Chapter 3
Disclaimer : Masashi kishimoto
.
.
Rate : T
.
.
Warning : Berantakan, ooc,typo,aneh,dll
.
.
Summary: Naruto Uzumaki, seorang siswa pindahan dari Suna. Ia seorang yatim piatu semenjak smp. Dan ia merupakan siswa yang cerdas dan tampan. Seperti apa pengalamanya di sekolah barunya, Konoha High School?.
.
.
Chapter sebelumnya :
'sedikit lagi, sedikit lagi Naruto. Kau pasti bisa. Ganbate ttebayo.'
...
'Hiks..hiks..hiks.. Lepaskan aku,tolong jangan lakukan ini padaku.'
...
'HEI KALIAN.'
...
'Namaku Hanabi Hyuuga nii-san.'
...
'Haah, mimpi itu lagi.'
Chapter 3
Sudah sekitar satu minggu Naruto sekolah di Konoha High School, dan sudah banyak pula teman Naruto disana.
Saat ini Naruto sedang berjalan dilorong koridor kelas. Suasan masih sangat sepi, Naruto berangkat sekolah pagi-pagi sekali karena hari ini ia mendapat tugas piket kelas. Walaupun ada beberapa temannya yang juga mendapat tugas, tapi teman-temannya belum ada yang sampai disekolah.
'Tap tap tap'
Suara langkah Naruto bergema dilorong-lorong koridor, menciptakan kesan horor yang membuat bulu kuduk Naruto menari tak karuan. Naruto merasa ada yang mengikutinya, tapi ia hiraukan
'Puk'
Tubuh naruto menegang ketika sebuah tangan menepuk bahu kirinya. Naruto memalingkan wajahnya kebelakang guna mencari tau siapa yang memegang bahunya. Tubuh Naruto mengeras ketika mengetahui siapa yang memegang bahunya, yaitu sosok dengan rambut hitam klimis, memakai seragam sekolah KHS. Yang membuat Naruto panas dingin bukan rambutnya atau baju yang dipakainya, melainkan warna kulitnya yang berwarna putih pucat.
''Ma-ma-ma-MAYAT HIDUUPP''
Naruto berlari seperti atlet maraton sangking takutnya dengan sosok 'mayat hidup' yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
.
.
Bel menandakan pelajaran pertama dimulai berdering dua menut yang lalu. Tapi sang sensei belum datang kekelas XI-A. Seharusnya hari ini pelajaran Anko sensei, guru killer super galak yang tidak pernah absen dan tidak pernah terlambat. Tapi kenapa hari ini dia belum datang juga ? Apa kiamat sudah dekat ?
Pintu terbuka, semua murid duduk dibangku mereka masing-masing karena ada sensei yang memasuki ruangan tersebut. Tapi bukan Anko sensei, melainkan guru bermata hitam-merah yang memasuki ruangan.
''Ohayo, minna'' Sapa kakashi sambil tersenyum dibalik maskernya.
''Ohayo, Kakashi sensei.'' balas para murid kebingungan atas masuknya Kakashi kekelas mereka.
''Ano.. Sensei, kenapa Kakashi sensei yang memasuki ruangan ini ? Hari inikan tidak ada mata pelajaran sensei.'' Tanya gadis berambut Pink yang bernama Sakura.
''Ya, itu karena sensei hanya ingin mengantarkan murid baru.'' Jawab Kakashi.
''Murid baru lagi ?'' Tanya lelaki berbadan gempal, Chouji Akimichi.
''Uaahh... Mendokusei.'' Kata Shikamaru sambil menguap lebar. Untung saja Neji yang berada didepan Shikamaru tidak tersedot.
''Baiklah Shimura-san, silahkan masuk.'' Perintah Kakashi kepada Shimura.
Pintu terbuka menampakkan lelaki berambut hitam klimis dan berkulit putih pucat. Naruto melotot dengan mulut menganga. Untung saja ia duduk paling belakang. Jika tak, akan ada yang melihat wajah konyolnya+Dobenya.
'Itukan sosok yang kulihat dikoridor tadi.' Batin Naruto tidak asing lagi.
''Perkenalkan dirimu.'' Perintah Kakashi.
''Ha'i, sensei. Hai minna, perkenalkan nama saya Sai Shimura.''(Author tidak tau siapa nama lengkap Sai, seingat author sih sai shimura.)
''Saya pindahan dari Iwa High School. Semoga kalian bisa menyambut saya dengan baik. Terimakasih.'' Ucap Sai memejamkan matanya sambil tersenyum. Yah, senyum palsu lebih tepatnya. Tidak ada yang menyadari senyum palsu Sai, kecuali Naruto dan Sasuke.
'Kenapa ia tersenyum palsu ?' batin Naruto dan Sasuke kompak.
''Baiklah Shimura-san, kau boleh duduk dibangku yang kosong.'' Kata Kakashi mempersilahkan Sai duduk.
Sai duduk dimeja sebelah meja Naruto. Satu meja untuk satu murid.
''Hai namaku Sai Shimura.'' Salam Sai kepada Naruto.
''Ha-hai, namaku Naruto.'' Naruto salah tingkah kaerena sudah salah menyebut manusia sebagai mayat hidup. Hei, itu bukan salah Naruto kan ?.
''Oh iya, kenapa kau lari waktu dikoridor tadi.'' Tanya Sai yang membuat Naruto panas dingin jika menyangkut hal yang memalukan dikoridor tadi sambil berteriak 'mayat hidup'.
''I-itu, kerena aku mengira kau mayat hidup tadi. Haha.'' Jawab Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya dan diakhiri dengan ketawa garing.
''Jadi kau seorang penakut ya ?'' Tanya Sai dengan senyum palsunya. Itulah sifat Sai, asal njeplak kalau bicara.
Dan pelajaran berlanjut dengan Naruto yang merasa malu setengah mati. Bagainana tidak, seseorang telah menyebutnya penakut. Walaupun tidak ada yang mendengar, tapi kata-kata Sai sangat menohok Naruto.
Biar ku ceritakan sedikit tentang Sai.
Dimasa kecil Sai, ia kurang mendapat perhatian dari orang tuanya karena orang tuanya sibuk bekerja. Ayah Sai merupakan CEO terkenal dan memiliki banyak perusahaan. Ibu Sai, bekerja sebagai perancang pakaian yang sudah diakui kehebatannya diseluruh Negara. Itulah yang membuat Sai kesepian dan kurang mengerti tentang kasih sayang, dan kurang mengerti perasaan orang. Salah satunya cara bicaranya yang blak-blakan dan asal bicara, ia tidak mengerti perasaan orang yang diajaknya bicara merasa tersakiti atau tidak.
Sai hampir sama seperti Sasuke yang selalu memasang wajah datar, datar dan datar. Tapi semenjak Danzo datang kedalam kehidupan Sai dan menjadikan Sai cucu angkat, Sai ingin berubah. Ia ingin tersenyum kepada semua orang, walupun ia kurang mendapat kasih sayang orang tua, masih ada Danzo yang mengerti tentang sai dan merawat Sai. Semenjak itu Sai membeli buku-buku yang ingin ia pelajari, seperti 'apa itu kasih sayang' 'apa itu cinta', bahkan ia membeli buku 'bagaimana cara tersenyum'. Dibuku dikatakan'' jika kau ingin tersenyum, kau hanya perlu menarik sudut bibirmu sedikit keatas dan pejamkan matamu.''. Sai mengikuti petunjuk buku tersebut, tapi bukannya tersenyum justru...Mm..terlihat aneh. Itulah kenapa Sai selalu tersenyum palsu, dikarenakan ia tidak tau cara tersenyum tulus.
Dan itulah 'sedikit' cerita tentang Sai.
.
.
Jam istirahat sudah berbunyi sekitar dua menit yang lalu. Sepertinya Naruto tidak semangat untuk pergi ke kantin atau sekedar keluar kelas, jadi ia lebih memilih berada didalam kelas. Didalam kelas juga ada mayat hidup#disiramtintasamasai. Didalam kelas juga ada simurid baru bernama Sai, ia tidak ingin pergi kekantin karena ia juga malas untuk bangun dari tempat duduknya.
''Naruto-san, kenapa kau tidak pergi kekantin ?'' Tanya Sai kepada Naruto yang sedang menatap langit.
''Aku malas.'' Jawab Naruto singkat yang hanya dibalas 'oh' dari Sai.
''Naruto-san, kau tau dimana letak TOILET ?''
''Kau ingin pergi ketoilet yang mana ? Dilantai bawah ada toilet,dilantai dua ada toilet, dilantai atas ada toilet.'' Kata Naruto memberi tau letak toilet.
''Tentu saja dilantai dua Naruto-san. Selain penakut ternyata kau juga Baka ya Naruto-san.
''Akh'' Natuto sangat tertohok dengan kata-kata Sai yang tidak bisa direm.
.
.
KRRIINNGG
Akhirnya bel pulang sekolah telah berbunyi.
''Hinata, tunggu aku.'' Kata pemuda berambut pirang berantakan
''Ada apa Naruto-kun.'' Kata Hinata penasaran kenapa Naruto berlari mengejarnya.
''Tidak ada apa-apa. Hanya ingin mengantarmu saja '' Kata Naruto setelah sampai disampaing Hinata.
''E-eh ? Ta-tapi rumah Naruto-kun dengan rumahku berlawan arah. Nanti Naruto-kun kerepotan.''
''Tidak apa-apa, ayo.'' Kata Naruto. Naruto tidak ingin terjadi sesuatu dengan hinata, sama seperti Hanabi.
''Oh ya, Hinata. Bukankah kita mendapat tugas dari Asuma sensei ? Kapan kita akan mengerjakannya ?'' Tanya Naruto.
''Em... Bagaiman kalau nanti sore ?'' usul Hinata.
''Baklah, nanti sore aku kerumahmu.'' Perkataan Naruto dibalas anggukan gugup oleh Hinata.
'Oh ayolah Hinata, kenapa kau harus gugup ? Naruto datang hanya untuk mengerjakan tugas kelompok, bukan untuk melamarmu.'' Batin Hinata yang jantungnya dag-dig-dug.
.
.
Siang ini Naruto berjalan menuju rumah Hinata untuk mengerjakan tugas kelompok dari sekolah. Eh? Bukannya nanti sore ya?. Naruto sengaja datang lebih awal karena ia bosan dirumah, lagi pula ia sudah izin libur kerja.
Sesampainya dirumah Hinata.
''Permisi.'' ''Permisi, Hinata'' teriak Naruto sedikit keras agar yang didalam mendengarnya
Pintu terbuka menampakkan gadis berumur sekitar 13-14 tahun, berambut indigo sedikit pucat dan bermata lavender.
''Ada apa Naruto-nii siang-siang datang kesini?''Tanya gadis itu penasaran dengan kedatangan Naruto.
''Ah ! Ternyata kau Hanabi. Tidak ada apa-apa, hanya ingin mengerjakan tugas dari sekolah. Kakakmu ada ?'' Tanya Naruto kepada Hanabi yang membuka pintu.
''Hinata-nee baru saja akan mandi. Lebih baik nii-san tunggu saja didalam.'' Hanabi mempersilahkan Naruto masuk kedalam rumah khas jepang tersebut.
''Ayahmu kemana?'' Tanya Naruto setelah dipersilahkan duduk.
''Ayahku sedang bergi keperusahaannya untuk memeriksa karyawan-karyawannya. Mungkin setengah jam lagi akan pulang.'' Kata Hanabi yang duduk didepan sofa Naruto.
''Oh.''Kata Naruto singkat.
''Oh ya, nii-san ingin minum apa? Teh, kopi, jus, susu?'' Tawar Hanabi
''Apa boleh ?'' Tanya Naruto memastikan. Basanya Hanabi selalu bercanda.
''Tentu saja boleh, Naru-nii.''
''Kalau begitu air jernih saja.'' Jawan Naruto yang berbeda dengan tawaran Hanabi.
''Kalau makan?'' Tanya Hanabi lagi.
''Tidak usah, nanti merepotkan. Apakah ada ramen ?''
Hanabi langsung sweatdrop dengan perkataan terakhir Naruto.
''Baiklah, akan segera datang.'' ucap Hanabi yang sudah berdiri dan akan menuju kedapur.
''Eit eit, tunggu Hanabi. Ramennya tidak usah.'' Kata Naruto membuat Hanabi bingung.
''Tapi Naru-nii tanya ramen tadi.''
''Aku hanya bercanda Hanabi.'' Kata Naruto sambil garuk pipi kanannya disertai cengiran.
''Bercanda ya nii-san?'' Tanya Hanabi sambil menyeringai dan merencanakan sesuatu.
''Akh''
Tiba-tiba wajah Hanabi terlihat terkejut. Naruto yang melihat Hanabi terkejut seperti melihat sesuatu yang menyeramkan menjadi panik.
''Ha-hanabi, kau tidak apa-apa.'' Tanya Naruto khawatir.
''Ni-nii-san, di-dibelakangmu ada hantu.'' Ucap Hanabi sambil menunjuk kebelakang Naruto dengan tangn bergetar. Naruto langsung berkeringat dingin detik itu juga.
''Hantu itu ingin mencekikmu nii-san.''
''Huwaaa!'' Teriak Naruto sangat keras. Hinata yang sedang mandi merasa ada yang teriak, tapi ia hirukan.'' Seperti ada yang berteriak. Mungkin aku salah dengar.'' Kata Hinata dan melanjutka kegiatannya.
Setelah Naruto teriak, ia bersembunyi dibelakang Hanabi sambil memeluk Hanabi dari belakang dan menyembunyikan wajahnya dibelakang leher Hanabi.
''Usir ! Usir Hantu itu Hanabi.''
Bukannya suara usiran yang Naruto dengar, melainkan suara Hanabi yang sedang tertawa.
''Hihihi...hahahaha, aaah nii-san ! Kau memang penakut nii-san, hahah. Aku hanya bercanda tadi.''
Ternyata Hanabi hanya bercanda. Haah, kau hampir membuat jantung Naruto copot Hanabi.
''Jadi kau hanya bercanda ya?''
Tangan Naruto yang awalnya memeluk Hanabi, turun menuju pinggang Hanabi dan menggelitikinya. Alhasil, Hanabi tertawa karena kegelian.
''Hahaha, nii-shaanh. Sudah, haha..hentikan, hentikan nhii-sanh. Hahaha...gheli.'' tawa Hanabi, sepertinya bukan hanya tawa yang dikeluarka Hanabi, karena ada sedikit desahan.
Akhirnya Naruto menghentikan kegiatan menggelitiknya. Sedangkan Hanabi ia kelelahan tertawa dengan nafas yang tersengkal-sengkal.
''Ternyata, kau suka mengerjai orang ya, Hanabi?'' Tanya Naruto setelah puas menggelitik Hanabi.
''Hah..hah.. Tidak nii-san. Aku lebih suka mengerjai Naru-nii.'' Kata Hanabi setelah nafasnya sedikit normal kembali.
''Baiklah Naru-nii, aku akan mengambilkan minum untuk nii-san.'' Kata Hanabi sambil berjalan menuju dapur untuk mengambilkan minum untuk Naruto.
.
.
T.B.C
Hai minna. Jumpa lagi di fic saya yang super jelek.
Ketika saya melihat review, ada yang menyarankan untuk membuat naruĂ—harem. Bukanya Author tidak mau membuatnya, tapi... gimana ya ? Sepertinya sulit untuk membuat harem karena genre nya cuma frienship. Saya tidak bermaksud untuk membuat reader-san kecewa, sekali lagi Author minta maaf yang sebesar-besarnya. Dibulan puasa harus saling memaafkan :D. Baiklah jumpa lagi dichapter selanjutnya. Jaa na.
