Chapter 2

Disclaimer : Masashi kishimoto

.

.

Rate : T

.

.

Warning : Berantakan, ooc,typo,aneh,dll

.

.

Summary: Naruto Uzumaki, seorang siswa pindahan dari Suna. Ia seorang yatim piatu semenjak smp. Dan ia merupakan siswa yang cerdas dan tampan. Seperti apa pengalamanya di sekolah barunya, Konoha High School?.

.

.

Chapter sebelumnya :

''Ohayo, minna. Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki...''

...

Hai, Sasuke-teme.''

''Hn, Dobe.''

...

''Hai, Naruto. Perkenalkan Namaku Kiba Inuzuka...''

...

''Tentu saja, kau kan temanku.''


Chapter 2

Masih di area sekolah KHS( Konoha High School)

KRRIINNGG

Jam istirahat baru saja berbunyi. Ini adalah momen menggembirakan bagi murid yang perutnya sudah mengamuk minta diisi. Tapi sepertinya tidak untuk tokoh utama kita. Dimana ia sekarang ?

XI-A

''Kyaa ! Kau sangat tampan Naru-kun.''

''Iya, benar kau sangat tampan.''

''Boleh minta nomor teleponmu ?. Boleh ya, boleh ya''

Ha~h! Beginilah resiko orang tampan. Saat ini Naruto sedang dikepung siswi-siswi yang tidak waras( menurut Naruto). Awalnya ia ingin keatap sekolah, tapi belum sempat ia berdiri dari bangkunya, ia sudah dikerumuni banyak zombie#plak.

Susah payah Naruto mencoba kabur dari kerumunan, sehingga ia harus melewati celah yang sedikit longgar untuk kabur.

'Sedikit lagi, sedikit lagi Naruto. Kau pasti bisa. Ganbate, ttebayo.'' Batin Naruto menyemangati dirinya sendiri.

Nyuut

''Aahhh''

Tanpa sengaja tangan Naruto memegang dada salah satu siswi tersebut. Alhasil terdengarlah desahan yang sedikit erotis untuk di dengar yang menyebabkan semua seisi kelas melongo tak percaya. Momen tersebut tak disiasiakan oleh Naruto untuk kabur dari kumpulan zombie tersebut.

.

.

Angin bertiup sepoi-sepoi memberi kesan tersendiri untuk dirasakan. Sejuk, damai, tenang, menyegarkan. Itulah yang saat ini dirasakan oleh pemuda berambut kuning yang sedang bersandar dipagar atap sekolah. Siapa lagi kalau bukan Tokoh utama kita, yang sudah mengeluarkan tenaga luar dan dalam untuk kabur dari kerumunan para zombie yang mengamuk minta dijatah nanti malam. Author mesum.

''Ha~h, sejuknya.'' Komentar naruto pada alam

Cklek

Pintu atap terbuka menampakkan sosok berkepala ekor ayam#dichidorisasuke. Berkepala gaya rambut emo.

''Ternyata kau disini, Naruto.'' Kata sosok tersebut sambil mendekat kearah Naruto dan bersandar disebelah Naruto.

''Yah, begitulah. Favorit kita dulu waktu masih di akademi. Benarkan, Teme ?''

''Hn.''

''Berhentilah berkata 'Hn', Teme.'' Protes Naruto

''Hm''

''Itu gak ada bedanya, Sasuke !'' Muncul perempatan dikening Naruto.

''Em.''

''Apa maksud dari 'Em' mu itu, Sasuke ? Kau ingin berkelahi, hah ?'' Emosi Naruto, karena Sasuke selalu berkata 'Hn', 'Hm', dan lainnya.

''Ng''

''Ghah ! Terserah kau sajalah, Teme.'' Naruto selalu kalah bila berdebat dengan teman pantat ayamnya.

''Kau dari mana saja, Dobe ?'' Akhirnya Sasuke bertanya kepada Naruto.

''Kau tau Sasuke ? Sangat susah bebas dari kerumunan orang-orang yang tidak waras tersebut. Aku lewat sana susah, lewat sini susah, akhirnya aku menerobos mereka hingga tanpa sengaja tanganku meremas dada salah satu siswi tersebut.'' Jelas Naruto panjangĂ—lebar=luas.

''Oy, teme. Waktu aku dikepung oleh para wanita, kau menghilang kemana ?'' Tanya Naruto penasaran. Tentu saja Naruto penasaran, kenapa hanya dirinya yang dikerumuni siswi satu kelas sedangkan Sasuke tidak..

''Oh, itu. Begini. Setelah bel istirahat berbunyi, tepat setelah sensei keluar kelas, aku cepat-cepat keluar dari ruangan tersebut(XI-A). Jika tidak, nasibku akan sama sepertimu, Naruto.'' Jelas Sasuke yang tumben-tumbenan menjelaskan sedetail itu. Biasanya singkat, padat, dan kurang jelas.'Hn.'

''Oh.'' Balas Naruto

''Ayo, Dobe, kita kekalas. Sebentar lagi pelajaran berikutnya akan dimulai.''

Perkataan Sasuke membuat tubuh Naruto menegang dan berkeringat dingin. Naruto masih takut jika para siswi menyerangnya lagi.

''Ta-ta-tapi, dikelas masih ada perempuan, Sasuke. Bagaimana kalau mereka menyerang kuta berdua ?'' Setakut-takutnya Naruto kepada kumpulan siswi, ia lebih takut dengan hantu. Setakut-takutnya ia dengan hantu, ia sangat sangat sangat takut kepada Tuhan.

''Haah! Kau ini, Naruto. Kalaupun ada , hanya empat atau lima orang saja. Ayo Dobe.'' Sasuke menyeret Naruto yang sudah ingin kencing dicelana.

.

.

KRRIINNGG

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi.

Saat ini Naruto berjalan keluar dari gerbang sekolah. Naruto pulang sedikit terlambat, karena ada panggilan alam yang mengharuskan Naruto masuk TOILET.

Saat Naruto berjalan melewati persimpangan, ia mendengar suara yang berasal dari gang sempit yang berada beberapa meter didepan Naruto. Naruto penasaran dengan suara tersebut dan mendekati gang sempit itu.

Disebuah gang sempit, ada 2 preman dan seorang gadis kecil berambut indigo sedikit pucat dan bermata lavender, berumur sekitar 13 tahun.

''Ayolah, pasti ada sisanyakan? Berikan saja pada kami.''

''Tidak, aku sudah tidak punya uang lagi.''

''Jangan bohong gadis kecil, kau belanja sebanyak ini kau bilang tidak ada uang. Kemarikan uang sisa belanjamu.''

''Tidak akan. Ini uang kakakku, tidak akan kuberikan pada kalian.''

''Sudahlah ayo kita ambil paksa saja uangnya. Sekalian kita nikmati saja si kecil ini, lumayankan ?''ajak pria yang menakai jaket hitam kepada temannya.

''Kau benar, lumayan juga.'' setuju pria yang memakai topi sambil memberikan seringai yang menyeramkan.

''A-apa yang akan kalian lakukan pa-padaku ?'' tanya gadis kecil tersebut ketakutan. Ia sudah terpojok, dibelakangnya ada dinding, didepannya 2 preman yang ingi mengambil uangnya sekaligus ingin menikmatinya. Yang bisa ia lakukan hanya merengkuh dan menangis.

''Hiks..hiks..hiks.. Lepaskan aku,tolong jangan lakukan ini padaku.''

Kedua preman semakin dekat dengan gadis kecil tersebut.

''HEI KALIAN !''.Kedua preman tersebut menoleh kearah suara yang memanggil mereka. Disamping kanan mereka, sekitar 5 meter, berdiri sosok berkumis kucing yang sedang memasukkan tangannya kedalam saku celananya.

''Wah wah, ternyata ada pahlawan kesiangan rupanya ?. Hahaha.'' kata pria yang memakai topi sambil tertawa mangejek.

Sosok yang mempunyai tanda lahir seperti kumis kucing tersebut melihat jam yang berada diponselnya

''Kau benar, sekarang sudah siang.''

''Kita serang saja dia, ayo.''pria yang memakai jaket hitam berlari kearah sosok tersebut , tapi sosok tersebut hanya diam saja, tidak bergerak. Pria berjaket hitam itu berlari mendekati sosik pemuda dan melesatkan tinjunya kearah muka pemuda dengan sekuat tenaganya.

'Tap' 'Bruk' 'Ahk

Sang pemuda barhasil menagkis tinju yang melesat kearahnya dan membanting preman tersebebut. Preman bertopi yang tidak terima temannya dibanting, ia pun menyerang pemuda yang berdiri dengan tegapnya.

''Hyaah'

Pria bertopi bermaksud menendang sisi kiri wajah sang pemuda, tapi sang pemuda tersebut berhasil menangkap kaki preman yang hendak menendangnya. Lalu diputarnya tubuh preman tersebut dan membantingnya kedinding dengan sekuat tanaga.

'Buk' ''Akhk.''

Akhirnya kedua preman itu lari menjauhi sosok pemuda sambil menahan sakit yang teramat sangat.

Dirasa sudah jauh, sang pemuda mendekati gadis kecil yang masih meringkuh dan menahan isak tangisnya.

''Hei, daijobu ?'' Tanya pemuda tersebut halus.

''Da-hiks-daijobu. A-arigato. Hiks.'' Jawab gadis kecil yang masih terisak.

''Hei, jangan menagis lagi. Mereka sudah tidak ada kok.'' Kata pemuda tersebut membantu sang gadis berdiri dan memungut belanjaannya.

''Ayo, ku antar kau pulang. Tidak baik anak kecil pulang sendirian.''

''Tidak usah nii-san, aku bisa pulang sendiri kok.'' Tolak gadis kecil itu karena tidak mau merepotkan, walaupun dirinya tidak terima dibilang 'anak kecil.'

''Sudahlah, ayo.'' Kata sang pemuda yang berjalan mendahului gadis kecil. Padahal ia tidak tau dimana rumah sang gadis.

''Namamu siapa ? Namaku Naruto.''

''Namaku Hanabi Hyuuga, nii-san.'' Jawab gadis kecil yang bernama Hanabi.

'Oh, ternyata ia adiknya Hinata. Pantas saja mirip.' Batin Naruto yang melihat ada kesamaan Hanabi dengan Hinata.

''Nii-san, ini rumahku, kita sudah sampai ''

'Jadi ini rumah Hinata ? Sangat besar dan sejuk.' Batin Naruto kagum dengan rumah khas jepang yang bernuansa tradisional.

''Nii-san ?''

''Ah ? Iya kenapa?'' Tanya Naruto yang sedari tadi melamun.

''Kita sudah sampai.'' Ulang Hanabi.

''Ah, iya. Ini barang belanjaanmu'' Naruto menyerahkan belanjaan yang dibawanya kepada Hanabi.

''Arigato, nii-san. Nii-san sudah menyelamatkanku dan membawakan belanjaanku.'' Ucap Hanabi berterimakasih kepada Naruto.

''Tidak masalah, sabagai sesama manusia kita harus saling membantu kan ?'' Naruto memang orang yang ramah dan suka membantu.

''Tapi aku hantu loh.'' Canda Hanabi yang ditanggapi dengan serius oleh Naruto.

''A-APA ? Ka-kau hantu ?'' Naruto memang penakut. Jadi, candaan pun ia anggap serius jika menyangkut tentang hantu.

''Hahaha. Aku hanya bercanda nii-san.'' Hanabi tertawa karena sosok yang menyelamatkannya takut kepada makhluk yang namanya hantu.

''Kau benar-benar bercandakan ?'' Tanya Naruto memastikan.

''Aku bercanda, Naruto-nii. Kalau tidak percaya sentuh saja.'' Tawar Hanabi.

Naruto memutuskan mencubit pipi Hanabi untuk memastika Hanabi hantu atau manusia. Dirasa sudah cukup dan memastikan Hanabi manusia asli, Naruto melepaskan cubitannya.

''Ternyata benar kau manusia, kau membuatku takut saja. Baiklah aku pulang dulu, kasihan rumahku sendirian, pasti kesepian.''

''Rumah Naruto-nii tidak sendirian, masih ada rumah yang lain. Mungkin mereka sedang mengobrol.''

''Hahaha, kau ini. Baiklah Hanabi, aku pamit pulang. Jaa na.''

''Hati-hati Naruto-nii, dijalan banyak hantu '' Canda Hanabi sedikit berteriak karena Naruto sudah agak jauh.

''KAU INI ! KAU MEMBUATKU TAKUT SAJA.'' Teriak Naruto.

''Hihihi, dasar Naruto-nii.'' Ketawa Hanabi cekikikan.

''Ada apa, Hanabi ? Kenapa tertawa sendiri ?'' Tanya perempuan berambut indigo yang ternyata kakaknya Hanabi yang sedang membuka pinta.

''Hihi. Tidak ada apa-apa Hinata-nee.'' Ucap Hanabi yang masih cakikikan.

''O, ayo masuk, Hanabi-chan.'' Ajak Hinata kepada Hanabi.

.

.

Setelah pulang dari rumah Hanabi, Naruto Naruto pulang kerumahnya untuk ganti baju dan berangkat kerja. Ya, sebelum masuk sekolah, lebih tepatnya dua hari setelah ia datang ke Konoha, Naruto mencari kerja sampingan. Walaupun sebagai koki dan pelayan restoran, tapi gajinya lumayan.

Naruto memasuki yang masih sepi.

''Hai, minna.'' Sapa Naruto kepada karyawan yang bekerja direstoran tersebut.

''Hai, Naruto.'' Jawab mereka serempak.

''Oh, hai Naruto. Bagaimana hari pertamamu sekolah?'' Tanya penjaga kasir yang bernama Killer Bee.

''Hah, melelahkan Jii-san. Bayangkan, dihari pertamamu sekolah kau sudah berurusan dengan makhluk yang namanya wanita ''

''Yo, jangan putus semangat, yo! Tetaplah semangat dan kobarkan semangatmu, yeah!'' Ucap Bee dengan nada ngerepnya dan diiringi musik Hip Hop yang entah berasal dari mana.

''Baiklah paman, aku kedapur dulu '' Pamit Naruto.

.

.

Naruto pulang kerja sedikit larut, kareba banyak pelanggan yang berdatangan. Alhasil tubuh Naruto sangat pegal, seperti ditimpa benda berkilo-kilo.

''Ahh, lelahnya. Lebih baik aku mandi dulu.'' Naruto berjalan kearah kamar mandi untuk menghilangkan bau badan ditubuhnya. Karena sudah larut, Naruto memutuskan untuk tidur setelah ia mandi.

...

''Ne, Tou-chan, apa disana banyak permainan ?'' Tanya anak yang berumur sekitar 11-12 tahun.

''Tentu saja, Naru. Disana banyak mainan, setelah puas main disana kita akan mandi dipantai.'' Jawab sang ayah kepada anaknya yang memiliki tanda lahir seperti kumis kucing.

''Woah, benarkah ? Naru sangat senag,dattebayo.'' Kata Naru senag.

Mereka bertiga sedang berada didalam mobil warna kuning. Mereka berniat merayakan kelulusan anak mereka yang sudah lulus dari KAS(Konoha Academy School).

''Naru ingin membeli apa disana, dattebane ?'' Tanya sang ibu kepada Naru.

''Entahlah Kaa-chan. Mungki ramen yang sagaaat banyak.''

''Ne, Kushina, kau ingin membeli apa ?'' Tanya sang aya kepada istrinya.

''Mungkin beberapa baju dan bebe...AWAS MINATOOO ''

''HWAAKH''

'BRAK'

...

''HUAAAH ! Hah..hah.. hah.. hah..'' Naruto bangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu dan keringat bercucuran membasahi bajunya.

''Haah, mimpi itu lagi.'' Hampir tiap malam, Naruto memimpikan kejadian yang sudah beberapa tahu lalu terjadi bagaikan menonto film yang ditayangkan berulang-ulang.

''Sudah pagi ternyata. Lebih baik aku mandi dulu, setelah itu makan dan barangkat kesekolah.

.

.

T.B.C

Hai, minna. Jumpa lagi dengan saya author tampan, Lio-kun11, atau yang bernama asli Duwi Bagus Utomo. Reader:gue gak nanya nama asli lu.

Ok, sekali lagi mohon maaf. Bila fic saya kurang menarik, tolong jangan benci author karena bagaimana pun author ingin menghibur para reader sekalian. Dan..dan.. Dan apa lagi ya? Akh, sudahlah jumpa lagi di chapter selanjutnya. Jaa na, author pergi dulu. JANGAN LUPA REVIEEWW.