.
Kecuali satu orang yang masih asik berdiam diri di sudut gym, sembari membawa sebuah bola voli di tangannya. Memandang datar ranpa ekspresi ke arah rekan satu tim nya yang tengah beres-beres.
Dan salah seorang anggota tim bola voli Karasuno ada yang menyadari keberadaannya disana.
"Oi Kageyama, kenapa kau tidak ikut membersihkan gym?" Sosok bernama Kageyama yang di panggil Sugawara itu nampak sedikit berjingkat, tanda jika ia tengah terkejut. Sedangkan beberapa anggota yang lain ikut memandang kearah Kageyama yang masih berdiam diri di tempatnya.
Kageyama tersadar jika sepertinya ia sedang melamun tadi. Maka ketika ia melihat pandangan bertanya-tanya dari yang lain, Kageyama langsung menunduk sembari minta maaf.
"S-sumimasen."
"Tidak.. tidak.. Apa kau sedang tidak enak badan?" Tanya Sugawara.
Kageyama menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ia langsung saja berjalan pergi dan langsung memunguti bola voli yang masih berserakan. Sugawara menatap sosok Kageyama yang tengah mendorong keranjang berisi bola itu dengan pandangan yang sulit diartikan.
Dan hal itu akan terus berlanjut jika saja tidak ada tepukan pelan di bahu kirinya. Sugawara menatap singkat kearah orang yang menepuk bahunya, dan dilihatnya Sawamura yang menaruh telunjuk kanannya di bibirnya sendiri. Tanda agar Sugawara diam. Setelahnya Sawamura pergi dan melanjutkan acara membersihkan gym itu. Di ikuti oleh Sugawara di belakangnya yang memilih untuk menuruti Sawamura.
Hingga beberapa menit kemudian tim bola voli Karasuno telah selesai dari acara bersih-bersihnya.
Kageyama langsung saja melesat pergi setelah ia dengan halus menolak ajakan Tanaka dan Nishinoya untuk makan bakpao bersama seperti biasanya. Dan hal itu kembali membawa tanda tanya besar di dalam kepala setiap member tim bola voli Karasuno.
"Hei Noya-san, apa menurutmu si Kageyama itu sedang dalam masalah?" tanya Tanaka ketika hampir seluruh anggota tim voli berjalan bersama menuju kedai bakpao.
Nishinoya nampak memamerkan pose berpikirnya yang ala-ala film detektif. Membuat anggota lain menatap tak yakin dengan jawaban yang akan di lontarkan oleh sang libero itu.
"Hm, kupikir dia baik-baik saja. Dia hanya ingin pulang cepat, mungkin saja Kageyama sedang kelelahan." jawab Nishinoya dengan senyuman lebar penuh kepercayaan dirinya itu.
"Awalnya kupikir juga ia sedang kelelahan atau tidak enak badan. Tapi kurasa, aku bisa merasakan ada sesuatu yang salah dengan Kageyama." balas Sugawara.
Semua tiba-tiba terdiam dan fokus dengan pikiran mereka masing-masing. Menimbulkan suasana berat yang cukup membuat Tanaka yang notabene nya sosok yang pecicilan menjadi tidak nyaman.
"Su-sudahlah.. Bagaimana kalau kita tanyakan pada Kageyama besok?" usul Tanaka. Mereka pikir apa yang dikatakan Tanaka itu ada benarnya. Maka dengan pikiran yang sedikit berkurang, mereka pun menuju kedai dengan celotehan dari Tanaka, Nishinoya, dan Hinata yang cukup meramaikan.
XoX
Pagi harinya ketika bel istirahat pertama telah berbunyi, Sawamura dan Sugawara berjalan pelan menuju kelas Kageyama. Sebelumnya Tanaka dan Nishinoya memang ingin ikut menemui sang setter utama itu. Tapi Sawamura mencegah dua orang itu dengan alasan kalau yang menemui Kageyama cukup dirinya dan Sugawara saja sebagai perwakilan.
Tanaka dan Nishinoya hanya menurut saja akan ucapan Sawamura. Tidak banyak protes dan tunggu saja kabar dari Sawamura dan Sugawara.
Namun ketika mereka berdua sampai di depan kelas Kageyama. Hal pertama yang menyambut mereka adalah suara teriakan Hinata yang sudah berdiri di depan kelas.
"Hinata, apa yang kau lakukan disini? Ah dan, apa ada Kageyama?"
"A-ah.. itu, Kageyama-kun tidak masuk sekolah hari ini." Sawamura dan Sugawara berpandangan sejenak mendengar ucapan Hinata.
"Kenapa?"
"Sepertinya sakit Suga-san." Sawamura dan Sugawara kembali berpandangan untuk yang kesekian kalinya. Mencoba berkomunikasi lewat pandangan mata dan membiarkan Hinata bingung seperti orang bodoh.
Sepersekian detik setelahnya mereka berdua sama-sama mengangguk sekali.
"Baiklah. Terimakasih atas informasimu, Hinata. Nanti sore jangan sampai kau telat datang untuk latihan yaa." Ujar Sawamura.
"Osu.."
XoX
Jam telah menunjukan pukul 7 malam, bahkan langit pun sudah mebggelap. Namun Iwaizumi masih duduk dengan santai di sebuah kursi taman sembari menyandarkan punggungnya. Tepat di samping kanannya terlihat sosok Oikawa yang tengah menggigiti kuku-kuku jarinya dengan sorot mata yang menyiaratkan kecemasan. Iwaizumi hanya diam saja sembari meminum jus ditangannya dengan santai.
"Kenapa dia tidak ada? Apakah dia sakit? Tapi kemarin dia baik-baik saja? Apa aku coba datang kerumahnya saja untuk melihat keadaannya? Tapi bagaimana kalau dia bingung nanti? Arghh... Sialan."
Iwaizumi melempar kotak jus kosong itu ke tempat sampah yang dekat dengan kursi yang di dudukinya. Kepalanya menengadah ke atas, menatap hamparan kanvas gelap dengan butiran bintang-bintang sebagai hiasannya. Pikirannya berkelana memikirkan berbagai macam hal.
"Hei Oikawa, apa kau selalu membuntuti Kageyama ketika anggota Karasuno selesai latihan?" Tanya Iwaizumi.
Oikawa melirik Iwaizumi dari sudut matanya. Kemudian ia ikut mengangkat kepalanya dan menatap kearah langit malam yang gelap. Ia pejamkan kedua kelopak matanya rapat, dan detik setelahnya dapat Iwaizumi dengar helaan nafas berat yang berasal dari Oikawa.
"Begitulah."
"Kenapa?" Oikawa mengangkat salah satu alisnya sekilas ketika otaknya sedikit lama menangkap maksud dari ucapan Iwaizumi.
"Ah, aku bahkan tidak tau apa alasanku Iwa-chan. Mungkin, aku takut jika Tobio kenapa-napa di jalan? mangkannya aku mengikutinya pulang?" Jawabnya tak yakin.
Karena jujur saja, Oikawa sendiri sebenarnya tidak tau alasan kuat apa yang mampu membuat dirinya selalu mengikuti Kageyama di balik bayang-bayang ketika sang setter karasuno itu selesai dengan latihannya. Apakah karena dia yang memang khawatir pada kouhai manisnya itu, atau karena hal lain yang membuatnya dengan nekat mengikuti Kageyama. Padahal jarak antara Aoba Johsai dan Karasuno bukanlah jarak yang tergolong dekat.
Entahlah, Oikawa tidak mau memikirkan apa alasannya.
"Sejak kapan?" Oikawa melirik Iwaizumi sekilas.
"Hampir 2 bulan kurasa."
Iwaizumi menghembuskan nafasnya. Ia pun berdiri dari duduknya, membersihkan celana nya dari debu kemudian berjalan pergi meninggalkan Oikawa yang masih duduk diam di tempatnya.
Tapi ketika baru lima langkah Iwaizumi meninggalkan Oikawa, tubuhnya yang semula berjalan memunggungi tiba-tiba saja berbalik kearah sang sahabat.
"Sebaiknya kau temui Kageyama. Dari pada kau seperti orang gila yang terus saja berbicara sendiri. Aku khawatir nanti kau malah di tangkap petugas rumah sakit jiwa ketika sedang di jalan."
"Iwa-chan hidoi."
To Be Continue
H... hai...
Hehe..
Ini kayaknya udah lamaaaaaaaaaaaaa banget gak di lanjut yaa?? /pake tanya
Hontou ni gomennasai T_T...
See you next chap~
